NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Kedai Seribu Mabuk

Berbeda dengan kemegahan pusat Kota Seribu Layar yang dilapisi batu giok dan emas, Distrik Kumuh Pelabuhan adalah sisi gelap di mana hukum kota tidak sepenuhnya berlaku. Jalanan di sini basah oleh lumpur dan sisa-sisa air laut yang membusuk. Bau arak murahan, darah kering, dan ikan spiritual yang membusuk bercampur menjadi satu di udara.

Di ujung sebuah gang sempit yang diapit oleh bangunan kayu, terdapat sebuah papan nama kayu yang sudah miring dan hampir jatuh. Tulisan kaligrafi di atasnya tampak acak-acakan: Kedai Arak Seribu Mabuk.

Zhao Xuan melangkah masuk dengan tenang, jubah hitamnya tidak sedikit pun terkena noda lumpur berkat lapisan pelindung Qi yang tak kasat mata. Di belakangnya, Long Chen harus menunduk untuk melewati pintu yang pendek, sementara Gu Tianxue menyatu dengan bayangan ruangan yang remang-remang.

Suasana di dalam kedai itu luar biasa bising dan kasar. Para kultivator buronan, perompak laut ranah Ascendant, dan pembunuh bayaran rendahan saling berteriak, bertaruh, dan menenggak arak berbau tajam.

Namun, mata Zhao Xuan tidak mempedulikan keramaian itu. Pandangannya langsung terkunci pada sebuah meja reyot di sudut paling gelap kedai.

Di sana, duduk seorang pria tua mengenakan jubah abu-abu compang-camping. Wajahnya tertutup oleh caping bambu yang lebar. Di atas meja di depannya, tergeletak sebuah labu arak raksasa yang terbuat dari labu spiritual berusia ribuan tahun. Pria tua itu sedang asyik memakan kacang spiritual dan menenggak arak, sama sekali mengabaikan dunia di sekitarnya.

Meskipun pria tua itu tidak memancarkan fluktuasi Qi setitik pun, Niat Spiritual Zhao Xuan bisa melihat dengan jelas: ruang di sekitar meja tua itu terus-menerus terpotong dan terangkai kembali. Sebuah Domain Niat Pedang yang sangat murni namun tertekan!

"Itu dia," gumam Gu Tianxue dari balik bayangan. "Peta rahasia dan Kapal Bayangan Naga ada di dalam cincin spasialnya. Haruskah aku menyelinap dan memotong tangannya, Tuan?"

"Coba saja jika kau ingin sayapmu terpotong menjadi ratusan keping," sahut Zhao Xuan santai. "Orang tua itu berada di ranah Raja Dewa Puncak."

Long Chen membelalakkan matanya. "Hah?! Pengemis tua ini berada di ranah yang sama dengan Panglima Iblis Mo Luo?! Shenzue benar-benar gila! Biar aku yang menyapanya!"

Tanpa menunggu persetujuan, Long Chen melangkah maju dengan gaya yang angkuh. Ia menarik sebuah kursi kayu dan duduk tepat di depan pria tua itu hingga meja reyot tersebut berderit protes.

Suara keributan di meja-meja sekitarnya perlahan mereda. Para perompak dan buronan tahu betul aturan tak tertulis di kedai ini: jangan pernah mengganggu "Orang Tua Gila" di sudut ruangan jika masih ingin bernapas keesokan harinya.

"Hei, Kek," sapa Long Chen sambil menopang dagunya, matanya menatap tajam dari balik caping bambu. "Aku dengar kau baru saja memborong Peta Jalur Azure dan Kapal Bayangan Naga dari Menara Angin Samudera. Kami membutuhkannya. Sebutkan hargamu."

Pria tua itu bahkan tidak mendongak. Ia mengambil sebutir kacang dengan sumpit kayunya yang sudah menghitam, lalu melemparkannya ke dalam mulutnya.

Nyam. Nyam. Nyam.

"Barang yang sudah masuk ke saku pengemis ini, tidak akan pernah keluar lagi," suara pria tua itu terdengar serak dan malas, bercampur dengan cegukan bau arak. "Pergilah, Anak Muda. Darah naga di tubuhmu baunya terlalu amis, merusak selera minumku."

Urat nadi di dahi Long Chen menonjol. "Orang tua sombong! Jika kau tidak mau menerima Giok Abadi, maka aku akan membayarmu dengan tinju!"

"Teknik Fisik Naga: Pukulan Penghancur Bintang!"

Long Chen tidak menggunakan tombaknya untuk menghindari kehancuran seluruh kedai, namun ia mengayunkan tinju kanannya yang telah dilapisi sisik emas dan Niat Tirani Naga! Pukulan ini cukup untuk menghancurkan sebuah bukit baja menjadi debu!

Pukulan Long Chen melesat lurus ke arah wajah pria tua itu. Angin dari pukulannya bahkan membuat meja-meja di sekitar mereka terpelanting.

Namun, di detik terakhir...

TAP.

Tinju naga Long Chen yang membawa kekuatan penghancur... berhenti secara paksa di udara.

Mata naga Long Chen membelalak tak percaya.

