"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"
Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.
Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Purnama datang.
Pagi hari seluruh warga kembali berkumpul di pohon kapuk tempat Mbah Rejo meninggal dunia, namun mereka kaget karena di sana sudah hadir seorang wanita yang sangat cantik menawan bergaun hitam, siapa lagi bila bukan Purnama sehingga semua yang ada di sana hanya bisa terdiam tanpa berani membuka suara walau hanya sepatah kata.
Kabar burung mengatakan bahwa Purnama ini adalah wanita yang begitu rumit dan mereka tidak boleh bertingkah sembarangan, sekali saja salah bicara kepada dia maka urusan akan menjadi panjang, maka dari itu mereka tidak ada yang berani untuk membuka suara terlebih dahulu agar tidak terjadi masalah dengan wanita cantik itu.
Walau sekarang mereka juga bingung kenapa mendadak saja Purnama sudah ada di dekat pohon kapuk dan menatap tubuh Mbah Rejo, mungkin saja sebenarnya wanita ini telah mengetahui bahwa tadi malam ada acara pemanggilan arwah di pohon kapuk ini, namun memang Purnama tidak ingin ikut campur dan membiarkan Dukun itu bertindak sendirian.
Sekarang dia datang untuk menyaksikan sendiri keadaan Mbah Rejo yang sudah meninggal dunia dengan leher patah, wajah pucat dari dukun tersebut juga pernah memperhatikan dengan seksama, bersama dengan Arya dia menyaksikan sendiri bahwa iblis pohon kapuk ini tidak akan mudah untuk di suruh pergi dan kemungkinan besar ada maksud tujuan lain sehingga dia mau merangkul Mirasih.
"Tidak perlu kaget dengan kedatangan kami di sini." Arya membuka suara terlebih dahulu.
"Mohon maaf, Mas Arya! tapi ada apa kok kalian berdua bisa datang ke sini?" Pak Lurah maju duluan karena Arya sudah mau berbicara.
"Kebetulan kabar tentang kampung kalian sudah sampai di telinga kami, jadi kami datang untuk melihat saja." jawab Arya sambil tersenyum manis.
"Apa kalian datang untuk membantu kami agar terbebas dari para arwah ini?" bu RT bertanya langsung.
"Atas dasar apa aku harus membantu kalian?" Purnama bertanya balik kepada bu RT yang ada di hadapan dia sekarang.
Mendengar nada bicara yang begitu ketus dan juga tatapan mata sangat tajam tentu saja membuat bu RT tidak berani lagi membuka suara, ini adalah salah satu kehebatan dari Purnama sehingga lawan membuat tidak memiliki mental lagi dan hanya bisa terdiam ketika dia sudah mengeluarkan ulti, memang sedikit saja bisa menyinggung perasaan ratu ular ini.
"Perlu aku tekankan kepada kalian semua yang ada di desa ini, aku datang ke sini bukan untuk menolong kalian tapi karena aku ingin membantu Mirasih!" Purnama berkata lantang menatap semua orang.
"Mbak Purnama!" Narti yang mendengar itu semua menjadi sangat senang dan dia berlari menghampiri wanita cantik ini.
"Jangan pegang aku." Purnama langsung menepis karena dia memang tidak mau di pegang orang lain.
"Aduh angkuh nya Kakak ku." keluh Arya dalam hati nya.
"Maaf, tapi saya adalah orang tua Mirasih dan bila memang mbak Purnama mau membantu maka saya akan sangat senang!" Narti berkata dengan penuh antusias.
Purnama memperhatikan wajah wanita yang ada di hadapan dia saat ini, terlihat mata Narti yang membengkak karena semalam full dia menangis membayangkan penderitaan sang anak, ini dia datang juga ke pohon kapuk karena segala sesuatu yang bersangkutan dengan setan saat ini sudah di sangkutkan juga dengan Mirasih, oleh sebab itu Narti datang juga ke tempat tersebut.
"Aku sangat minta tolong kepada mbak Purnama agar bisa mengungkap siapa yang telah membunuh Mirasih." Narti begitu memohon pada Purnama.
