memang apa yang aku harapkan dari hubungan ini?memang apa yang aku harapakan dari hubungan ini?
Aku hanya tempat singgah mu untuk sementara,
Karna pada akhirnya kamu lebih memilih dia – aeri anaima salsabila
Kakak tau apa yang lebih seru dari menangkap belut di sawah?
Kak ikut dika ke empang yuk!
Kakak cantik ko nangis?
Siapapun orang di masa lalu aku akan berterima kasih telah melespaskan wanita se keren ini – andika pratama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhmawty Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30 aeri
Ia mendengar semua pembicaraan dika dengan adeknya itu,ia benar benar tidak tidur sejak awal pembicaraan mereka pun ia dengar dari bagaimana wira bisa kesal dengan nya dan tentang rasa suka dika kepadanya,ia tidak tau ingin bagaimana sejak tadi mata hanya ia tutup dengan rapat tanpa ingin membuka nya,ternyata adeknya itu takut ia lebih memilih dika dari pada dia,apakah semua usaha yang aeri lakukan kepada wira belum cukup untuk membuktikan itu semua?
Apakah wira tidak melihat betapa sayangnya ia kepadanya,jika aeri bisa memilih ia akan menyerahkan semua nya kepada wira agar anak itu bisa hidup lebih baik darinya,aeri tidak habis pikir dengan jalan anak itu yang merasa ia akan meninggalkan nya dan lebih memilih dika dari pada dirinya,padahal aeri sendiri tidak ada niatan sedikit tentang hal itu,
Seketika ia mendengar isakan kecil dari wira adeknya itu menangis,belum sempat ia membuka matanya wira lebih dulu berkata
"aku tau aku salah,tapi aku belum siap liat kaka dengan orang lain,sebut saja aku egois kali ini"
"kaka selama ini telah banyak mengalah dari aku,aku belum bisa kasih imbalan apa apa untuk itu,jadi untuk ini aku mohon jangan jadi milik siapa siapa dulu"ucapnya
Mendengar itu aeri tidak bisa lagi menahan mata nya wira ternyata merasa bahwa perjuangan nya selama ini adalah utang baginya,padahal dengan hidup lebih baik saja adalah imbalan terbaik untuk aeri,
"udah bangun,ada yang sakit tidak"ucap aeri saat ia membuka matanya,ia harus berpura pura seolah ia tidak mengetahui apa apa
"pusing dikit"jawabnya
"kamu makan dulu ya"ucap aeri ia pun meletak kan senapan makanan di dekatnya
Melihat itu wira tidak nafsu makan,ini mungkin efek dari sakit kepalanya
"buka mulutnya kaka suap ya dede"ucap aeri,ia tau adeknya itu tidak ingin makan sekarang terlihat dari cara wira menatap makanan di depan nya
"iya"setelah itu sesuap nasi berusaha ia kunyah sekarang,entah mengapa ia sangat tidak berselera
"dede pulang nya nanti pagi aja ya"ucap aeri
"iya"
"dede nanti kalau ada yang sakit bilang ya"
"iya"
"dede kalau...."
"iya kaka iya"jawab wira
"yaudah sekarang kamu tidur lagi ya"ucap aeri,kini makanan nya sudah wira habis kan,
"nanti aja masih pusing"
"yaudah kaka keluar dulu ambil obat kamu ya"ucapnya
"iya"setelah itu aeri keluar ruangan dan pergi mengambil obat nya wira karna tadi ia tidak sempat untuk mengambilnya
"nah minum,setelah tidur ya"ucapnya
"iya"ia pun meminum obatnya dan mulai merebahkan tubuhnya,melihat itu aeri pun merapikan selimut wira dan duduk di samping ranjang nya
mungkin karna efek obat nya mata wira sedikit demi sedikit tertutup mungkin efek dari kantuk nya dan tidak lama kemudian ia pun mulai tertidur,melihat itu aeri pun yang termenung sekarang,ia masih memikirkan percakapan wira dengan dika tadi,sebenarnya apa yang wira takutkan dari itu apakah karna ia akan punya pacar atau menikah?,langkah ia memilih untuk keluar dan memilih dari untuk tinggal didesa pun karna ia tidak memilih untuk itu,ia memilih untuk tetap menjaga wira saja,jauh dari pusat kota,orang yang pernah singgah di hidupnya serta kenangan nya ia tinggal kan,karna itu semua untuk wira,ia ingin adeknya itu hidup tanpa bayang bayang orang orang yang pernah datang dan pergi dari hidup mereka,memilih untuk menghilang dari kenangan gelap itu,bohong jika aeri tidak ingat itu semua,ia ingat semua bahkan dimana ia memilih untuk berbuat bodo untuk orang lain pun ia masih simpan otak nya,tapi ia memilih untuk melupakan nya sejenak,setelah kepergian sang ibu, hidupnya kini hanya berputar tentang wira saja tidak lebih dan kurang sangat pas untuk itu,jika pun nanti ia menemukan seseorang yang bisa meluluhkan nya walaupun itu sangat mustahil untuk nya ia harap bisa membantunya untuk menjaga dan menyayangi wira untuknya