Pria tua itu masih tidak mendongak. Tangan kanannya dengan santai mengangkat sebatang sumpit kayu miliknya, dan menempelkan ujung sumpit tumpul itu tepat di buku jari tinju Long Chen.

Bukan sumpitnya yang menahan pukulan itu, melainkan sebuah Niat Pedang tak kasat mata yang terpusat pada ujung sumpit, menciptakan dinding ruang yang tak bisa ditembus oleh kekuatan fisik sekeras apa pun!

"Naga Leluhur," pria tua itu terkekeh pelan. "Fisik yang luar biasa. Di usiamu, kekuatan ini patut dibanggakan. Tapi dalam Hukum Dao, kekerasan murni tanpa pemahaman yang tajam hanyalah tumpukan daging yang menunggu untuk dipotong."

BZZZT!

Pria tua itu memutar sumpit kayunya sedikit. Seketika, sebuah ledakan Niat Pedang meletus dari ujung sumpit, menghantam tinju Long Chen!

BAM!

"Ugh!" Long Chen terdorong mundur hingga menghancurkan tiga meja di belakangnya. Ia melihat buku jarinya yang dilapisi sisik emas tingkat dewa... kini memiliki sayatan kecil yang meneteskan darah. Hanya dengan sebatang sumpit kayu!

"Sialan... Niat Pedangnya sangat tajam!" Long Chen menggertakkan giginya, bersiap mencabut tombaknya.

"Cukup, Long Chen. Mundur," suara tiranik Zhao Xuan membelah ketegangan.

Zhao Xuan melangkah maju, melewati Long Chen yang menahan diri dengan patuh. Ia menarik kursi yang baru saja diduduki Long Chen, lalu duduk di hadapan pria tua itu dengan postur yang jauh lebih rileks, namun memancarkan dominasi yang mencekik.

Zhao Xuan tidak memancarkan Qi, ia hanya menatap caping bambu pria tua itu.

"Teknik Pedang Ilusi Angin Musim Gugur," ucap Zhao Xuan tiba-tiba. Suaranya datar, namun kata-katanya membuat tangan pria tua yang sedang memegang cangkir arak itu sedikit menegang.

Zhao Xuan menyeringai. "Sebuah Teknik Pedang yang memotong batas antara ruang dan elemen angin. Sangat tajam. Sangat cepat. Namun..."

Mata Zhao Xuan menyipit, seolah menelanjangi seluruh rahasia alam semesta di dalam tubuh pria tua itu. "...Pedangmu tumpul di bagian pangkalnya. Saat kau memutar sumpit tadi, ada jeda seperseribu tarikan napas akibat aliran Qi yang tersumbat di Meridian Yin Surgawimu. Kau berada di ranah God King Puncak, tetapi Inti Pedangmu sedang digerogoti oleh Racun Korupsi Laut Dalam. Umurmu tidak akan lebih dari lima tahun lagi."

PRAAANG!

Cangkir arak di tangan pria tua itu hancur menjadi serpihan debu!

Seluruh kedai seketika menjadi hening dan membeku. Niat Pedang pembantaian yang luar biasa mengerikan meledak dari tubuh pria tua itu, langsung menghancurkan atap Kedai Seribu Mabuk hingga langit malam terlihat! Para perompak dan buronan di dalam kedai berhamburan lari keluar sambil menjerit ketakutan, menyadari ada monster tua yang sedang mengamuk.

Pria tua itu perlahan mengangkat wajahnya, menyingkap caping bambunya. Wajahnya dipenuhi keriput dan bekas luka sayatan pedang. Sepasang matanya tidak seperti mata manusia biasa, melainkan memancarkan pendaran cahaya pedang keperakan yang menyilaukan.

Ia adalah Jian Zui (Mabuk Pedang), seorang ahli pedang lepasan yang pernah mengguncang Benua Timur seratus tahun lalu, sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

"Bocah fana," suara Jian Zui kini tidak lagi malas, melainkan setajam bilah es. "Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menyadari luka pedangku, apalagi racun di Dantianku. Siapa kau sebenarnya? Apakah kau anjing suruhan Istana Naga Azure yang datang untuk menyelesaikan pekerjaan mereka?"

Zhao Xuan tertawa pelan. Tawanya meremehkan ketakutan terbesar sang pendekar tua.

"Aku tidak bekerja untuk kadal laut yang bau," Zhao Xuan menuangkan arak dari labu raksasa itu ke dalam cangkir kosong, lalu menyesapnya dengan santai di tengah badai Niat Pedang yang bisa mencabik-cabik gunung. "Aku hanyalah seseorang yang membutuhkan kapalmu, dan kebetulan... aku bisa memperbaiki pedangmu yang patah."

Mata Jian Zui memicing. Niat Pedang-nya mengunci setiap inci tubuh Zhao Xuan. "Kau pikir kau bisa menipuku? Banyak Alkemis tingkat Dewa yang menyerah pada racun di Inti Pedangku!"

"Alkemis menyembuhkan dengan obat. Aku menyembuhkan dengan memotong," jawab Zhao Xuan. "Kau tidak membutuhkan pil. Kau hanya membutuhkan seseorang yang pedangnya lebih kuat dari milikmu untuk memotong racun yang menyatu dengan Niat Dao mu tanpa menghancurkan Dantianmu."

