NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 : Minimarket heboh

Rosline langsung terdiam.

Nada suara Edwin tidak tinggi, tetapi cukup membuatnya tidak berani membantah lagi.

“Ta-tapi motor saya…”

“Nanti ada orang yang mengantarnya ke toko.”

Rosline kembali menoleh ke arah motor tuanya dengan wajah tidak enak. Motor itu memang sudah sering mogok akhir-akhir ini. Namun tetap saja, kendaraan itu satu-satunya yang ia punya.

Edwin berjalan lebih dulu menuju mobil hitam mewah yang terparkir di halaman.

Pintu mobil terbuka otomatis.

Rosline langsung menelan ludah gugup. Seumur hidupnya, ia belum pernah naik mobil semewah ini.

“Masuk.”

Rosline berdiri kikuk beberapa detik sebelum akhirnya masuk perlahan. Interior mobil itu bahkan lebih mewah daripada kamar kosnya. Rosline duduk sangat hati-hati sampai tubuhnya nyaris kaku.

Tak lama kemudian mobil mulai melaju meninggalkan rumah besar tersebut. Suasana di dalam mobil terasa hening. Rosline bahkan bisa mendengar suara napasnya sendiri.

Ia diam-diam melirik Edwin yang fokus menyetir. Pria itu benar-benar tampan. Rahang tegas, hidung mancung, ada sedikit brewok dan tatapan dingin yang membuatnya terlihat sulit didekati.

Namun anehnya, Rosline tidak merasa Edwin orang jahat. Hanya saja pria itu terlalu dingin.

“Alamat kosmu.”

“Eh? Aku harus kembali ke toko,” jawab Rosline cepat sambil menoleh gugup.

Edwin sempat melirik sekilas ke arahnya. “Kamu belum selesai kerja?”

Rosline mengangguk kecil. “Saya izin keluar tadi hanya untuk mengantar paket.”

Edwin tidak berkata apa-apa lagi. Mobil hitam mewah itu akhirnya berbelok arah menuju minimarket tempat Rosline bekerja.

Sepanjang perjalanan Rosline terlihat gelisah sendiri. Ia membayangkan bagaimana reaksi teman-temannya nanti.

Mobil Edwin terlalu mencolok. Bahkan orang awam pun tahu harga mobil itu pasti sangat mahal. Tak lama kemudian mobil berhenti tepat di depan minimarket.

CIIITTT

Beberapa pelanggan yang sedang keluar masuk toko langsung menoleh. Mobil mewah seperti itu jarang sekali masuk ke area minimarket kecil tersebut.

Rosline langsung panik sendiri. “Tu-Tuan… saya turun di sini saja.”

Namun sebelum Rosline membuka pintu, pintu minimarket sudah terbuka lebih dulu. Dua teman kerja Rosline keluar sambil membawa kardus.

Dan seketika keduanya membeku.

“Eh… itu Rosline?”

“Ya ampun…”

Mata mereka langsung membesar melihat Rosline keluar dari mobil mewah hitam itu. Belum lagi Edwin yang ikut turun beberapa detik kemudian.

Dengan kemeja hitam dan aura dinginnya, pria itu langsung menarik perhatian semua orang. Beberapa pelanggan perempuan bahkan diam-diam melirik kagum. Rosline langsung ingin bersembunyi rasanya.

Sementara itu kepala toko yang kebetulan sedang berdiri dekat kasir ikut keluar melihat keributan kecil di depan toko. Dan pria paruh baya itu langsung terkejut.

“Ros?!”

Rosline buru-buru membungkuk kecil. “Maaf, Pak… tadi motornya mogok jadi...”

Namun penjelasan Rosline terpotong saat Edwin berjalan mendekat dengan tenang. “Saya yang menahan dia, jadi dia lama.”

Suasana langsung hening. Teman-teman Rosline saling melirik syok. Kepala toko bahkan terlihat sedikit gugup melihat aura Edwin.

“Ti-tidak apa, Tuan…”

Edwin mengeluarkan sebuah kartu nama hitam dari sakunya lalu menyerahkannya pada kepala toko.

“Mulai besok Rosline akan bekerja paruh waktu di rumah saya.”

Kepala toko langsung menerima kartu itu dengan tangan gemetar kecil. Dan saat membaca nama yang tertulis di sana, wajahnya langsung pucat.

Alexander Group.

Matanya langsung membesar kaget. Ia buru-buru menatap Edwin lagi dengan jauh lebih hormat.

“Ba-baik, Tuan!”

Rosline yang melihat perubahan ekspresi bosnya hanya bisa bingung sendiri. Sedangkan teman-temannya mulai berbisik heboh.

“Ya ampun… siapa dia?”

“Pacarnya Rosline?”

“Gila… ganteng banget…”

Rosline langsung salah tingkah sampai wajahnya memerah. “Bu-bukan!”

Namun Edwin justru terlihat santai. Pria itu kembali menatap kepala toko. “Kalau ada masalah soal jadwal kerja, hubungi saya langsung.”

