NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Alibi

Arnold sempat tersentak, namun dengan kecepatan kilat, otak psikiaternya langsung memutar kemudi seratus delapan puluh derajat. Sorot matanya yang sempat mendingin sedetik lalu, langsung luntur berganti dengan binar mata polos yang dibuat-buat takjub.

Ia membolak-balikkan ponsel di genggamannya, menatap bagian belakang benda pipih itu dengan ekspresi super kagum.

"Softcase kamu kok lucu banget ih? Aku juga mau," ucap Arnold tiba-tiba dengan nada suara yang sengaja dibuat heboh.

Lova menghentikan langkahnya, menatap suaminya itu dengan dahi berkerut dalam. Ia melirik ponselnya sendiri yang sedang dielus-elus Arnold.

"Ini kan biasa aja Kak, apa Kakak suka? Kalau memang suka, nanti aku belikan juga buat Kakak," sahut Zarisha heran dan bingung. Padahal itu cuma softcase bening polos, tidak ada gambar atau hiasan apa pun.

'Di bagian mana yang lucunya, ya?' batin Lova, heran.

"Suka banget! Pokoknya belikan yang kembaran ya!" seru Arnold girang, menyembunyikan kepanikan batinnya karena gelembung pesan dari Teddy masih terus berkedip di layar depan.

Mata Arnold kemudian beralih pada nampan yang dibawa Lova. Hanya ada satu mangkuk bubur di sana. Otak jenius Arnold langsung menangkap peluang emas untuk mengusir Lova untuk sementara waktu agar dia bisa mengeksekusi Teddy tanpa gangguan.

"Loh, buburnya kok cuma satu mangkok, Istriku?" tanya Arnold sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kan yang sakit cuma Kakak," jawab Lova polos.

"Gak bisa, gak bisa. Sekarang kamu kembali ke dapur dan bawa buburnya satu lagi. Biar kita bisa saling suapan. Kamu belum sarapan juga kan? Ayo sini Kakak suapin kamu," rengek Arnold manja, mendorong pelan tangan Lova.

"Kita pakai ini aja, Kak. Gantian aja nyuapinnya," pinta Lova yang sedikit mulai ada rasa jengkel melihat kelakuan pria dewasa mirip anak kecil ini.

"Kalau nanti kita satu sendok suap-suapannya, kamu bisa ketularan demam. Sana ambil satu lagi di dapur, sekalian buat Mama kita juga."

Lova diam sejenak, memikirkan ucapan Arnold yang terdengar masuk akal juga. "Ya sudah, sebentar ya Kak, aku ambil dulu," ucap Lova setuju. Ia meletakkan nampan bubur Arnold di meja nakas, lalu berbalik badan menuju dapur kembali.

Begitu derap langkah kaki Lova menjauh dan dipastikan aman, senyuman manja di wajah Arnold langsung lenyap seketika. Berganti dengan seringai licik nan mematikan.

"Mari kita beri pelajaran untuk si pengganggu ini," desis Arnold dingin.

Dengan gerakan cepat, Arnold membuka kamera ponsel Lova. Ia menyendok sedikit bubur ayam di atas nakas menggunakan tangan kirinya, lalu mengarahkannya ke depan kamera seolah-olah ada tangan seseorang yang hendak menyuapinya dengan mesra.

Cekrek!

Foto sesendok bubur hangat dengan latar belakang kasur dan wajah Arnold yang memasang senyum paling songong sejagat raya berhasil diabadikan. Kelihatan sangat intim, seolah-olah Lova sedang duduk di tepi kasur sambil telaten menyuapinya sarapan pagi.

Tanpa membuang waktu, Arnold mengetik balasan telak menggunakan nomor Lova:

[Lova]: Maaf ya Ted, jangan ganggu aku. Suamiku semalam drop dan sekarang aku lagi sibuk menyuapinya semangkok bubur di ranjang. Soal cerita wanita jahat itu, aku gak peduli sama sekali. Mau apa pun masa lalunya, dia tetap suamiku yang sah, ganteng, dan bertanggung jawab. Tolong jangan jadi pengganggu di rumah tanggaku lagi ya. Bye!

