NovelToon NovelToon
Resep Cinta Om Dokter

Resep Cinta Om Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:49.7k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Bertemu sebagai dokter dan pasien, dengan first impression yang baik dan meninggalkan kesan berbeda. Edward (31), dokter dengan status duda terlibat dengan urusan pribadi pasiennya, Cahaya Sekar Janitra (24).

Entah karena sumpah atau memang takdir Tuhan. Ketertarikan itu berubah menjadi perasaan mendalam saat Edward menolong Cahaya dari jebakan calon suaminya.

====

"Bilang apa kamu? Om? Aku dokter pribadi kamu."

"Dokter dan pasien, berlaku kalau lagi di ruang praktek. Di luar itu, ya bukan dokter aku. Sesuai dengan penampilan, cocok aku panggil Om. Om dokter, gimana om?"

------
Hai, ketemu lagi di karya aku yang kesekian. Baiknya baca dulu Diam-diam Cinta dan Emergency Love

Ikuti sampai tamat ya dan jangan melompat bab. sampai bertemu di setiap babnya 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Calon Suami

Bab 22

 

...Geng Pria Terkutuk...

 

Anji nggak pake ng : Si vampire gagal buka puasa 🫣. Padahal peluang sudah terbuka lebar

Rendi oye : Buka puasa apaan nih?

Anji nggak pake ng : Macul sawah

Asoka Harsa : Maksudnya gagal nikah? Kurang jelas ah

Rendi Oye : sama Cahaya? Wah, jangan di depe in duluan Ward, anak gadis orang

Anji nggak pake ng : Justru itu cara biar mudah dapat restu, eh malah pilih yang susah. Emang rada keblinger teman kita itu

Dokter vampir : Situ yang keblinger, kasih ide kok nggak beres. Awas si Bela di depe in duluan, bilangin bapak kost tau rasa kamu

Anji nggak pake ng : 😁

Asoka Harsa : Jadi, maksudnya gimana ini? Apa ada hubungannya, sama Bang Darma?

Dokter vampir : Iya, saya minta dia urus masalah Cahaya sama mantannya yang bangs4t 

Anji nggak pake ng : Tenang guys. Senin, kita ngumpul di cafe nanti gue cerita lengkap

Dokter vampir : yang punya masalah siapa, yang heboh siapa

Anji nggak pake ng : Gue ‘kan juru bicara lo. Kapan ke kampungnya Cahaya, nanti gue dampingi ngomong sama keluarganya

Rendi oye : Yang ada malah diusir

Dokter vampir : Kalau bawa Oka masih oke, bawa si Anji 😔

Edward meletakan ponselnya meninggalkan obrolan yang pasti masih berlanjut, Aya dan Andin sudah ikut masuk ke mobil. Adik kakak itu duduk di kabin tengah. Sempat berdebat karena Andin menyuruh Aya duduk di depan, di samping Edward. Namun, ditolak.

“Nggak enak Aya, beliau bukan supir kita. Ndak sopan.”

“Nggak mau, mbak aja.”

Edward menengahi mengizinkan kedua perempuan beda usia itu duduk di belakangnya. Sejak terbangun pagi ini, Aya tidak  banyak cakap dan selalu menghindar adu tatap dengan Edward. Bahkan bibi sudah menyiapkan sarapan, tapi ditolak olehnya. Hanya ingin cepat pulang.

Aya duduk tepat di belakang kursi pengemudi. Sesekali Edward menatap lewat center mirror. Wajah Aya cemberut dan menatap ke luar jendela, memeluk bantal sofa milik Edward. Di balik jaket yang dipakai, hanya mengenakan kaos dan celana training tanpa pakaian dalam. Apalagi ukuran pakaian yang kebesaran,  membuat Edward gemas sendiri mengingat kejadian semalam, di mana Aya bersikap li4r.

“Masuk dulu, dok. Tunggu suami saya, kita bicara. Sebentar lagi, dia sampai,” pinta Andin. Edward mengangguk dan menunggu di ruang tamu.

Jangan tanya Aya, dia langsung turun saat mobil sudah berhenti di depan rumah langsung masuk dan belum kelihatan lagi. Edward paham, sepertinya Aya malu.

“Aya, jangan sembunyi. Temani dokter Edward, sampai mas Dani datang,” titah Andin.

“Mbak aja atau suruh aja Om Edward pulang.”

Andin kesal, menarik selimut Aya. Bisa-bisanya malah rebahan dan sembunyi begini. Sudah berhutang budi, masa memperlakukan tamu seperti itu.

“Sana temui, ganti dulu baju kamu.”

Aya berdecak, meski enggan ia tetap beranjak. Berganti pakaian, masih memeluk bantal menuju ruang tamu. Edward sedang menelpon saat ia ikut duduk di sofa panjang.

