Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.
"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.
Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.
"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.
"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.
"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbicara 4 Mata Dengan Dirinya
Sesampainya di parkiran, Aleix beserta Aren kekasihnya langsung meletakkan barang belanjaan buku novel tersebut ke dalam bagasi.
Setelahnya pria bule itu masuk ke dalam mobil, lalu diikuti oleh Aleix serta Cellsyia, kekasih hatinya.
Ketika akan menjalankan kendaraannya, pergerakannya Aren terhenti kemudian dirinya menoleh ke arah belakang, terlihat kekasihnya duduk di kursi penumpang, dan disebelahnya ada sepupu kekasihnya.
"Cepat jalankan mobilnya" perintah Cellsyia tanpa menatap ke arah pria bule itu.
Tanpa banyak protes Aren pun segera menyalakan mesinnya, suasana di dalam mobil kini hening bagaikan di hutan tidak berpenghuni.
"Kak Cell..." panggil Aleix.
"Ya? Apa, Aleix?" wanita itu melihat ke samping dirinya seraya bersidekap dada.
"Kakak, kenapa duduknya tidak di depan bersama kekasih Kak Cell itu?" remaja lelaki itu berbisik tepat ke telinganya.
Suaranya Aleix masih terdengar oleh Aren yang sedang mengemudikan mobil.
"Hm, aku tidak minat sama sekali jika harus duduk di depan, apalagi berduaan dengannya" balas Cellsyia.
Tanpa dirinya sadari kedua tangannya pria bule itu menggenggam erat kemudi, urat lehernya terlihat, dan rahangnya mengeras.
"Loh? Tidak minat kenapa, Kak?" Aleix bertanya lalu dijawab sepupu cantiknya.
"Karena hal lain..."
"Hal lain?" Aleix mengernyitkan dahinya.
"Sudah, lupakan saja" kata wanita itu, diangguki Aleix, sepupunya.
"Kak, aku ingin memberitahu sesuatu padamu" ucap Aleix, tatapan matanya serius kala menatap sepupu cantiknya.
"Sesuatu apa?" tanya Cellsyia.
"Kak, jika kamu dikhianati oleh kekasihmu itu, Kak Cell tinggal katakan saja langsung padaku, nanti aku akan mencarikanmu seorang pria" Aleix berkata.
Deg
"....." mata Aren, pria bule itu mulai memerah sambil menahan satu rasa.
"Tentu, siap, Aleix"
Aren mengira kekasih hatinya akan menolak ucapan sepulunya, namun kenyataannya kekasihnya itu menjawabnya di luar pikirannya.
Percakapan itu berhenti, Aleix menyandarkan punggungnya ke belakang lalu memejamkan matanya, sementara itu Cellsyia pandangannya kian menatap lurus ke depan dan tidak sengaja bertatapan dengan Aren melalui kaca yang menggantung di dalam mobil.
"Matanya merah? Seperti tengah menahan menangis?" pikirnya wanita itu.
"Mana mungkin! Sudah lah, lebih baik aku abaikan saja!" Cellsyia berkata dalam batin.
***
Beberapa Jam Sudah Berlalu.....
"Wah, akhirnya sudah sampai rumah" Aleix bergumam pelan, dirinya berjalan mengarah ke bagasi mobil untuk mengambil barang belanjaan buku novel milik sepupu cantiknya serta dibantu oleh kekasih sepupunya.
Aleix, remaja lelaki itu melangkahkan kakinya menuju rumah, namun ketika Cellsyia akan mengikuti sepupunya, tiba-tiba saja lengannya dicekal erat oleh seseorang.
Dan orang itu adalah Aren, kekasihnya sendiri.
"Lepas!" ucap Cellsyia setelah menyadarinya.
"....." pria bule itu enggan melepaskannya.
"Aku ingin berbicara 4 mata denganmu" Aren membisikannya ke telinga Cellsyia, kekasihnya.
"Dan aku tidak menerima penolakan darimu!" lanjutnya Aren berkata demikian.
"ALEIX, AKU IZIN YA PERGI, KARENA ADA URUSAN DENGAN PRIA INI" Cellsyia berteriak keras, lalu remaja lelaki itu membalikkan badannya kemudian berteriak juga.
"SILAKAN SAJA, KAK. HATI-HATI YA, KAK CELL"
Lambaian tangan Aleix dari kejauhan, dan dibalas lambaian oleh Cellsyia.
***
Beberapa Menit Kemudian.....
Brak
Cellsyia terkejut setengah mati saat Aren secara mendadak menggebrak meja dihadapannya.
"Sayang, kenapa kamu menjawab seperti itu, hm? Ketika tadi sepupumu mengatakan bahwa jika aku mengkhianatimu maka ia akan mencarikan seorang pria untukmu"
"Apa aku kurangnya bagimu, Sayang?"
"Jangan diam saja"
"JAWAB!"