NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

004~ Diam-Diam Menebus Kesalahan

Setelah selesai makan, Lin Xia Mei kembali duduk di balkon kamar, ia merenung dan sibuk dengan isi pikirannya.

"Bao,"

"Bao hadir."

"Tadi aku sudah kejam pada Bibi Yu Si dihadapan Wei Zhu Chen. Apakah ada perkembangan terkait tingkat rasa sukanya?"

Bao menampilkan layar transaparan, di layar tersebut tertulis jelas angka tingkat rasa suka Wei Zhu Chen pada Lin Xia Mei.

"Selamat Inang, hari ini nilainya turun 2 angka. Tingkat rasa suka Tokoh Pria sudah 96%. Kerja bagus untuk hari ini." puji Bao.

“Inang, kenapa terlihat tidak senang?” tanya Bao yang menyadari ekspresi Lin Xia Mei.

"Bao, jujur saja. Aku merasa sangat bersalah telah memperlakukan Bibi Yu Si dengan sangat buruk." ungkap Lin Xia Mei, ia memejamkan mata, mengingat ia menyuap paksa makanan ke dalam mulut Bibi Yu Si melintas di pikirannya.

"Inang, hal ini tidak melanggar ketentuan sistem. Tidak perlu takut." Bao menghibur.

"Bao, aku tidak takut mendapat sanksi dari sistem saat ini. Aku sudah bilang, aku merasa bersalah."

Lin Xia Mei membuka matanya perlahan, ia menatap lurus ke depan.

"Aku sudah melakukan hal kejam namun hanya berhasil menurunkan 2 angka. Kedepannya aku harus sejahat apa supaya lebih cepat menurunkan angka itu?" tanya Lin Xia Mei, matanya berkaca-kaca kemudian menatap Bao dengan memecahkan asa.

"Inang, yang harus kau ingat saat ini adalah... Duniamu saat ini bukanlah dunia nyata. Yu Si dan Wei Ji Xiang bukan tokoh utama. Kau harus fokus pada tugas."

Awan mendung mulai menghalangi cahaya matahari, Lin Xia Mei diam tak bergeming, menatap bayang-bayang pepohonan yang mulai menghilang seiring memudarnya sinar matahari.

"Inang, apakah kau menyesali semuanya? Jika iya, Bao akan mengakhiri misi ini, namun kau harus siap menerima risikonya."

Air mata Lin Xia Mei jatuh, keningnya mengkerut seiring air mata yang memaksa keluar, disarankan bergetar.

"Bao, menjadi orang jahat lebih sulit dari yang kubayangkan. Hari ini aku sudah keterlaluan."

Bao tersenyum lalu terbang dan berhenti tepat di hadapan Lin Xia Mei.

Lin Xia Mei menatap Bao dengan bingung.

"Jangan bersedih lagi.. Yang harus kau pikirkan saat ini adalah cara tercepat untuk menurunkan angka tersebut. Jangan terlalu berlama-lama di sini, inang."

"Iya.." jawabnya lesu.

"Inang, kau bisa memberi kompensasi pada Yu Si untuk menebus kesalahanmu, tetapi sesuai peraturan, kau tidak boleh terlihat baik secara langsung."

Mata Lin Xia Mei berbinar.

"Bisa melalui orang lain?" tanya Lin Xia Mei dengan sangat antusias.

"Betul."

Lin Xia Mei tersenyum dan merasa lega seketika. Ia kembali masuk ke kamar dan meraih ponselnya untuk mencari penjual makanan via online, ia memesan menu termahal dan menanyakan ke alamat rumah Lin Xia Mei tetapi dengan catatan ini dikirim oleh salah satu pegawai di bank tempat Bibi Yu Si gunakan untuk menyimpan uangnya.

Pemilik toko awalnya menolak catatan tersebut, ia merasa ini adalah pembohongan. Namun Lin Xia Mei berhasil membujuknya.

"Ibuku saat ini benar-benar membuatku marah, hanya cara ini yang bisa kulakukan. Ibu tidak akan curiga jika ini dari pegawai bank tersebut karena Ibu sangat akrab dengan beberapa pegawai disana saat akan mengirim uang untuk kakakku di kampung. Aku mohon bantuanmu..." ini adalah rayuan Lin Xia Mei pada pemilik toko.

"Baiklah, sekali ini saja ya."

"Iya. Terima kasih."

Lin Xia Mei tersenyum, ia segera melakukan transaksi pembayaran sekaligus bonus.

Sekitar satu jam berlalu, security bernama Feng Shou menyapa kurir yang datang mengantarkan pesanan.

"Ada yang bisa saya bantu?"

“Saya mau antar paket makanan untuk Bu Yu Si, Pak.”