Klik!

Pesan terkomit sempurna.

Setelah puas melihat pesan itu terkirim, Arnold langsung menghapus seluruh sisa pesan dan riwayat panggilan dari Teddy semalam tanpa sisa. Bersih total. Langkah terakhir, jemari panjangnya dengan kejam menekan tombol BLOKIR.

"Nah, selesai! Silakan kau mengamuk di sana, Teddy Bear," gumam Arnold puas sambil melempar HP Lova kembali ke atas kasur dengan santai.

Namun, begitu ponsel itu tergeletak tak bernyawa, senyuman sinis di wajah Arnold perlahan memudar. Kamar itu mendadak kembali sunyi, menyisakan Arnold yang terpaku menatap langit-langit.

Kata-kata Teddy di dalam pesan tadi kembali terngiang, menghantam kesadarannya dengan telak.

‘Dia menikahimu hanya sebagai alat untuk mendapatkan harta warisan keluarga Darmawan! Kamu hanya dimanfaatkan, Lova!’

Arnold mengepalkan tangannya kuat-kuat di balik selimut. Dada naik turun, merasakan sesak yang tiba-tiba menghimpit. Apa yang dikatakan Teddy, tidak sepenuhnya salah. Awal pernikahan ini memang didasari oleh motif egoisnya untuk merebut warisan papanya, Charless Darmawan yang akan diambil alih oleh Tania.

Arnold memijat pelipisnya yang mendadak kembali berdenyut nyeri. Detak jantungnya yang menggila begitu melihat nama Teddy ... Arnold menggelengkan kepalanya dengan keras, mencoba mengusir semua perasaan asing itu.

‘Gak. Ini salah,’ batin Arnold mengingatkan dirinya sendiri dengan dingin.

Sebagai seorang psikiater, dia tahu betul batasan profesional. Dia tidak boleh melibatkan perasaan. Apa yang dia rasakan sekarang pasti hanya bentuk dari countertransference, sebuah kondisi di mana terapis ikut terbawa emosi oleh pasiennya.

'Ya, pasti hanya itu,' tambahnya lagi meyakinkan hati.

‘Zarisha itu pasienku. Dan aku adalah psikiaternya. Pernikahan ini hanya transaksi medis. Tidak lebih. Sekarang, semua sudah kembali padaku. Cukup membuatnya pergi saja kan?’ Arnold membatin, menanamkan kalimat itu kuat-kuat di dalam otaknya, seolah sedang membangun benteng tinggi untuk membatasi hatinya sendiri agar tidak melangkah terlalu jauh.

Tepat saat benteng itu berhasil ia tegakkan kembali, terdengar suara langkah Lova yang kembali dari dapur sambil membawa semangkuk bubur baru.

Arnold langsung mengubah raut wajahnya. Begitu Lova masuk, Arnold tidak lagi menatapnya dengan binar mata manja yang tulus seperti tadi, melainkan dengan tatapan, datar, mencoba kembali membatasi dirinya layaknya seorang dokter yang sedang mengobservasi pasiennya.

"Ini Kak buburnya," ucap Lova polos, duduk di tepi ranjang.

"Terima kasih. Sekarang, kamu makan sampai habis. Setelah ini kita mulai sesi terapimu yang tertunda kemarin," ujar Arnold dengan suara datar dan sedikit berjarak, membuat Lova sempat tertegun sesaat karena perubahan sikap suaminya yang begitu cepat.

"Ta-tapi tadi katanya mau saling suap? Lagian, Kakak kan belum sembuh?" Entah kenapa ada rasa kecewa muncul di hati Lova.

Arnold tidak segera menjawab. Pria itu sengaja mengalihkan pandangannya ke arah jendela kamar, menatap langit pagi yang mulai cerah, mencoba mengabaikan getaran aneh di dadanya saat mendengar nada kecewa dari suara istrinya. Benteng pertahanan yang baru ia bangun di dalam kepalanya tidak boleh runtuh begitu saja.

"Aku sudah jauh lebih baik, Zarisha. Dan batasan di antara kita harus tetap berjalan sesuai kesepakatan. Aku psikiatermu, kamu hanya pasienku," sahut Arnold datar, tanpa menoleh sedikit pun.

