NovelToon NovelToon
Kupu-Kupu Di Kota Batu

Kupu-Kupu Di Kota Batu

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:83
Nilai: 5
Nama Author: phiiiew

Keadaan berubah ketika Nowi memergoki kekasihnya berselingkuh tepat di atas ranjang mereka sendiri. Baru saat itulah ia menyadari bahwa seluruh kenyamanan yang selama ini dinikmatinya tak lagi miliknya. Padahal sebelumnya Nowi memiliki segalanya. Karier cemerlang, kehidupan berkecukupan, dan pasangan yang berparas tampan.

Kini, semuanya telah sirna. Tak ada lagi tempat tinggal, tak ada lagi sumber penghasilan, dan satu-satunya jalan keluar yang tersisa adalah menjual rumah warisan orang tuanya di kota Batu. Tempat yang sangat dibencinya, sarat akan kenangan pahit, serta menyimpan satu rahasia besar yang telah ia kubur dalam-dalam sejak masa remaja.

Kehancuran hidupnya itu pun memaksanya kembali menghadapi masa lalu yang telah ia tinggalkan sepuluh tahun silam, serta satu-satunya pria yang mencintainya sepenuh hati, sekaligus sosok yang paling menderita karenanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phiiiew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Sebuah Caffe

Namun itu sudah cukup. Sekarang ada jarak di antara mereka. Jika Oktavian mau mendekat lagi, ia harus melakukan hal yang mencolok, dan Nowi tidak akan membiarkannya.

“Maaf banget ya! Aku nggak sengaja. Orang di belakang tadi nabrak aku, terus aku jadi nggak nyaman karena terlalu dekat, jadi refleks mundur. Kamu nggak apa-apa kan?” tanya Nowi dengan nada lembut, meski suaranya sedikit bergetar karena takut.

Wanita yang ditabraknya terlihat cukup tua, seumuran dengan ibunya. Wanita itu melirik sekilas ke arah Oktavian dengan tatapan tidak suka sebelum kembali menatap Nowi.

“Nggak apa-apa kok, aku ngerti banget. Kenapa nggak kamu pesan duluan aja? Habis itu kita duduk bareng di sana sampai kamu merasa aman buat pulang sendiri,” kata wanita itu ramah.

Hati Nowi terasa lega seketika. Syukurlah, ada orang yang langsung paham situasinya tanpa perlu dijelaskan panjang lebar.

Ia memberanikan diri melirik ke arah Oktavian. Wajah pria itu tampak sangat marah. Selama mereka berpacaran, Oktavian tidak pernah menunjukkan sisi kasar dan posesif seperti ini. Nowi masih bingung bagaimana ia bisa tidak menyadari sifat asli pria itu selama ini.

Nowi memesan kopi untuk dirinya dan menawarkan membelikan juga bagi orang yang baru saja menolongnya. Dari balik kaca jendela cafee, ia melihat Oktavian keluar, masuk ke mobil, lalu melaju pergi dengan kecepatan tinggi.

Sambil menunggu pesanan siap, ponselnya bergetar di dalam tas. Nowi segera mengambilnya dan mendapati sejumlah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.

Nomor Tidak Dikenal: Kamu bakal tanggung akibatnya buat apa yang baru aja terjadi, Nowi.

Nomor Tidak Dikenal: Kalau berani bikin aku malu lagi, aku pastiin kamu nyesel seumur hidup.

Nomor Tidak Dikenal: Pulang sekarang juga.

Seorang wanita di sampingnya menyentuh lengannya secara pelan untuk menarik perhatian. Nowi sedikit terkejut karena pikirannya masih kacau akibat pesan yang baru dibacanya.

“Siapa namamu, sayang?” tanya wanita itu dengan nada lembut.

“Aku Nowi.”

“Nama yang cocok buat orang secantik kamu. Aku Salma. Orang yang tadi itu, kamu kenal kan? Bukan orang asing?”

Mereka duduk di kursi dekat jendela yang menghadap jalanan Lagoon yang padat dan ramai. Nowi meletakkan cangkir kopi di atas meja, lalu meremas kedua tangannya di pangkuan karena merasa gugup.

“Iya, kenal. Dia mantan pacar aku. Aku ninggalin dia karena ketahuan selingkuh, tapi dia nggak terima dan masih nggak mau lepasin aku.”

“Kamu udah bener mutusin buat pergi. Sekarang kamu baik-baik aja? Butuh bantuan atau punya tempat aman buat nginap sementara?”

Pertanyaan itu terasa menyentuh hatinya. Nowi sudah terlalu lama bertahan sendirian hingga lupa rasanya merasa aman dan tenang. Yang langsung terlintas di pikirannya adalah kota Batu dan sosok Vito.

