NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

​Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

​Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

​Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20--COD Dan Keterkejutan Senior Sombong

Pak Hendro tersentak. Ia menoleh, matanya yang semula sayu kini menyipit menatap Naufal. “Iya, kenapa ya mas?” Ia Melihat seragam Naufal bertuliskan OMNI salah brand hp yang mungkin pernah dia dengar.

"Lagi pusing mikirin hadiah buat cucu ya, Pak? Saya lihat dari tadi Bapak sepertinya lagi menimbang-nimbang sesuatu yang awet buat anak muda," ucap Naufal dengan nada santai namun penuh wibawa.

 Efek dia menaikan kepintarannya tempo hari, menyesuaikan frekuensi suaranya agar terdengar seperti seorang kawan, bukan pedagang yang haus komisi.

Pak Hendro mengernyit, tangannya yang kasar bekas bekerja keras mengusap dagu. 

"Lho, kok kamu tahu? Memang saya lagi bingung. Cucu saya ada tiga, mau masuk SMA semua. Mereka minta HP yang katanya 'nggak lemot buat main gim' tapi saya maunya yang nggak gampang rusak. Jaman sekarang barang ringkih semua."

Naufal tersenyum, ia berjongkok dengan sopan di depan bangku taman, sebuah gestur yang membuat Pak Hendro merasa dihormati.

“Itu Anggap saja insting sales.”

 Ia tidak menyodorkan tumpukan brosur, melainkan hanya satu lembar yang paling relevan.

Di samping dan pojok, para sales senior termasuk Rendi yg katanya paling jago cuma tertawa.

“Dasar anak amatir ngapain bapak bapak gembel itu ditawarin. Mending cari yang lain lah!”

Bimo menimpal. “Iya, pantas saja dia gak pernah jualan orang pemula banget.”

Semua terlalu merendahkan mereka gak tahu bahwa bapak bapak itu bisa closing 3 unit hp kalau saja mereka yang gaz tadi.

Naufal masih memantau bapak itu, dia sekali lagi menggunakan kemampuan analisis nilai untuk Melihat analisis kondisi bapak ini.

> [Target: Hendro]

> [Identitas: juragan mos]

> [Budget: Rp 15.000.000  

> [Kebutuhan: 3 Unit Smartphone untuk cucu ]

> [Tingkat Kepercayaan pada Sales: 65%]

Budget 15 juta Naufal Langsung kepikiran untuk menawarkan satu buah unit hp flagshipnya.

"Pak, kalau untuk cucu, apalagi cowok yang main gim, Bapak butuh yang baterainya badak dan memorinya lega supaya nggak dikit-dikit minta servis. “

Pak Hendro mendengarkan dengan seksama.

“Kebetulan brand kami punya seri paling baru pak, R-15F. Layarnya sudah amoled  pakai pelindung khusus, jadi kalau jatuh nggak langsung ambyar. Kapasitas baterainya bisa awet bisa digunakan 2 hari, Pak. Cocok buat anak sekolah yang jarang ingat ngecas. Sekali ngecas juga cepet pak.”

Pak Hendro mengambil brosur itu, matanya yang mulai kabur mencoba membaca spesifikasi.

 "Baterainya kuat? Memorinya besar? Harganya berapa mas? Saya nggak mau yang murahan tapi cepat rusak, tapi kalau kemahalan ya saya pikir-pikir dulu."

Naufal melihat panel sistem di atas kepala Pak Hendro. 

[Indikator Kepuasan: 85%]. Sedikit lagi.

Naufal Langsung menyesuaikan dengan budget hendro 15 juta.

"Harganya cuma lima juta  per unit, Pak. Memang agak tinggi, tapi anggap saja Bapak investasi buat tiga atau empat tahun ke depan.”

“ Bapak nggak perlu pusing beliin mereka HP baru lagi setiap tahun. Khusus hari ini, kalau Bapak ambil tiga, saya kasih layanan antar jemput servis gratis seumur hidup kalau ada kendala. Bapak tinggal telepon saya, barang saya jemput ke rumah."

Pak Hendro terdiam. Ia menatap Naufal dalam-diam, menilai kejujuran di mata pemuda itu.

