Perang antara manusia dan iblis telah mencapai titik terburuk.
Kerajaan Beltrum berada di ambang kehancuran setelah kalah dari sihir suci Zetobia.
Dalam keputusasaan, mereka melakukan sesuatu yang tabu
memanggil manusia dari dunia lain.
Zeta, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terseret ke dunia asing yang dipenuhi sihir dan darah.
Bukan sebagai pahlawan manusia…
melainkan harapan terakhir bagi bangsa iblis.
Namun satu pertanyaan besar muncul akankah ia menjadi penyelamat… atau justru kehancuran bagi kedua dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Noviar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 PEMBALASAN ZETOBIA
Angin kencang perlahan mulai melemah. Badai pasir yang tadinya mengamuk seperti bencana alam kini mulai kehilangan kekuatannya. Butiran pasir yang berputar liar di udara jatuh satu per satu, seperti hujan yang membawa sisa-sisa kehancuran.
Di balik kabut yang masih tersisa, Zeta berdiri tegak dengan napas sedikit berat. Matanya tetap tajam, mengawasi medan perang meskipun penglihatannya mulai kembali normal.
"Hentikan serangan," ucap Zeta pelan namun tegas.
Pasukan Beltrum yang tadinya terus meluncurkan serangan langsung menghentikan aksi mereka. Suara dentuman sihir pun perlahan mereda, digantikan oleh kesunyian yang mencekam.
Lytia melangkah mendekat. "Zeta… ini sudah cukup, kan?"
Zeta tidak langsung menjawab. Ia menatap lurus ke depan, ke arah wilayah Zetobia yang masih tertutup sisa debu. Perlahan, senyum tipis muncul di wajahnya.
"Belum," katanya singkat. "Ini baru pembuka."
Putri Stella yang berdiri tidak jauh dari sana merasakan hawa dingin dari kata-kata itu. Ia kini benar-benar mengerti Zeta bukan hanya kuat… tapi juga berbahaya.
Tiba-tiba, tanah di kejauhan terasa bergetar pelan.
Dari balik kabut debu yang mulai menipis, muncul bayangan-bayangan besar yang berjalan perlahan ke depan. Aura mereka terasa berbeda lebih berat, lebih menekan.
Zeta menyipitkan mata.
"Heh… akhirnya keluar juga kartu utama mereka."
Lytia menegang. "Zeta… itu bukan pasukan biasa…"
Zeta tersenyum tipis.
"Bagus. Justru itu yang kutunggu."
Perlahan namun pasti, badai pasir yang diciptakan Zeta mulai sirna. Debu-debu yang tadinya menutupi langit kini turun kembali ke bumi, menyingkap pemandangan yang mengerikan di sisi medan perang Zetobia.
Jenderal Tharos melangkah maju dengan langkah berat menuju garis tengah, didampingi oleh Putri Elina yang wajahnya tampak pucat pasi. Begitu kabut debu menghilang, mereka berdua terhenti seketika karena kaget.
mereka melihat mayat para monster hutan berserakan tak bernyawa. Pasukan garda depan Zetobia yang tadinya gagah berani kini hancur lebur; hampir 50 persen dari total pasukan mereka telah tewas akibat "Hujan Kematian" dan amukan angin Zeta.
Tak lama kemudian, empat sosok dengan aura yang sangat kuat muncul di belakang mereka. Mereka adalah 4 Ksatria Suci Zetobia.
"Putri! Apakah tadi kamu lihat ada badai besar itu?" seru Airi, salah satu dari empat ksatria suci tersebut, dengan mata terbelalak. "HAHHH?! Apa yang terjadi di sini?!"
Airi menatap lapangan yang sudah seperti kuburan massal bagi monster-monster mereka. Tiga rekannya yang lain Mizuna, Lucan, dan Ren hanya bisa terdiam membisu melihat kehancuran di depan mereka.
Jenderal Tharos mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya menonjol. Matanya menyala penuh amarah saat menatap barisan pasukan Beltrum di kejauhan.
"Airi, Mizuna, Lucan, Ren... bersiaplah!" geram Tharos dengan suara yang menggetarkan udara. "Sekarang giliran kalian buat balas serangan bajingan itu!"
Putri Elina menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya yang sempat terguncang. Ia menatap Tharos dengan penuh kepercayaan. "Tharos saatnya 4 Kesatria suci ke garis depan untuk menyerang balik"
Jenderal Tharos. Aura kegelapan yang pekat kembali menyelimuti tubuhnya, jauh lebih mengerikan dari sebelumnya. Ia tertawa dengan nada yang sangat dingin, tawa yang menjanjikan kematian bagi siapa pun yang mendengarnya.
"HAHAHAHA! Sebelum aku turun tangan setidaknya apa bisa mereka mengalahkan 4 Kesatria terhebat di Zetobia!" Tharos menyeringai lebar. "Tadi mereka boleh senang, tapi kali ini... mereka akan binasa!"
Dengan satu isyarat dari Tharos, 4 Ksatria Suci mulai mengambil posisi tempur mereka. Udara di Lembah Nox kembali menegang. Kemenangan awal Zeta baru saja memancing keluar "monster" yang sebenarnya dari Kerajaan Zetobia.