“B-baik, Tuan…”

Setelah itu Edwin menoleh pada Rosline. “Besok jam tujuh.”

Rosline langsung gugup lagi. “Iya, Tuan…”

Edwin kemudian masuk kembali ke mobilnya. Tak lama setelah mobil mewah itu pergi meninggalkan area minimarket, suasana langsung pecah.

“Roslineeee!!”

Dua teman kerjanya langsung menyerbu Rosline heboh.

“Siapa dia?!”

“Kamu ternyata kenal orang kaya?!”

“Kok ganteng banget sih?!”

Bahkan kepala toko ikut mendekat dengan wajah masih syok. “Ros… kamu kerja sampingan sama keluarga Alexander?”

Rosline langsung bingung harus menjawab apa. Karena jujur saja, sampai sekarang dirinya sendiri masih belum percaya dengan semua yang terjadi hari ini.

Rosline masih berdiri kikuk di depan minimarket sambil memegang tas kecilnya erat. Jantungnya bahkan belum tenang sejak mobil Edwin pergi meninggalkan tempat itu.

Kepala toko ikut mendekat sambil masih memegang kartu nama hitam pemberian Edwin tadi. Wajah pria paruh baya itu terlihat serius sekaligus bingung.

“Ros…”

“Iya, Pak?”

“Itu pria yang rumahnya tadi kamu antar paket?”

Rosline mengangguk pelan.

“Iya…”

Seketika kepala toko langsung membelalakkan mata.

“Jah?!”

Teman-teman Rosline ikut terkejut. “Yang rumah di blok A-17 itu?!”

Rosline kembali mengangguk pelan.

Kepala toko langsung terlihat tidak percaya. “Tidak mungkin…”

Rosline jadi bingung sendiri. “Memangnya kenapa, Pak?”

Pria itu langsung mendekat sedikit sambil menurunkan suara. “Rumah itu sudah hampir dua tahun jadi pelanggan minimarket kita.”

Rosline terdiam mendengarkan.

“Selama ini tidak pernah ada yang benar-benar bertemu dengan pemilik rumahnya.”

“Hah?”

Bahkan teman-teman Rosline ikut merinding mendengarnya.

“Hendrik yang paling sering antar paket ke sana saja tidak pernah bertemu siapa-siapa,” lanjut kepala toko.

“Dia biasanya hanya menaruh barang di depan gerbang lalu pergi.”

Salah satu pegawai langsung ikut menyahut. “Iya, Hendrik bahkan pernah bilang rumah itu serem. Katanya kayak rumah kosong,” sambung pegawai lain pelan.

Rosline langsung menelan ludah. Ia jadi teringat suasana rumah besar itu yang memang sangat sepi.

Kepala toko kembali menatap Rosline serius. “Dan sekarang… kamu malah diantar pulang langsung sama pemilik rumahnya?”

Rosline langsung salah tingkah. “Ta-tadi hanya karena motor saya mogok…”

Namun jelas saja tidak ada yang percaya sesederhana itu. Salah satu teman kerja Rosline langsung memegang lengannya heboh.

“Ros, jujur deh… dia suka sama kamu ya?”

“Tidak!”

Wajah Rosline langsung merah padam.

Sedangkan kepala toko masih memperhatikan kartu nama di tangannya dengan ekspresi tegang.

“Pak… memangnya keluarga Alexander itu siapa?” tanya Rosline pelan.

Kepala toko langsung menatapnya. “Kamu benar-benar tidak tahu?”

Rosline menggeleng polos.

Pria itu menghela napas kecil sebelum akhirnya menjelaskan. “Keluarga Alexander itu keluarga paling berpengaruh di kota ini.”

Rosline langsung diam mendengarkan.

“Bisnis mereka ada di mana-mana. Hotel, pelabuhan, properti, ekspor…” Nada suara kepala toko perlahan mengecil. “Dan dunia hitam.”

Rosline langsung membeku.

“Dulu Tuan Alberto Alexander dijuluki raja mafia kelas kakap.”

Mata Rosline langsung membesar. “Ma-mafia?”

“Semua orang takut sama keluarga itu.”

Suasana mendadak terasa sedikit menegangkan.

“Dan pria tadi…” kepala toko menatap kartu nama hitam itu lagi. “Dia Edwin Alexander.”

Rosline langsung menelan ludah gugup.

“Cucu keduanya Tuan Alberto.”

Salah satu teman kerja Rosline langsung berbisik pelan..“Pantas auranya serem…”

“Tapi ganteng…”

“Eh iya…”

Rosline langsung makin salah tingkah mendengarnya. Namun dalam hati gadis itu mulai gelisah... Mafia? Kenapa hidupnya tiba-tiba terasa seperti masuk ke dunia yang sama sekali berbeda?

Dan lebih parahnya lagi, besok pagi ia harus kembali ke rumah itu.

1
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!