ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21.
WARNING!!
AREA 21++
"t t terus m mas, a apakah mbak Starla mengetahui tentang pernikahan kita?" Katanya ingin tahu.
"TIDAK! Untuk apa?"jawabnya cepat.
Degg.
( Untuk apa!? Berati mbak Starla tidak tahu menahu tentang status ku dengan mas Marvin? Bukankah seharusnya mas Marvin meminta ijin terlebih dahulu dengan istri pertamanya?!)Gumam Keyla dalam hati terheran-heran akan sikap masa bodoh Marvin terhadap Starla.
"t t tapi mass bukankah...~ucap Keyla berhenti ketika jari telunjuk Marvin ditempelkan pada bibirnya.
"Shutt,, jika kita sedang berduaan seperti ini, jangan kamu bawa orang lain dalam obrolan kita, faham sayang?!"tandasnya tegas dengan tatapan lembut.
"Hah!!"cengo Keyla dengan mulut terbuka seraya memicing heran terhadap Marvin.
"Orang lain!? Mbak Starla itu kan...?
Cup!
"Mas tahu sayang, sangat tahu!
Maksud mas, jangan membahas sesuatu yang kamu sudah tahu jawabannya.
Tanpa dijelaskan pun, kamu tahu kan, bagaimana sikap dan perilaku dari kakak madu mu."terangnya lugas.
"Kakak madu??"beo Keyla kebingungan.
"Hehehe... istri kecil ku tidak faham apa itu kakak madu,?"katanya halus seraya terkekeh geli akan kepolosan Keyla.
Keyla pun mangguk mangguk dengan memandang ingin tahu apa arti dari perkataan sang suami.
"Artinya apa mas?"desaknya manja dengan memicing penasaran.
Marvin tanpa menjawab rasa penasaran istri kecilnya. Hanya menatap sang istri dari atas kepala hingga ujung kakinya.
Seraya membasahi bibirnya dengan tatapan nafsu.
Marvin mengelus lembut paha putih Keyla yang sedari tadi begitu menggoda imannya.
"Mau tau aja? Atau mau tau banget?"godanya dengan melirik pada dua bukit kembar yang terlihat berbeda dari biasanya.
Keyla pun mengikuti arah pandang sang suami yang tertuju pada dua aset kembar nya. Yang terlihat lebih besar dari ukuran sebelumnya.
Ya mungkin karena faktor dari kehamilannya,
Hingga merubah ukuran payudara nya yang terlihat lebih besar dan menantang.
"Ahhhh mass.."Keyla mendesah lirih dengan memejamkan matanya ketika tangan besar Marvin merambat ke payudaranya.
Lalu meremes nya pelan dari luar gaun tidurnya.
"Mas, enggak kuat sayang.
Tapi mas tidak akan melakukan nya.
Hanya sekedar bermain-main sebentar dengan di kembar.
Bolehkah, Hem?"ijin Marvin dengan tatapan sayu seraya menghela nafas berat. Tanpa melepaskan pandangannya dari dua melon jumbo didepannya.
Seketika Keyla pun merasakan darahnya berdesir hangat hingga wajahnya terlihat merah padam.
Sebab Keyla pun sedari tadi menahan sesuatu yang begitu menggelitik kewanitaannya.
Rasanya begitu nagih yang terselip rasa penasaran yang membumbung tinggi akan penyatuan cinta yang sering mereka lakukan.
Keyla pun seketika memiliki pikiran liar.
Ingin rasanya bercinta di alam terbuka dengan beberapa pohon dan bunga menjadi saksi bisu akan kemesraannya bersama sang suami.
Keyla juga ingin merasakan penyatuan cinta dibawah sinar matahari.
Sepertinya dirinya tak waras hingga memiliki pikiran liar seperti itu.
Tapi entah kenapa jiwa dan pikiran nya begitu kuat dan mendukung, untuk segera mewujudkan nya.
Namun yang menjadi persoalan!
Sudikah sang suami melakukannya bersama dia?
Sebab jika tidak segera di lakukan.
Membuat kepalanya pusing tujuh keliling.
Lantaran tak bisa memenuhi apa yang berada dalam hati dan pikirannya.
Bruk
"Eh,,"Keyla seketika tersadar dari fantasi liar nya.
Ketika Dengan tiba-tiba Marvin menjatuhkan pelan tubuhnya dengan posisi terlentang hingga memperlihatkan pahanya yang putih mulus tanpa ada noda yang menempel.
"Bagaimana sayang, bolehkah, Hem?"tukasnya seraya mendekatkan wajahnya pada Keyla yang tengah menatapnya dalam.
"Emangnya mas mau apa?"tandasnya halus.
"Mas enggak macam-macam kok yang,
Hanya satu macam saja.
Itupun jika kamu mengijinkannya.
Kalau tak boleh yah, enggak apa-apa.
Bisa kapan kapan. Sembari menunggu keadaan kamu yang pulih."jawabnya tanpa memaksa.
"Satu macam itu apa mas?"desaknya penasaran.
"Mas mau ini yang,"katanya sambil menyentuh bukit kembar Keyla dari luar gaun tidurnya dengan sentuhan lembut.
Serr.
Seketika aliran darah Keyla mengalir begitu kencang.
