Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )
Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?
Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.
Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Doa seorang Ibu
Widya yang masih ragu dengan kondisinya saat ini pun tak bisa langsung memberitahu pada Wisnu jika ada kemungkinan dirinya sedang hamil.
" sayang, ada apa jangan buat mas bingung ?" tanya Wisnu sambil terus menatap ke arah Widya.
" tidak ada apa apa mas " ucap Widya yang akan memberitahu pada Wisnu jika semuanya sudah jelas.
" apa kamu yakin ?" tanya Wisnu yang tak akan memaksa jika widya belum ingin menceritakan apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
" iya mas " ucap Widya lagi.
" ayo kita pergi " ucap Widya yang kembali ingat jika mereka akan makan mie ayam di luar.
" baiklah, ayo kita pergi " ucap Wisnu yang kini sudah bangkit dari duduknya dimana Widya sudah lebih dulu bangkit karena Widya harus sedikit bersiap sebelum pergi.
" kalian mau pergi ?" tanya Abah yang baru saja keluar dari kamar.
" iya bah, Widya ingin membeli sesuatu di luar" jelas Wisnu apa adanya.
" ya ' ucap Abah yang kini sudah melangkah ke luar rumah sekedar duduk di teras rumah.
" ayo kita pergi mas " ucap Widya yang terlihat cantik dengan dress bunga bunga di bawah lutut di padu dengan tas selempang kecil berwarna hitam membuat penampilan nya terlihat sangat manis terutama di mata Wisnu.
" ternyata mas menikahi wanita cantik " ucap Wisnu yang merasa bangga dan juga bersyukur saat menyadari Widya lebih memilih dirinya dibanding panji yang mana usia mereka tak jauh berbeda tidak dengan dirinya yang memiliki usia yang cukup jauh dengan Widya.
" jangan memuji Widya seperti itu "
" mas juga terlihat tampan dan gagah " ucap Widya yang memang berkata apa adanya karena meski usia Wisnu sudah memasuki tiga puluh lima tahun tapi tubuh yang kekar atletis ditambah kumis tipis menambah ketampanan yang Wisnu miliki.
Setelah saling memuji Wisnu dan Widya pun langsung pergi menuju tempat mie ayam langganan Widya dimana di sampingnya juga tersedia restoran Chiken dimana Widya akan memakan apa yang sejak tadi iya bayangkan.
" oh ya mas nanti sebelum pulang kita ke apotik dulu ya " ucap Widya yang ingin membeli alat tes kehamilan untuk memastikan semuanya sebelum memberitahukan semuanya pada Wisnu dan juga Abah.
" apa kamu sakit ?" tanya Wisnu yang langsung khawatir saat Widya meminta ke apotik sebelum nanti pulang.
" tidak mas, ada yang ingin Widya beli " ucap Widya yang merasa bahagia karena semakin hari Wisnu semakin memperhatikan dirinya dan itu salah satu bukti jika Wisnu sangat mencintai dirinya dan tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya.
" kalian sudah akan pergi ?" tanya Abah saat melihat anak dan menantunya yang terlihat sangat serasi.
" iya bah, kami pergi dulu " ucap Wisnu sambil menyalami tangan Abah di susul Widya karena mereka memang selalu melakukan hal itu sebelum pergi.
Tapi baru saja Widya dan Wisnu sampai di gerbang rumah seorang wanita paruh baya menghentikan langkah Widya karena Widya sangat tau siapa wanita paruh baya yang ada di hadapannya ini.
" sayang, ada apa ?" tanya Wisnu yang heran saat Widya menghentikan langkahnya saat melihat wanita paruh baya yang ada di hadapannya ini.
" apa kalian akan pergi ?"
" bisa kita bicara sebentar ?" tanya wanita paruh baya itu yang ternyata Bu Ersa yang benar benar mendatangi rumah Widya.
" maaf, ibu siapa ?" tanya Wisnu karena Widya tetap diam bahkan Widya sampai mencengkram lengan Wisnu dan hal itu semakin membuat Wisnu kebingungan tentang sosok yang ada di hadapan mereka saat ini.
" saya Bu Ersa, ibu dari Panji dan ibu mertua Naira " ucap Bu Ersa menjawab rasa penasaran Wisnu saat ini.
