NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14

Raungan sirene empat ambulans masih berdenging di telinga Dr. Emmeline Valerio ketika pintu ganda UGD dijebol kasar oleh paramedis yang mendorong brankar dengan terburu-Buru.

​"Dokter Valerio! Pasien luka tembak di dada! Tekanan darahnya anjlok ke 80, denyut nadinya sangat lemah!"

​"Dokter, pasien kedua syok berat! Pendarahan hebat akibat luka tembak di pembuluh darah besar!"

Emmeline, yang baru saja hendak melepas jubah dokternya setelah sif pagi yang melelahkan, seketika menegakkan tubuhnya.

Masker bedah langsung ditarik menutupi bibir juga Hidungnya, sementara tangannya dengan cekatan menyambar sarung tangan steril.

Di bawah lampu neon UGD yang berkedip neon putih, gaun sutra marun yang ia kenakan di balik jubah medisnya tampak kontras—sebuah pengingat visual yang kejam tentang kemewahan kelas atas yang baru saja ia tinggalkan di mansion Snowden.

Lantai marmer UGD yang biasanya bersih kini mulai dikotori oleh tetesan darah merah pekat.

Empat pria sipil masuk dalam kondisi yang sangat kritis. Tubuh mereka dipenuhi luka tembus peluru besar yang polanya sangat rapi, bersih, namun mematikan—sebuah karakteristik yang hanya bisa dihasilkan oleh senjata militer tingkat tinggi.

"Bagaimana kronologinya?" suara Emmeline terdengar dingin, tegas, dan berwibawa khas seorang dokter bedah, mencoba meredam gemuruh di dalam dadanya sendiri.

"Kami tidak tahu pasti, Dok!" jawab salah satu petugas paramedis sambil menahan pendarahan di dada pasien pertama.

"Polisi menemukan mereka tergeletak di sebuah gang di pemukiman padat sektor barat. Tidak ada suara ledakan besar sebelumnya, warga hanya mendengar ketukan-ketukan ganjil seperti peredam suara, lalu empat orang ini ditemukan sudah sekarat di atas aspal."

Emmeline tidak membuang waktu. Tangannya yang ramping namun kokoh langsung menekan luka di dada pasien di hadapannya.

"Siapkan ruang operasi satu hingga empat! Hubungi dokter bedah trauma cadangan. ​Pria ini kehabisan napas karena paru-parunya mengempis! Aku harus menusuk dadanya sekarang juga!"

Di tengah kekacauan medis yang menegangkan itu, pintu masuk UGD tiba-tiba dipenuhi oleh kepungan pria-pria berjas hitam dengan logo dinas rahasia dan kepolisian federal.

Suasana UGD yang sudah tegang semakin merosot ke titik beku ketika seorang pria paruh baya dengan setelan jas seharga puluhan ribu dolar melangkah masuk dengan wajah pucat pasi, dikawal ketat oleh kepala kepolisian LA.

Pria itu adalah Walikota Los Angeles.

"Pastikan mereka semua hidup!" suara Walikota menggelegar di area resusitasi, dipenuhi getaran frustrasi dan ketakutan politik yang masif. "Jika salah satu dari mereka mati sebelum memberikan informasi, kota ini akan berada dalam status darurat internasional! Lakukan apa saja, Dokter!"

Emmeline seketika tertegun selama satu detik.

Sepanjang kariernya sebagai dokter bedah elite di Los Angeles, dia belum pernah melihat seorang Walikota turun langsung ke UGD hanya untuk memantau korban penembakan di area kumuh.

Kasus ini jelas bukan bentrokan geng biasa atau perampokan amatir. Ada sebuah konspirasi rahasia tingkat tinggi yang sedang terjadi di bawah permukaan kota Los Angeles, sebuah perang bayangan yang begitu besar hingga membuat orang nomor satu di LA gemetar ketakutan.

​"Tuan Walikota, Anda mengotori area steril saya. Silakan tunggu di luar." ucap Emmeline dingin, matanya menatap tajam dari balik masker medis. "Jika Anda ingin mereka hidup, keluar dari ruangan ini dan biarkan pisau bedahku bekerja."

Tanpa menunggu jawaban dari sang pejabat, Emmeline langsung mendorong brankar pasien pertama menuju ruang operasi utama.

Tiga jam berikutnya adalah simfoni darah, besi, dan taruhan nyawa di dalam ruang operasi nomor satu.

Di bawah siraman lampu operasi yang menyilaukan, tangan Emmeline bergerak dengan presisi yang luar biasa. Dia menjepit pembuluh darah yang pecah, mengeluarkan proyektil peluru baja yang bersarang di dekat paru-paru pasien, dan menjahit jaringan yang hancur dengan ketenangan seorang profesional.

Namun, ketenangan itu hanyalah topeng luarnya.

Jauh di dalam lubuk hatinya, ada rasa syok yang perlahan merayap dan mencengkeram dadanya.

Setiap kali dia melihat bentuk luka tembak yang bersih dan taktis pada tubuh pasien sipil di atas meja operasi, pikirannya secara tidak sadar memproyeksikan bayangan lain.

​Bayangan tubuh besar penuh bekas luka tembak itu.

Kingdom Kyle Stone.

