NovelToon NovelToon
Love Mercenary Killer

Love Mercenary Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: bgreen

Penculikan yang salah berujung pada malam panas. Lalu, wanita menghilang. Obsesi sang pembunuh bayaran dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bgreen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mencoba mencari jalan keluar

21+

Keesokan harinya, Maple terbangun dari tidurnya. Perlahan ia membuka mata, merasakan ada beban hangat yang menindih perutnya.

Ia menyipitkan pandangan dan mengintip di balik selimut. Terlihat sebuah tangan kekar yang dihiasi tato melingkar erat di pinggangnya.

Jantung Maple berdegup kaget. Ia perlahan membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok Rex yang sedang memeluknya dari belakang.

"Rex..." ucap Maple pelan, suaranya terdengar berat dan serak khas orang baru bangun tidur.

"Hmm... Morning," sahut Rex dengan nada manja. Ia semakin mendekatkan wajahnya dan membenamkan kepalanya di ceruk leher Maple, menghirup aroma tubuh wanita itu.

"Apa yang kau lakukan? Lepaskan... Di mana Rey?" tanya Maple gugup, berusaha mendorong dada bidang pria itu agar menjauh.

Namun Rex justru mengeratkan pelukannya, tak mau melepaskan.

"Rey sudah bangun sejak tadi. Sekarang dia bersama dengan Orion. Kau tak perlu khawatir," bisik Rex. Hembusan napas hangat pria itu terasa menggelitik dan membakar kulit leher Maple.

"Aaarh... Hentikan, Rex..." desah Maple lemah saat Rex mulai mencium dan menghisap lehernya perlahan.

"Why?" tanya Rex singkat, lalu mengangkat wajahnya dan menatap Maple lekat-lekat.

"Aku mau bangun. Jadi menyingkirlah," pinta Maple lagi, berusaha tegas meski wajahnya sudah memerah.

"Ayo bermain sebentar saja," bujuk Rex dengan senyum menggoda.

Maple mengerutkan keningnya. Ia tentu paham maksud tersirat dari ucapan pria itu.

"Tidak. Aku tidak mau," tolak Maple, kedua tangannya masih berusaha mendorong dada Rex.

"Semalam kau menciumku dengan begitu liar dan bernafsu. Tapi kenapa sekarang kau malah malu-malu saat aku memintanya?" goda Rex tak mau kalah.

"Kau gila? Bagaimana kalau Rey tiba-tiba masuk ke sini?" alasan Maple keluar dengan terbata-bata.

"Rey tidak akan masuk. Aku sudah menyuruhnya bermain dengan Orion sejak aku masuk ke kamar tadi," jawab Rex yakin.

"Tidak... Aku tidak mau... Aaarh... Rex.... Aarh..."

Penolakan Maple berubah menjadi desahan halus saat tangan dingin Rex mulai menjelajah dan menyentuh bagian sensitif tubuhnya dengan mahir.

"Kau sudah b4s4h, Honey," bisik Rex tepat di telinganya, suaranya terdengar garang dan seksi.

"T-tung... Umph... Hmph..."

Belum sempat Maple berkata apa-apa, Rex langsung melumat bibirnya dengan dahsyat, menelan semua kata penolakan yang hendak terucap.

Tak ada lagi bantahan atau penolakan dari Maple. Perlahan ia menutup matanya, menyerah dan menikmati setiap sentuhan serta kecupan yang begitu ia rindukan selama bertahun-tahun.

"Aaarh... Hmph... Umph... Rex... Aaarh... Cepat masukkan... Hmm..." desah Maple semakin tak sabar, tubuhnya sudah mendesak meminta lebih, tak kuat menahan permainan foreplay yang dilakukan Rex.

"Baiklah... Rupanya kau sudah sangat menginginkan milikku," ucap Rex puas melihat respon tubuh wanita itu.

Keduanya pun bersatu, membuat Maple kembali merasakan kenikmatan luar biasa yang selama ini hilang.

