NovelToon NovelToon
Asmaraloka

Asmaraloka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Action
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Sukapena

"Suuut" lelaki itu membekap Garima dengan telapak tangan besarnya, mereka saat ini tengah berada gang kecil penuh dengan kupu - kupu malam yang dengan gamblang menjajahkan tubuhnya.

Tubuh Garima bergetar karena ketakutan, matanya menatap lelaki misterius didepannya itu dengan melotot "siapa dia ?, apa dia seorang penjahat ?" gumam Garima dalam hati.

"Tuhan tolong aku" jerit batin Garima kembali, tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang banyak membuat seluruh gang sempit dan kumuh itu menjadi ramai.

Para wanita yang sedang menjalankan pekerjaannya lari terbirit - birit karena kehadiran beberapa orang yang sedang mencari seseorang.

Lelaki itu mendorong tubuh Garima membuat rumah kecil milik Garima terbuka dan dia dengan sengaja mencium bibir Garima saat salah satu lelaki berambut gondrong memperhatikan mereka.

Garima terkejut dengan aksi lelaki didepanya itu hingga dia tidak bisa berkata apa - apa dan bingung akan melakukan apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukapena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Bima

Loka berjalan meninggalkan kamar Rima dengan mengenakan handuk yang melingkari pinggangnya, dia tidak perduli jika Bima akan mengejeknya nanti ketika melihatnya seperti ini yang terpenting Rima sudah tidak marah lagi padanya.

"As, kau berhutang penjelasan padaku" Loka menghentikan langkahnya yang akan masuk ke dalam kamar "tunggu aku diunitmu" Bima mengangguk dan berjalan keluar dari apartement Loka.

Rima sudah berganti pakaian dan melihat leher serta dadanya banyak kissmark dari Loka membuat pipinya kembali memerah, Rima berjalan keluar dari kamar ingin membuat susu hamil karena perutnya sedang lapar.

Rima melihat Loka yang sudah rapih dengan balutan baju kaos oblong dan celana cargo pendeknya "kau mau kemana ?" Loka yang fokus melihat isi ponsel seketika melihat Rima yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

"Ada urusan dengan Bima" Rima menghela nafas tidak suka "akut ikut" Loka melototkan kedua mata terkejut dengan permintaan Rima, Loka bingung harus bagaimana.

Karena selama ini dia tidak ada yang merecoki perkara pekerjaannya dan dia bisa seenaknya sendiri menentukan hidupnya tetapi sepertinya mulai hari ini hidupnya sudah berubah.

Bukan Loka tidak mau mengajak Rima hanya saja mereka yaitu dirinya dan Bima akan membicarakan perihal pekerjaannya, sementara pekerjaan mereka tidak boleh bayak orang yang tahu.

Rima melihat gerak gerik Loka yang sepertinya keberatan jika dirinya ikut "jadi aku tidak boleh ikut ya ?" mendengar suara Rima yang lirih membuat Loka seketika menatap wanita itu.

"Tidak papa, aku di apartement aja lagipula aku memang orang lain disini" Rima berjalan menuju dapur "ya tuhan wanita ini sensitif sekali" gumam batin Loka dengan kesal.

Entah kenapa perasaan Rima semakin sensitif akhir - akhir ini terutama jika Loka tidak memperhatikan dirinya, semua ini faktor dari hormon kehamilan yang selalu bisa merubah mood seseorang dalam hitungan detik.

Rima mencuci segala perabotan yang Loka pakai untuk membuat sarapan, tiba - tiba ada sebuah lengan melingkari pinggangnya dan mengelus perutnya yang sedikit membuncit.

"Aku berjanji tidak akan lama, setelah itu kita keluar bersama untuk mencari udara segar diluar apartement" Rima hanya diam dan mengangguk, Loka mencium hangat pipi Rima setelah itu dia melepas rangkulan tangannya pada tubuh kecil Rima.

Pintu apartement terdengar tertutup menandakan Loka sudah pergi dari apartement, sementara Loka berjalan memasuki lift yang sudah terbuka untuk menuju lantai yang lebih tinggi.

Loka dan Bima menyewa apartement yang sama hanya saja unit mereka berbeda lantai, kotak besi yang telah Loka tumpangi sudah sampai pada lantai tempat unit Bima berada.

Loka berjalan masuk memencet password apartement Bima, langkah Loka terhenti ketika mendengar suara desahan dari balik kamar Bima "wanita mana lagi yang dia tiduri ?" loka bergumam didalam hati sembari menghela nafasnya bosan.

Loka berjalan menuju dapur kemudian membuka lemari es yang betada didapur apartement Bima, mengambil sekaleng minuman bersoda kemudian meneguknya.

Loka mendengar pintu kamar Bima terbuka dan dia melihat Bima berjalan menuju dapur dengan menggunakan celana dalam boxer seperti dirinya tadi.

Loka mengangkat satu alis seakan melempar tanya pada Bima yang saat ini terkejut melihat Loka tengah berdiri disamping meja makan "siapa lagi yang kau tiduri Bim ?" Bima cengingisan sambil menggaruk tengkuknya.

"Mendengar kalian mendesah membuatku bergairah As" Loka tersenyum pelan kemudian menyerahkan ponselnya pada Bima "aku sudah berhasil gabung pada geng mereka, tugasmu mencari informasi terkini mengenai tempat perdagangan itu dilakukan" Bima mengangguk mengerti.

"Bagaimana hasil forensik tulang - tulang itu ?" Bima mengambil ponselnya diatas meja ruang tamu kemudian menyerahkan pada Loka "mereka dibunuh diambil organ dalamnya saja dan kemudian dibiarkan jasadnya membusuk hingga tinggal tulang belulang mereka saja ditempat itu" Loka mengepalkan tangan kirinya menahan emosi.

"Bim tidak mungkin mereka bisa mengambil organ dalam anak - anak itu tanpa ada seseorang yang ahli dalam bidangnya" Bima mencerna perkataan Loka kemudian mengangguk setuju.

"Maksudmu seorang dokter ?" Loka menjentikkan jari sembari menunjuk Bima "ya kau benar" Mereka kebali diam sibuk dengan pemikiran masing - masing.

"Bim dimana baju" suara wanita terdengar dari depan kamar Bima mebuat Loka dan juga Bima megalihkan pandangan mereka menuju asal suara, Loka terkejut melihat wanita cantik yang tengah berdiri memakai baju besar milik Bima yang hanya menutupi setengah dari paha miliknya.

1
Julfa
lha weee gak sadar udah habis aja dah
Ayesha Almira
ceritanya bagus...seru menarik
Sukapena / Imajinas: terima kasih untuk suportnya kak 🥰
total 1 replies
Ayesha Almira
loka g cerita smuanya ma bima...mknya bima ngeledek trs
Sukapena / Imajinas: Belum saatnya kak 🤭, nantikan update terus cerita asmraloka ya kak dan jangan lupa like,koment dan follow akunku terima kasih banyak 🥰
total 1 replies
Ayesha Almira
siap2 loka puyeng ma tingkah bumil
Ayesha Almira
klo harus d hina trs mening jalanin khamilan sndri wlu susah..
Ayesha Almira
smga loka tdk memandang rima jelek lagi..
Sukapena / Imajinas: halo kak terima kasih sudah like dan koment ceritaku 😍.
nantikan terus kelanjutan cerita Loka dan Rima 🥰
total 1 replies
Amiera Syaqilla
hi author👋🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!