NovelToon NovelToon
Driven By You

Driven By You

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kensington Valerio (22th) adalah seorang "Raja Pesta" yang sinis terhadap cinta, namun terobsesi mengoleksi ribuan novel romansa.

Baginya, cinta hanyalah delusi dengan alur membosankan yang selalu bisa ia tebak ending-nya.

Di tengah kejenuhannya akan kepalsuan dunia, hadir Audrey Hepburn (19th)—mahasiswi hukum tingkat satu yang kaku, ambisius, dan membawa prinsip kesucian yang keras kepala.

Audrey bukan sekadar junior di fakultasnya, ia adalah variabel acak yang mengacaukan prediksi Kensington.

Saat rahasia pengkhianatan mulai mengikis pertahanan Audrey, Kensington justru merasa tertantang untuk menuliskan naskah hidupnya sendiri.

Apakah Audrey akan berakhir menjadi sekadar koleksi di rak bukunya, ataukah ia adalah satu-satunya wanita yang mampu memberikan Kensington sebuah akhir yang tak terduga?

Di arena balap liar dan koridor kampus yang dingin, Kensington mulai mempertanyakan: apakah cintanya juga akan menjadi klise, atau sebuah tragedi yang tak terlukiskan ?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Matahari Los Angeles sedang berada di puncaknya, membakar aspal dan menyulut hawa panas yang menyengat hingga ke tulang.

Udara terasa berat, namun di Bel-Air Country Club, hamparan rumput hijau yang luas memberikan sedikit ilusi kesejukan.

Kensington Valerio berdiri di area tee-off, mengenakan kaos polo hitam yang pas di badannya, memperlihatkan guratan otot lengan yang dihiasi tato-tato gelap.

Ia sedang mencoba mengalihkan pikirannya dari tumpukan buku hukum Miller dengan mengayunkan stik golf.

Namun, ketenangannya terusik saat sebuah buggy golf berhenti tak jauh dari posisinya.

Seorang wanita turun dengan anggun. Ia mengenakan rok mini golf putih dan atasan tanpa lengan berwarna senada. Rambutnya, yang biasanya disanggul kaku, kini dikuncir kuda tinggi, memperlihatkan leher jenjangnya yang berkeringat tipis.

Catalonia Vera West.

Kensington menurunkan stik golfnya, menatap wanita itu dengan kening berkerut. "Kau mengikutiku sampai ke sini?"

Vera melepas kacamata hitamnya, menatap hamparan hijau di depan mereka. "Jangan terlalu percaya diri, Valerio. Ayahku adalah anggota emas di sini. Aku hanya butuh udara segar setelah melepaskan beban berat di pundakku."

Kensington terdiam sejenak, lalu teringat sesuatu. "Aku sudah mendengar dari Lexington. Kau sudah mengundurkan diri sebagai asistennya."

"Ya, aku melakukannya karena permintaanmu waktu itu," sahut Vera tenang, suaranya hampir tertutup semilir angin. "Kau ingin aku menjauh, bukan?"

Kensington mendengus, kembali memposisikan dirinya untuk memukul bola.

"Baguslah. Itu keputusan paling cerdas yang pernah kau buat." Ia mengayunkan stik, memukul bola putih itu hingga melesat jauh ke cakrawala.

"Tapi aku penasaran... kenapa kau menyukainya padahal kau tahu Lexington punya istri yang sangat dia cintai? Melirik suami orang... itu akan membuatmu terlihat murahan, Vera."

Vera tidak tersinggung. Alih-alih marah, sebuah senyum tipis—hampir menyerupai seringai kemenangan—muncul di bibirnya yang dipoles lipgloss merah muda. Ia melangkah mendekat ke arah Kensington.

"Jangan salah sangka," ucap Vera dengan nada yang sangat berkelas. "Aku tidak sama dengan perempuan murahan di luar sana yang bersembunyi di balik pesan singkat atau pertemuan rahasia. Aku menawarkan diri secara terbuka kepada Lexington. Aku tidak pernah menggodanya dengan cara-cara rendah."

Kensington seketika menghentikan gerakannya. Ia menoleh, lalu tawa sinis meledak dari bibirnya.

"Menawarkan diri?" Kensington tertawa lagi, kali ini lebih keras, seolah baru saja mendengar lelucon paling konyol abad ini.

"Buku mana yang kau baca, Vera? Tetap saja, kau menawarkan diri atau menggoda, hasilnya sama, kau menjadi murahan. Kau berniat mengganggu rumah tangga orang lain, kau berniat merebut suami orang."

Vera menatap Kensington dengan pandangan yang tak tergoyahkan. "Tidak. Itu cara berkelas. Aku menawarkan kualitas, aku menawarkan intelektualitas yang setara dengannya. Jika dia memilihku, itu bukan perebutan, itu adalah seleksi alam."

Kensington terdiam. Ia menatap Vera dengan saksama, mencari celah dalam logika wanita di depannya.

Namun, ia menyadari satu hal: Vera West benar-benar unggul dalam debat. Logikanya mungkin gila bagi orang normal, tapi bagi Vera, itu adalah sebuah prinsip.

