Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Camer
Aurel dan Arsa yang kini sedang bersantai di gazebo pinggiran kolam merasa heran atas laporan yang Tom sampaikan.
" Siapa nama orang itu?"
Tanya Aurel setelah Tom dan Burhan memberi laporan.
" Dia mengaku bernama Awan Nona, dia terus menyebut kalau dia mengenal Nona dan Tuan Arsa ." Jawab Tom.
" Baiklah, di mana dia berada, kita akan kesana." Ucap Aurel
" Dia ada di gudang belakang Nona." Jawab Tom.
" Kita temui Awan yang?" Tanya Aurel pada Arsa
" Yang boleh lah, aku ikut kamu aja." Jawab Arsa sedikit malas.
" Hayu," Aurel menggandeng tangan Arsa untuk menemui Awan.
Tak berapa lama Aurel dan Arsa sudah berada di hadapan Awan, Awan terlihat sangat mengenaskan setelah mendapat pelajaran dari Felix.
" Lo ngapain?" Suara Aurel membuat Awan mendongak
" Aurel, Arsa akhir nya kalian datang." Ucap Awan lega melihat Aurel dan Arsa yang datang menemui nya.
" Gue udah peringati lo, jangan kepo tentang kita, resiko tanggung sendiri, untung aja lo enggak di tembak mati di tempat oleh orang gue." Jawab Aurel dingin, rasa nya sangat berbeda dengan Aurel yang ia temui di kampus.
" Sorry, gue enggak berfikir panjang, gue cuma ingin lebih mengetahui tentang kalian."
Jawab Awan
" Untuk apa? Apa ada manfaat nya buat lo?" Aurelia masih berkata dingin.
" Gue hanya ingin berterima kasih, sungguh." Ucap Awan bersungguh sungguh.
" Lo sudah melakukan itu kemarin." Sela Aurel.
" Oke Sorry banget, tindakan gue memang salah karena ngikutin lo diam diam, itu karena gue penasaran latar belakang kalian, kalian bisa membasmi Madam Dina yang bertahun tahun gue menghadapi nya sendirian, gue hanya ingin jadi bagian kalian, gue enggak ada maksud lain, sungguh." Jelas Awan panjang lebar.
" Lo pikir gue akan percaya omong kosong lo?" Aurel tak akan mudah percaya pada omong kosong Awan.
Gadis itu akan berbalik pergi namun Awan berteriak kencang.
" Tunggu Rel, gue adalah mantan gigolo di tempat terkutuk itu." Ucapan Awan menghentikan langkah Aurel.
" Selain jadi bartender, di sana gue jadi pemuas nafsu untuk tante tante girang atau pun Om om gemulai, gue enggak bisa lepas dari sana, bagaimana pun gue mencoba segala cara, namun setelah kedatangan kalian waktu itu, akhir nya gue terbebas dan bisa hidup seperti sekarang, itu lah kenapa gue se penasaran itu dengan kalian, apa lagi saat pertama kali kita bertemu di kampus, itu adalah hal yang sudah lama sekali gue inginkan." Jawab Awan
Aurel dan Arsa hanya saling pandang, kedua nya mencoba mencerna apa yang di katakan Awan.
" Sebenar nya bukan cuma gue yang ingin bertemu kalian, banyak orang yang seperti gue ingin mengucapkan terimakasih pada kalian, sungguh gue enggak berbohong." Awan benar benar serius mengatakan itu.
Aurel masih mencerna ucapan nya itu, ternyata apa yang di lakukan nya menimbulkan efek yang cukup besar.
Tunggu, apakah di masa depan ada cerita seperti ini, seingat nya tempat itu hancur dan rata dengan tanah begitu juga orang orang yang terlibat di dalam nya.
" Lalu apa yang bisa kalian berikan pada ku jika kami menerima kalian?" Tanya Aurel
" Kami enggak bisa menjanjikan apa apa, tapi kami yakin suatu hari nanti kami akan berguna untuk kalian." Ucap Awan yakin.
Aurel dan Arsa masih saling pandang, namun kali ini mereka memutus kan untuk membiarkan awan.
***
Sementara itu, Amel yang akan menemui Soraya sudah terlihat sangat cantik dengan Dress motif bunga.
" Sayang aku deg degan." Ucap Amel menggandeng tangan Monti.
" Kamu tenang saja sayang, Mamah orang yang baik banget kok." Ucap Monti menenang kan kekasih nya, kedua nya berjalan masuk kedalam restaurant yang sudah di pesan oleh Soraya untuk mereka makan malam.
