ig: @namemonarch
Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.
"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."
Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32 — Jerat Halus Sang Tabib
Asap dupa penenang meliuk lambat di udara, menciptakan aroma kayu cendana yang menenangkan di ruang tamu lantai atas Paviliun Hening. Ye Chen duduk dengan tenang di balik meja kayu jati. Jemarinya yang kini memancarkan kilau kusam perunggu usai penempaan semalam, bergerak perlahan menuangkan teh panas ke dalam dua cangkir porselen.
Setiap gerakannya kini memiliki ritme yang berbeda. Kitab Tubuh Perunggu tidak hanya memperkuat kepadatan fisiknya, tetapi juga memberikan stabilitas mutlak pada posturnya. Baginya, ketenangan adalah instrumen manipulasi, dan ruang ini adalah sarang yang telah ia persiapkan dengan teliti.
Di tengah meja, sebuah kotak kayu cendana kecil terbuka, memperlihatkan sepotong Akar Teratai Hitam Tingkat Bumi yang memancarkan aura dingin yang pekat.
Ketukan pelan terdengar di pintu kayu.
"Tuan Ye, Tabib Hua Jue telah tiba," suara Su Wenzhou terdengar sedikit bergetar dari balik pintu. Pria tua itu bisa merasakan perbedaan tekanan udara di sekitar tuannya hari ini—sesuatu yang lebih berat dan menekan, seolah-olah Ye Chen adalah sebuah gunung besi yang tak tergoyahkan.
"Silakan masuk," jawab Ye Chen datar.
Pintu terbuka, menampakkan seorang pria tua dengan janggut putih panjang dan jubah tabib berwarna hijau lumut. Tabib Hua Jue adalah sosok eksentrik yang sangat dihormati di Distrik Timur. Ia melangkah masuk, namun langkahnya terhenti sejenak saat matanya bertemu dengan tatapan Ye Chen.
Sang tabib mengerutkan dahi, instingnya sebagai kultivator di Alam Kondensasi Qi Tahap Menengah langsung bereaksi. "Tuan Muda Ye," sapa Hua Jue, nadanya mengandung selidik. "Su Wenzhou mengirimkan undangan darurat beserta janji tentang Akar Teratai Hitam. Namun, melihat Anda sekarang... Anda tampak sangat aneh. Kulit Anda memancarkan aura tekanan fisik yang luar biasa, namun saya tidak merasakan setetes pun fluktuasi Qi dari Dantian Anda. Apakah Anda sengaja meminum ramuan penyembunyi aura?"
Ye Chen mengulas senyum tipis yang tidak mencapai matanya. Rahasianya aman. Teknik Pernapasan Arus Bumi miliknya bekerja dengan sempurna, mengalirkan seluruh fluktuasi Qi-nya ke bawah permukaan lantai kayu, menyembunyikan kultivasinya yang sebenarnya dari pelacakan Tabib Hua. Di mata pria tua itu, Ye Chen hanyalah seorang ahli bela diri fana dengan tubuh yang ditempa secara ekstrem.
"Kesehatan dan penampilan luar adalah dua hal yang sangat mudah menipu mata, Tabib Hua," jawab Ye Chen dengan suara tenang. "Silakan duduk. Mari kita langsung pada inti pertemuan ini."
Hua Jue duduk di seberang meja. Matanya langsung terpaku pada Akar Teratai Hitam di dalam kotak. Keserakahan berkelebat di wajahnya yang keriput. "Benda ini asli," gumam Hua Jue, suaranya sedikit bergetar karena antusiasme. "Akar Teratai Hitam Tingkat Bumi adalah material yang sangat langka. Apa yang kau inginkan dariku sebagai gantinya? Pengobatan? Peracikan racun?"
"Sistem, aktifkan Pupil Penembus Ilusi," batin Ye Chen.
Seketika, pandangan Ye Chen dilapisi oleh filter cahaya holografik. Ia tidak melihat wajah Tabib Hua, melainkan menembus masuk ke dalam sirkulasi energi di tubuh pria tua itu. Ye Chen mengamati aliran Qi Hua Jue yang bergerak lambat, tersendat di beberapa titik persendian, dan memancarkan residu warna abu-abu kotor di sekitar meridian utama jantungnya.
"Analisis selesai," pikir Ye Chen. Ia kini memegang informasi kelemahan lawannya.
"Aku tidak butuh pengobatanmu, Tabib Hua," ucap Ye Chen santai sambil bersandar di kursinya. "Sebenarnya, akulah yang mungkin bisa mengobatimu. Aku melihat sirkulasi Qi-mu tersumbat parah di sekitar meridian jantung. Berdasarkan ritme napasmu yang tertahan setiap tiga tarikan, kau pasti sudah terjebak di Tahap Menengah Alam Kondensasi Qi selama lebih dari sepuluh tahun, bukan?"
Wajah Hua Jue seketika memucat, seputih kertas. Ia menatap Ye Chen dengan mata membelalak penuh teror. "B-bagaimana kau bisa tahu?! Bahkan ketua Serikat Gagak Hitam tidak menyadari luka dalamku ini!"
"Logika sederhana dari seorang pengamat," jawab Ye Chen, menyembunyikan fungsi sistemnya di balik kalimatnya. "Sebagai seorang tabib eksentrik, kau pasti sering bereksperimen dengan berbagai ramuan kuat pada tubuhmu sendiri. Residu racun dari eksperimen-eksperimen itu kini telah mengerak di jalur energi utamamu. Semakin kau memaksakan diri berkultivasi, semakin cepat racun itu menggerogoti umurmu."