"Rex.... Aaarh... Lakukan dengan cepat... Hmph..." desah Maple mendesak.

Rex tersenyum tipis, mengecup kening Maple sebagai tanda kasih sayang, lalu mulai bergerak liar dan cepat di atas ranjang itu.

"Aaarh... Hmph... Umph... Aaarh"

Desahan panjang dan liar terus meluncur dari bibir Maple seiring dengan irama pinggang Rex yang semakin cepat dan dalam. Bahkan kasur tempat mereka bercinta ikut bergetar dan berguncang hebat mengikuti gerakan mereka.

Ruangan kecil itu hanya dipenuhi suara lenguhan dan nafas memburu yang terdengar sangat mesra. Squeak... Squeak... Bunyi per kasur terdengar nyaring di setiap gerakan mereka.

"Aaarh... Rex... Aku... Sudah..." seru Maple, tubuhnya mulai menegang saat ia merasa puncak kenikmatan sudah sangat dekat.

"Tahan sebentar lagi, Honey," perintah Rex. Gerakannya semakin liar dan kuat, membuat Maple tak berkutik dan hanya bisa mendesah keras.

Maple mencapai klimaksnya lebih dulu. Namun Rex tidak berhenti, ia memutar posisi tubuh Maple membelakanginya, lalu menyatukan kembali tubuh mereka dengan posisi baru yang lebih dalam.

Lenguhan indah yang keluar dari mulut Maple justru menjadi bahan bakar bagi Rex untuk semakin bersemangat dan mempercepat ritme gerakannya.

Hingga beberapa saat kemudian, saat Rex pun mencapai puncak kenikmatannya secara bersamaan...

BRAKK!!!

Tiba-tiba kasur kecil yang terbuat dari kayu itu tak kuasa menahan beban dan gairah mereka. Kerangka kasur itu ambruk ke bawah, membuat keduanya terguncang hebat.

"Oh my God.." seru Maple kaget, matanya terbelalak melihat kasur yang hancur berantakan.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Rex sedikit panik, segera memeriksa keadaan Maple.

Namun bukannya marah atau kesakitan, justru tawa renyah terdengar memecah keheningan.

"Kekeke... Hahahah..."

Maple tertawa terbahak-bahak dengan lepas. Ia sama sekali tidak menyangka akan mengalami kejadian lucu seperti ini saat sedang bercinta. Bahkan air mata keluar membasahi pipinya karena terlalu keras menertawakan situasi tersebut.

Melihat wajah ceria dan tawa Maple yang begitu menular, Rex pun ikut tersenyum bahagia, rasa khawatirnya perlahan hilang.

"Hahaha... Sudahlah... Ayo kita membersihkan diri," ucap Maple sambil tersenyum, lalu berdiri dari tumpukan kasur yang ambruk itu.

Rex pun ikut bangun. Tanpa berkata banyak, ia langsung menggendong tubuh mungil Maple dan membawanya menuju kamar mandi.

Di sana, di bawah guyuran air hangat, keduanya kembali melanjutkan keintiman mereka dengan gairah yang tak kalah liar dari sebelumnya.

*

Ruangan Kerja Orion

Setelah semua orang selesai menikmati sarapan pagi, suasana di ruangan kerja Orion mulai beralih menjadi serius. Mereka mulai membahas rencana ke depan demi keamanan bersama.

"Oke... Jadi apa rencanamu selanjutnya, Rex?" tanya Orion membuka pembicaraan.

"Aku akan membawa Maple dan putraku kembali ke London," jawab Rex tegas.

"Kau yakin? Bukankah itu justru semakin berbahaya? London adalah sarang musuhmu," tanya Orion memastikan.

"Justru di sana aku memiliki kekuatan penuh. Aku akan menjaga mereka di bawah pengawasan yang paling ketat dan sulit ditembus," jawab Rex yakin.

"Baiklah kalau begitu," sahut Orion mengangguk setuju.