"Oh, tumben sekali. Sebentar ya."

Feng Shou segera menelpon Bibi Yu Si dan bertanya ke pos depan.

“Yu Si, ini ada paket untukmu.”

"Eh, aku tidak pesan apa pun." ungkap Yu Si kebingungan.

"Ini dari salah satu pegawai di Bank ×××, katanya dia tiba-tiba ingat padamu. Tolong diterima." Kurir menyodorkan kantong plastik berisi kotak makanan yang ukurannya lumayan.

"Oh, terima kasih ya.. Haduh, aku jadi bahagia campur sungkan ini."

Kurir itu gegas pamit setelah memotret Bibi Yu Si menerima pesanan.

"Bagaimana bisa orang Bank tau alamatmu disini, Yu Si? Bukannya ketika buka rekening pakai alamat asli ya?" tanya Feng Shou yang penasaran.

"Ah, aku terlalu apa itu ya namanya kalau bahasa gaulnya? Aku terlalu familiar jadi aku ceritakan saja aku bekerja dimana. Seperti itu." jelas Bibi Yu Si.

"Oh, pantas saja."

"Iya, kamu mau?" Yu Si menawarkan.

"Boleh kalau yang punya bermurah hati."

Bibi Yu Si tertawa, Bibi Yu Si dan Feng Shou pergi ke gazebo yang tidak terlalu besar di halaman rumah. Yu Si membuka ikatan plastik dengan jantung berdegup kencang.

"Ya Tuhan... Ini Steik daging kualitas tinggi." ujar Yusi, tangannya gemetaran.

"Dua pula." Keamanan timpal.

Bibi Yu Si membaca nota di samping kotak.

"Wagyu impor! Astaga."

“Rezeki tidak terduga ini, Yu Si.”

"Iya. Ya sudah ini kan ada dua, satu untukmu."

Lin Xia Mei yang sedari tadi berjongkok di rooftop mengintip kedua orang itu, ia tersenyum senang saat Bibi Yu Si menyantapnya dengan lahap.

"Inang." Bao tiba-tiba muncul.

"Astaga, jangan mengejutkanku."

"Inang, jangan terlalu sering melakukan hal ini. Sekali saja kau ketahuan baik di rumah ini, rasa suka Wei Zhu Chen akan naik lagi." Bao mengingatkan.

"Iya, aku tahu."

Lin Xia Mei terkejut saat gerakan tangan Bibi Yu Si yang tadinya asik makan tiba-tiba melambat.

Merasa sedang ada yang mengawasi, Bibi Yu Si menoleh ke arah atap, namun ia tidak melihat siapa-siapa.

Lin Xia Mei merasa jantungnya hampir copot, saat menyadari ada perubahan kecepatan dalam gerakan tangan Bibi Yu Si, Lin Xia Mei cepat-cepat tengkurap di rooftop, posisi ini tidak akan membuatnya terlihat dari bawah sana.

"Bao, adakah cara supaya aku bisa menghilang dari sini?" bisik Lin Xia Mei.

 "Maaf inang, Bao tidak memiliki fitur ini. Kau harus pergi dari rooftop ini dengan tenaga dan akalmu sendiri."

Lin Xia Mei berdecak pelan. Mau tidak mau ia harus bergerak masih dengan posisi tengkurap ini. Bao tertawa terbahak-bahak melihat gaya Lin Xia Mei saat ini, seperti kura-kura, Bao sampai berguling-guling di udara.

Urat di pelipis Lin Xia Mei muncul ke permukaan saat suara tawa Bao semakin kencang.

"Bao.. Awas yaaaa. Bukannya memberi solusi malah menertawakanku."

...****************...

Malam harinya...

Lin Xia Mei sedang makan kacang kulit, kacangnya dimakan, kulitnya dibuang di lantai kamar. Wei Zhu Chen yang baru datang dibuat terdiam saat membuka pintu kamar.

Dulu saat awal menikah, istrinya akan menyambut Wei Zhu Chen di depan pintu utama dengan pakaian yang memanjakan mata serta aroma wangi di sekujur tubuhnya, kini semuanya sirna. Saat masuk ke kamar, bukan penampilan seksi yang menyambut, melainkan kulit kacang yang berserakan di lantai.

Lin Xia Mei melirik sekilas ke arah Wei Zhu Chen, kamudian ia kembali sibuk dengan kacang di tangannya.

"Sayang, kan ada tempat sampah." tegur Wei Zhu Chen dengan suara lembut.

"Baguslah, sekalian tolong kamu bersihkan saja ya."

Wei Zhu Chen tertegun, tidak ingin memperkeruh suasana, ia memanggil Bibi Yu Si untuk membersihkan kamarnya.

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!