NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:678.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Pagi hari di meja makan keluarga Yuda. Aroma masakan Bi Sumi tercium harum, namun Yuda tampak tidak nafsu makan. Ia duduk di hadapan Lasma, tapi pandangannya terus terarah pada ponselnya yang tergeletak di samping piring.

Lagi-lagi ia menekan tombol power. membuka WhatsApp. Mengecek chat yang masih sama.

Ia menghela napas panjang, sedikit menyandarkan punggung di kursi. Rambutnya yang sedikit berantakan karena baru bangun ia rapikan sendiri frustasi. Entah sudah berapa kali ia membuka tutup chat itu sejak ia terjaga pagi tadi.

“Yud, kamu kenapa sih dari tadi ngeliatin HP mulu? Sampai makanannya itu enggak habis-habis dari tadi,” tegur Lasma, matanya menyipit melihat tingkah aneh putranya.

Yuda tersentak, cepat-cepat menyingkirkan ponselnya sedikit menjauh. “Eh, enggak, Bu. Ini Yuda lagi cek email dari pabrik. Ada laporan mendadak.”

Tentu saja Yuda berbohong. Mana mungkin dia mengatakan jika dia sedang menunggu balasan dari Kirana. Pasti ibunya akan menanyakan hal-hal tidak penting.

Lasma menoleh setengah, bibirnya menahan senyum melihat tingkah aneh putranya. Ia berjalan keluar dari dapur sambil membawa teh hangat untuk Yuda.

“Nggak apa-apa gimana?” tanyanya skeptis. “Dari tadi HP kamu dipelototin terus, kayak nunggu arisan online.”

Yuda tersenyum kecut, menunduk.

“Beneran, Bu…”

Lasma langsung menyipitkan mata.

“Kamu nunggu pesan dari siapa? Hah? Ibu boleh tau?”

Yuda menelan ludah, mencoba menjaga wibawanya sebagai laki-laki dewasa, padahal wajahnya mulai memanas.

“Bukan nunggu siapa-siapa…”

“Itu kamu nunggu balasan dari ibunya Arka sama Tiara ya?”

Yuda langsung tersedak. Ia batuk begitu keras sampai matanya sedikit berair.

Lasma buru-buru menuangkan minumke gelas dan menyodorkannya ke Yuda. “Minum… minum. Kamu ini kalau digoda dikit langsung panik.”

Setelah batuknya reda, Yuda meletakkan gelas itu sambil mengusap tengkuknya, merasa malu.

“Jadi… dia sudah balas pesan kamu belum?”

Yuda terdiam. Dia menunduk pelan, suara keluar seperti gumaman putus asa. “Belum, Bu…”

Lasma menahan senyum.

“Dari kapan belum dibalas?”

“…dari tadi malam,” jawab Yuda lirih.

Lasma meletakkan telapak tangannya di meja, menatap Yuda seperti sedang menatap anak kecil yang tidak mau mengakui kesalahannya.

“Ya Allah…” gumamnya pelan tapi jelas.

“Anak ibu lagi jatuh hati…”

“BU!” Yuda hampir memekik, saking malunya.

Lasma terkekeh kecil, menutup mulutnya agar tidak terlalu terlihat menggoda. “Apa coba? Orang nunggu balasan chat sampai segelisah itu cuma orang yang lagi naksir.”

Yuda menyandarkan tubuhnya dalam-dalam di kursi, menenggelamkan wajah ke kedua tangannya.

" Bu jangan ngomong gitu. Aku minta kontak nya cuma biar mudah kalo aku ibu suruh jemput Tiara sama arka"

“Hmm…” Lasma mengangguk lambat-lambat.

“Ibu percaya…"

Pikiran terakhir itu membuat Yuda mengembuskan napas berat sekali, seakan paru-parunya diperas.

Lasma kembali bersuara lembut.

“Yuda,” panggilnya. “Kalau kamu beneran suka sama dia, ibu nggak keberatan kok. Ibu lihat Kirana itu perempuan kuat, baik, lembut, dan dia pekerja keras. Ibu justru senang kalau kamu dekat dengan perempuan seperti itu. ibu sudah pernah mengatakan ini sebelumnya kan?"