"Kamu jangan egois seperti itulah, Narti." bu RT juga membuka suara karena dia kesal melihat Narti yang lebih dulu mendekati Purnama.
"Dia tidak egois, kami datang ke sini juga karena ingin membantu dia!" Arya langsung menyahut ucapan bu RT tadi.
Sontak bu RT kembali terdiam karena dia tidak menyangka pria kalem yang ada di hadapan nya ini juga bisa mengeluarkan ucapan pedas, padahal tadi Dia mengira bahwa Arya adalah orang yang kalem Dan lemah lembut sehingga tidak mungkin banyak berbicara, namun ternyata di balik wajah kalem itu tersimpan ucapan pedas yang tidak terkira bila dia sudah terlanjur kesal.
"Kalian urus aja mayat dukun tua itu karena kami datang ke sini untuk keluarga Mirasih." tegas Purnama kepada para warga.
"Tapi kami juga membutuhkan bantuan dari Mbak Purnama." Pak Lurah berusaha memohon.
"Akan aku pikirkan nanti karena yang jelas saat ini aku akan mencari arwah Mirasih terlebih dahulu." jawab Purnama.
"Terima kasih saya ucapkan sebelumnya atas bantuan yang Mbak Purnama berikan pada desa kami." Pak Lurah tersenyum senang.
"Urus dengan benar dukun tua ini karena bila tidak maka dia akan gentayangan dan mencekik kalian semua." Arya malah menakuti para warga.
Para warga yang mendengar hal itu tentu saja menjadi semakin ketakutan, terutama untuk bu RT dan juga Maimunah karena yang mendatangi Dukun itu kemarin adalah mereka berdua, jadi kalau dukun tersebut ingin balas dendam maka pasti pada mereka berdua juga.
Padahal jelas dukun tua ini tidak akan pernah bisa menjadi arwah gentayangan, karena arwah dia telah di makan oleh pembunuh yang ada di pohon kapuk tersebut sehingga dia akan hilang untuk selama-lamanya, namun tentu saja para warga tidak tahu tentang hal itu Dan langsung percaya saja dengan ucapan Arya.
"Ini bagaimana kok malah jadi seperti ini?" Maimunah panik sendiri sekarang.
"Aku juga tidak tahu dan pasti bila dia menjadi arwah gentayangan maka akan mencari kita." bu RT juga panik sekarang.
"Ya Allah, kita harus berusaha keras untuk mendekati Purnama agar dia mau membantu kita juga!" Maimunah justru ingin mendekati Purnama.
Bu RT yang menjadi tertegun karena dia tadi sudah kena sembur oleh Purnama dan kemungkinan besar untuk mendekati wanita itu akan sangat sulit, memang begitu sulit karena dari kesan pertama saja dia sudah bisa menyimpulkan bagaimana orang yang baik dan orang yang tidak tepat untuk dia bantu.
"Nanti kita cari jalan keluar untuk masalah ini, sekarang yang paling penting kita urus mayat Mbah Rejo terlebih dahulu." Pak Lurah memberikan instruksi kepada para warga.
"Hahh niat hati ingin membuang arwah yang ada ini malah tambah arwah gentayangan lagi." celetuk Mansur.
"Iya, bagaimana nanti kalau arwah dukun tua ini malah menghantui bahkan lebih sadis." Saleh juga berkata pelan.
Semua warga memang sangat ketakutan dengan adanya kematian beruntun seperti ini, bahkan di tengah rasa takut yang melanda mereka jadi lupa bahwa sebenarnya mereka juga menyimpan rasa sedih di dalam hati, terutama untuk Mansur dan juga Arifin serta Putri karena mereka telah kehilangan keluarga yang sangat mereka cintai.
Selamat siang, jangan lupa like dan komen nya ya.
tapi kasih tau aja kalo ad aksus ini dan minta dewa iblis untuk siap2 kalo sewaktu2 di minta membantu...
sapa tau dewa iblis tau kelemahannya mukade itu seperti dulu dia tau kelemahannya zahra...
semoga rencannya malam ini berhasil untuk menangkap mirasih...
dan tidak ada lagi member yang musnah...
Aamiin aamiin aamiin.
semangat mba Purnama, mas Arya dan para member lainnya... 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