NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Serba Salah.

Ayana menarik nafas dan membuang perlahan ketika mendengar perkataan dari Lastri sedikit aneh.

"Saya tidak tahu jika ada sistem seperti itu di Perusahaan. Kamu benar, awalnya saya memang hanya karyawan magang yang mendapatkan tugas sekolah. Saya sudah mulai bekerja di perusahaan sejak kelas 2 SMA. Menyelesaikan tugas praktek saya, karyawan di perusahaan itu sangat baik sampai akhirnya mereka memberikan saya sedikit pekerjaan untuk membantu mereka dan sudah pasti disetujui atasan mereka,"

"Jadi saya sudah bekerja paruh waktu di perusahaan itu dengan seadanya sembari sekolah, pihak perusahaan juga memberikan saya beasiswa untuk melanjutkan kuliah, saya kuliah sampai semester 4 di Indonesia dan dilanjutkan di lanjutkan di Singapura, karena mendapatkan posisi karyawan di cabang perusahaan,"

"Seiring berjalannya waktu saya kembali ke perusahaan utama, menyelesaikan kuliah dengan bolak-balik singapura-jakarta dan sampai akhirnya saya menjadi sekretaris Pak Emir, menyelesaikan kuliah saya dengan tiga jurusan dan juga menyelesaikan S2 saya, jadi saya menjadi sekretaris tidak secara instan atau istilah seperti yang Anda gunakan dipakai," jelas Ayana membuat Lastri terdiam ternyata proses wanita di hadapannya itu tidaklah mudah.

Tidak perlu menjual diri untuk mendapatkan posisi yang layak di perusahaan di zaman sekarang ini.

"Ohhhh, begitu, berarti kamu memiliki hubungan saudara dengan keluarga tuan Emir?" tanya Lastri

"Tidak," jawab Ayana.

"Karena setelah mendengar cerita kamu, kamu cukup mudah berada di perusahaan itu dan diberi banyak kemudahan dan biasanya orang-orang yang mendapatkan kesempatan itu sudah pasti memiliki ikatan saudara dan kalau tidak tangan kanan," sahut Diva.

"Kamu salah, tidak mudah sama sekali untuk pertama kali menginjakkan kaki di perusahaan walau hanya dengan proses magang, saya juga melewati tes yang cukup sulit, dan sampai akhirnya diterima dan hanya menunjukkan yang terbaik selama berada di sana dan bukan hanya sekadar untuk mendapatkan nilai, menyelesaikan tugas lalu pergi begitu saja, Saya hanya berusaha memberikan kesan untuk pekerjaan saya dihargai dan diapresiasi tanpa melihat siapa saya atau melihat saya masih bocah," jawab Ayana.

Lastri menghela nafas, seolah-olah tertampar dengan semua penjelasan Ayana yang memang niat bekerja dan tidak perlu harus mengorbankan harga diri hanya untuk mendapatkan posisi yang lebih baik.

"Saya justru tidak tahu jika dalam pekerjaan harus ada istilah dipakai agar mendapatkan posisi. Apa kamu seperti itu?" Ayana melempar pertanyaan itu langsung kepada Lastri.

"Kamu menuduhku jual diri agar menjadi sekretaris pak Andhika?" Lastri tersinggung dengan perkataan Ayana dan tembak langsung maksud dari per Ayana.

"Tidak! Untungnya saya juga mengenal tuan Andhika, sepengetahuan saya beliau orangnya baik dan sepertinya jauh dari hal-hal seperti itu," jawab Ayana.

"Benarkah! Jadi kamu juga kenal dekat dengan pak Andhika, pantas saja kalian terlihat akrab," sahut Lastri dengan sinis

"Beliau merupakan senior saya di kampus," jawab Ayana kembali memeriksa pekerjaannya.

"Huhhhh..... apa wanita di hadapanku ini sekarang menyombongkan diri dengan perjalanan dirinya yang menjadi sekretaris tampak bersih, sepertinya dia memiliki value ketertarikan yang tidak dimiliki banyak orang, tatapan pak Andhika kepadanya juga terlihat kagum, wanita ini memang bisa menarik perhatian laki-laki, aku juga melihat atasannya memiliki ketertarikan kepadanya," batin Lastri merasa iri dengan Ayana yang disukai banyak orang tanpa harus berpenampilan terbuka seperti dirinya.