Hingga membuat debaran jantungnya laksana berada di wahana rollercoaster.
Takut takut, namun terselip rasa penasaran yang tersirat akan sesuatu yang tabu.
Yang berakhir dengan kenikmatan tiada duanya.
Hingga rasanya Ingin berada di bawah Kungkungan tubuh atletis sang suami.
Mengarungi samudera cinta hingga ke puncak nirwana.
Sampai kata puas itu menghinggap jiwa dan raganya.
"Ahhh sshhh.. m m masss.."erang Keyla dengan memejamkan matanya seraya menikmati sentuhan lembut sang suami yang tengah memainkan kedua aset kembarnya. Sesekali membenamkan wajahnya sambil memberikan stempel cinta teruntuk istri kecilnya yang seksi menggoda.
Marvin terus mengeksplorasi wajahnya pada kedua melon jumbo Keyla.
Mengenyot, menghisap dan menjilatinya lembut.
Namun Marvin tak kuat dengan rasa sakit yang membuat kepala atas bawahnya semakin pusing.
Sebab keadaan senjatanya yang tegak berdiri.
Membuat Marvin ingin menyapa dan memanjakannya,
Walau sekejap pada lembah kenikmatan istri kecilnya.
Marvin tidak ingin kembali mengulang kejadian yang mengakibatkan salah satu penerusnya, gugur sebelum berkembang.
Tapi bagaimana?
Semakin ditahan, semakin membuatnya tersiksa.
Dia sungguh tak kuasa melihat keindahan didepan mata. Ditengah status dia yang telah sah menjadi suami dari adik angkatnya.
Sebelum dia menjadikan Keyla sebagai istrinya pun, dia selalu terbayang-bayang wajah cantik nan anggun Keyla.
Dalam keseharian yang dia lewati. Tak sedikitpun wajah cantik Keyla, serta kemolekan tubuh Keyla, hilang dari pikirannya. Yang ada bayang bayang Nya terus menari nari indah dalam pikirannya.
Dan imbasnya adalah,
Pekerjaan kantor terbengkalai. Hingga janji temu dengan beberapa klien dia serahkan sepenuhnya pada asisten pribadinya.
Dan apa yang dia lakukan?
Hanya memantau dan melihat pada layar laptopnya.
Yang menampilkan seorang wanita muda tengah tertidur nyenyak. Tanpa terganggu sinar matahari yang menyorot pada kaca jendela kamar nya.
Sambil terus memandang penuh kerinduan pada wanita yang tengah memejamkan matanya.
Sesekali jari telunjuknya dia usapkan pada layar laptopnya, tepat ke arah wajah cantik Keyla yang tengah tertidur pulas.
Bibirnya, kedua matanya, alisnya yang melintang indah bagaikan dua pedang yang berjajar.
Ya, tanpa diketahui Keyla jika Marvin tengah menaruh beberapa kamera tersembunyi di dalam kamarnya.
Jadi walaupun dia tak pernah menginjakkan kaki ke mansion Erlangga.
Dia sangat tahu dan mengerti. Apa saja yang dilakukan Keyla dari bangun tidur sampai tidur kembali.
Tapi untuk area kamar mandi.
Marvin sengaja melewatinya.
Karena untuk apa?
Jika Kebiasaan Keyla adalah.
Membuka semua pakaiannya sambil berjalan menuju ke kamar mandi dalam keadaan polos tanpa ada sehelai benang yang menutupnya.
Dan jika adegan tersebut sedang berjalan.
Dengan cepat Marvin melipat laptopnya. Guna meredam nafsunya yang tengah sampai di ubun-ubun.
Karena jika terus dilanjutkan.
Dia sendirilah yang akan tersiksa dan menderita.
KEMBALI KE MASA SEKARANG.
"m m mass,, lakukan saja t tapi pelan-pelan,"katanya menawarkan. Sebab Keyla begitu kasihan melihat sang suami yang tersiksa lantaran menahan nafsunya.
Dengan binar matanya yang memancarkan kebahagiaan.
Marvin tersenyum manis sambil memandang kagum pada Keyla sambil mengangkat sang istri dan mendudukkan nya diatas pangkuannya.
Kemudian meloloskan gaun tidur Keyla dan melemparnya asal.
Setelahnya mereka pun berlayar mengarungi samudera, sampai ke puncak nirwana dalam kemesraan penyatuan cinta.
"AHHHH MASSS MARVIN...
"KEYLAAA AHHH..
Keduanya melolong nikmat ketika semburan larva Marvin menyatu dalam diri Keyla.
"Terimakasih sayang, cup!"ucap Marvin lembut sambil melabuhkan kecupan manis di kening sang istri.
Keyla pun tersenyum tipis sambil mangguk mangguk dan memejamkan matanya sejenak untuk menstabilkan deru nafasnya yang terengah-engah.
"Iya mas sama-sama.."jawabnya pelan.
°°°°°°°°°°°°°°°°°
APARTEMEN.
Drtt Drtt Drtt...
"Hallo??
"Hallo nona saya punya kabar baru mengenai suami Anda!"kata suara diseberang.
"Kabar apa?"jawabnya ketus.
"Suami Anda baru saja melangsungkan pernikahan dengan nona Mikhayla.
Degg.
"APA!!