NovelToon NovelToon
MATA SAKTI

MATA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

"Dulu aku hanyalah sampah yang diinjak-injak, kurir miskin yang tak punya masa depan. Namun, satu tetes darah dewa mengubah segalanya. Dengan Mata Sakti ini, tidak ada rahasia yang tersembunyi, tidak ada musuh yang tak punya celah, dan tidak ada harta yang tak bisa kuraih. Dunia modern ini akan bertekuk lutut di bawah tatapanku!"

#urban_fantasi
#harem #romance#cultivasion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: TAMPARAN TANPA TANGAN

Suara denting sendok yang beradu dengan piring porselen di restoran La Luna mendadak sunyi bagi Siska dan Rendy. Mereka berdua melongo, menatap sosok pria yang berdiri tegak di samping meja mereka. Jas navy yang melekat di tubuh pria itu memancarkan kilau mewah yang hanya bisa dihasilkan oleh bahan wol kualitas tertinggi. Jam tangan di pergelangan tangannya menangkap cahaya lampu kristal restoran, memantulkan binar yang menyilaukan mata.

Siska mengerjapkan matanya berkali-kali. Dia mengenali wajah itu—tulang pipi yang tegas, hidung mancung, dan mata hitam yang tajam—tapi aura yang terpancar sangatlah asing. Ini bukan Arka yang dua hari lalu bersimpuh di depannya sambil kehujanan. Ini bukan Arka yang bau keringat dan selalu minta maaf karena motornya mogok.

"Ar... Arka?" suara Siska bergetar, antara ragu dan tidak percaya.

Rendy, yang tadi baru saja mau meminum wine-nya, tersedak sampai wajahnya merah padam. Dia meletakkan gelasnya dengan kasar, mencoba menguasai keadaan. "Halah! Pake kostum apaan lu, Ka? Nyewa di mana lu? Jangan bilang lu habis ngerampok bank atau jadi figuran film di depan?"

Arka tidak langsung menyahut. Dia malah menarik sebuah kursi kosong di meja sebelah dengan gerakan yang sangat tenang, lalu duduk dengan menyilangkan kaki. Gerakannya begitu santai, seolah dia adalah pemilik tempat ini.

"Rendy, Rendy... dari dulu mulut kamu nggak pernah sekolah ya," ucap Arka sambil menatap ujung sepatunya yang mengkilap. "Kamu bilang jas ini sewaan? Coba kamu liat baik-baik jahitannya. Kamu kan sering pamer tahu barang branded, masa bedain barang asli sama barang sewaan aja nggak bisa?"

Rendy mendengus sinis, meski dalam hati dia mulai gemetar. Dia tahu persis merek Vangogh Heritage. Jas itu harganya setara dengan uang muka mobil BMW yang dia pamerkan di meja.

"Alah, paling dapet minjem atau dapet nipu orang!" seru Rendy keras-keras, mencoba menarik perhatian pengunjung lain supaya Arka malu. "Eh semuanya! Liat nih! Ada kurir ojek online lagi nyamar jadi bos! Lucu banget kan?"

Beberapa pengunjung menoleh, tapi bukannya tertawa, mereka malah menatap Rendy dengan pandangan aneh. Pasalnya, Arka terlihat jauh lebih berkelas daripada Rendy yang suaranya cempreng dan norak.

Siska mulai merasa tidak nyaman. Dia menatap Arka dengan tatapan yang sulit diartikan—ada sedikit rasa menyesal, tapi lebih banyak rasa penasaran. "Ka, kamu dapet uang dari mana? Jangan bilang kamu beneran terjebak jalan yang salah cuma gara-gara aku putusin?"

Arka menatap Siska. Dulu, tatapan wanita ini adalah dunianya. Sekarang? Dia hanya melihat seorang wanita dangkal yang matanya penuh dengan angka-angka.

"Jalan yang salah? Enggak, Siska. Justru setelah kamu pergi, pandanganku jadi lebih jernih," jawab Arka tenang. "Aku baru sadar kalau selama ini aku cuma buang-buang waktu buat orang yang bahkan nggak bisa liat nilai di balik penampilan."