 Sementara di kejauhan, Bimo masih asyik menertawakan Naufal sambil memotret kegiatannya untuk laporan "pencitraan" di grup kantor.

"Kamu serius bisa antar jemput?" tanya Pak Hendro meyakinkan. Karena dia cukup kerepotan untuk melakukan penjualan di toko, dia malas keluar rumah.

"Nama saya Naufal, Pak. Ini kartu nama saya. Reputasi saya taruhannya," jawab Naufal mantap.

Pak Hendro tertawa kecil, ia merogoh saku kaos partainya yang dekil, mengeluarkan sebuah ponsel jadul yang layarnya sudah menguning hanya untuk menekan sebuah nomor. 

"Bawa tiga unit ke alamat di kartu ini. Warna hitam semua. Saya bayar tunai di tempat. Jangan telat, cucu saya pulang sekolah jam satu siang. Saya mau buat kejutan soalnya.”

Pak Hendro menyodorkan sebuah kartu nama berlapis plastik kusam. Di sana tertulis:

 Hendro Wijaya - Pengelola Kost jl gambir sawit.

Naufal menerima kartu itu dengan senyum miring.

[Ding!]

[Transaksi Potensial Terkunci!]**

[Total Penjualan: Rp 15.000.000]

[Selamat tuan rumah menyelesaikan misi rahasia: transaksi untuk 3 cucu]

[Hadiah: rp 10.000.000  

Kemampuan memahami part komponen ponsel tingkat tinggi ]

Naufal berdiri dan memberikan hormat singkat. "Siap, Pak Hendro. Jam sebelas, unit sudah sampai di depan pagar rumah Bapak."

Saat Naufal berjalan kembali menuju kerumunan sales, Bimo menghampirinya dengan wajah mengejek. "Gimana, Fal? Dapat apa? Dikasih uang parkir sama kakek-kakek itu?"

Naufal hanya mengangkat kartu nama Pak Hendro dan tiga lembar nota pesanan yang sudah ia siapkan secara digital di tabletnya. "Cuma dapet tiga unit seri R-15F kak Bimo Cash. Lo sendiri udah dapet berapa nomor selain foto selfie?"

Bimo melongo. Matanya nyaris keluar melihat angka 15 juta yang tertera di layar tablet Naufal. "Lima juta satu unit? Tiga unit?! Lo bercanda ya?!"

Rendi bahkan tidak bisa tertawa dan membulatkan mata. “Mustahil!”

“Makannya,” potong Naufal. “Jangan pernah remehkan orang dari penampilannya saja.”

***

Naufal memacu Ducati-nya membelah jalanan yang mulai padat. Di dalam tas punggungnya, kartu nama Pak Hendro terasa seperti tiket emas. Sesampainya di toko, suasana tampak sibuk. 

Bau pengharum ruangan dan deretan lampu LED yang menyorot deretan HP premium menyambutnya.

Di sana Andre  Sedang bersedekap. Begitu melihat Naufal masuk, ia melirik jam tangannya dan langsung melempar sarkasme.

"Wah, sang legenda 'pecah telur' kita sudah datang," Andre tertawa hambar, suaranya sengaja dikeraskan agar sales lain mendengar. 

"Gimana *flyering* di lapangan tadi? Pasti cuma dapet keringat doang, kan? Inget ya Fal, keberuntungan itu nggak datang dua kali. Kemarin lo hoki bisa *closing* 50 unit, tapi hari ini realita bakal nampar lo. Jualan itu pake teknik, bukan pake kebetulan."

Naufal tidak menghentikan langkahnya. Ia hanya menoleh sedikit, menatap Andre dengan pandangan datar yang entah kenapa membuat Andre merasa terintimidasi. 

"Teknik tanpa hasil itu cuma teori, Mas. Dan keberuntungan? Saya lebih suka menyebutnya persiapan yang bertemu dengan kesempatan."

"Halah, banyak bacot! Sana balik ke barisan, bentar lagi *briefing*!" hardik Andre kesal karena merasa diabaikan.

Namun, bukannya menuju barisan sales, Naufal justru melangkah mantap menuju meja kasir tempat Amel kasir partime sedang merapikan pembukuan.

"amel tolong buatkan tiga nota pesanan untuk unit OMNI R-15F warna hitam," ucap Naufal lantang.