.......

Pagi itu, rumah Kirana diselimuti suasana cemas. Tiara, putri bungsunya, semalam suntuk demam tinggi. Tubuhnya panas dan ia merengek tidak nyaman. Kirana sudah mengompres kening putrinya, namun suhu badannya belum juga turun signifikan.

Kirana duduk di samping Tiara yang terlelap, mengusap peluh di dahi putrinya. Ia tahu ia tidak mungkin meninggalkan Tiara dalam kondisi seperti ini.

Di kamar, Tiara terbaring lemah. Pipi mungilnya memerah, napasnya berat, tubuhnya panas sekali.

Kirana memeras kain kecil yang ia basahi dengan air hangat, lalu menempelkannya di dahi putrinya dengan gerakan perlahan, hampir gemetar.

“Ya Allah, Tiara… kok panasnya makin tinggi,” gumam Kirana, suara lirihnya diselimuti kegelisahan.

Dengan tangan gemetar, Kirana meraih ponselnya yang tergeletak di meja samping, yang biasanya ia matikan atau biarkan jauh darinya saat malam. Ia menyalakannya. Hal pertama yang ia lakukan adalah menghubungi Bu Rini, pemilik toko tempat ia bekerja.

Ia mengetik pesan dengan cepat:

Kirana: Assalamu'alaikum, Bu Rini. Maaf sekali, hari ini saya izin tidak masuk kerja ya, Bu. Tiara demam tinggi sejak semalam. Saya harus menjaganya di rumah.

Tak lama kemudian, balasan dari Bu Rini masuk.

Bu Rini: Wa'alaikumussalam, Kirana. Ya ampun, kasihan Tiara. Iya, tidak apa-apa. Kamu fokus saja jaga Tiara. Kalau butuh apa-apa, kabari Ibu ya. Semoga cepat sembuh.

Saat ia hendak menutup WhatsApp, matanya tidak sengaja menangkap satu pesan yang baru terbuka karena ponsel baru saja hidup. Ada nomor baru yang tertera di sana.

Pesannya ternyata dikirim semalam.

Assalamualaikum Mbak, ini Yuda.

Pesan itu ternyata dari Yuda yang sudah dikirim dari semalam.

Ia buru-buru mengetik balasan, hampir tanpa berpikir panjang

Waalaikumsalam Mas Yuda.

Maaf sekali baru bales… HP saya mati dari semalam karena baterainya habis.

Setelah membalas pesan itu, Kirana meletakkan ponselnya kembali.

Kirana bergegas ke dapur, menyiapkan sarapan sederhana untuk Arka, putranya yang hari ini tetap harus sekolah. Ia membuatkan nasi goreng kesukaan Arka dengan cepat.

“Arka, cepat sarapan ya, Nak. Nanti telat sekolahnya,” panggil Kirana dengan nada lembut.

Arka yang sudah berseragam rapi segera duduk di meja makan, tampak sedikit murung. “Tiara sakit apa, Bun?"

“Tiara cuma demam, Sayang. Sebentar lagi sembuh kok. Arka doakan ya,” ujar Kirana sambil menyuapi Arka.

Setelah Arka selesai sarapan, Kirana segera membantunya mengambil tas. Arka mencium tangan Ibunya, lalu berpamitan.

“Arka hati-hati ya di jalan. Langsung pulang setelah sekolah, jangan mampir-mampir dulu,” pesan Kirana.

“Iya, Bunda!” jawab Arka sambil berlari kecil keluar.

Setelah mengantar Arka sampai pintu, Kirana kembali ke kamar. Ia mengambil bubur hangat yang sudah ia siapkan khusus untuk Tiara, lalu duduk di samping putrinya.

“Sayang, ayo makan bubur sedikit ya. Biar cepat sembuh,” bujuk Kirana.

Tiara hanya membuka mulut sedikit, beberapa kali menolak, tapi Kirana tetap sabar.