Tepat saat itu, seorang pelayan restoran datang menghampiri meja mereka. Pelayan itu membungkuk sopan, tapi bukan kepada Rendy, melainkan kepada Arka.

"Mohon maaf, Tuan. Anda sudah memesan meja sebelumnya?" tanya pelayan itu dengan sangat hormat.

"Belum. Tapi saya mau pesan menu paling mahal di sini untuk dibawa pulang. Dan oh ya, bayarkan juga tagihan meja ini," ucap Arka sambil menunjuk meja Rendy dan Siska.

Rendy langsung berdiri dari kursinya. "Eh, nggak usah belagu lu! Gua punya duit! Gua nggak butuh lu bayarin! Pelayan, ini kartu gua, gesek sekarang!" Rendy menyodorkan kartu kredit Gold miliknya dengan tangan gemetar.

Pelayan itu menerima kartu Rendy dengan ragu, lalu mencobanya di mesin EDC yang dia bawa.

Tet-tet! Bunyi penolakan mesin itu terdengar nyaring di telinga Rendy.

"Maaf, Pak. Kartu Anda ditolak karena limit sudah habis," ucap pelayan itu dengan wajah datar.

Muka Rendy langsung berubah jadi ungu kebiruan. "Nggak mungkin! Coba lagi! Mesin lu tuh yang rusak!"

"Sudah tiga kali dicoba, Pak. Hasilnya tetap sama."

Siska mulai merasa malu. Orang-orang di meja sekitar mulai berbisik sambil tertawa kecil. Rendy yang tadinya sombong sekarang terlihat seperti badut.

Arka mendesah pelan, seolah merasa kasihan. "Sudah, jangan dipaksa. Bayar cicilan mobil itu memang berat, Ren. Apalagi kalau cuma ngandelin jatah bulanan dari bokap."

Arka kemudian mengeluarkan kartu debit hitam miliknya. "Pake ini aja. Tanpa limit."

Pelayan itu menerima kartu Arka dengan mata berbinar. Begitu digesek, transaksi langsung berhasil. "Terima kasih, Tuan. Tagihannya sudah lunas, termasuk pesanan Truffle Steak Anda yang sedang disiapkan."

Arka berdiri, merapikan jasnya. "Siska, makasih ya buat keputusannya kemarin. Kalau kamu nggak putusin aku, mungkin aku masih jadi orang bodoh yang berusaha nyenengin kamu pake uang recehan. Sekarang, aku sadar kalau aku pantes dapet yang jauh lebih baik."

Siska terpaku. Dia ingin bicara, ingin menahan Arka, tapi lidahnya kelu. Dia melihat Arka berjalan pergi dengan langkah yang sangat berwibawa.

Baru saja Arka sampai di pintu keluar restoran, sebuah mobil mewah Rolls-Royce berwarna putih berhenti tepat di depan lobi mal. Seorang sopir berseragam turun dan membukakan pintu.

Dari dalam mobil, keluar seorang wanita cantik dengan gaun kerja yang sangat elegan. Clarissa.

Orang-orang di mal itu langsung heboh. "Itu kan Clarissa, ratu perhiasan kota ini!" bisik mereka.

Clarissa berjalan masuk dengan terburu-buru, tapi langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok Arka. Dia tersenyum lebar—sebuah pemandangan langka yang bikin semua orang melongo.

"Arka! Ternyata kamu beneran di sini," ucap Clarissa sambil mendekat. Dia secara alami menggandeng lengan Arka, membuat Arka sendiri sedikit terkejut. "Aku baru mau telepon kamu. Papa mau ketemu. Dia sangat terkesan dengan giok yang kamu temukan tadi siang. Kamu ada waktu buat makan malam bareng keluarga aku?"

Rendy dan Siska, yang kebetulan baru saja keluar dari restoran dengan wajah lesu, menyaksikan pemandangan itu secara langsung. Mereka berdua seperti disambar petir di siang bolong.

Rendy hampir menjatuhkan kunci BMW-nya. Dia tahu siapa Clarissa. Keluarga Clarissa adalah penguasa bisnis perhiasan yang bahkan bisa membeli seluruh dealer mobil ayahnya dalam satu malam. Dan sekarang, wanita itu... menggandeng lengan Arka? Kurir miskin yang dia hina?

