Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Setelah masalah selesai dan sekolah
Arka berjalan menunduk, terlihat sedikit merasa bersalah.
"Pa... Maaf ya... Arka tidak sengaja memukul mereka terlalu keras. Papa marah sama Arka?" tanya Arka pelan.
Arhan berhenti berjalan, lalu berjongkok menyamakan tingginya dengan anaknya. Ia tersenyum hangat, lalu mengelus kepala Arka lembut.
"Tidak sayang... Papa tidak marah. Justru Papa bangga padamu."
"Bangga?" tanya Arka bingung.
"Iya. Papa bangga karena kamu sudah bisa menahan diri sebaik itu. Dengan kekuatan yang kamu miliki, seharusnya satu sekolah ini bisa hancur kalau kamu benar-benar marah. Tapi kamu tetap berusaha bersikap baik. Itu yang penting," kata Arhan tulus.
"Tapi ingat Nak, kekuatan besar itu amanah. Gunakan hanya untuk membela diri dan melindungi orang yang lemah, bukan untuk menindas. Mengerti?" ucap Arhan.
"Siap Pa! Arka mengerti!" jawab Arka semangat, wajahnya kembali ceria.
Mereka pun kembali masuk ke dalam mobil.
"Ayo Nak, kita pergi makan di restoran di mall Kita belum pernah ke tempat yang mewah kan?" ucap Arhan sambil menyalakan mesin.
Sebenarnya, ada niat besar di hati Arhan hari ini. Ia tidak hanya ingin mengajak Arka makan enak, tapi juga ingin mengajak putranya berkeliling mal. Ia berniat membelikan sepatu bola baru dan perlengkapan olahraga lengkap untuk buah hatinya.
Dulu...
Kenangan pahit kembali teringat
Dulu, saat ia masih hidup susah, ia tidak punya uang sepeser pun untuk membelikan mainan atau makanan enak bagi keluarganya. Karena kemiskinan itulah, mantan istrinya memilih untuk pergi meninggalkan mereka.
Namun sekarang berbeda. Arhan sudah memiliki uang. Anak semata wayangnya adalah segalanya baginya. Ia berjanji akan memberikan dunia untuk anak itu agar tidak pernah merasakan pahitnya hidup susah seperti dirinya dulu.
Perjalanan yang memakan waktu beberapa menit itu terasa singkat. Akhirnya mereka pun sampai di sebuah mal besar dan megah di pusat kota.
Mall ini adalah tempat yang sama di mana ia sebelumnya menyelamatkan Dokter Richard tadi, tidak tahu Dokter Richard masih ada atau sudah pulang?
"Ayo Nak. Kita pergi makan dulu, kamu pasti lapar kan?" tanya Arhan lembut sambil menggandeng erat tangan kecil Arka.
Mereka berjalan masuk menuju restoran yang cukup eksklusif di lantai atas. Arhan memilih tempat duduk yang nyaman.
Seorang pelayan datang dengan ramah membawa buku menu.
"Selamat datang Pak, mau pesan apa?" tanya karyawan itu dengan senyum profesional.
Arhan menerima buku menu tersebut, lalu menyerahkannya ke hadapan Arka.
"Kamu mau pesan apa, Arka? Pilih saja yang kamu suka," kata Arhan membiarkan anaknya memilih terlebih dahulu.
Arka membuka menu itu dengan mata berbinar-binar melihat gambar-gambar makanan yang lezat.
"Aku mau ayam goreng, Pa!" jawab Arka dengan semangat.
"Ha ha ha, baiklah. Kalau begitu, saya mau pesan dua ayam goreng, satu piring kentang goreng, dan dua jus jeruk ya," kata Arhan kepada pelayan.
"Baik Tuan, mohon menunggu sebentar," jawab pelayan itu lalu pergi.
Sambil menunggu makanan datang, Arhan mulai melihat sekeliling.
Matanya mengamati interior restoran yang mewah, lampu-lampu indah, dan orang-orang yang berlalu lalang.
Ini adalah pertama kalinya ia masuk ke tempat semewah ini. Dulu ia bahkan tidak berani bermimpi bisa duduk di tempat seperti ini.
Namun sekarang, ia duduk di sini dengan bersama anak kesayangannya.