Ayahnya 'Raja Neraka', putranya sangat pemaaf. Tapi semua orang lebih takut pada si pemaaf, padahal energi internalnya lemah.
Kekuatan tidak dikenal!
Latar belakang tak diketahui!
Sebenarnya rahasia apa yang dimiliki Long Jue?
Kenapa semua orang takut padanya?
Penasaran?
Ikuti kisahnya hanya di: NovelToon/MangaToon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jibril Ibrahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
“Apa kau sungguh berpikir kau bisa lolos dariku? Kau terlalu meremehkanku.”
“Sialan kau… dasar monster mengerikan…”
Kalau dipikir lagi, peperangan itu sudah tidak ada harapan sejak awal.
“Sekarang, katakan. Siapa orang di belakangmu?”
“A-Apa yang kau bicarakan?!”
“Apa kau berharap aku percaya kau bisa menyusup ke perbatasan dan menemukan tempat yang bagus untuk memperkuat pasukan, hanya dengan usahamu sendiri?”
“Ya!”
“Tidak. Kau tidak punya bakat seperti itu. Pasti ada bajingan pemberontak yang diam-diam mendukungmu.”
“Omong kosong apa yang kau bicarakan?! Aku melakukan semuanya sendiri! Dan kau menghancurkan semuanya! Apa kau mencoba membuatku gila sebelum membunuhku?!”
Long Ziling menatapnya dengan iba.
“Menyedihkan sekali. Tapi, aku tidak bisa membiarkanmu hidup.”
“Haha… Baiklah, bunuh aku.”
“Aku sudah berencana begitu. Biasanya, aku akan membiarkanmu hidup dan kembali bertarung lagi nanti… tapi sekarang, ada sesuatu yang harus kulindungi.”
GLEK!
Kata-kata itu merupakan penghinaan terbesar dari semuanya. Seolah-olah Song Wuji tak lebih dari sekadar mainan.
Tubuh Song Wuji bergetar hebat. Darah merah tua mengucur deras dari mulutnya.
Karena sangat putus asa, dia akhirnya bunuh diri.
“Aku akan… menghantuimu… sebagai roh pendendam…”
BRUK!
Long Ziling menyaksikan tubuh pemimpin pasukan Kerajaan Selatan itu mendingin. Tanpa ragu, ia melepaskan gelombang Qi, menghancurkan tubuhnya menjadi debu.
SIIIIING!
Abunya berhamburan tertiup angin.
Kemudian, Long Ziling teringat anak laki-laki di pangkuannya.
Ah… Itu mungkin terlalu mengerikan untuk dilihatnya.
Ekspresi dingin dan kejam di wajah Long Ziling langsung melunak.
“Ya ampun, aku telah menunjukkan sesuatu yang tidak seharusnya kau lihat, Xiao Jue.”
Bahkan setelah menyaksikan seseorang berubah menjadi debu dan lenyap, Long Jue tetap tidak terpengaruh.
“Apakah kau baik-baik saja?”
“Ya.”
“Kau tidak menganggap ayahmu ini kejam atau jahat?”
“Tidak, Ayah. Ayah sendiri yang bilang. Orang-orang itu jahat. Ayah hanya melakukan apa yang perlu dilakukan.”
Mendengar kata-kata seperti itu keluar dari mulut seorang anak kecil, Long Ziling menatapnya kosong sejenak sebelum terkekeh tipis.
Anehnya, anak laki-laki itu mengingatkannya pada dirinya sendiri.
Kalau diingat-ingat, selama pertarungannya dengan pasukan Kerajaan Selatan berlangsung, Long Jue memang tidak berteriak sedikit pun.
Itu bukan keberanian biasa.
Bahkan saat sebilah pedang menyasar ke arahnya, dia tidak bersuara atau bergerak.
Hal itu sungguh mengejutkan Long Ziling.
Namun sikap Long Jue saat itu memang sungguh luar biasa.
Meskipun dia tidak bisa bergerak saat berada dalam pelukan Long Ziling, niat membunuhnya sangat nyata—seolah-olah dia adalah bagian dari pertarungan.
Rasanya seperti melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak kecil.
Bahkan kepribadian mereka terlihat mirip.
Pikiran itu membuat Long Ziling merasakan gelombang kasih sayang.
Sepertinya surga mengirimkan anak laki-laki ini kepadaku.
Pada waktu yang sama, dia juga terpikirkan orang lain.
Ck. Kalau dia masih hidup, anak kami pasti sudah seusia Xiao Jue sekarang.
Ekspresi Long Ziling berubah pahit saat ia mengingat istrinya.
Dulu, saat dia belum sekuat sekarang, ada sekelompok orang misterius yang menyerang kediamannya dengan tujuan membalas dendam. Tapi tentu saja itu hanya alasan yang dibuat-buat oleh pihak tertentu untuk menyingkirkannya dari daftar pesaing. Hanya bagian kecil dari konspirasi politis.
Saat melarikan diri, istrinya yang sedang hamil menghilang.
Dia telah mencarinya ke mana-mana tetapi tidak berhasil.
Menurut Long Ziling, kelemahannyalah yang menyebabkan semua itu.
Maka, ia pun tumbuh semakin kuat—begitu kuatnya sehingga tak seorang pun dapat menandinginya lagi.
Namun setiap kali dia sendirian, dia tak bisa tak memikirkan istrinya.
Kenangan akan anak yang belum dilahirkan itu membuat kesepiannya semakin mendalam.