" kita bicara di rumah saja " ucap Wisnu yang langsung mengajak Widya dan juga Bu Ersa ke teras rumah dimana Abah masih berada di sana.
" kenapa kalian kembali ?" tanya Abah tapi tatapannya terus terarah ke arah Bu Ersa yang memang asing bagi Abah.
" perkenalkan saya Ersa ibunya Panji " ucap Bu Ersa sambil mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Abah.
" Ehan " ucap Abah memperkenalkan namanya sambil terus menatap ke arah anak dan menantunya karena Abah tak mengerti maksud kedatangan ibunya Panji ke rumahnya.
" maaf jika kedatangan saya ke sini mengganggu semua yang ada di sini " ucap Bu Ersa yang sadar jika kedatangannya seperti tamu tak di undang.
" tapi tujuan saya baik " ucap Bu Ersa yang semakin membuat Wisnu, Widya dan juga abh bingung dengan tujuan Bu Ersa.
" saya tau jika dulu antara panji dan nak Widya sempat ada hubungan dan hal itu mempengaruhi pernikahan Panji dengan menantu saya " ucap Bu Ersa.
" dan saya juga tau jika setelah nak Widya tau jika Panji sudah menikah dan memiliki keluarga, nak Widya meninggalkan Panji dan menikah dengan nak "
" Wisnu " ucap Wisnu saat Bu Ersa menatap ke arahnya.
" ya nak Wisnu " ucap Bu Ersa yang jujur membuat Widya dan Wisnu tak mengerti kenapa Bu Ersa mengatakan semua itu saat ini.
" dan karena keteguhan nak Widya yang jelas menolak panji akhirnya Panji sadar dan kembali pada Naira dan juga anak yang baru saja Naira lahirkan ke dunia ini " ucap Bu Ersa yang kini sudah menjawab semua rasa penasaran Wisnu, Widya dan juga Abah.
" selamat ya Bu atas kelahiran cucunya " ucap Wisnu yang ikut bahagia saat tau Panji dan istrinya sudah benar benar berbaikan dan ini juga menjawab tujuan Panji datang menemui nya tadi.
" terima kasih, ibu juga akan mendoakan semoga kalian akan segera di karuniai anak dan pernikahan kalian akan selalu bahagia untuk selamanya " ucap Bu Ersa tulus.
" aamiin, semoga doa ibu segera terkabul " ucap Widya yang tanpa sadar langsung memegang perutnya yang masih sangat rata dan hal itu di sadari oleh Bu Ersa.
" ibu akan mendoakan semoga kalian akan segera di berikan momongan dan hidup bahagia dan menua bersama " ucap Bu Ersa begitu tulus.
" terima kasih atas doanya Bu " ucap Wisnu yang tak menyangka jika Bu Ersa akan begitu sangat mendoakan kebahagiaan dirinya dan juga Widya setelah apa yang terjadi pada anak dan menantunya.
" baiklah, ibu langsung pamit " ucap Bu Ersa yang tak bisa terlalu lama di rumah Widya karena dirinya tak memberitahu panji apalagi Naira saat dirinya datang ke rumah Widya.
" hati hati di jalan dan sekali lagi selamat atas kelahiran cucunya dan semoga anak dan menantu ibu juga hidup bahagia untuk selamanya " ucap Abah yang membalas doa yang Bu Ersa katakan untuk Widya dan Wisnu anak menantunya.
Bu Ersa pun benar benar pergi dari rumah Widya dan hal itu membuat Widya benar benar lega karena bab tentang Panji benar benar berakhir dan jika kelak mereka kembali bertemu mereka akan bertemu dengan versi terbaik mereka masing masing.
" jujur Widya sangat lega saat tau Panji dan istrinya kembali bersama " ucap Widya tulus.
" Abah juga lega karena mulai saat ini tak akan ada lagi yang akan mengganggu pernikahan kalian dan kalian juga akan segera memiliki momongan " ucap Abah yang juga sangat berharap bisa segera menimang cucu dari anak perempuan satu satunya ini.
" doakan saja ya bah, semoga setiap doa dan harapan Abah akan bisa segera terkabul "
✍🏻✍🏻✍🏻 apa harapan Abah akan benar terkabul ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