“Iya, setelah ini aku ke sana,” ujar Edward lalu mengakhiri pembicaraan. Pandangannya tertuju pada Aya dengan setelan rumahan, kaos dan celana pendek. Ia pun berpindah ke sofa di mana Aya duduk, tepat di samping gadis itu. Malah Aya menggeser duduknya membuat mereka berjarak. “Kenapa? Menyesal karena aku selamatkan. Harusnya aku tinggalkan kamu dengan Adit. Gitu?”

Aya melirik sinis lalu memukuli Edward dengan bantal yang tadi ia peluk. “Om Edward jangan nyebelin deh. Aku malu, om. Semalam … ck.”

“Semalam kenapa?” tanya Edward lirih setengah berbisik di telinga Aya.

“Ih, geser sana.” Aya mendorong dad4 Edward menjauh. “Pastinya masih ngebayangin yang semalam ‘kan? Kalau bukan karena pengaruh obat, aku nggak akan kayak gitu.”

“Percaya Ay, aku percaya kamu.” Edward menahan Aya yang akan menjauh dengan merangkul bahunya. “Sejak semalam, aku sudah putuskan semakin yakin dengan hubungan kita. Aku ingin menikahimu, Ay.”

“Om se-rius?” tanya Aya menatap wajah Edward. Tatapan mata pria itu bening dan teduh, ia seakan tenggelam di dalamnya.

“Hm. Tentu saja. Aku akan bicara dengan kakak dan iparmu sebelum temui orang tuamu.”

“Tapi … kalau Romo tidak setuju. Gimana?”

Tangan Edward yang merangkul bahu, berpindah mengusap kepala lalu mengelus pipi Aya.

“Biar itu jadi urusanku. Setelah apa yang Adit lakukan, apa Romo kamu masih yakin menjodohkan kalian. Semoga niat kita dimudahkan. Aku tidak bisa untuk sabar menunggu semakin lama, setelah kamu … you know what you did last night.”

“Ish. Nggak usah dibahas.” Aya kembali mendorong dad4 Edward yang tergelak.

Menyentuh dahi dan leher Aya, Edward memastikan kondisi baik-baik saja. Khawatir kalau Aya sampai demam karena semalam diguyur air demi menurunkan suhu tubuh.

“Aku oke, om. Aman,” seru Aya.

“Ada keluhan segera hubungi aku. Ingat, aku bukan dokter pribadi kamu lagi.”

“Tapi ….”

“Calon suami kamu, sayang."

“Iya, kang mas dokter. Aku yo mau jadi istrimu." 

Tatapan kedua insan itu semakin intens, membuat wajah mereka perlahan mendekat dan ....

"Ehem." 

 

1
Nandi Ni
Alhamdulillah sah ! niat awal mo minta restu,eh dapet yg lebih dari itu,langsung ijab qabul🥰
Shee_👚
tinggal anji yang masih di gantung, semangat anji Edward dah sold out 💪💪🤪
shabiru Al
sah juga ya akhirnya edward sama cahaya,,, otw kondangan nih😄
Nandi Ni
Anji ga pake ng emang rusuuuuuh🤣🤣🤣
Shee_👚
multitaskin donk ya bang ed, untung nya dah kirim pasukan duluan
Shee_👚
bisa² si anji lupa dengan tugas buat manggil Edward 🤣🤣🤣🤣

emang temen laknat🤭
Shee_👚
si anji masih aja di cuekin bele, dah cari yang lain nji biar bele nyesel😂
Shee_👚
lah beda tradisi beda wilayah anji, di kira beta we kali pake golok🤣🤣🤣
mery harwati
Rama saran & resepmu sudah dipraktekan sama dokter vampir, kokop 😛😛
Felycia R. Fernandez
ntar malam deh Ward perang belah duren nya 🤣🤣🤣
Niken Dwi Handayani
Anji ga pake ng, kalau nikah paling heboh kali uay🤭🤭 di nikahan temannya aja sipaling heboh dan comel🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 Mendadak inget petuah Rama yg sengklek
juwita
maharnya apa Thor. biar si wiro kicep klo di kasih mahar yg di luar nurul dia🤣🤣
Rohmi Yatun
gassssllaaahhh
🎃
sekarnya dobel 😂
Lia Kiftia Usman
tetap laki lakinya keluar ... butuh perhatian paaak.... 😑🤭
Hearty💕💕
Ah Romo belum tahu aja calon mantunya nggak beres sekarang aja punya usaha... tapi sebentar lagi mo bangkrut
Siti Nur Rohmah
Anji sengklek,,tmbh rama pasti ruame🤣🤣
Kas Mi
yg ngebet malah si anji🤭😄
Nur Wakidah
kan kan mesti Bang Anji seneng poll klo masalah rusuh2 gegeran gini🤣🤣🤣 malah disoraki , 🤭🤭🤭
lhah2 langsung ijab Sah Pak Dudeeee😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!