NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: KEAMANAN DAN PERASAAN YANG TERSIMPAN

Setelah Aisyah selesai berganti pakaian dan berbaring di tempat tidurnya, suasana di dalam kamar terasa sangat tenang dan damai. Cahaya lampu kamar yang redup memberikan kesan yang nyaman, dan setiap sudut ruangan masih terasa wangi karena penggunaan pewangi ruangan yang disukainya. Namun meskipun terlihat tenang, ada perasaan yang tidak biasa yang terasa di hatinya — perasaan yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata, seolah-olah ada sesuatu yang akan terjadi yang belum dia ketahui.

Di luar kamar, keamanan di sekitar rumah Alpin dijaga dengan sangat ketat. Seluruh area rumah dipantau oleh kamera pengawas yang terpasang di setiap sudut, dan pengawal-pengawal yang berpengalaman serta terlatih dengan baik berjaga di setiap pintu masuk dan keluar. Tidak ada satu pun orang yang bisa masuk atau keluar tanpa izin resmi, dan setiap gerakan yang mencurigakan akan segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Selain itu, Aisyah juga memiliki pengawal bayangan pribadi yang selalu mengikutinya ke mana pun dia pergi. Mereka adalah orang-orang yang paling dipercaya oleh Alpin, Alfarro, dan bahkan kedua orang tua mereka — orang-orang yang telah teruji kesetiaannya dan keahliannya dalam menjaga keamanan. Mereka selalu berada di dekat Aisyah, baik saat dia berjalan di dalam rumah, berjalan di halaman, atau bahkan saat dia berada di dalam kamar tidurnya. Bagi ketiga saudara ini, keamanan Aisyah adalah hal yang paling utama, bahkan lebih penting daripada apa pun yang mereka miliki atau lakukan.

Sementara itu, di ruang kerja yang terletak di lantai atas rumah, Alpin sedang duduk di mejanya sambil memandangi layar komputer yang menampilkan berbagai data dan informasi. Wajahnya yang biasanya terlihat lembut dan penuh perhatian saat berada di dekat keluarga, sekarang terlihat serius dan tajam seperti biasa saat dia sedang menjalankan tugasnya. Dia membaca setiap laporan dengan teliti, memeriksa setiap hal yang terjadi di dalam dan di luar negerinya, dan membuat keputusan-keputusan yang penting dengan pikiran yang jernih dan tegas.

Namun meskipun sibuk dengan pekerjaannya, pikirannya tidak pernah jauh dari adik kesayangannya itu. Sesekali dia menoleh ke arah pintu kamar Aisyah yang terletak tidak jauh dari ruang kerjanya, dan senyum tipis terlihat di wajahnya saat dia mengingat tingkah laku dan suara ceria adiknya. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan melakukan apa saja untuk menjaga Aisyah tetap aman dan bahagia, bahkan jika dia harus berjuang melawan seluruh dunia sekalipun.

Di sisi lain, Alfarro yang sudah pulang ke rumah orang tuanya juga tidak bisa berhenti memikirkan adiknya. Dia sedang duduk di ruang kerjanya sambil memeriksa laporan-laporan bisnisnya, tapi pikirannya selalu melayang ke rumah Alpin, ke tempat di mana Aisyah sedang berada. Dia merasa tidak nyaman saat tidak melihat adiknya di dekatnya, dan dia berharap besok pagi bisa segera menjemputnya dan membawanya pulang dengan selamat.

Kedua abang ini mungkin terlihat kuat dan tidak terkalahkan di mata orang lain, tapi di balik kekuasaan dan kekuatan yang mereka miliki, mereka adalah saudara yang sangat mencintai satu sama lain, dan yang paling penting adalah mereka sangat menyayangi adik perempuannya itu. Mereka rela mengorbankan segalanya, termasuk waktu, tenaga, bahkan nyawa mereka sendiri, hanya untuk melihat Aisyah tersenyum dan hidup dengan bahagia setiap hari.

Saat malam semakin larut, suasana di seluruh rumah menjadi semakin tenang. Semua orang sudah mulai beristirahat, kecuali para pengawal yang tetap berjaga dengan penuh perhatian. Di dalam kamar Aisyah, dia masih terjaga sambil memandangi langit-langit kamar yang terlihat indah di bawah cahaya lampu. Dia memikirkan semua hal yang terjadi seharian itu, dari saat dia bangun pagi, bermain dengan bibi di ruang tamu, pergi ke rumah Alpin, hingga saat dia berbaring di tempat tidurnya sekarang.

Dia merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang begitu sempurna dan mencintainya sepenuh hati. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia bisa memiliki semua hal yang dia inginkan dengan mudah, dan dia selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah memberikannya keluarga yang sangat berharga seperti ini.

Namun di tengah kebahagiaan yang dia rasakan, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Dia tidak tahu apa itu, tapi dia merasa ada sesuatu yang tidak beres, seolah-olah ada ancaman yang mengintai dari luar sana. Perasaan itu terasa semakin kuat seiring berjalannya waktu, dan dia mulai merasa sedikit takut meskipun dia tidak tahu mengapa dia merasa begitu.

Tiba-tiba, suara ketukan lembut terdengar di pintu kamar. "Tok... tok... tok..."

Aisyah segera duduk tegak dan menjawab dengan suara yang lembut, "Masuk, Bang."

Pintu kamar terbuka perlahan, dan Alpin masuk ke dalamnya dengan langkah yang pelan. Wajahnya terlihat lembut dan penuh perhatian saat dia melihat adiknya yang masih terjaga di tempat tidurnya. "Masih terjaga, Dek?" tanyanya sambil mendekati tempat tidur dan duduk di tepinya.