“Cuma sedikit… biar ada tenaga…”

Suaranya pecah oleh cemas.

Kirana menyuapi Tiara dengan sabar, sedikit demi sedikit, berharap nutrisi bisa membantu tubuh mungil putrinya melawan demam. Meskipun lelah dan khawatir, Kirana bertekad akan menjaga anak-anaknya dengan sekuat tenaga, karena hanya itulah yang ia punya.

1
Ridwan
Luar biasa
Percobaan
👍
Faiza najma
cerita nya bagus, tapi banyak yang tidak sesuai
mbak Rita kakaknya Arya tapi anak2 manggilnya bu Rita bukan budhe
tidak ada kedekatan juga pas Tiara sakit
awalnya suami Rita pegawainya Yuda terus ndk banyak lagi.. mungkin bisa ditulis dulu data2 yang akurat
Prafti Handayani
Ya emg kenyataannya begitu bambang...😁
Kok marah,aneh 😄😄
Prafti Handayani
Kirana hamil nich.
Aq yakin si yuda gag mandul.itu pasti cuma akal"annya si laure az.biar sia bisa selingkuh.yakin aq...
Miss Typo
blm kasih jawaban, Laura bikin ulah dan lama lagi mereka bersatu hadeh

kalau Yuda bisa mikir lebih jauh dan peka, kasih perlindungan ke Kirana dan anak² karna mantan mu yg gak tau diri gak sadar diri itu dah nongol, kan bahaya
Miss Typo
jangan sampai Kirana dan anak² jadi korban Laura itu
Diah Anggraini
bagus ceritanya
Diah Anggraini
terharu bacanya..
suka banget sama alur ceritanya
Miss Typo
semoga Tiara cepat sembuh
Miss Typo
Yuda dateng dong buruan, bawa Tiara berobat
Fenny Agustyawaty
mulai kacau nih..thor🤣...fokus lg thor sdh bagus don2 g ada yg typo..jd nyaman bacanya..tp keblkg mulai ada yg typo2..ttp semangat n fokus ya thor..
Prafti Handayani
Nah modwl si laure ni takut sama istri sah yg galak n sangar.
jdi kirana kamu hrus nisa berkamuflase.Bentar jdi istri ug sholeha baik nudi dan penurut serta manja.Tapi di sisi lain kamu juga hrus bisa jdi singa betina yg akan mengeluarkan taring dan kukunya jika miliknya diganggu.
mengerti kirana!?
hempaskan kelaut tuh si rubah betina.
Indra Wahyu Rianti
lah kinara udah dilaporkan bibi bukannya cek kamar bu plasma, malah mandi
Prafti Handayani
Othornya ni kambuh amnesianya 🙄
Bukannya rumah si Kirana ngontrak.krn prnh si kirana sibuk bagi"uang gaji tuk biaya sehari hari dan uang kontrak rmh.lah skrg tiba"ktnya rmh sendiri...🙆🙆🙆
weslah thor karepmu...
Indra Wahyu Rianti
lah gak bilang soal mandul. kan ibunya pesan suruh jujur
Prafti Handayani
Pas ngamati tiara mobil laura hitam.
pas tetangganya kirana ngasih tau ciri"yg nyulik tiara mobilnya udh ganti wrn jdi putih.
Pas yuda mau lapor polisi nyari tiara udh blg kirana ikut.pas udh mau jln eh tau"agak laen lgi kalimatnya seolah kirana mau ditinggal pek jerit mta ikut.
emg gag fokus othorny.jdi reader hrus konek otaknya wktu baca biar bs nyambung crt dri awal pek akhir.
Rosa Santika: mampir di novelku juga yok,
judulnya: cinta dalam diam, rindu dalam sentuh
aku menikah dengan pria yang membenciku
total 1 replies
Indra Wahyu Rianti
kutunggu, msh jg blm bayar 20rb 🤭
Indra Wahyu Rianti
lah yudaaaaa balikin ke 20rb kinara
Miss Typo
jatuh cinta berjuta rasanya 🎶💃😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!