NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGHIANATAN YANG TAK TERDUGA

Hari berganti minggu, namun suasana di rumah itu tidak kunjung membaik. Justru semakin hari, Natasha semakin berani bertindak keterlaluan. Wanita itu seolah punya kunci cadangan, datang dan pergi seenaknya seolah dia adalah nyonya rumah yang sah.

Keisha sudah tidak menangis lagi. Air matanya sudah kering. Yang tersisa sekarang hanyalah rasa kecewa yang mendalam dan tembok pertahanan tinggi yang dia bangun di sekeliling hatinya. Dia menjadi sangat dingin, bahkan pada Arsen.

Puncak segalanya terjadi pada malam pesta gala amal tahunan yang diadakan oleh perusahaan Arsen Group. Acara ini sangat besar, dihadiri oleh para pejabat, pengusaha, dan awak media dari seluruh Indonesia.

"Mama, Papa, ayo berangkat! Leo mau pakai dasi juga!" seru Leo bersemangat, tidak tahu apa yang sedang terjadi di antara orang tuanya.

Arsen berdiri di depan cermin, mengenakan tuksedo hitam yang membuatnya tampak sangat tampan dan berwibawa. Dia menatap Keisha yang sedang berdiri mematung di sudut kamar.

Keisha mengenakan gaun panjang berwarna biru muda yang menutupi tubuhnya dengan anggun. Rambutnya diikat rapi, wajahnya polos tanpa banyak riasan. Cantik, namun terlihat sangat lelah.

"Sha," panggil Arsen lembut, berjalan mendekat ingin membetulkan kerah gaun istrinya. "Tolong malam ini bersikaplah biasa saja ya. Ada banyak orang penting. Jangan biarkan mereka melihat kita bermasalah."

Keisha menepis tangan Arsen perlahan namun tegas. "Aku tahu tugasku. Aku akan ikut, aku akan tersenyum, dan aku akan berdiri di sampingmu. Tapi jangan harap aku akan berpura-pura bahagia di depan orang-orang yang menghinaku."

Arsen menghela napas pasrah. "Aku akan usir Natasha malam ini. Aku janji."

"Janjimu sudah tidak ada harganya bagiku, Arsen."

 

Malam itu, venue pesta dipenuhi lampu sorot dan kamera. Begitu mobil Arsen berhenti, ratusan flash kamera berkedip serentak. Mereka turun. Arsen menggandeng tangan Keisha, dan di sisi lain dia menggendong Leo. Mereka terlihat sempurna di mata kamera, keluarga paling bahagia dan kaya raya.

Namun begitu masuk ke dalam ballroom yang megah, senyum di wajah Keisha langsung pudar.

Di tengah ruangan, berdiri Natasha dengan gaun malam merah menyala yang sangat terbuka, berlian berkilauan di lehernya. Wanita itu tertawa lebar bersama beberapa orang sosialita ternama. Dan yang paling membuat darah Keisha mendidih... Natasha berdiri tepat di sebelah Ayah dan Ibu Arsen!

Orang tua Arsen terlihat sangat akrab dan tersenyum ramah padanya.

"Lihatlah, mereka datang," kata Ibu Arsen dengan suara lantang yang sengaja didesain agar didengar Keisha. "Ah, Keisha ya? Halo Nak. Maaf ya ibu sibuk ngobrol sama Natasha. Dia kan yang selama ini membantu kami mengurus acara-acara keluarga."

Natasha tersenyum sangat manis, lalu dengan beraninya dia mengambil tangan Arsen yang satunya lagi, membuat posisi mereka aneh. Arsen terlihat kaku dan ingin melepaskan, tapi Natasha mengerat genggamannya.

"Selamat malam, Sayang. Wah, keluarga kecil kita sudah kumpul ya," ucap Natasha genit. Dia lalu menoleh ke orang tua Arsen. "Pah, Bu, Natasha sudah siapkan tempat duduk kita di meja utama lho. Sudah pasti tempat paling strategis."

"Tentu dong sayang, kan kamu yang jadi pendamping resmi keluarga Arsen malam ini," sahut Ayah Arsen bangga.

Keisha tertegun di tempatnya. Pendamping resmi?

