Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Utusan Faksi Wang
Kabar tentang kekalahan satu pukulan Ma Bo menyebar bagai api liar di seluruh arena. Dalam dua jam berikutnya, Lin Tian melewati empat babak penyisihan berturut-turut tanpa sekalipun mencabut belati dari pinggangnya. Tiga lawannya menyerah bahkan sebelum melangkah ke atas panggung, sementara satu orang yang memaksakan diri maju, terlempar keluar arena hanya karena jentikan jari Lin Tian yang dipenuhi hembusan angin.
Tidak ada yang tahu batas kekuatan Lin Tian yang sebenarnya. Aura fluktuasi Qi-nya ditutupi dengan sempurna oleh Sistem Pengekstrakan.
Kini, matahari tepat berada di puncaknya. Turnamen telah memasuki tahap akhir: Penentuan Sepuluh Besar.
Di area tribun khusus murid dalam, pemuda berjubah putih utusan Wang Jian—Han Lin—mengetuk-ngetukkan jarinya ke sandaran kursi pualam. Wajahnya yang sejak awal dipenuhi senyum meremehkan kini berubah muram.
"Siapa yang menyangka anjing cacat ini bisa menyembunyikan taring setajam itu," desis Han Lin. Ia melirik ke arah seorang pemuda bertubuh kurus dengan bekas luka sayatan melintang di wajahnya yang berdiri di belakangnya. Pemuda itu memancarkan aura Puncak Tahap 6 Pengumpulan Qi yang sangat ganas dan haus darah.
Namanya Li Kuang, algojo nomor satu faksi Wang di Sekte Luar.
"Li Kuang," panggil Han Lin pelan tanpa menoleh. "Babak penentuan Sepuluh Besar sebentar lagi dimulai. Aku akan meminta panitia untuk mengatur undianmu melawan Lin Tian."
"Kakak Senior Han tidak perlu khawatir," suara Li Kuang terdengar parau seperti gesekan logam. Tangannya mengelus gagang golok besar di punggungnya. "Ma Bo hanyalah badut otot tanpa otak. Jika aku berhadapan dengannya, aku akan memotong urat lututnya dan mematahkan meridiannya. Aku pastikan dia menjadi cacat seumur hidup agar Kakak Senior Wang Jian bisa menyiksanya perlahan."
Han Lin menyeringai dingin. Ia merogoh lengan jubahnya dan melemparkan sebuah botol porselen hitam kecil ke belakang. Li Kuang menangkapnya dengan sigap.
"Itu adalah Pil Pembakar Darah Tingkat Rendah," ucap Han Lin. "Telan itu sebelum naik ke panggung. Pil itu akan mendorong kekuatanmu ke ranah Tahap 7 selama sepuluh menit. Kakak Senior Wang tidak menerima kegagalan. Jangan beri anak itu kesempatan untuk menyerah."
Mata Li Kuang berbinar buas. "Dimengerti!"
Tiga puluh menit kemudian, undian babak penentuan diumumkan. Puluhan ribu murid luar menahan napas saat mendengar wasit meneriakkan nama di Arena Utama.
"Arena Utama! Perebutan kursi Sepuluh Besar! Lin Tian melawan Li Kuang!"
Kerumunan seketika meledak dalam bisikan liar. Li Kuang adalah mimpi buruk bagi banyak murid. Dia dikenal tidak pernah meninggalkan lawannya dalam keadaan utuh.
Lin Tian melangkah santai menaiki tangga panggung. Di seberangnya, Li Kuang melompat naik dengan suara berdebum keras. Urat-urat di wajah dan leher Li Kuang menonjol merah, dan matanya dipenuhi pembuluh darah yang pecah. Aura pembunuhan yang pekat, setara dengan kultivator Tahap 7 awal, memancar dari tubuhnya, membuat udara di sekitar panggung terasa sesak.
Di paviliun tetua, alis Tetua Gu berkerut. "Fluktuasi Qi yang tidak wajar. Anak itu menggunakan pil terlarang? Ini melanggar sportivitas, meski aturannya abu-abu."
Namun, tetua lain di sebelahnya hanya tertawa kecil. "Dunia kultivasi tidak peduli pada proses, hanya hasil, Saudara Gu. Li Kuang didukung oleh faksi Wang. Kita lihat saja apakah keajaiban si anak cacat itu berlanjut."
Di atas panggung, Li Kuang menarik golok raksasanya. Bilah baja itu berwarna merah kehitaman akibat terlalu sering meminum darah.
"Lin Tian! Berlututlah sekarang, potong lidahmu sendiri, dan aku mungkin akan mengampuni nyawa anjingmu!" raung Li Kuang.
Lin Tian berdiri diam. Matanya yang hitam legam menatap lurus ke arah Li Kuang. Di dalam lautan kesadarannya, sistem bekerja dengan kecepatan cahaya.
[Ding!]
[Menganalisis fluktuasi energi target...]
[Target berada dalam kondisi 'Pembakaran Darah' akibat konsumsi pil tingkat rendah. Kekuatan: Setara Tahap 7. Kelemahan Fatal: Aliran Qi di meridian jantung dan ginjal menjadi sangat kacau. Kehilangan akurasi 40%.]
