NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia / Tamat
Popularitas:592.1k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Punggung Ringkih yang Mengganggu

Pintu otomatis lobby Montgomery Corp terbuka ketika Ethan melangkah keluar. Angin malam menyentuh kemejanya yang kusut, sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Jasnya tersampir di lengan, bukan melekat pada tubuhnya.

Pria itu masuk ke mobil hitam yang sudah menunggu di depan. Begitu pintu tertutup, ia melempar jasnya ke kursi lalu menekan pelipisnya. Pernikahan, komitmen, ikatan… semua kata itu terasa seperti jerat.

“Kita berangkat, Tuan,” ujar Jerry dari depan.

“Hmm…”

Jerry mengangguk, lalu mobil mewah itu berjalan meninggalkan gedung tinggi itu.

Ethan menatap keluar jendela, melihat bayangan kota yang sudah sering ia lalui bersama Celine. Meski tak banyak bicara, ia selalu merasa nyaman di dekat gadis itu. Celine mengerti dirinya lebih dari siapa pun. Saat semua orang ragu akan keputusannya, gadis itu akan datang dengan senyum yang menenangkan, menggenggam tangannya, berdiri di pihaknya dan mendukung semua keputusannya.

Ethan menghembuskan napas kasar, meyakinkan dirinya bahwa ini adalah keputusan yang benar.

Sebuah halte kecil muncul di sisi jalan, diterangi lampu jalan yang mulai meredup. Tepat di bawahnya, gadis yang bertatapan dengannya di lift tempo hari duduk sambil memeluk tasnya erat-erat. Ethan menggeser pandangannya sekilas, melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah hampir tengah malam.

Kenapa gadis itu masih di luar? Pertanyaan yang sama sekali bukan urusan pria sekelas dirinya.

Ia menahan helaan napas, merasa kesal pada dirinya sendiri. Sial… sejak kapan aku peduli hal seperti ini?

Mobil tetap melaju, namun Ethan tidak mengalihkan pandangan dari kaca.

Jerry menangkap kedutan kecil di mata tuannya melalui spion. “Ada sesuatu yang harus saya…”

“Berhenti!” perintah Ethan.

Suara mobil berdecit bergesekan dengan aspal. Jerry menatap Ethan dari kaca spion. Tuannya sedang menatap lurus pada sosok gadis yang memeluk lututnya di kursi halte.

“Suruh gadis itu masuk!” ujar Ethan datar.

Jerry memandang gadis itu sebentar, tampak ragu. Bukan karena melanggar aturan, tapi karena permintaan Ethan terasa tidak masuk akal. Namun ia tidak sedang diberi pilihan. Jerry mengangguk patuh lalu turun menghampiri gadis itu sesuai perintah.

Ethan mengamati setiap bahasa tubuh dan konfrontasi di luar dari dalam mobil dengan pandangan tajam. Ujung sepatunya mengetuk lantai mobil, telunjuknya bergerak ritmis di atas paha. Jerry bekerja terlalu lama.

Ethan kehilangan kesabaran, lalu menurunkan kaca jendela.

“Masuk!”

Gadis itu tersentak, hampir mundur.

“Jangan membuatku mengulangi perintah dua kali!” Suaranya rendah, dingin, dan menggetarkan udara.

Tatapan Ethan membuat Cantika menelan rasa takut. Ia masuk dengan tubuh kaku, lalu menutup pintu pelan seakan takut merusak mobil mahal itu. Ia duduk di samping Ethan, tidak berani menoleh. Aroma lembut cologne pria itu menciptakan jarak sekaligus tekanan yang membuat lututnya lemas.

Ketika ia menurunkan tubuh, sesuatu yang empuk terasa di bawah bokongnya. Cantika memegangnya sekilas dan seketika matanya membola. Ia langsung menariknya dengan tangan gemetar. Jas hitam mahal yang hanya bisa dimiliki pria sekelas Ethan Montgomery.