Ayana sudah terbiasa hidup mandiri. Apalagi selama bekerja di perusahaan yang menurutnya sangat sehat, tidak terlalu banyak persaingan atau saling iri satu sama lain dan seperti apa yang dia ceritakan justru karyawan di perusahaan itu membuka diri kepadanya tanpa melihat sebelah mata sehingga sekarang dia menjadi orang disegani.

Walau memiliki jabatan yang tinggi di perusahaan, Ayana juga memperlakukan bawahannya dengan sangat baik, tidak lupa dirinya berasal dari mana dan mungkin itu yang membuat dirinya selalu disukai banyak orang, memberi energi positif.

****

Ayana saat ini sudah berada di dalam pesawat bersama Emir yang duduk di sebelahnya.

"Bapak mau makan sesuatu?" tanya Ayana.

"Sejak kapan Sekretaris berubah menjadi pramugari yang bertanya-tanya seperti itu? lalu jika saya mengatakan iya, maka kamu akan ke belakang dan mendorong troli dan mengantarkan saya?" tanya Emir.

"Tidak juga. Pak, yang saya lakukan mungkin hanya akan menemui pramugari dan meminta apa yang saya mau," jawab Ayana.

"Ayana kamu bisa tidur jika bersama saya diam sebentar dan jangan melakukan apapun. Ayana saya punya tangan dan punya mulut, jika saya ingin makan dan makan saya bisa meminta sendiri kepada pramugari dan jika ketika makanan sudah berada di depan saya dan saya juga bisa membuka dari tempatnya, saya masih punya tangan!" tegas Emir.

"Tetapi bukankah Bapak yang meminta saya untuk mengerjakan semuanya di awal-awal saya menjadi sekretaris bapak?" tanya Ayana.

Dia juga tidak akan melakukannya jika tidak berdasarkan perintah.

"Saya tidak pernah secara langsung menyuruh kamu untuk terlalu teliti dalam menyiapkan segala sesuatu yang saya butuhkan!" tegas Emir.

"Bapak menyuruh saya untuk menyiapkan makanan. Bapak sibuk dengan pekerjaan sehingga membuat saya untuk membuka makanan tersebut, bapak orangnya sangat bersih sehingga membuat saya harus membersihkan meja menggunakan tisu, meneliti semua tempat makan dan menyiapkan secara utuh. Jika ada yang tidak saya lakukan, contoh kecil misalnya melepas sumpit dari plastiknya. Bapak akan kembali memanggil saya untuk melakukan hal itu. Jadi menurut saya meski tidak diperintahkan secara teliti, tetapi harus dikerjakan secara detail agar tidak diperintahkan ulang kembali!" tegas Ayana semua kebiasaan yang dia lakukan bermula dari Emir yang memang apa-apa selalu menurutnya salah.

Ayana orang yang mau belajar, lebih baik melakukan semuanya daripada harus diperintahkan berkali-kali yang mengganggu pekerjaannya.

Emir sampai menghela nafas dengan jawaban sekretarisnya itu dan jelas semua adalah kesalahannya.

"Tetapi kamu sadar tidak jika apa yang kamu lakukan membuat saya seperti anak kecil!" ucap Emir.

"Saya juga tidak akan melakukan hal itu. Jika Bapak tidak memintanya, seharusnya cukup hanya perintahkan pesankan saya makanan, ketika makanan datang langsung saja perintahkan saya untuk keluar, bukan ......"

"Sudah cukup!" kepala Emir tambah frustasi mendengar semua ocehan dari sekretarisnya itu yang ternyata tidak mau kalah.

"Kamu hanya membuat saya pusing, lakukan saja semua dengan kemauan kamu!" tegas Emir sampai berkali-kali istighfar.

"Apa yang salah sebenarnya? kenapa pak Emir belakangan ini suka sekali mempermasalahkan hal kecil dan jika tidak menyukai bisa mengatakan jangan dilakukan saja, memberi penjelasan bertele-tele yang membuatku bingung saja kadang padahal dia saja ya memang ingin apa-apa harus dibantu," batin Ayana terdengar sewot dengan pria di sebelahnya itu.

Bersambung......

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!