NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: TEBASAN GERHANA DAN KEJATUHAN SANG PANGERAN

​Lava di bawah altar bergolak hebat, seolah-olah merespons kemarahan Ye Xuan. Long Haotian berdiri tegak, wajahnya yang tadinya tenang kini dipenuhi dengan urat-urat kemarahan. Ia tidak pernah menyangka bahwa di hari kemenangannya, seorang "serangga" dari dunia bawah berani menantangnya di hadapan ribuan rakyatnya.

​"Ye Xuan..." Long Haotian mendesis, namanya keluar seperti racun dari mulutnya. "Kau benar-benar memiliki nyali yang besar. Berani mengacaukan ritual suci Alam Dewa? Kau tidak hanya akan mati, tapi jiwamu akan kupanggang di api matahari selama sepuluh ribu tahun!"

​"Sepuluh ribu tahun?" Ye Xuan tertawa dingin, sebuah tawa yang membuat para pengawal di sekitarnya gemetar ketakutan. "Aku bahkan tidak yakin kau punya waktu sepuluh menit untuk tetap bernapas, Long Haotian!"

​[Ding! Peringatan Sistem!]

[Gerhana mencapai 80%. Medan energi matahari melemah secara drastis!]

[Waktu Optimal: 60 detik menuju titik terlemah Meridian Matahari lawan!]

[Peringatan: Lima Tetua Agung Klan Su sedang mengaktifkan 'Formasi Pengikat Bintang'. Jangan biarkan mereka mengunci posisi Inang!]

​Badai di Atas Kawah

​Tanpa menunggu lebih lama, kelima Tetua Agung Klan Su melompat ke udara. Mereka membentuk formasi pentagon di sekeliling Ye Xuan. Tangan mereka bergerak serentak, menarik benang-benang cahaya emas dari langit yang mulai gelap.

​"Bocah sombong! Berlututlah di hadapan hukum Klan Su!" teriak salah satu tetua. "Formasi Pengikat Bintang: Penjara Cahaya Abadi!"

​Rantai-rantai emas raksasa muncul dari udara kosong, melesat ke arah anggota tubuh Ye Xuan. Namun, Ye Xuan hanya mendengus. Ia menghentakkan kaki kirinya ke lantai altar, memicu ledakan energi Kekacauan yang menghancurkan struktur kristal di bawahnya.

​"Langkah Bayangan Kekacauan: Erosi Dimensi!"

​Tubuh Ye Xuan seolah-olah menjadi transparan. Rantai-rantai emas itu menembus tubuhnya tanpa memberikan dampak sedikit pun, seolah-olah ia tidak berada di ruang yang sama. Dalam satu kedipan mata, ia sudah berada di depan tetua yang baru saja berteriak.

​"Kau terlalu banyak bicara, Pak Tua," bisik Ye Xuan.

​SLASH!

​Pedang Penghancur Surga menebas secara horizontal. Sang tetua bahkan tidak sempat berteriak saat tubuhnya terbelah menjadi dua, dan jiwanya langsung tersedot ke dalam bilah pedang hitam itu. Sisa empat tetua lainnya terbelalak ngeri; seorang ahli tingkat Spirit Transformation awal dibunuh semudah memotong rumput!

​"Serang dia bersama-sama!" perintah Long Haotian yang mulai merasa terancam. Ia menghunus pedang emasnya, Surya Agung, dan melompat bergabung dalam pertempuran.

​Puncak Ritual dan Pengkhianatan Energi

​Pertempuran itu menjadi pemandangan yang mengerikan bagi jutaan penduduk kota. Di langit, matahari kini hanya tersisa sebuah cincin tipis. Cahaya redup menyinari altar yang hancur, di mana kilatan ungu dan emas beradu menciptakan ledakan yang mengguncang fondasi Kota Cahaya Abadi.

​Long Haotian menyerang dengan membabi buta. Setiap tebasan pedang emasnya membawa suhu ribuan derajat yang mampu melelehkan baja. "Mati! Mati kau, Ye Xuan!"

