NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Datang

Sera segera meminum air dalam gelas, bicara dengan Graven membuat tenggorokannya terasa kering seketika.

Beranjak dari tempatnya, Sera kembali ke dalam kamarnya dengan langkah cepat dan mulut yang mengumpat karena kesal.

Di balkon, Sera berusaha menenangkan dirinya, menghela nafas dan bersiap menghubungi kembali, tidak terima jika hari ini dirinya harus masuk ke perusahaan, tidak bisa!

Satu kali panggilan segera diangkat oleh Graven, dengan suara tenang dan berat penuh dengan kekuasaan yang ingin di tunjukkan, dan Sera sangat membenci itu.

"Apa lagi?, waktumu lima belas menit untuk sampai ke sini, aku sudah memberimu waktu yang cukup longgar, dan itu sebenarnya sangat melanggar"

"Harus aku ulangi berapa kali, Aku CUTI!"

"Tidak bisa, rapat penting investor besar hari ini untuk menentukan deal kontak atau tidak, kamu tidak ingin perusahan ini bangkrut mendadak bukan?"

"Apa kamu saja tidak cukup untuk menentukan hasilnya?!, jangan bercanda Graven!"

"Kamu pikir aku cukup waktu untuk bercanda dengan mu, masuk hari ini, selesaikan rapat, besok kamu bisa cuti"

"Gak bisa!"

"Apanya yang gak bisa, kamu bisa rapat sambil nge mil atau rebahan kalau mau, asal datang ke kantor mu!"

"Kamu kira aku sedang ngemil dan rebahan sekarang?"

"Memangnya kamu sedang apa?"

"Terserah aku dong, buang-buang uang warisan yang tak akan habis tujuh turunan tujuh tanjakan"

"Pantes, ternyata hanya parasit saja"

"EXCUSE ME?!" Teriak Sera tak terima.

"Memangnya di sebut apa orang yang hanya bisa menghisap uang keluarga untuk gaya hidup dan pengakuan diri saja"

"Jaga mulut mu Graven Rudolf!"

"Aku sudah menjaga, bukannya kamu yang tak menjaga harga dirimu Nona CEO?"

"Terserah, aku muak, aku lelah dan aku ingin istirahat hari ini, aku CUTI!"

"Sera, aku serius, kamu ingin ongkang-ongkang saja sementara aku bekerja keras, di mana tanggung jawab mu?"

"Bukannya kamu penentu keputusan, berarti kamu dong yang harus bertanggung jawab, kenapa mesti aku?"

"lupa kalau kamu CEO Sera,?" suara Graven dengan nada rendah tapi penuh dengan tekanan, membuat Sera seketika ingin sekali membuat perhitungan.

"Aku gak peduli, hari ini aku cuti. Titik!"

Diam, tak ada jawaban ataupun suara yang di dengarkan untuk beberapa detik, hingga kemudian terdengar satu kata_

"OKEY"

Sera curiga, kenapa Graven tak lagi membantah.

"Emm, jadi_?"

"Tidak masalah, kamu cuti kan?, berada di rumah mu, dan tidak ada salahnya aku bawa pekerjaan ke sana"

Deg

Apa?, sepertinya Sera mulai terganggu pendengarannya, tangannya memeriksa telinganya dan sepertinya tak ada masalah.

"Tu tunggu, tadi kamu bilang apa?" tanya Sera sekali lagi untuk memastikan jika dia tak salah dengar.

"Kalau kamu tidak mau datang, aku yang akan kesana dengan membawa pekerjaan, kita selesaikan semuanya di rumah mu, mudah bukan?"

Sejenak Sera terdiam mengerutkan kening, dan ya Tuhan!

"Kamu sudah gila?!, aku ingin istirahat dari pekerjaan, kenapa malah membawanya ke tempat pribadiku, kamu ingin menjadikan Mansion ku kantor juga?!" teriak Sera sungguh tak bisa menerima ide gila dari Graven.

"Pilihan ada di tang mu, sekarang, datang ke kantor mu atau aku yang datang ke Mansion mu"

Sera benar-benar ingin membanting seseorang sekarang, dia bahkan mulai cemas jika laki-laki gila kerja ini akan benar-benar melakukan aksinya.

Heran setengah mati, kok ada orang modelan kayak Graven Rudolf, dan sialnya Sera di pertemukan dalam sebuah kontrak kerjasama, ibarat ketiban tangga, sekalian orangnya.