"Pil murahan yang membakar potensi masa depan demi kekuatan sesaat," Lin Tian bergumam datar. Suaranya tidak keras, tetapi cukup untuk membuat Li Kuang merasa terhina hingga ke tulang sumsum. "Faksi Wang rupanya gemar mengumpulkan anjing-anjing bodoh yang bersedia memakan racun demi tuannya."
"MATI KAU!"
Kewarasan Li Kuang putus. Ia menghentakkan kakinya hingga pualam hitam retak, melesat maju bagaikan meteor berdarah. Golok raksasanya diangkat tinggi-tinggi, mengumpulkan seluruh Qi atribut logam yang tajam.
Teknik Golok Pemutus Nyawa!
Sebuah tebasan angin berbentuk bulan sabit berwarna merah meleset membelah udara, langsung menuju kepala Lin Tian. Kecepatannya jauh melampaui serangan Wang Lei maupun Ma Bo.
Melihat serangan itu, Lin Tian akhirnya melepaskan segel auranya.
BOOM!
Qi murni keemasan meledak dari tubuh Lin Tian. Kepadatan dan kemurniannya begitu luar biasa hingga menghempaskan debu dan kerikil di sekelilingnya.
"Puncak Tahap 5?!" Ribuan penonton berseru kaget. Dalam satu bulan, bocah ini melompat dari Tahap 1 ke Puncak Tahap 5!
Namun, bagi Li Kuang yang berada di kekuatan Tahap 7 sementara, Tahap 5 bukanlah ancaman. "Hanya Tahap 5? Hancurlah menjadi daging cincang!"
Tepat saat golok raksasa itu berjarak setengah jengkal dari dahi Lin Tian, Lin Tian bergumam pelan di dalam hatinya.
Langkah Bayangan Angin.
Wussh!
Bukan mundur, Lin Tian justru melangkah maju menyongsong tebasan itu, namun tubuhnya meliuk dengan sudut yang mustahil, meninggalkan bayangan buram di tempatnya berdiri. Golok Li Kuang hanya membelah udara kosong dan menghancurkan lantai pualam di bawahnya.
Di saat yang sama, tangan kanan Lin Tian mencabut belati Baja Hitam dari pinggangnya.
Teknik Pedang Badai Api!
Ini adalah pertama kalinya Lin Tian menggunakan teknik yang telah disempurnakan oleh sistem dan ditenagai oleh Esensi Teratai Api Jantung Bumi.
Qi murni keemasannya mengalir ke dalam belati, seketika mengubah bilah hitam itu menjadi merah membara. Angin puyuh yang membawa lidah api bersuhu ekstrem meledak dari ujung belati.
Swosh!
Belati itu menebas lurus ke arah dada Li Kuang. Kecepatannya tidak masuk akal, dan panasnya membuat udara di sekitarnya terdistorsi.
Li Kuang yang panik mencoba menarik golok besarnya untuk menangkis.
TRANGGG!!
Suara benturan logam yang memekakkan telinga bergema. Golok raksasa kebanggaan Li Kuang, yang diklaim terbuat dari Besi Bintang tingkat menengah, seketika meleleh di titik benturan dan patah menjadi dua bagian!
"T-tidak mungkin!" Li Kuang memuntahkan darah, matanya melotot saat belati api itu menembus pertahanannya tanpa halangan.
Lin Tian tidak menusuk jantung Li Kuang. Sebaliknya, ia memutar gagang belatinya di detik terakhir, menggunakan sisi datar bilah yang membara itu untuk menghantam langsung titik meridian di dada kanan Li Kuang—tepat di mana sistem menunjukkan aliran energi racun pil itu berkumpul.
BAM!
Jeritan yang tidak terdengar seperti manusia keluar dari tenggorokan Li Kuang. Qi api milik Lin Tian menyusup masuk dan meledakkan aliran energi pil pembakar darah di dalam meridian Li Kuang.
Tubuh kurus itu terlempar ke belakang, berguling-guling di atas panggung pualam dalam keadaan hangus, meridiannya hancur total akibat backlash (reaksi balik) dari pil dan serangan elemen api. Ia masih hidup, namun kini ia hanyalah manusia cacat sejati yang bahkan tidak bisa mengangkat ember air.
Hanya butuh satu pertukaran serangan. Satu napas.
Angin panas perlahan mereda. Lin Tian mengibaskan belatinya dengan tenang, membiarkan sisa api padam di udara, lalu menyarungkannya kembali ke pinggangnya. Ia berdiri tegak di tengah Arena Utama, memandang remeh ke arah tribun khusus murid dalam.
Tatapan Lin Tian langsung bertabrakan dengan Han Lin yang kini berdiri dengan wajah pucat pasi, cangkir teh di tangannya hancur karena cengkeramannya yang mengeras.
"Peringkat sepuluh," suara Lin Tian tidak keras, namun bergema di setiap sudut arena yang sunyi senyap, sengaja ditujukan pada tribun murid dalam. "Kudengar Sekte Dalam menyukai anjing. Tolong bawa pulang peliharaan kalian."
Sekte Luar gempar. Para tetua di paviliun terhenyak berdiri.