​Ye Xuan menangkis setiap serangan dengan tenang. Ia menunggu. Setiap kali pedang mereka beradu, Ye Xuan sengaja membiarkan sedikit energi Kekacauan merayap ke dalam pedang Long Haotian.

​"Sekarang, Ziyan!" teriak Ye Xuan.

​Jiang Ziyan, yang sejak tadi berdiri diam di pilar kristal, tiba-tiba membuka matanya yang bersinar ungu. Ia melepaskan Benih Kekacauan yang ditanam Ye Xuan di dalam tubuhnya. Bukannya menyatu dengan Long Haotian, energi ritual itu justru berbalik arah secara brutal.

​"ARGHHHH!" Long Haotian berteriak kesakitan. Aliran Qi di dalam tubuhnya mendadak berbalik arah (rebound). Meridian Mataharinya yang seharusnya menyerap energi kini justru meledak dari dalam.

​[Ding! TARGET TERKUNCI!]

[Titik Terlemah Terdeteksi: Dada kiri, 0,2 detik dari sekarang!]

​Tebasan Pemutus Takdir

​Ye Xuan menarik napas dalam. Seluruh energi di sekitarnya seolah-olah berhenti bergerak. Ia memegang pedangnya dengan kedua tangan, membiarkan Rantai Takdir di tulang belakangnya membara hingga kulitnya memerah.

​"Seni Pedang Kekacauan: Tebasan Kesepuluh—GERHANA ABADI!"

​Ye Xuan melesat seperti garis hitam yang membelah kegelapan gerhana. Kecepatannya melampaui batas ruang dan waktu. Long Haotian mencoba mengangkat pedangnya untuk menangkis, namun tangannya terasa kaku akibat ledakan energi di dalam tubuhnya.

​Jleb!

​Ujung Pedang Penghancur Surga menembus zirah emas Long Haotian tepat di jantungnya. Tidak ada darah yang keluar, karena pedang itu langsung membakar esensi kehidupan sang pangeran.

​Seluruh altar menjadi sunyi. Empat tetua yang tersisa jatuh berlutut, wajah mereka pucat pasi melihat pangeran dari Alam Dewa itu tertancap di ujung pedang Ye Xuan.

​"Kau... kau berani membunuhku..." suara Long Haotian serak, darah emas mulai menetes dari mulutnya. "Ayahku... Kaisar Alam Dewa... tidak akan... melepaskanmu..."

​"Biarkan dia datang," Ye Xuan menarik pedangnya dengan kasar, membuat tubuh Long Haotian terjatuh lemas. "Aku akan menunggunya di atas tumpukan mayat klanmu."

​Ye Xuan segera melompat menuju Jiang Ziyan, memotong rantai yang tersisa di pilar kristal dan menariknya ke dalam pelukannya. "Ayo pergi. Gerbang pelarian sudah dibuka oleh Grandmaster Yin!"

​Namun, saat mereka akan melompat dari altar, langit di atas mereka tiba-tiba terbelah. Sebuah tangan raksasa yang terbuat dari awan emas muncul dari balik gerhana, menekan seluruh kota dengan tekanan yang begitu besar hingga bangunan-bangunan mulai runtuh.

​"Siapa yang berani menyentuh putraku?!" sebuah suara menggelegar dari langit, mengguncang jiwa setiap makhluk hidup di Alam Surgawi.

​[Ding! PERINGATAN DARURAT!]

[Deteksi Kehadiran: KAISAR ALAM DEWA (Projectsi Jiwa)!]

[Tingkat Kekuatan: MELAMPAUI BATAS SISTEM!]

[Saran: LARI ATAU MATI!]

​Ye Xuan menatap tangan raksasa itu dengan mata ungu yang tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. Ia menggenggam tangan Ziyan erat-erat. "Kakek pernah bilang, semakin tinggi langit, semakin keras suaranya saat aku meruntuhkannya."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!