"Iya, Bang. Aisyah masih belum bisa tidur," jawab Aisyah sambil menatap abangnya dengan pandangan yang penuh rasa ingin tahu.

"Kenapa? Ada yang mengganggu pikiranmu, atau ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?" tanya Alpin dengan suara yang penuh perhatian, lalu dia mengusap kepala adiknya dengan lembut.

Aisyah terdiam sejenak, lalu menjawab dengan suara yang sedikit ragu, "Aisyah tidak tahu, Bang. Tapi Aisyah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Seolah-olah ada sesuatu yang mengintai kita dari luar sana. Aisyah merasa takut, Bang."

Mendengar jawaban adiknya, wajah Alpin berubah menjadi serius. Dia tahu bahwa perasaan Aisyah tidak datang tanpa alasan, karena dia telah dilatih untuk selalu waspada dan memperhatikan setiap hal yang terjadi di sekitarnya. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres di lingkaran bisnis dan kekuasaannya, dan dia harus memastikan bahwa tidak ada yang berani menyakiti orang yang dia cintai.

"Jangan takut, Dek," kata Alpin dengan suara yang tegas tapi tetap menenangkan. "Abang ada di sini, dan abang akan menjagamu dengan sebaik-baiknya. Tidak ada yang berani menyakiti kamu atau keluarga kita, karena abang akan menghancurkan siapa saja yang berani mencoba melakukan hal itu. Kamu aman di sini, dan kamu tidak perlu khawatir tentang apa pun."

Dia menatap adiknya dengan pandangan yang penuh cinta dan perlindungan, lalu melanjutkan, "Abang sudah memeriksa semua hal, dan kita sudah menjaga keamanan dengan sangat ketat. Tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. Jadi tidurlah yang nyenyak, ya? Abang akan tetap berjaga di luar kamar, dan jika ada apa-apa, abang akan segera tahu dan menanganinya."

Mendengar kata-kata abangnya yang menenangkan, perasaan takut yang terasa di hati Aisyah perlahan-lahan hilang. Dia merasa lebih tenang dan aman saat mengetahui bahwa abangnya selalu ada di sampingnya dan akan menjaganya dengan sepenuh hati. Dia mengangguk pelan dan tersenyum manis, "Terima kasih, Bang. Aisyah percaya sama abang. Aisyah akan tidur sekarang."

"Bagus, itu dong," kata Alpin sambil mencium puncak kepala adiknya dengan lembut. "Selamat tidur, adik abang yang cantik dan baik hati. Mimpi indah ya."

Alpin kemudian bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar, tapi sebelum dia keluar, dia menoleh ke arah Aisyah sekali lagi dan berkata, "Jika kamu butuh sesuatu di tengah malam, atau jika kamu terbangun dan merasa takut, panggil saja abang. Abang akan segera datang."

"Iya, Bang. selamat malam bang Al ," kata Aisyah dengan suara yang lembut.

"iyah malam juga dek," jawab Alpin sambil melambaikan tangan, lalu dia keluar dari kamar dan menutup pintu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara yang berisik.

Setelah pintu tertutup, Alpin berdiri di depan pintu kamar Aisyah selama beberapa menit. Dia memeriksa setiap hal dengan teliti, memastikan bahwa semua pengawal sedang menjalankan tugasnya dengan baik, dan dia memeriksa kembali semua sistem keamanan yang ada. Dia tidak akan pernah membiarkan apa pun terjadi pada adiknya, karena Aisyah adalah segalanya dalam hidupnya. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan melakukan apa saja, bahkan jika dia harus berperang melawan seluruh dunia, hanya untuk menjaga kebahagiaan dan keselamatan adik kesayangannya itu.

Di dalam kamar, Aisyah berbaring kembali di tempat tidurnya. Dia memejamkan matanya dan mulai memikirkan semua hal indah yang dia miliki — keluarga yang mencintainya, harta yang berlimpah, dan keamanan yang selalu dia dapatkan. Dia merasa sangat beruntung dan bersyukur, dan dia berharap bahwa kebahagiaan yang dia rasakan ini akan terus berlanjut selamanya. Perlahan-lahan, perasaan lelah mulai menyelimuti dirinya, dan dia akhirnya bisa tidur dengan nyenyak sambil tersenyum di wajahnya.

Sementara itu, di ruang kerja, Alpin kembali duduk di mejanya. Dia masih memikirkan perasaan yang dirasakan Aisyah tadi, dan dia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam untuk memastikan bahwa tidak ada ancaman yang tersembunyi. Dia akan melakukan apa saja untuk melindungi keluarganya, dan dia akan memastikan bahwa semua orang yang berusaha mencoba menyakiti mereka akan mendapatkan akibat yang setimpal dengan perbuatannya.

Keamanan dan keselamatan keluarga mereka adalah hal yang paling penting, dan Alpin serta Alfarro akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk menjaganya. Meskipun mereka dikenal sebagai sosok yang kejam dan menakutkan di dunia luar, di dalam hati mereka adalah saudara yang sangat mencintai satu sama lain, dan yang paling utama adalah mereka adalah pelindung yang setia untuk orang-orang yang mereka cintai.

Next sampai jumpa di bab selanjutnya yah dan selamat menbaca dan sampai jumpa lagi🤗🩷

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷

Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi

akun TikTokku:( lisalestari310)

akun Instagramku:( Lisa Lestari)

Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!