Aku bahkan tak tahu apakah dia sempat dilahirkan ke dunia ini? Apakah dia laki-laki atau perempuan?
Sampai hari ini, dia masih belum menikah lagi, masih tidak bisa memaafkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada istri dan calon bayinya.
Tapi sekarang dia menemukan Long Jue, entah itu sebuah jebakan yang dipasang musuh-musuhnya atau sungguhkah hanya kebetulan, dengan liontin giok yang dibawa Long Jue sudah cukup baginya untuk meyakinkan dirinya bahwa Long Jue mungkin putranya yang hilang.
Aku takkan pernah kehilanganmu lagi.
Long Ziling mengepalkan tinjunya. Dalam hatinya, dia bersumpah untuk melindungi Long Jue apa pun yang terjadi.
Namun, saat ini dia tak bisa membawa Long Jue kembali ke istana.
Betapapun ia ingin membawanya ke sana dan mengumumkan statusnya sebagai ahli waris secara resmi, tapi begitu banyak persiapan yang harus dilakukan.
Dan yang terpenting, Long Jue akan menjadi target.
Long Ziling tidak memiliki keturunan lain.
Di istana kekaisaran, di mana prinsip bertahan hidup bagi yang kejam adalah yang berkuasa, saudara sedarah pun bisa saling membunuh dalam persaingan kotor demi mendapatkan kedudukan dan kekuasaan.
Sekarang, bagaimana jika Long Jue tiba-tiba muncul?
Orang-orang itu tidak akan berhenti untuk membunuhnya.
Mengapa?
Karena begitulah cara Long Ziling bertahan hidup.
Hidup di istana kekaisaran, hanya berlaku satu hukum. Yaitu hukum rimba. Kalau tidak memangsa, maka dimangsa.
Di istana kekaisaran, yang kejam yang berkuasa. Kekuasaan adalah segalanya.
Jika seseorang yang tampak lemah seperti Long Jue duduk di barisan bangku kerabat kekaisaran sebagai pewarisnya, kekacauan akan terjadi.
Terutama sekarang, banyak kandidat kuat yang didukung oleh berbagai faksi. Faksi-faksi itu akan melakukan segala cara untuk melenyapkan Long Jue.
Sementara ini, cara terbaik untuk melindungi Jue adalah menyembunyikannya.
Dinasti Jue mendirikan negara dengan seni bela diri dan budidaya tertinggi.
Status seniman bela diri sangat dihormati di sini. Hampir semua orang berlatih seni bela diri, mulai dari bela diri warisan hingga seni bela diri kuno, dari yang paling lemah hingga yang paling kuat, bahkan seorang petani tua di pedesaan berlatih seni bela diri biasa untuk memperkuat tubuh mereka.
Sebagian besar dari mereka menggunakan metode untuk menyerap aura langit dan bumi, mengolah vitalitas dan menerobos hingga melampaui batas kekuatan tubuh mereka. Disebut Kultivasi Qi.
Long Ziling telah memeriksa tubuh Long Jue dan menemukannya ada yang aneh—tidak seperti apa pun yang pernah dilihatnya.
Saluran Qi-nya belum berkembang sempurna, seperti bayi yang baru lahir. Meridian-nya terletak di tempat yang tidak seharusnya, dan aliran energinya tidak normal.
Biasanya, saat seseorang menerima Qi, Qi tersebut mengalir ke Dantian.
Namun dalam kasus Long Jue, hal itu mengalir ke kepala.
Long Ziling telah mengujinya beberapa kali, tetapi setiap kali energinya berpindah ke otak Long Jue. Bahkan ketika ia mencoba memaksanya menuju Dantian, energinya akan kembali lagi ke kepala.
Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Long Ziling tak tahu harus berbuat apa.
Untuk saat ini, dia memutuskan untuk membesarkan Long Jue di luar istana kekaisaran sambil terus mengawasinya, menunggu ingatannya pulih dan mencari tahu kebenaran tentang istrinya.
Tapi dia membutuhkan tempat yang cocok.
Ah! Rumah itu!
Dia teringat sebuah rumah yang pernah dilewatinya dalam perjalanan ke sini—bersih dan terawat, tetapi anehnya tidak berpenghuni.
Sepertinya takdir telah menunjukkan tempat itu padanya untuk Long Jue.
Tidak ada alasan untuk ragu.
Aku akan membereskannya, menyewa beberapa pelayan, dan menempatkan Xiao Jue di sana.
Sebelum membawa Long Jue ke rumah itu, Long Ziling memeriksanya dengan teliti.
Rumah itu memang kosong.
Dilihat dari kurangnya aktivitas akhir-akhir ini, sepertinya penghuni rumah sebelumnya telah musnah karena suatu bencana.
Meskipun rumah itu terletak jauh di pegunungan dan agak mencurigakan, Long Ziling memutuskan bahwa jika pemiliknya kembali, ia akan menjelaskan situasinya dan memberi mereka kompensasi.
Setelah memastikan rumah itu tak berpenghuni, Long Ziling menyewa sejumlah pelayan, mengatur perbaikan, dan membersihkan tempat itu.
Dia bahkan memasang papan nama besar: Kesayangan Surga.
Dia melatih para pelayan dengan hati-hati, memastikan mereka tahu cara memperlakukan Jue.
Rumah yang tadinya kosong segera menjadi hidup, ramai dengan aktivitas.
Terakhir, barulah dia membawa Long Jue dan memberinya rumah yang bahagia.