"Cl-Clarissa? Lu kenal sama dia?" gumam Rendy dengan suara yang hampir habis.

Clarissa menoleh ke arah Rendy dan Siska dengan tatapan dingin. "Oh, kalian teman Arka? Sayang sekali, Arka sekarang sangat sibuk. Dia adalah konsultan ahli untuk perusahaan kami sekarang. Ayo, Arka, Papa sudah menunggu."

Arka menoleh sebentar ke arah Siska. Dia melihat wajah mantan pacarnya itu penuh dengan rasa sesal yang luar biasa. Siska menatapnya seolah ingin memohon kesempatan kedua, tapi Arka hanya memberikan anggukan kecil yang formal, lalu masuk ke dalam Rolls-Royce bersama Clarissa.

Di dalam mobil yang sangat tenang itu, bau parfum mahal Clarissa memenuhi ruangan. Arka menyandarkan punggungnya di kursi kulit yang sangat empuk.

"Makasih bantuannya, Nona Clarissa. Kamu datang di waktu yang sangat tepat," ucap Arka.

Clarissa terkekeh pelan. "Tadi itu murni kebetulan, tapi aku senang bisa bantu 'menampar' orang-orang kecil seperti mereka. Tapi soal Papa mau ketemu... itu bukan bohong. Dia beneran penasaran sama kamu."

Arka menatap ke luar jendela, melihat gedung-gedung tinggi yang kini seolah berada di bawah kakinya. Matanya kembali berdenyut hangat. Dia melihat ke arah gedung pusat kota, dan di sana, dia melihat aliran aura emas yang sangat besar. Ada harta karun lain yang menunggu.

"Ini baru hari pertama," batin Arka. "Dan aku sudah merasa dunia ini terlalu kecil untuk mataku."

Sementara itu, di depan mal, Siska menangis sesenggukan. Rendy hanya bisa diam mematung, menyadari bahwa dia baru saja menghina naga yang baru saja terbangun dari tidurnya.

#urbanfantasi #harem #romance #komedi #mata #sakti

1
SANG
Berlanjut terus💪👍
SANG
Semangat👍
SANG
Lanjut terus
SANG
like👍
Tang xu
terlalu terbuka soal kekuatannya
the misterius author 🐐: buka dikit aja bg belum semua
total 1 replies
the misterius author 🐐
asik juga nih
SANG
Like, suka
SANG
menarik
SANG
Mampir Thor
the misterius author 🐐: ok bg
total 7 replies
Sules Tiyanto
👍👍,, lanjut Thor,,
the misterius author 🐐: nanti lanjut kan bg
total 1 replies
Gege
dahlah otor menyembah AI buat generate kata..
the misterius author 🐐: bg bukan nyembah itu di gantung cerita nya soal nanti Abraham bakal mati sabr aja
total 1 replies
Gege
yaaah ga dapat duit jadinya si MC.. gass teroos bang 10k kata sekali update...jangan nanggung keluarkan semua...🤭
the misterius author 🐐: fokus perbaiki plot nya sistem si mulut pedas dulu bg
total 1 replies
Manusia Biasa
jadi MC🤣
Manusia Biasa
yakin?? kwk
Manusia Biasa
lanjutt 😂 ditunggu next Thor semangat
the misterius author 🐐: sudah tu thor
total 1 replies
Manusia Biasa
ngakak gw sekilas mikir santet😂
the misterius author 🐐: jangan bg itu paru paru ada gumpalan darah hitam bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
Menarik, novelnya berpotensi masuk jajaran Rekomendasi NT dan halaman beranda

semangat kak👍
the misterius author 🐐: ARKA cocok jadi Sigma 🤣 kak
total 6 replies
Manusia Biasa
potensi menjadi sigma ini mc🗿
the misterius author 🐐: tenang bg nanti bab tertentu ada saingan Clarissa bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
seperti biasa🗿
Manusia Biasa
iyalah boss, untuk rakyat jelata kaya kita kita bisa buat generasi beberapa keluarga itu😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!