Kensington memutuskan untuk diam. Ia tidak mau meladeni wanita yang merasa keangkuhannya adalah sebuah kedaulatan hukum.

Ia kembali mengambil bola baru, mencoba mengabaikan kehadiran Vera yang masih berdiri di sampingnya.

Namun, suasana yang tadinya panas karena perdebatan mendadak mendingin saat Vera mengubah nada bicaranya. Keangkuhan di wajahnya luruh, digantikan oleh rasa ingin tahu yang dalam.

Vera teringat dengan kata-kata Kensington di kamar mandi hari itu. Soal tangan yang kotor dan bayi-bayi yang tidak sempat melihat dunia.

"Kensington..." panggil Vera lirih.

"Hm?" sahut Kensington tanpa menoleh.

Vera ragu sejenak, namun rasa penasarannya sudah di ujung tanduk. "Apa kau... seorang duda? Apa kau pernah menikah secara rahasia?"

Pertanyaan itu membuat ayunan stik Kensington terhenti di udara.

Suasana di sekitar mereka mendadak hening, hanya menyisakan suara jangkrik di kejauhan. Kensington menurunkan stiknya perlahan, bahunya menegang.

Pertanyaan Vera menghujam tepat ke jantung rahasia yang selama ini ia tutup rapat dengan alkohol dan sikap berandalnya.

Ia menoleh perlahan, menatap mata Vera dengan tatapan yang sangat gelap, seolah-olah bayangan masa lalu yang ia ceritakan tentang "membunuh bayi" itu kini sedang menari-nanti di pupil matanya.

"Menikah?" Kensington mengulang kata itu dengan nada hambar. "Ada beberapa hal di dunia ini yang lebih mengerikan daripada sekadar status pernikahan, Vera. Dan kau... kau tidak akan sanggup menanggung beban ceritanya."

Kensington menyimpan stik golfnya ke dalam tas dengan dentingan besi yang tajam. Ia menatap lurus ke cakrawala, di mana langit Los Angeles mulai berubah warna menjadi jingga yang membara.

Kalimatnya tadi menggantung di udara, menciptakan beban yang membuat Vera merasa sesak secara mendadak.

Vera terkejut. Pupil matanya melebar, dan ia sempat menahan napas. Ia terbiasa dengan Kensington yang sarkastik, namun Kensington yang sedang bicara dengan nada hampa seperti ini jauh lebih mengintimidasi.

"Kenapa?" tanya Vera, suaranya hampir tidak terdengar.

Kensington menoleh, tatapannya dingin namun jujur. "Aku tidak percaya pada pernikahan, Vera. Aku juga tidak percaya pada sebuah hubungan, apalagi sebuah keluarga. Bagiku, itu semua terlalu mengerikan untuk dibayangkan."

Vera mengernyit, mencoba mencari celah dalam pernyataan pria itu. "Kau tumbuh di keluarga Valerio yang terlihat sangat solid, Kensington. Bagaimana mungkin—"

"Jangan melihat kulitnya," potong Kensington cepat. Ia menarik sudut bibirnya, membentuk senyum pahit.

"Aku menghabiskan waktuku dengan membaca. Hampir setiap novel yang ku baca, aku bisa menebak semua ending-nya di tengah jalan. Dan aku pun pernah mencoba menebak ending ceritaku sendiri... dan hasilnya?"

Kensington berhenti sejenak, matanya meredup, teringat pada ruang operasi rumah sakit dan tanda tangan di atas surat aborsi tiga tahun lalu. "Hasilnya berakhir begitu saja. Sebuah ending yang bahkan tidak bisa aku ceritakan pada siapa pun karena terlalu busuk untuk didengar."

"Jadi... kau benar-benar tidak percaya pada pernikahan?" Vera memastikan, seolah ingin mengonfirmasi sebuah teori besar.

Kensington menjawab dengan anggukan tegas. "Ya."

Tepat setelah kata itu keluar, sebuah perubahan drastis terjadi pada raut wajah Vera.

Ketegangan di bahunya menghilang. Alih-alih merasa ngeri atau kasihan, Vera justru menunjukkan binar yang aneh.

Sebuah senyum lebar—yang terlihat tulus sekaligus sedikit gila—terukir di wajahnya yang cantik.

"Kita sama," ucap Vera dengan nada yang terdengar sangat bahagia, hampir seperti seorang anak kecil yang baru menemukan teman bermain yang sepemikiran.

Kensington mengernyit bingung. "Apa?"

"Aku juga tidak percaya dengan pernikahan!" seru Vera, langkahnya mendekat ke arah Kensington dengan antusiasme yang meledak. "Bagiku, pernikahan hanyalah kontrak hukum yang membatasi potensi manusia. Aku menawarkan diri pada Lexington bukan untuk menjadi istrinya atau membangun rumah tangga yang membosankan. Aku hanya menginginkan genetikanya, kecerdasannya, dan aliansi intelektualnya."

Kensington terdiam, terpaku melihat wanita kaku di depannya ini ternyata memiliki pemikiran yang jauh lebih rusak daripada yang ia bayangkan.

