NovelToon NovelToon
Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Siti_1234

Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..

Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?

Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 16: "POSISI DAN BATAS YANG TERLALU"

*****

Hari itu pagi yang cerah di rumah Rio dan Ratna. Bayi Bara sedang menangis riang di dalam buaiannya, sementara Ratna sedang menyusui dia dengan wajah yang penuh kebahagiaan. Rio berdiri di sisi mereka dengan senyum lebar, sambil mengatur tirai agar sinar matahari tidak terlalu menyilaukan wajah anaknya.

“Bara makin aktif ya, sayang,” ucap Ratna dengan suara lembut. “Kemarin malam dia bahkan bisa menggenggam jari ku dengan kuat.”

“Ya, dia pasti akan menjadi orang yang kuat seperti ibunya,” jawab Rio dengan cinta, mencium dahi istri dan anaknya.

Sementara itu, Raisa sedang bersiap untuk pergi ke kampus. Dia mengenakan baju kuliah sederhana namun tetap rapi, sambil mengecek jadwal perkuliahan di ponselnya. Saat dia hendak keluar, Rio mendekat dengan wajah yang sedikit serius.

“Ras, kamu akan bertemu dengan Reza hari ini kan?” tanya Rio dengan nada yang tidak bisa ditebak.

“Ya, Kak Rio. Kami punya kelompok studi bersama untuk menyelesaikan tugas akhir mata kuliah tertentu,” jawab Raisa dengan jujur. “Kenapa?”

“Hanya saja… aku ingin kamu berhati-hati saja,” ucap Rio dengan nada yang mulai menunjukkan kesalahan. “Jangan terlalu dekat dengannya ya. Aku khawatir dia tidak memiliki niat yang baik padamu.”

Raisa sedikit terkejut namun segera memahami bahwa Rio sedang cemburu. “Tidak apa-apa, Kak Rio. Kami hanya teman dan sekadar bekerja sama saja.”

Namun kata-kata itu tidak cukup untuk menenangkan hati Rio. Saat Raisa sampai di kampus, dia melihat Reza sudah menunggu di depan gedung kuliah dengan membawa buku-buku referensi yang sudah disiapkan. Reza memberikan senyum yang lebih hangat dari biasanya saat melihatnya datang.

“Kamu datang tepat waktu,” ucap Reza. “Aku sudah menemukan beberapa sumber penting untuk tugas kita.”

Mereka masuk ke ruang studi yang sepi dan mulai bekerja bersama. Reza yang biasanya dingin ternyata sangat sabar dalam menjelaskan materi yang sulit, dan Raisa merasa semakin nyaman bekerja dengan dia. Saat jam makan siang tiba, Reza mengajaknya untuk makan bersama di kantin kampus.

Saat mereka sedang makan dan tertawa bersama, Rio yang tidak sengaja datang ke kampus untuk memberikan bekal yang terlupakan oleh Raisa, melihat mereka dari kejauhan. Wajahnya langsung menjadi merah karena kemarahan dan rasa cemburu yang meluap. Dia menunggu dengan penuh kesabaran hingga Reza pergi untuk mengambil minuman.

Ketika Raisa sendirian di meja, Rio dengan cepat mendekat dan menariknya ke arah lorong belakang yang sepi.

“Kak Rio?! Apa yang kamu lakukan? Aku sedang bekerja sama dengan Reza,” ucap Raisa dengan terkejut.

Rio menutup pintu lorong dengan keras dan menahan Raisa di dinding. Matanya terbakar dengan emosi saat dia berbicara. “Aku bilang kan jangan terlalu dekat dengannya! Lihat saja kamu—tertawa dan bahagia bersama dia seperti tidak ada orang lain!”

“Kamu salah paham, Kak Rio. Kami hanya bekerja sama untuk tugas kuliah,” jawab Raisa dengan tenang, memahami bahwa Rio sedang tidak bisa mengontrol emosinya. “Kamu hanya cemburu saja kan?”

Rio tidak bisa menyangkalnya. Dia mengangguk pelan sebelum dengan tiba-tiba menarik wajah Raisa dan menciumnya dengan paksa. Kali ini dia tidak melepaskannya dengan cepat—dia memperdalam ciuman tersebut dengan penuh hasrat, seolah ingin menunjukkan bahwa Raisa miliknya.

Raisa sedikit terkejut namun tidak berusaha untuk melawan. Dia tahu bahwa Rio sedang diliputi rasa cemburu yang luar biasa, dan dia juga merasakan bahwa ada keinginan di dalam dirinya untuk menerima sentuhan Rio tersebut. Setelah beberapa saat, Rio akhirnya melepaskannya dan melihat wajah Raisa dengan napas yang masih terengah-engah.

“Maaf… aku tidak bisa mengontrol diriku,” ucap Rio dengan suara gemetar. “Aku hanya tidak bisa melihatmu dengan orang lain. Kamu milikku, Ras. Hanya milikku saja.”

Raisa menyentuh bibirnya yang masih terasa hangat dari ciuman Rio. Dia mengangguk perlahan dan menjawab dengan suara lembut. “Aku mengerti, Kak Rio. Aku tahu kamu hanya khawatir dan cemburu padaku. Aku tidak akan mempermasalahkan apa yang kamu lakukan.”

Rio merasa lega mendengar kata-kata itu. Dia menyentuh pipi Raisa dengan lembut dan berkata, “Janji aku tidak akan terlalu dekat dengan dia lagi ya, Ras. Aku hanya ingin kamu aman dan bahagia dengan orang yang benar untukmu.”

Raisa mengangguk dan memberikan senyum lembut. “Aku akan selalu ingat kata-kamu, Kak Rio. Tapi kamu juga harus percaya padaku ya. Aku tahu batasan apa yang harus aku jalani.”

Setelah itu, mereka keluar dari lorong dan kembali ke kantin. Reza yang baru saja kembali dengan minuman melihat mereka datang bersama-sama dan merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia melihat wajah Raisa yang sedikit memerah dan bibirnya yang sedikit merah, namun dia memilih untuk tidak menanyakannya.

“Kita bisa melanjutkan pekerjaan kita besok saja jika kamu sudah merasa cukup, Raisa,” ucap Reza dengan nada yang lebih dingin dari biasanya. “Sepertinya kamu sudah punya urusan lain yang perlu diselesaikan.”

Raisa hanya mengangguk dan berkata maaf. Saat Rio mengantarnya pulang, dia merasa bahwa hubungan mereka semakin sulit untuk dikendalikan—meskipun awalnya mereka hanya ingin memberikan perhatian satu sama lain tanpa sentuhan nafsu, namun rasa posesif dan cinta yang tumbuh semakin kuat membuat batasan yang mereka tetapkan semakin tipis.

Di rumah, Ratna sedang bermain dengan Bara di ruang tamu. Dia melihat kedatangan Rio dan Raisa dengan senyum hangat, tanpa menyadari bahwa ada rahasia besar yang sedang tumbuh di antara kedua orang tersayangnya.

......................

...****************...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!