Hua Jue mengepalkan tangannya di bawah meja. Harga dirinya sebagai tabib hancur seketika di hadapan pemuda misterius yang bahkan tidak terlihat memiliki kultivasi Qi ini. "Lalu apa maumu? Kau mengundangku kemari hanya untuk menghinaku?!"
"Aku mengundangmu untuk menawarkan kesepakatan," Ye Chen mengetukkan jari telunjuknya ke atas meja. "Aku akan memberikan Akar Teratai Hitam ini secara cuma-cuma padamu. Lebih dari itu, aku memiliki solusi untuk membersihkan residu racun di meridianmu agar kau bisa menembus Tahap Akhir Kondensasi Qi. Sebagai gantinya... apotek rahasiamu, jaringan pelangganmu, dan semua informasi medis yang kau miliki di Distrik Timur ini akan bekerja di bawah komandoku."
Hua Jue tertawa sinis, mencoba menutupi keputusasaannya. "Kau ingin menjadikan tabib sepertiku sebagai bawahanmu? Kau bermimpi! Akar Teratai Hitam ini memang berharga, tapi omong kosong soal menyembuhkan meridianku adalah hal yang mustahil. Aku sudah mencoba ratusan metode dan semuanya gagal!"
Ye Chen tidak membalas tawanya. Matanya tetap sedingin es. "Sistem, buka Toko Sistem. Cari fragmen teknik pernapasan tingkat fana atau bumi rendah yang secara spesifik berfungsi untuk membakar residu obat di meridian. Aku hanya butuh gulungan pengantarnya saja."
[Memproses pencarian... Ditemukan: Fragmen Awal 'Sutra Api Penyaring Sumsum' (Tingkat: Bumi - Rendah). Harga Fragmen Pengantar: 2.000 Poin Kenaikan.]
"Beli dan munculkan dalam bentuk fisik," perintah Ye Chen tanpa ragu.
Dengan gerakan tangan yang sangat cepat, tertutupi oleh lengan jubahnya yang lebar, sebuah gulungan bambu usang muncul di genggaman Ye Chen. Ia melempar gulungan itu ke atas meja, tepat di sebelah kotak kayu cendana.
"Ini adalah fragmen dari warisan kuno," ucap Ye Chen datar. "Cobalah sirkulasikan Qi-mu mengikuti pola dasar di paragraf pertama. Sepuluh tarikan napas saja. Jika kau merasa ini omong kosong, kau boleh mengambil Akar Teratai Hitam itu dan pergi dari sini. Aku tidak akan menahanmu."
Hua Jue menatap gulungan itu dengan curiga, namun godaan dari seorang tabib yang haus akan pengetahuan mengalahkan keraguannya. Ia membuka gulungan tersebut, membaca bait-bait aksara kuno yang tertulis di sana. Matanya memicing, mencoba memahami aliran metode yang sangat tidak biasa itu. Ia menutup mata dan mulai memutar Qi-nya sesuai petunjuk.
Satu tarikan napas. Dua tarikan napas.
Pada tarikan napas kelima, tubuh Hua Jue bergetar hebat. Keringat hitam pekat berbau obat busuk mulai merembes dari dahi dan lehernya. Ia membuka matanya dengan napas tersengal, namun wajahnya memancarkan kegembiraan dan ketidakpercayaan yang luar biasa. Rasa sesak di dadanya yang telah menyiksanya selama lebih dari satu dekade terasa sedikit melonggar.
"Ini... ini adalah metode sirkulasi Tingkat Bumi yang telah hilang!" seru Hua Jue, suaranya bergetar karena emosi yang meluap-luap. Ia menatap Ye Chen seolah-olah sedang menatap sosok dewa yang turun ke bumi. "Dari mana kau mendapatkan pusaka seperti ini?!"
"Itu bukan urusanmu," jawab Ye Chen dengan wibawa mutlak. "Yang perlu kau tahu hanyalah ini: fragmen itu baru bagian pengantar. Jika kau bekerja untukku dengan setia, sisa teknik tersebut akan menjadi milikmu. Kau tidak hanya akan sembuh, kau akan melampaui batas kultivasimu saat ini."
Ruangan itu kembali diselimuti keheningan yang mencekam. Hua Jue menatap Akar Teratai Hitam, lalu menatap gulungan di tangannya, dan terakhir menatap pemuda bermata dingin di hadapannya. Ia sadar, ia telah melangkah masuk ke dalam jaring laba-laba yang dirajut dengan sangat sempurna.
Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, Tabib Hua Jue berdiri dari kursinya, merapikan jubahnya, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam di hadapan Ye Chen. "Tabib tua ini... bersedia mengabdi pada Anda, Tuan Ye."
Ye Chen mengangguk pelan. Sudut bibirnya akhirnya membentuk senyuman tipis yang sesungguhnya. Pion medis paling krusial di Kota Daun Gugur kini telah jatuh ke dalam genggamannya.
"Bagus. Langkah pertama," ucap Ye Chen, "Mulai besok, aku butuh kau memantau setiap pembelian obat yang dilakukan oleh Keluarga Lin. Kita akan mencari tahu seberapa parah kepanikan mereka setelah insiden di jalur selatan."
ada usul tidak jelas