Memang ada Agnia, sahabatnya, yang selalu menyambutnya di apartemen. Namun Nowi tidak ingin membuat Agnia merasa tidak nyaman atau menyeretnya ke dalam masalah ini. Ia juga tidak bisa terus menumpang tidur di sofa dan mengganggu ruang pribadi sahabatnya itu.

“Aku punya,” jawab Nowi pelan. “Malam ini aku bakal nginep di rumah teman, besok baru pulang. Di sana aku aman kok.”

“Baguslah kalau begitu,” kata Salma sambil mengangguk. “Inget ya, kamu jauh lebih kuat dari yang dia kira. Wanita emang sering diremehkan, tapi justru itu yang bikin kita bisa bertahan dan menang.”

Nowi mengucapkan terima kasih kepada Salma, lalu segera pergi menuju apartemen Agnia. Ia harus memberitahu sahabatnya bahwa mereka akan pergi dari kota untuk sementara waktu.

Ia berencana pergi ke Batu. Udara pegunungan yang segar di sana akan membuat pikirannya lebih tenang, sehingga ia bisa memulihkan diri, menyembuhkan luka hati, dan mungkin mencari jalan baru untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Ia hanya berharap bisa bertahan melewati masa sulit ini. Suatu hari nanti, ia ingin kembali ke Lagoon dengan keadaan yang jauh lebih baik.

...***...

Di tempat lain ....

Oktavian duduk di dalam mobil sambil menatap jendela apartemen Agnia di lantai satu. Meski masih marah kepada Nowi akibat kejadian di kafe, ia tahu perempuan itu harus kembali. Ia akan memperbaiki semuanya, dan Nowi pasti menyadari hal itu.

Sejak pertama kali bertemu, Oktavian yakin Nowi adalah pasangan yang tepat untuk dijadikan istri. Nowi cantik, pendiam, tidak banyak bertanya, dan penampilannya selalu membuatnya terpikat. Nowi adalah miliknya, tidak ada orang lain yang boleh menyentuhnya.

Ia bahkan membujuk orang tuanya untuk mempekerjakan Nowi, tanpa memedulikan kemampuan perempuan itu. Nanti setelah menikah, Nowi tidak perlu bekerja lagi.

Dulu ia meyakinkan kakeknya untuk membeli gedung tempat Nowi tinggal bersama teman-temannya. Sehingga gadis itu harus tinggal bersamanya di apartemennya. Ia memberikan waktu satu minggu bagi Nowi untuk menikmati masa-masa itu sebelum pindah. Hanya dengan bantuan minuman anggur dan kue, Nowi langsung menyetujuinya. Semuanya berjalan sangat mudah.

Kini, ia Butuh waktu untuk menemukan perempuan yang memiliki kemiripan dengan sahabat Nowi. Rencana yang disusun Oktavian sangat sempurna. Ia akan berpura-pura menjadi korban, menyampaikan bahwa Agnia yang mendekati dan menggoda dirinya, serta merusak segalanya. Ia hanya perlu meminta maaf, persahabatan Nowi dan Agnia akan berakhir, dan Nowi sepenuhnya menjadi miliknya.

Ia akan memperbaiki semuanya. Ia akan mendapatkan Nowi kembali, dengan cara apa pun yang diperlukan. Jika perlu, ia akan mengunci Nowi dan membuang kuncinya selamanya. Nowi adalah miliknya.

...***...

Di Kota Batu....

Hari Senin tiba dengan cepat dan terasa sangat melelahkan. Vito membutuhkan asupan kopi dalam jumlah banyak agar dapat menjalani hari dengan baik.

Ia pulang larut malam setelah menghadiri makan malam keluarga. Karena langit terlihat mendung dan akan segera hujan, ia memilih menggunakan truk dan berhenti sebentar di cafee sebelum pergi ke tempat kerja.

Setelah turun dari kendaraan, ia melihat Bu Ninik duduk di teras sambil memangku anjing kecil kesayangannya.

Bu Ninik adalah pemilik satu-satunya cafee sekaligus toko roti di kota tersebut. Tempat itu telah berdiri selama lebih dari empat puluh tahun dan menjadi ciri khas daerah kota Batu. Saat ini, cucunya, Anggraini, yang mulai mengelola usaha tersebut.

Bu Ninik memiliki kebiasaan untuk selalu memperhatikan keadaan sekitar. Sejak masih kecil, Vito selalu melihatnya duduk di teras dan mengamati orang-orang yang lewat di jalan utama.

Begitu mendekat, anjing kecil itu langsung berlari ke arahnya sambil menggonggong dan menggeram tanpa henti. Bentuk tubuhnya lebih mirip tikus daripada seekor anjing. Vito sangat tidak menyukai anjing berukuran kecil. Baginya, hewan-hewan itu hanya menimbulkan gangguan, bertindak sembarangan, dan tidak memiliki sopan santun.

Vito mengangkat anjing itu dari kakinya lalu meletakkannya kembali di pangkuan Bu Ninik. Hewan itu justru mencoba menggigit tangannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!