Ia buru-buru melipatnya rapi, lalu menyerahkannya pada Ethan.

“M-maaf… Pak,” bisiknya tanpa berani menatap.

Ethan menerimanya tanpa respon berlebihan, getaran dari tangan Cantika tak luput dari penglihatannya.

Setelahnya, keheningan menekan seluruh ruang mobil untuk waktu yang lama.

“Perusahaanku tidak mempekerjakan stafnya hingga jam seperti ini.” Suara dingin Ethan memecah keheningan.

Cantika mengangkat wajah pelan, ragu apakah ia sedang ditegur atau sedang diuji. “S-saya… menyelesaikan sisa pekerjaan saya, Pak. Besok saya izin tidak masuk karena harus mengambil rapor adik saya.”

Ethan mengalihkan pandangan. Tatapan tajamnya membuat jantung Cantika berhenti berdetak.

“Alasan klasik untuk bolos kerja.” ujarnya menusuk.

Hati Cantika terasa diremas. Ia menunduk, menggigit bibir bawah mencoba menahan air mata yang mengambang di pelupuk mata.

“Tidak diizinkan, bekerja seperti biasa atau kau tidak perlu datang lagi selamanya.” lanjut Ethan datar.

Akhirnya tetesan itu jatuh pelan di tangan Cantika tanpa bisa ditahan.

Dan Ethan melihatnya.

Entah mengapa dadanya terasa… tidak nyaman. Sensasi asing yang tidak pernah ia izinkan tumbuh dalam dirinya.

Mobil perlahan melambat ketika memasuki area yang gelap. Jalan sempit, rumah-rumah padat, gang kumuh yang kontras dengan sosok pria aristokrat yang duduk diam seperti raja dalam singgasananya.

“Sudah sampai, Tuan,” kata Jerry.

Cantika buru-buru membuka pintu, udara malam yang dingin langsung menyergapnya.

“Terima kasih atas tumpangannya, Pak,” katanya pelan. Ia berhenti sejenak, menarik napas yang berat sembari menyeka pipinya.

“Mungkin, hari ini hari terakhir saya bekerja. Orangtua saya sudah meninggal. Tidak ada yang bisa mengambil rapor adik saya selain saya.”

Ia menunduk dalam, memberi hormat kecil, lalu menutup pintu tanpa menunggu jawaban. Ia terlihat berjalan masuk ke gang itu, menahan isak yang akhirnya pecah juga. Setiap langkahnya meninggalkan jejak kesedihan samar yang terdengar di telinga Ethan.

Ethan duduk diam, rahangnya terkunci.

Jerry menelan ludah pelan, menoleh ke belakang. “Tuan…?”

“Jalan.”

Satu kata yang datar namun lebih berat daripada biasanya.

Ethan menatap lurus ke depan, mobil kembali berjalan membawa tubuhnya dalam keheningan. Namun pikirannya tertinggal di gang gelap tadi, di punggung ringkih yang menjauh dan air mata yang sama sekali tidak ia rencanakan untuk melihat. Ia membenci perasaan ini, namun tak bisa mengabaikannya.

Ethan memasuki mansion dengan langkah presisi. .

“Ethan!”

Langkah cepat mengema di lantai, Ethan mengenali hentakan itu tanpa perlu mencaritahu siapa pemiliknya.

Celine berlari kecil lalu memeluknya erat, nadanya centil dan manja. “Kau ke mana saja? Aku mengirimimu pesan sejak pagi. Aku sangat khawatir, Ethan.”

Ethan membalas pelukannya, gerakan yang membuat Celine merasa aman.

“Maaf,” katanya rendah. “Aku sibuk dan tidak sempat melihat ponsel.”

Celine mengangguk di dadanya, matanya terpejam menghirup aroma yang ia rindukan seharian ini. Bagi Celine, Ethan adalah rumah.

“Kak Celine!” suara tenang muncul dari arah tangga. Serena berdiri di sana dengan tangan menyilang dan ekspresi menghakimi. “Harusnya kau menjewer Kak Ethan dulu, bukan langsung memeluknya seperti itu.”