Jian Zui mendengus keras. "Kesombongan anak muda zaman sekarang sungguh tidak masuk akal! Memotong racun dari dalam Niat Dao? Bahkan seorang God Emperor (Kaisar Dewa) yang menggunakan Hukum Pedang tidak berani menjamin..."

"Lihat ini."

Zhao Xuan tidak repot-repot berdebat. Ia mencelupkan jari telunjuk kanannya ke dalam cangkir arak. Saat ia mengangkat jarinya, setetes arak menempel di sana.

Mata kiri Zhao Xuan yang hitam legam memancarkan Hukum Ketiadaan.

Seketika, setetes arak di ujung jarinya itu bergetar. Cairan fana itu memadat, merenggang, dan berubah menjadi miniatur pedang kristal yang panjangnya tidak lebih dari satu inci.

Namun, fluktuasi Niat Pedang yang memancar dari miniatur pedang arak itu... membuat Jiwa Dewa Jian Zui menjerit ketakutan! Itu adalah Niat Pedang yang meniadakan konsep keberadaan musuhnya!

"Ini... Hukum Pedang apa ini?!" Jian Zui gemetar hebat. Pedang pusaka di dalam Dantiannya berdengung ketakutan, menolak untuk dikeluarkan, seolah-olah menyembah kaisarnya!

"Ini adalah Pedang yang bisa menghapus takdirmu, atau memperbaikinya," Zhao Xuan menjentikkan jarinya dengan ringan.

SYUUUT!

Miniatur pedang arak itu melesat, menembus Niat Pedang pertahanan Jian Zui layaknya menembus kertas basah, langsung melesak ke dalam perut sang pendekar tua dan masuk ke Dantiannya!

Jian Zui terbelalak dan memuntahkan seteguk darah! Namun, warna darah itu bukanlah merah, melainkan hitam legam dan berbau busuk.

Rasa sakit yang menyiksa Dantiannya selama seratus tahun terakhir tiba-tiba... lenyap! Racun Korupsi Laut Dalam yang melilit Inti Pedangnya telah diuapkan sepenuhnya oleh Niat Ketiadaan Zhao Xuan, menyisakan Dantian yang bersih dan Qi yang mulai mengalir lancar!

Jian Zui jatuh berlutut di hadapan meja. Ia terengah-engah, menatap tangannya sendiri yang kini kembali memancarkan Qi God King Puncak yang murni tanpa hambatan. Matanya memerah, air mata ketidakpercayaan mengalir di pipinya yang keriput.

Ia mendongak, menatap pemuda berjubah hitam di depannya bukan lagi dengan kemarahan, melainkan dengan kekaguman fanatik.

"K-Kau... K-Kau memotong racun itu..." suara Jian Zui bergetar. "Kau adalah... Dewa Pedang macam apa...?"

Zhao Xuan meletakkan cangkir araknya kembali ke atas meja, berdiri dengan angkuh, dan menatap sang pendekar tua dari atas ke bawah.

"Panggil aku Zhao Xuan," ucap Sang Tiran dengan Seringai Asura-nya. "Sekarang, aku telah menyelamatkan hidupmu dan mengembalikan pedangmu. Sebagai gantinya, kapalmu, petamu, dan pengabdianmu sebagai juru mudiku melintasi Laut Azure... adalah milikku."

Pendekar Pedang Liar, Jian Zui, tidak ragu sedetik pun. Ia membenturkan kepalanya ke lantai kayu hingga hancur, bersujud di kaki Zhao Xuan

"Jian Zui bersedia menjadi pedang dan kemudi bagi Tuan Zhao Xuan!"

1
Beny Rajo Bintang
baguuuus
Beny Rajo Bintang
kok kayaknya roda bintang gak ada fungsinya sejauh ini... sepertinya kemampuan zhao zuan tambah berkurang
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 5 gift ☕ lanjut Up Thor 💪💪
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya bagus 👍
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
penggallll anunyaaas sajaaaaa...
saniscara patriawuha.
serappppppppppp..... intinyaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhhh jauhhhh dariii nyawaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhh ada itu sitelurnya....
saniscara patriawuha.
serapppppp kabehhhhhh....
saniscara patriawuha.
hancurrrrkannnn...
saniscara patriawuha.
serapppppp lagiiiii....
Nova Bustomi
lanjutkan Thor
Sang_Imajinasi: siapp💪💪💪
total 1 replies
Nono19
wess thanks for crazy upnya author yok ngopi☕
Sang_Imajinasi: siap terima kasih kembali 💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
iye kelamaan Thor, tumben
Sang_Imajinasi: durasi 🤭🤭
total 1 replies
Budi Wahyono
ok
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
prima ginting
nantap
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
lama juga koma nya , cepat bangun lah , ya walaupun Zhao tetap mampu ,tapi si kakek pemabuk mati , eh dikelilingi para cewe lagi nih🤭
Sang_Imajinasi: maybe🤭
total 1 replies
eka suci
buat jadi debu juga musnahkan 💪
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!