Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab30
Dimasa lalu..
Saat Nadya dalam keadaan frustasi dengan kehamilannya sosok laki laki Sholeh itu tiba tiba saja muncul dalam hidupnya.tanpa alasan yang jelas pria itu bersedia menjadi ayah dari anak yang dikandungnya.
Saat sudah menikah pun Nadya tidak bisa lepas dari rasa traumanya.ia sangat membenci laki laki itu,dan ia sangat benci anak yang ada didalam kandungannya.
Saat hamil Devan,Nadya makan apa saja tanpa memperdulikan bayinya.bahkan dia melakukan apa saja,termasuk menjatuhkan dirinya ditangga berharap bayi yang ada didalam kandungannya itu keluar tapi niat Nadya tidak pernah berhasil Allah seperti selalu melindungi bayi yang ada didalam kandungan Nadya.
Saat 9 bulan berlalu Nadya berhasil melahirkan Devan kedunia,Abi Adnan begitu menyayangi anak itu tapi selama Devan bayi Nadya tidak pernah mau mengurus bayi itu.karna Nadya tidak pernah mau menyentuh bayinya Adnan meminta bantuan kepada Lia.agar Devan kecil tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang.
Nadya selalu saja murung hingga suatu hari Nadya kembali melahirkan anak laki laki dari adnan.membuat semangat hidupnya kembali.sangat terlihat jelas Nadya begitu menyayangi anak laki laki itu dibandingkan Devan.
Masa sekarang..
Abi Adnan berjalan mendekati sang istri yang terlihat melamun.
" Sampai kapan ummi melimpahkan trauma ummi kepada Devan."
Ummi menoleh dengan mata yang merah,sudut matanya berembun.bibirnya bergetar hebat.ini bukan hanya soal Lucas tapi anak itu hadir untuk menghancurkan hidupnya.
" Ingat ummi apa yang terjadi dalam hidup ummi bukan salah devan.lalu apa mungkin ummi tidak bisa melupakan laki laki itu."
Tangan ummi Nadya mengempal.
" Jangan membahas laki laki itu Abi."
"Abi tidak mau membahasnya jika ummi masih saja mengingat hal hal yang sudah sudah.dan berhenti menyalahkan Devan."
" Kenapa Abi begitu menyayangi anak itu bahkan setelah apa yang telah terjadi dengan anak kita.?"
" Astagfirullah ummi apa yang terjadi dengan Ihsan itu bukan kesalahan Devan.!"
Ummi Nadya tersenyum kecut.
" Seandainya saja waktu itu anak itu tidak sok mencari perhatian terhadap kita.mungkin sekarang Ihsan anak kita masih ada bersama kita."
" Stop ummi berhenti membahas hal itu.apa yang terjadi dengan putra kita itu sudah takdir.abi mohon ummi tidak menjadi pribadi yang menaruh dendam."
" Pokoknya Abi tidak mau melihat ummi berkata kasar didepan Devan ataupun didepan Ayla." Ucapnya lalu pergi meninggalkan istrinya itu.
" Maaf Abi tapi rasanya sangat sulit sekali menerima devan.ummi pun sudah berusaha tapi tetap saja hati ini terasa benci pada anak itu.anak itu hadir hanya untuk menghancurkan semuanya."
Didalam kamar devan.devan terlihat sibuk memilihkan agamis yang simple dan jilbab istan untuk Ayla.
Ahhhhh
Membayangkan istrinya mengunakan hijab saja membuatnya tersenyum setengah mati.
kanza ada disana memperhatikan gerak gerik abangnya yang terlihat sangat berbeda dalam memperlakukan ayla.setiap tingkah Devan kepada Ayla sangat terlihat lucu dimatanya.
" Dek kamu pilih warna yang cocok untuk kak Ayla ya."
" Aku pilih coksu aja Abang."
" Oke."
" Ini ay,pakai.setelah kamu memakai ini akau akan mengajakmu jalan jalan dipesantren sebelum mengajari para santri mengaji."
Devan memang mengajar dipesantren ini.sering kali dia datang kepesantren ini hanya untuk mengajar lalu pulang kerumah bunda Lia.
Dengan muka yang ditekuk.ayla meraih baju itu.ia bejalan masuk kedalam toilet Devan mengekori langkahnya membuat Ayla berhenti hingga tubuh Devan bertumbruk dengan tubuh Ayla.
" Kamu ngapain sih ikut ikut aku."
" Aku mau lihat kamu."
" Lihat apa? Aku mau Menganti pakaian aku."
" Ya udah aku temenin ay.nanti kamu butuh bantuan gimana.?"
Ayla menarik tangan kanza.
" Biar aku dibantuin kanza saja."
" Hehehe maaf ya Abang,lagi pula Abang mau ngapain berduaan doang didalam toilet sama kak ayla.ingat Lo disini ada kanza."
Devan mencentil jidat kanza.
" Jangan berfikir hal hal yang mesum.kamu itu anak bau bawang.ingat dosa."
Belum sempat menjawab Ayla menarik tangan kanza hingga kanza mengikuti langkah Ayla.
Saat mengenakan baju agamis dan hijab itu.ayla memperhatikan penampilannya didepan cermin.
" Masya Allah kakak Ayla cantik banget."
" Apa kakak pantas memakai hijab sedangkan sholat kakak aja masih bolong bolong."
Kanza tersenyum.
" Kata Abi hidayah itu berproses kak.banyak yang pakai hijab dulu lama lama hatinya menjadi dekat dengan Allah dan menjadi gampang nutupi bolong ibadah lain.anggap saja ini sebagai langkah awal dan mudah mudahan kakak akan menetap mengunakan hijab karna itu wajib bagi wanita."ucap kanza lembut
Ayla menatap kanza remaja itu terlihat sangat ramah,tutur katanya sangat lembut.wajah dan sikapnya begitu mirip dengan Abi Adnan.sepertinya kehadiran kanza membuatnya sedikit betah tinggal dipesantren ini.