Seorang pelayan menghampiri Amel dan Monti, " Maaf Tuan dan Nona, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan itu Sopan
" Tolong tunjukan meja reservasi atas nama nyonya Soraya." Jawab Monti
" Baik, mari ikuti saya." Pelayan wanita itu menunjukan jalan agar Monti dan Amel mengikuti nya.
" Di sini Tuan, Nona." Tunjuk pelayan itu sambil membuka pintu sebuah ruangan VIP
" Baik terimakasih" ucap Monti, sedang Amel hanya tersenyum dan mengangguk kepala kepada pelayan tersebut.
Monti menarik kursi untuk Amel duduk dan kemudian ia juga duduk di sebelah nya.
" Jangan gugup, mamah sebenar nya orang yang sangat baik, hanya saja perjalanan hidup yang membuatnya jadi keras." Jelas Monti
Amel hanya mengangguk angguk menenangkan hati nya yang tengah risau saat akan bertemu Soraya.
Tak berapa lama Soraya datang dan menghampiri Monti dan juga Amel.
Amel yang menyadari kedatangan Soraya berdiri dan menyalami wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik tersebut.
" Hallo Tante, saya Amel " ucap Amel memperkenalkan diri
" Hallo Amel, tante sudah tau tentang kamu dari Monti, ternyata kamu sangat cantik."
Ucapan Soraya membuat Amel tersipu, ia melirik ke arah Monti, Monti hanya tersenyum dan menyakinkan kalau akan baik baik saja.
" Ayo duduk Mel" Soraya mengajak Amel duduk kembali, diri nya berusaha membuat Amel agar terlihat nyaman.
" Oh iya, mamah udah pesan makanan buat kita, enggak masalah kan ya? tapi jangan khawatir, makanan yang mamah pesan itu makanan kesukaan kalian kok." Ucap Soraya memulai obrolan.
" Enggak apa apa tante, aku bukan pemilih makanan kok." Jawab Amel.
" Mulai sekarang Amel bisa memanggil tante dengan sebutan mamah, karena pilihan anak mamah, tentu nya anak mamah juga." Soraya tersenyum dengan tulus.
Amel menatap Monti, meminta persetujuan, dan Monti hanya mengangguk mengiyakan.
" Baik tante ... maksud nya Mah," Amel meralat panggilan nya,
" Monti, sebenar nya kamu bercerita apa tentang mamah pada Amel? Kenapa Amel terlihat takut sama mamah?" Soraya mem bercandai Amel dan Monti.
Monti yang di todong seperti itu jadi gelagapan, sedang Amel langsung menyangkal nya.
" Monti enggak bilang apa apa kok mah, hanya Amel sedikit kurang percaya diri untuk bertemu dengan Mamah." Ucap Amel
Soraya tersenyum, ia mengerti mengapa Amel bisa bersikap seperti itu, memang awal nya dia juga yang salah karena tak pernah memikirkan perasaan Monti, yang baik menurut nya belum tentu baik menurut Monti.
" Maaf kan tante ya Mel, awal nya memang tante tak menyetujui hubungan kalian, namun tante menyadari cinta itu tak bisa di paksakan, tante juga tak ingin hidup Monti nanti seperti tante." Soraya menggenggam tangan Amel
" Maafkan Amel juga Mah, Amel hanya orang biasa, Amel akan berusaha memantaskan diri untuk bisa bersama dengan Monti." Ucap Amel
Soraya menggeleng, " kamu tak perlu memantaskan diri dengan Monti sayang, kamu sudah cukup pantas bahkan lebih dari pantas untuk bersama dengan Monti, malah mamah berharap Monti menjadi lebih baik dari ini, dia banyak berubah setelah bertemu dengan mu." Amel tersenyum, ia tak menyangka kalau Soraya bisa menerimanya.
" Makasih ya sayang, berkat mu Monti menjadi lebih dewasa." Soraya mengatakan nya dengan tulus, ia mengakui, setelah mempunyai pacar Monti menjadi sangat berbeda, ia menjadi lebih bijak menghadapi sikap orang tua nya yang suka mengatur nya,
" Bukan Amel yang membuat Monti berubah, tapi Monti sendiri yang merubah diri nya."
Jawab Amel.
Percakapan mereka harus terhenti karena makanan yang di pesan sudah datang.
" Ya sudah, ayo makan dulu" ajak Soraya dan diangguki oleh Monti dan Amel.
Semangat 💪💪