[cp akan terlambat]
negara : Indonesia
sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kantin
Di Kantin Kampus
Mereka bertiga duduk di sudut kantin dengan es teh manis dan gorengan. Sela masih terkekeh-kekeh mengingat kejadian tadi.
"Gila, Vy. Lo keren banget. Mukanya Arjuna tadi kayak orang kena sambaran petir di siang bolong."
Karina menambahkan. "Dan lo nyindir Cindy soal om-omnya. Itu epic banget. Dia langsung diem."
Olyvia menyeruput es tehnya. "Gue cuma capek. Mereka pikir gue masih Olyvia yang dulu. Yang bisanya cuma nangis pas disakitin. Sekarang? Gue punya duit, gue punya rumah, gue punya mobil. Gue gak butuh mereka."
Sela menatap Olyvia dengan kagum. "Lo tau gak, Vy? Lo sekarang kayak karakter utama di novel-novel itu loh. Yang tadinya diremehin, terus bangkit, terus bikin semua orang nyesel."
Olyvia tertawa. "Bedanya, gue gak butuh cowok tampan buat nolongin gue. Gue bisa sendiri."
Karina mengacungkan jempol. "Independent woman. Gue suka."
Ponsel Olyvia bergetar. Notifikasi dari DouDou. ChenYu sedang live. Olyvia membuka aplikasi dan masuk ke live room ChenYu. Pria itu sedang menyanyikan lagu Mandarin yang lembut, matanya terpejam, jemarinya menari di senar gitar.
Olyvia mengirim satu gift Luxury Car. Layar langsung dipenuhi animasi mobil mewah.
ChenYu: Queens! Xie xie ni! (Terima kasih!)
Pengguna1: Queens is here! The Ratu from Indonesia!
Pengguna2: 女王来了!快拜! (Sang Ratu datang! Cepat sembah!)
Olyvia tersenyum membaca komentar-komentar itu.
Karina melirik layar ponsel Olyvia. "Lo ngapain sih? Kok ada tulisan China gitu?"
Olyvia menyimpan ponselnya. "Cuma nonton live streaming. Temen gue di China."
Sela menyipitkan mata. "Temen? Atau calon pacar?"
"Mana ada. Gue udah kapok pacaran. Sekarang gue fokus bahagiain diri sendiri."
Karina dan Sela saling pandang, lalu serempak mengangguk. "Good choice."
Malam Hari di Istana Olyvia
Olyvia merebahkan diri di sofa beludru ruang tamunya. Lampu kristal di atasnya berkilauan, memantulkan cahaya ke seluruh ruangan. Di hadapannya, kolam renang infinity berkilau diterpa sinar bulan.
Ponselnya bergetar. Sebuah pesan WeChat dari ChenYu.
ChenYu: Queens, jintian zenme yang? Ni kanqilai youdian bu kaixin zai wo de live room. (Hari ini bagaimana? Kamu terlihat agak tidak bahagia di live room-ku.)
Olyvia tersenyum tipis. Ternyata ChenYu cukup peka.
Olyvia: Mei shi. Zhi shi you yixie xiao mafan. (Tidak apa-apa. Hanya ada sedikit masalah kecil.)
ChenYu: Ru guo ni xiang shuo, wo zai zheli. Ru guo bu xiang, ye mei guanxi. (Kalau kamu mau cerita, aku di sini. Kalau tidak, juga tidak apa-apa.)
Olyvia berpikir sejenak. Lalu ia mengetik.
Olyvia: Wo de qian nanyou jintian lai zhao wo. Ta shuo ta hai ai wo. Dan wo zhidao ta zhi shi xiang yao wo de AI suanfa. (Mantanku datang mencariku hari ini. Dia bilang dia masih mencintaiku. Tapi aku tahu dia hanya menginginkan algoritma AI-ku.)
ChenYu: ...Ta ting qilai xiang ge huai ren. (Dia terdengar seperti orang jahat.)
Olyvia: Ta shi. Dan wo yijing bu zaihu le. (Dia memang jahat. Tapi aku sudah tidak peduli.)
ChenYu: Hen gao xing ni zheme shuo. Ni zhide geng hao de ren. (Senang mendengarmu berkata begitu. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik.)
Olyvia menatap pesan itu lama sekali. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Kalimat sederhana, tapi entah kenapa menenangkan hatinya.
Olyvia: Xie xie, ChenYu. Wan'an. (Terima kasih. Selamat malam.)
ChenYu: Wan'an, Queens. (Selamat malam.)
Olyvia meletakkan ponselnya dan menatap langit-langit. Hari ini ia berhasil menghadapi Arjuna dengan tenang. Ia tidak menangis, tidak terpancing, dan tidak goyah.
Gue udah sembuh. Gue udah move on. Sekarang saatnya fokus ke hal yang lebih penting.
Ia bangkit dan berjalan ke ruang kerjanya, sebuah ruangan dengan meja kayu jati dan rak buku penuh jurnal AI. Di sana, ia menyalakan laptop gaming yang dulu ia beli saat pertama kali menyadari kekayaannya.
Waktunya bikin algoritma yang lebih canggih dari punya Arjuna. Dan gue bakal rilis. Biar perusahaan dia bangkrut perlahan.
Jemarinya mulai menari di atas keyboard. Di luar, bulan bersinar terang di atas istananya. Olyvia Arabella, sang ratu dari Indonesia, baru saja memulai langkah balas dendamnya yang sesungguhnya.