Rex lalu memandangi Maple, Sue, dan Storm bergantian.

"Ceritakanlah padaku. Bagaimana caramu bisa lolos dari kejaran Ordo Wolf dan keluarga Vandross selama ini?" tanya Rex, menatap Maple dalam-dalam.

"Keluarga Smith yang membantuku keluar dari London," jawab Maple pelan.

"Zayn Smith?" Orion tampak terkejut mendengar nama itu.

( buat yang penasaran dengan Zayn Smith bisa baca di novel Hati sang mafia kejam s1 dan cinta mafia yang hilang s2 )

"Bagaimana kau bisa mengenal keluarga sekuat Smith?" tanya Rex heran.

"Aku adalah salah satu anak yatim piatu yang diselamatkan dan diasuh oleh Yayasan keluarga Smith sejak kecil," ungkap Maple.

Mendengar pengakuan itu, wajah Orion dan Rex berubah kaget. Rasa penasaran mereka akhirnya terjawab sudah. Ternyata, di balik sosok lembut Maple, ada keluarga mafia paling berkuasa dan ditakuti di London yang selama ini melindunginya.

"Lalu bagaimana kau bisa sampai di tempat terpencil seperti ini?" tanya Rex lagi.

"Keluarga Smith memiliki hubungan baik dengan keluarga Kuznetsova dan keluarga Brown di Amerika. Mereka lah yang menempatkan dan melindungiku di sini. Dan soal serangan di kafe malam itu... aku sebenarnya sudah mendapat informasi lebih dulu dari anak buah Brown bahwa musuh mulai mengetahui jejak kami," jelas Maple.

"Pantas saja kami kesulitan melacakmu. Kau ternyata berada di bawah payung perlindungan organisasi besar selama ini. Maka dari itu, mereka pasti sudah tahu kalau kalian sekarang ada di markasku," ucap Orion menyimpulkan.

"bagaimana kau bertemu dengan Sue dan Storm?" tanya Rex mengalihkan pandangan.

"Maple menolong kami saat ayah kandung kami menyiksa kami di sebuah kota kecil di Amerika," jawab Sue mewakili. "Sejak saat itu kami berdua memutuskan untuk mengikutinya, menjaganya saat ia hamil hingga Rey lahir."

"Kalau begitu, kalian berdua sebaiknya ikut kami kembali ke London. Akan jauh lebih aman jika kita tetap satu kesatuan. Aku janji akan menyelesaikan semua masalah ini secepatnya," ucap Rex menawarkan.

"Tidak. Aku rasa kami tidak akan ikut. Kami akan tetap di sini," tolak Sue tegas.

"Tapi Sue... Bagaimana kalau mereka mengejar kalian? Lebih baik kita bersama-sama," bujuk Maple dengan wajah cemas.

"Tenanglah, Maple. Kami sudah bisa menjaga diri sendiri sekarang. Kau tidak perlu khawatir. Justru kau yang harus lebih waspada, karena merekalah yang benar-benar mengincar nyawamu," jawab Sue menenangkan.

"Tetap saja aku tidak bisa tenang jika harus berpisah dengan kalian," ucap Maple pilu.

"Percayalah, semua akan baik-baik saja. Setelah masalahmu selesai, kita pasti akan bertemu lagi," kata Sue optimis.

"Sue benar, Maple," timpal Storm.

"Aku akan menjaga mereka berdua di sini, Maple. Storm bahkan sudah memutuskan untuk bergabung ke dalam organisasiku. Jadi mulai sekarang dia adalah bagian dari orangku," tambah Orion.

Sue yang mendengar hal itu langsung menoleh dan menatap Storm dengan tatapan tajam dan tak percaya.

"What?!" seru Storm membela diri. "Kan memang paling aman kalau kita tetap di sini. Orion akan melindungi kita sampai Rex berhasil menyelesaikan masalah Maple dan musuh-musuh itu..."

1
perahu kertas
😯😯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!