Emmeline menarik napas dalam-dalam, mencoba mengusir kabut pikiran itu dari kepalanya saat melakukan jahitan terakhir pada lapisan fasia pasien.

Setelah memastikan tanda-tanda vital pasien stabil dan memindahkannya ke ruang ICU, Emmeline melangkah keluar dari ruang operasi. Dia melepas masker dan gaun bedahnya yang kini ternoda bintik darah, menyisakan tubuhnya yang lemas di dalam koridor sepi yang berbatasan dengan ruang sterilisasi.

Lantai di bawah kakinya terasa dingin, merambatkan rasa hampa yang familier. Emmeline bersandar pada dinding kaca, menatap tangannya yang sedikit bergetar.

Kenapa... kenapa wajah pria itu yang muncul di kepalaku? batin Emmeline dengan gusar.

Pikirannya melayang kembali pada pukul lima pagi tadi, di dalam kamar tamu mansion Snowden yang remang.

Dia masih bisa merasakan kehangatan kontras dari sprei beludru marun yang membakar kulitnya. Dia masih bisa mencium aroma maskulin Kyle—perpaduan antara cedarwood dominan dan tembakau mahal—yang seolah-olah masih menempel di pori-pori kulitnya sendiri, mengalahkan bau cairan antiseptik rumah sakit yang menyengat ini.

Yang paling membuat dadanya berdenyut kencang hingga ke rahimnya adalah ingatan tentang bagaimana Kyle berlutut di depannya, menempelkan bibir hangatnya ke perut ratanya yang kini menyimpan rahasia besar.

"Anak Daddy... jagain Mommy untuk Daddy ya. Daddy akan kembali dalam dua bulan..."

Emmeline mencengkeram perutnya sendiri secara tidak sadar melalui balik jubah dokternya.

Ada getaran aneh yang menakutkan sekaligus menghangatkan di sana. Dia tahu, di dalam dirinya, darah daging Kyle sedang bertumbuh di tengah badai pernikahannya yang hancur bersama Edward Snowden.

"Hey, apa yang sebenarnya kupikirkan? Aku pasti sudah gila," gumam Emmeline lirih, suara tawa pahit lolos dari bibirnya yang pucat.

Dia menggelengkan kepalanya dengan keras, mencoba menghancurkan fantasi bodoh yang mendadak mekar di hatinya.

Mengingat latar belakang Kyle yang dipenuhi misteri dan bahaya, Emmeline tahu pria itu hidup di dunia yang sangat berbeda—dunia yang gelap.

Kasus empat pria sipil yang ditembak secara taktis di distrik barat tadi... apakah itu ada hubungannya dengan dunia tempat Kyle berpijak? Mengingat Kyle dipanggil kembali oleh agensinya tepat sebelum fajar, apakah saat ini pria itu sedang berada di tengah desingan peluru di belahan bumi lain? Apakah tubuh masif itu sedang terluka juga?

"Gila... dia tidak akan kembali," bisik Emmeline pada kesunyian koridor.

Rasa perih yang teramat sangat tiba-tiba menusuk dadanya saat ingatan dari enam tahun lalu menyeruak tanpa ampun.

Enam tahun lalu, setelah malam pertama di mana dia menyerahkan kesuciannya pada pemuda yang ia kira hanyalah siswa SMA biasa, pria itu menghilang begitu saja bagai ditelan bumi.

Kyle meninggalkannya tanpa jejak, membiarkan Emmeline menghadapi dinginnya ekspektasi keluarga aristokratnya sendirian hingga terjebak dalam pernikahan politik yang memuakkan bersama Edward.

Kyle adalah angin badai yang datang menghancurkan ketenangannya, memberikan gairah yang tidak akan pernah bisa diberikan oleh Edward, lalu pergi meninggalkan kehancuran.

"Dia pasti hanya seorang bajingan yang pandai berjanji," Emmeline berbisik, matanya berkaca-kaca oleh perpaduan antara kemarahan, kerinduan yang terlarang, dan rasa takut yang mendalam.

"Dua bulan? Itu hanya kebohongan lain agar dia bisa meniduriku di bawah atap rumah suamiku sendiri. Dia tidak akan pernah kembali, sama seperti enam tahun lalu."

Emmeline menegakkan kembali punggungnya, menghapus setitik air mata yang nyaris jatuh di sudut matanya dengan gerakan anggun yang angkuh.

Dia adalah seorang Valerio. Dia adalah dokter bedah di rumah sakit ini. Dia tidak boleh membiarkan dirinya terlihat lemah hanya karena seorang pria misterius seperti Kyle.

Namun, tepat ketika Emmeline hendak melangkah kembali ke ruang staf untuk membersihkan diri, ponsel pribadinya di dalam saku bergetar intens.

Layar monitor menampilkan sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal, dengan menampilkan bunga kecil di ujung teksnya.

Sebuah simbol mawar putih kecil, persis seperti bunga dari Chicago yang pernah ia terima Kemarin.

Jantung Emmeline seketika berhenti berdetak selama satu ketukan.

1
Agus Tina
Iya thor jangan buat ketiga pangeran kembar itu berpasangan sama wabita biasa, bukan kalangan dari mereka. Buat mereka apt daddynya yg bisa berpasangan dgn wanita hebat swperri mommy mereka
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!