"Pernikahan itu kuno, Kensington," lanjut Vera dengan mata berapi-api. "Tapi menemukan seseorang yang sama-sama memandang dunia sebagai tempat yang mengerikan dan tidak berujung pada kebahagiaan domestik... itu adalah penemuan besar bagiku hari ini."

Kensington hanya bisa menghela napas panjang, menatap wanita di depannya dengan perasaan campur aduk.

Ia mengira dirinya adalah orang paling sinis di Los Angeles, namun tampaknya, Catalonia Vera West baru saja membuktikan bahwa keanggunan dan kepintaran bisa menyembunyikan kegelapan yang setara dengan tato di lengannya.

"Kau benar-benar wanita yang berbahaya, Vera," gumam Kensington pelan.

"Dan kau adalah berandal yang menarik," balas Vera, senyum bahagianya belum juga luntur.

1
nayla tsaqif
Haduhhh,, knp tamat semua sihhh,,, jangan lama2 cerita barunya yaaaa!!??
Ros 🍂: siap kak🫶
author sudah siapkah cerita untuk Maximilian anak Audrey dan Kensington🫶 tunggu notif kak😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
lagi dong kak
Ros 🍂: author sudah siapkah cerita untuk Maximilian anak Audrey dan Kensington🫶 tunggu notif kak😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Yo bapakmu itu yg jadi nyamuk raksasanya max
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
untung tersesatnya di toilet toko perhiasan coba klo tersesatnya di kedai kopi late alamat GK tau jalan pulang wkwkwk🤣🤣🤣
Ros 🍂: Hahhaa bahaya kalo nyasar kesana ya kak🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astagaaa,, kmna ken yg dingin dan angkuh itu dreyyy,,, knp skrng dia sengklek,,, 🤣
Ros 🍂: mabuk cinta kak🤣🤣🤣🤣😘
total 1 replies
Almeera
tinggalin jejak duluuuuuuuu yaaaa nyicil aku maraton kerja duluuu
Ros 🍂: Hehe siap Kak🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
ingat Ken segera lenyapkan si kopi late lagian jadi cowok tuh harus bisa mengendalikan senjatanya ini malah tercelup ke kopi late🤭
Ros 🍂: Late Vera kak, Bukan Latte Coffee 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ,,,terharu aku thor😍😍😍
Ros 🍂: Huhuhu semoga Suka ya kak🫶🥰
happy reading 😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pantesan Ken gendeng wong bapaknya klo ngasih saran diluar Nurul moga kegendengan mereka menurun ke max kelak🤭🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: hahhaa Daddy Felix asline kalem kak🤭🤣
total 1 replies
Murnia Nia
lagi seru ni ceritanya
Ros 🍂: ma'aciww komentar nya ya kak🫶
total 1 replies
Murnia Nia
lanjut thor
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Thee-na Tooth
puas bacanya kak,,,
terimakasih berkali² double up.
besuk lagi up nya kak,,,
kesehatannya di jaga
semangat 💪
Ros 🍂: Ma'aciww kak 🫶🫶😘
semoga kakak juga sehat selalu 🥰
total 1 replies
winpar
lgi kk 💪💪💪💪
Ros 🍂: sama-sama kak🫶
total 3 replies
Thee-na Tooth
ayoo up lagi🤭
nunggu kejutan dari kakak cantik 💪
Ros 🍂: Besok ya kak🫶 ditunggu 😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
Alurnya bagus banget,,,
dari pemilihan kata kata bagus, mudah di pahami. Alur kata tidak melibet.
Padahal novel e bagus banget tapii kenapa peminat bacanya sedikit ya
Aku doain ya kak,, semoga novel e bisa banyak yang baca, bisa masuk rank
Ros 🍂: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
sehat selalu ya kak😘
total 1 replies
Thee-na Tooth
semangat up kakak,,,
insha Allah setiap baca, aku kasih kopii. biar nulisnya tambah semangat, dan nggak ngantuk 🤭
Ros 🍂: uuuwwwwwhh 🫶🫶🫶
ma'aciww ya kak, sehat Selalu 🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes tambah gendeng ini Bang Ken,tak tunggu kegendenganmu selanjutnya Bang🤣🤣🤣
Ros 🍂: Nular Ya kak bucinnya 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Gen valerio,, awal2 dingin, angkuh,, begitu bucin setrezzzz,,, bikin esmosi!! Mom kim&dad felix ceritanya judulnya apa thor??
Ros 🍂: hihihi Rekomendasi baca "The End Of Before" kak, Ndak kalah seru🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk knl cinta,, gk percaya cinta sekalinya cinta gueenndennng kowe ken,,, bisa2nya pengen jd simpanan,, emg mau di simpan dimna,, badanmu kn segedhe gaban,,, 😄
Ros 🍂: hahaha Dia senang jadi simpanan kak🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Q suka kalo para wanita2 itu sudah mengumpat,,, seperti briella kalo ngumpat fasih banget,,, "bringsiikkk" 🤣🤣
Ros 🍂: wkwkw iya kak🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!