Suasana toko yang tadinya bising mendadak senyap. 

"Eh, tunggu dulu! Naufal, lo jangan main-main! R-15F itu stoknya terbatas dan harganya lima juta per unit. Lo jangan coba-coba bikin nota fiktif cuma buat pamer!" Andre membentak, wajahnya merah padam.

Naufal mengeluarkan tabletnya dan menunjukkan detail pesanan digital yang sudah terverifikasi. 

"Fiktif? Bapak Hendro Wijaya dari Gambir Sawit sudah menunggu. Saya butuh unitnya sekarang karena saya akan melakukan COD (Cash on Delivery) jam sebelas nanti."

"Tiga unit R-15F? Tunai?" Amel memastikan sekali lagi dengan wajah tidak percaya. "Itu totalnya lima belas juta, kak Nuafal.”

Bukan berarti dia tidak percaya, hanya saja untuk transaksi di angka lima belas juta dia perlu waspada.

"Iya, amel. Ini alamat dan kontak beliau. Tolong siapkan barangnya, saya yang akan antar sendiri pake motor," jawab Naufal tenang.

Andre Masih tidak percaya dan mematung kemarin 50 unit sekarang 3 unit seri r-15F mampus dia kalah saing sekarang, dia bisa diomelin trainer dari brand milik dia.

1
3RSEL
🤦🤦🤦lagi eror kayaknya
Manusia Biasa: wkwk🤣 sory kak besok up kembali Normal, masih nahan bab gara gara editor
total 3 replies
.
kok cuman 1 Thor biasanya 3 chap /Smug/
Manusia Biasa: besok tak bonus 4 deh
total 2 replies
Hary
DUNGU.... THOORNYA DI SESUAIKAN DONG
DAYA KHALYAL MEMBAGINGKAN
3RSEL
M
3RSEL
kurang M nya
Tang xu
akhirnya kepikiran buat pindah rumah
.
kena mental si bagus cs. tuh 🤣🤣🤣
Manusia Biasa: bg bg🤣
total 1 replies
Sa Ni
ini cerita flashback tentang sistem nya ada gak ya kayak si Rahmat sama om Arman di " SISTEM ANALISIS" volume terdahulu....ya secara kan ini sistem di warisin sama si Rahmat buat si Naufal kan..
Manusia Biasa: siap tunggu aja ya bang🤣🙏
total 5 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
betul Fal ini baru awal Lo harus bisa jadi nomor satu masih ada waktu saat ini masih peringkat 4 nanti harus jadi number one 🤭😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah si BG mau bikin drama nih kasi pelajaran biar gak macam macam lagi Naufal biar dia kapok
Manusia Biasa: BG kebanyakan tingkah😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
jadilah team buat Naufal biar kecipratan rezekinya dia luu Sisssta🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
njirrrr 🤭🤣🤣🤣 langsung diserbu beneran kalo kek gini Bagas atau BG lewatttt 🤣🤣🤣
Manusia Biasa: sebenarnya kalau di dunia nyata gakmungkin sampai gitu wkw
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
semangat Nauuuu pegang dua brand justru itu akan bikin luu cepat target kan 🤭🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
horeee pindah rumah Naufal dan ibu Sarah juga Rara🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
yang pasti ibumu akan menangis terharu dan Rara akan bahagia good Naufal 👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
coba kita kita punya sistem cashback kek luu bisa donasi setiap menit 🤣🤣🤣🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: wkwkwkwk iyalah Kaka Thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
3RSEL
ah males komen
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: udah baca kalo yang Paman Rahmat 🤭
total 3 replies
DD
nasi gorengnya lebih enak dari masakan tante Bella ya 🤭
Manusia Biasa: waduh pembaca sepuh, iya lagi. udah ketebak siapa istri si mamat/Smile/🙏
total 1 replies
3RSEL
maaf untuk sementara waktu belum bisa komen
Manusia Biasa: amann🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
good job Naufal biar Andre bisa merenung berpikir lebih jauh sebelum melakukan tindakan kriminal kek gitu untung ga di laporkan ke polisi
Manusia Biasa: wkwwk rasain orangnya sombong dan sok sih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!