Jadi selama ini, di mata keluarga Arsen, dialah yang dianggap orang ketiga? Dialah yang dianggap selingkuhan? Dan Natasha yang dianggap sebagai calon menantu yang sah?

Arsen terlihat panik. "Pah, Bu, apa yang Bapak Ibu bicarakan? Keisha adalah istri sahku. Ini istrinya."

"Ah, Arsen, jangan bawa-bawa masalah pribadi di sini," potong Ibu Arsen cepat dengan tatapan tajam. "Kami tahu kamu punya anak dan hubungan di masa lalu, tapi Natasha kan yang sudah kita tunangkan secara adat dan bisnis. Malam ini tolong hormati tamu undangan. Biarkan Natasha yang berdiri di sampingmu saat pidato."

"Bu! Ini keterlaluan!" Arsen mulai kehilangan kesabaran.

Tapi terlambat. Keisha sudah mendengar semuanya.

Rasa malu, marah, dan hancur bercampur menjadi satu. Dia merasa seperti badut yang ditertawakan seluruh dunia. Dia datang dengan penuh harap ingin menjadi istri yang membanggakan, tapi nyatanya di mata keluarga suaminya, dia hanyalah "masalah pribadi" yang memalukan.

Natasha mendekatkan wajahnya ke telinga Keisha, berbisik pelan tapi tajam.

"Dengar ya, cantik. Bahkan orang tua Arsen saja tidak menerimamu. Kau pikir kau bisa bertahan berapa lama lagi? Pergilah selagi kau masih punya harga diri. Bawa anakmu dan hilang dari hidup kami. Kau tidak pantas berada di sini."

Keisha menatap Natasha, lalu menatap Arsen yang tampak bingung dan tidak berdaya, lalu menatap orang tua Arsen yang memandangnya dengan tatapan menilai dingin.

Air mata tidak jatuh. Justru senyum tipis terukir di bibir Keisha. Senyum yang penuh kepahitan.

Dia perlahan melepaskan tangannya dari genggaman Arsen.

"Keisha...?" Arsen menatapnya bingung dan cemas.

Keisha tidak menjawab. Dia mengambil alih menggendong Leo dari tangan Arsen.

"Leo, sayang. Kita pulang ya," bisik Keisha lembut pada anaknya.

"Tapi Ma, kan belum makan malam dan belum main kembang api..." rengek Leo sedih.

"Nanti kita beli yang lebih banyak di rumah. Ayo," kata Keisha tegas.

Dengan kepala tegak namun hati yang hancur berkeping-keping, Keisha berbalik badan. Dia berjalan menjauh, melewati kerumunan orang yang mulai berbisik-bisik, melewati tatapan kaget orang tua Arsen, dan melewati senyum kemenangan Natasha.

"KEISHA! TUNGGU!" teriak Arsen ingin mengejar.

Tapi tangan Natasha langsung menahan lengannya erat-erat. "Jangan pergi, Sayang! Acara mau mulai! Kamera masih merekam!"

Arsen menatap ke arah pintu keluar, di mana sosok istrinya menghilang ditelan keramaian. Hatinya terasa robek. Dia terjebak. Di satu sisi karir, nama baik, dan orang tua. Di sisi lain, cinta sejatinya yang baru saja pergi meninggalkannya karena rasa sakit yang tak terperi.

"LEPASKAN!" bentak Arsen akhirnya, mendorong tangan Natasha dengan kasar hingga wanita itu terhuyung.

Tapi saat dia berlari keluar mengejar Keisha, sudah terlambat. Taksi yang ditumpangi Keisha dan Leo sudah melaju hilang ditelan malam Jakarta.

Malam itu, di tengah kemewahan dan pesta yang hingar bingar, Arsen merasa menjadi pria paling menyedihkan di dunia. Dia kehilangan segalanya karena kebodohannya sendiri yang tidak tegas sejak awal.

Dan di dalam taksi, Keisha memeluk tubuhnya gemetar. Dia berjanji pada dirinya sendiri... kali ini dia tidak akan lari karena takut. Dia pergi karena dia sadar, dia terlalu berharga untuk dihina seperti ini.

Dan perang sebenarnya... baru saja dimulai

1
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!