"Dengar Graven, aku sedang ingin tenang sekarang, kamu sudah mengacaukan hidupku, aku capek kerja bagai kuda di perusahaan ku sendiri, ini tidak lucu sama sekali!"

"Dasar manja, aku tidak menerima keluh kesah mu Sera, ada deadline yang harus kita kejar, kita kerjakan bersama, revisi bersama dan tidak akan aku biarkan kamu melarikan diri dari itu semua, ingat tanggung jawabmu Nona CEO"

"Aku sudah bilang, kamu kan pimpinannya, kenapa tidak sekalian kamu kerjakan sendiri saja, satu hari saja aku yakin tidak berat bagimu Graven"

"INI PROYEK KITA_, Sera" sahut Graven.

"Sepertinya tidak begitu juga ,ini proyek kamu dan Oma, kalian yang menentukan kontrak tapi aku yang kena imbas nya, iya kan?!"

"Tidak menerima keluhan, kamu CEO nya sekarang"

Sera ingin sekali membuang jauh ponselnya, bicara sama Graven Rudolf benar-benar membikin sakit kepala.

"Aku tidak mengeluh, aku hanya ingin bernafas saja, ngerti gak sih kamu?!"

"Nanti saja nafasnya, setelah proyek ini selesai, untuk sekarang ini tarik nafas panjang dan siapkan dirimu untuk melanjutkan pekerjaan, tidak ada kata berhenti, apalagi CUTI" Graven menjawab tanpa peduli.

Sera mencak-mencak sendiri, merasa begitu frustasi, kenapa susah sekali membuat Graven mengerti, yang ada justru mau tidak mau dia harus menurutnya, sialan!

"Aku tidak peduli, sekali cuti aku kan tetap cuti, selamat pagi" jawab Sera.

"Okey, enam menit lagi aku sampai, siapkan dirimu"

Klik

Bukan Sera yang menutup sambungan, justru Graven yang melakukan.

"GRAVEN GILA!" teriak Sera.

Disaat yang sama sang Oma membuka pintu kamarnya, tentu saja mendengar teriakan keras dari Sera.

"Graven?" tanya Oma, kini berjalan mendekati Sera dan akhirnya bergabung di sana, "Apa maksud mu Graven Rudolf Sayang?"

Sera duduk sambil mengacak-acak rambutnya, frustasi dengan keadaan saat ini, bahkan untuk hidup tenang saja rasanya tidak bisa, dan semua itu karena Setan jalanan yang doyan kerja, siapa lagi kalau bukan Graven Rudolf.

"Iya Oma, laki-laki sialan itu seperti iblis yang menginginkan jiwaku saja, dia sudah gila!"

"Maksudnya?"

"Dia sudah gila Oma, bekerja siang malan tidak tau waktu, dan parahnya sekarang dia menyeret ku!"

"Ke mana?"

Ya Tuhan, pertanyaan macam apa sih Oma!, batin Sera semakin kesal saja

"Ke neraka!" teriak Sera dan ingin menangis sekencang-kencangnya.

Oma hanya tersenyum, mendekat dan mengusap lembut punggung Sera.

"Para wanita di keluarga Nugraha tidak ada yang lemah, mereka semua adalah pejuang tangguh, bukan hanya waktu yang di korbankan, bahkan nyawa juga tak di pedulikan" ucapnya lembut.

Sera terdiam, lalu mengangkat kepalanya perlahan, menatap sang Oma yang masih memancarkan kecantikannya di usia yang sudah renta.

"Oma_"

"Sudah, bersiap saja, Oma tau kamu bisa, hadapi kehidupan dengan menegakkan kepala, kamu seorang Nugraha" Oma membawa Sera berdiri, mengusap wajahnya, lalu memberi senyuman dan pergi.

"Tunggu Oma!"

"Iya?"

Oma Alena berhenti dan berbalik perlahan.

"Bisa membantuku menutup semua akses masuk Mansion ini?"

"Tentu saja, jika untuk pengganggu, tapi untuk Rudolf_Oma tidak akan melakukannya" menjawab dengan senyuman.

Ceklek

Pintu tertutup dan Sera ingin menangis sekencang-kencangnya.

Ini Oma kubu siapa sih?

Bersambung, yuk jangan lupa komennya.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!