Lova tertegun di tempatnya. Genggaman tangannya pada mangkuk bubur yang masih hangat itu perlahan mengerat.

*bersambung*

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief
sudah lah nold
kalau memang kamu udah ga bisa sembuhin lova
lepas aja lah🥹
Eva Karmita
jangan buat dokter Arnold lolos bikin Shok terapi buat pak dokter sadar hubungan pernikahan bukan untuk main"
Eva Karmita
kopi meluncur... lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi ya kak 🙈
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief: aku jugaaaa...
bakalan ada
total 3 replies
Eva Karmita
kenak sudah kamu pak dokter makanya kalau ada masalah tu jangan lari ke club harusnya mendekatkan diri kepada Tuhan... pengen lihat setelah Lova dikirimi video tadi reaksinya kayak apa pengen lihat pak dokter nangis di pojokan kamar menyesali diri 🤣🤣🤣 kirim Ted biar tau rasa Arnold ditinggalkan istrinya kayak apa ....sebel jadi orang kok seenaknya ngk mikirin perasaan orang lain
Eva Karmita: wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Eva Karmita
rekam aja setelah itu hasil rekaman nya kasih ke Lova ya Ted....!!? biar tu dokter kebongkar kedoknya 😤 senang banget nyakitin perasaan Lova 😩 mentang" hak waris sudah dlm genggaman tangannya..,, jahat kamu pak dokter 😏😤 pengen nonjok mulutnya cungkil matanya sama cabut ginjal Arnold 😩😏😤🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita: wkwkwk hahaha 🤣🤣🤣😏
total 2 replies
mimief
jangan Thor
judulnya terapi cantik ku yg rupawan
itu aja Thor
gemulai mah... terlalu klise😍😍
mimief: iy...sayang bet ya
padahal temanya seger bgt KL kataku
total 4 replies
mimief
jiaaahhh...
jadi bayangin
aduuh ternoda dah pikiran aye cyiiin🤣🤣🫣
SoVay: mikirnya wwf smackdown ni kayaknya 🙈
total 1 replies
mimief
yakin bang...bisa pergi
lova si udah mulai sembuh
ga terlalu perlu lu juga si...
tapi gimana yaaa???
Eva Karmita
Oke lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi y kak say
total 1 replies
Eva Karmita
aku dukung kamu Teddy biar pak dokter sadar dia cinta atau cuma manfaatkan di Lova ...biar pak dokter mencerna perasaan nya
hana roichati roichati
judulnya terapi hati psikriati gemulai lebih keren👍👍 lanjut kak
SoVay: moga beruntung ya kak 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
ya ampun lagi dan lagi rasanya pengen cabut ginjal Arnold 😩 ngk apa setelah pengobatan ini selesai Lova pasti pergi kok dan siap"aja y pak dokter kamu yg bakal hidup merana karena terkurung di rumah mewah mu sendiri 😏
SoVay: kita liat gaya dia kalau ditinggal kayak mana 🤣
total 1 replies
mimief
dasar dokter jiwa yg sakit jiwa
keplak kali palanya biar balik normal🤣🤣
SoVay: ampuuuun 🙈
total 1 replies
Eva Karmita
pengen ngetok palanya pak dokter dah tadi Lova di bawa terbang tinggi tapi setelah itu di jatuhkan ke dasar 😤😏 ...ingat ya pak dokter jangan lupa Lova itu istrimu bukan boneka yg sesuka hati dapat kamu mainkan kamu buang kamu pungut dia manusia punya hati dan perasaan... ya Tuhan bikin emosi aja ini dokter satu 😩😤😏
SoVay: dipotong dl 🙈
total 3 replies
mimief
nanya mah nanya aja ka
cyiin nya diilangin🫣🤣🤣
geplak lagi ninpake anduk
vote otw ka😍
mimief
wkwkwkkw
kyk korban pelecehan
🫣🤣🤣🤣
Eva Karmita
kalau ketahuan ya terima nasib aja pak dokter dan biar kamu sadar Lova berarti atau tidak di hidup mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!