Celine melepaskan pelukan sambil terkikik.

“Dia pasti lelah. Bagaimana mungkin aku menjewernya?”

“Kau terlalu memanjakan kakakku,” dengus Serena.

Ethan mengalihkan pandang padanya, memperhatikan Serena dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan menilai.

“Kau terlihat… jelek.” Nada suaranya datar, tanpa emosi, seperti menyampaikan laporan cuaca.

“Kakak!” seru Serena menghentakkan kakinya. Ia baru pulang dari wilayah berbahaya, dan yang ia dapat hanyalah hinaan kakaknya seperti biasa.

Celine mencubit lengan Ethan gemas, hukuman kecil yang penuh cinta.

“Jangan begitu. Peluk adikmu, Ethan.”

Ethan menarik napas kecil, entah pasrah atau malas berdebat. Ia membuka lengannya lebar dan saat itu juga Serena langsung masuk ke pelukannya. Ethan tersenyum tipis, mengacak rambutnya asal hingga Serena meringis kesal.

“Kau bahkan tidak bertanya kabarku,” protes Serena.

“Jika kau masih bisa berdiri di sini dan berteriak padaku,” jawab Ethan tanpa menoleh, “itu bukti kau baik-baik saja.”

Serena mendorong bahunya. “Dasar menyebalkan.”

1
JR Rhna
akhirnya ceeita mereka end bahagia..terima kasih thor..aku suka..suka..dan suka ceritanya😍
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ethan kalo udah mode bucin ternyata se sweet ini 😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwkwk kok bisa alya mikir jauh banget 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur aku baca dialog ini bernada sesuai yg sering aku denger dr anak2 timur di gereja 😄
Demar: Iya, karakter mereka juga baik. Betul-betul pandai bersyukur.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku tebak ini karakter asli cantika wkwk asli nya ga sebaik itu emang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sebenernya si ethan juga salah menurutku, dia pernah bales pelukan si cantika pas habis baku hantam sama barlex waktu itu ya jadilah si cantika merasa ngelunjak di pikir ethan emang ada rasa sama dia 😏 ya kalo aku tetep aja ethan bakal ku umpat, orang bodo nya ga ketulungan dr awal terlalu too much, kalo cewek nya baperan ya jdnya kayak cantika 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
coba dia begini dr awal kan ga ada drama celine sm max sampe celine pergi jauh jd relawan 🤣 si bodo 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dulu bales chat celine cuma semenit aja gabisa, biarin aja cuma 117 miscall kan, nanti kalo udah 1000 dapet ganci sama mug cantik 😜
Dessy Candra Mahisa
terimakasih untuk cerita nya
GISTHA
terimakasih kasih Kak thor ^⁠_⁠^💜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk bahkan nenek nya yg bisa ngelawan satu dunia demi ethan skrg aja ga mihak ethan, bayangin seketerlaluan apa berarti menurut neneknya 🤣
Vanni Sr
yaaaaah endd , sedihhh
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dr kalimat ini aja udah bisa kebaca secinta apa celine sampe ethan nyepelein, dia pikir cinta celine ratusan kayak lapisan wafer tango wkwk aku yg baca aja emosi, apalagi kalo ada tokoh celina irl, bisa bayangin secapek & semuak apa dia, move on nya ga bakal setengah2, sekali mutusin buat berhenti ga ada puter balik 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"dimini celine" halah basi, urusin noh cantika, terusin aja pelukan sana 🤬
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bodo amat tan setan, gampang banget rasa kasihan nya ke perempuan lain 😏
murni ali
Aaaahhhh akhirnya cerita indah berakhir bahagia 🤭seneng nya makasih mbak penulis... Setiap ceritanya bagus banget sukakkk dehhh

Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
welcome baby girl 🌹
Ivy
ngk ada bonchap y thor 😄
Ivy
happy ending celine ethan ❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!