NovelToon NovelToon
My Possessive Husband

My Possessive Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah kepergian Ayahnya, hidup Keysa begitu menyedihkan. Di mana perlakuan Ibu dan Adiknya yang semakin menjadi-jadi, bahkan mereka sampai menjual Keysa ke salah satu klub untuk dilelang.

Saat pelelangan, seorang pria menawar Keysa dengan harga dua miliar dan membuat Keysa menjadi milik pria itu. Keysa pikir hidupnya akan hancur setelah dibeli pria asing itu, namun justru sebaliknya. Keysa diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan pria itu tidak membiarkan siapapun menyakiti Keysa, pria itu memanjakan Keysa hingga membuat banyak orang merasa iri dengan hidup Keysa.

Bagaimana kelanjutannya? Siapa pria yang membeli Keysa? Apa alasan pria itu membeli Keysa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Apa?

Plak!

​Tamparan keras mendarat di pipi Keysa hingga wajahnya terlempar ke samping. Sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan cairan merah kental yang terasa anyir, Keysa memegangi pipinya yang berdenyut panas dan menatap tidak percaya pada wanita yang selama ini ia panggil Ibu.

​"Berani kamu menggurui saya!" ucap Ibu Siska dan wajahnya memerah karena amarah yang meledak.

"Dasar anak tidak tahu diuntung!" bentak Ibu Siska.

​Rasa sakit di pipi Keysa ternyata tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Selama ini Ibu Siska dan Donny selalu memperlakukan layaknya sapi perah, selama ini juga Keysa menganggap jika semua yang Keysa lakukan adalah bentuk bakti Keysa pada keluarganya. Namun, ternyata semua itu salah dan Keysa baru sadar saat Ayah Arman sudah meninggal, di mana Ibu Siska dan Donny seolah tidak peduli dengan Ayah Arman.

​"Cukup, Bu! Keysa bukan sapi perah! Selama ini Keysa diam saat Ibu hura-hura pakai uang hasil lembur Keysa. Keysa diam saat Donny foya-foya sedangkan Keysa makan sisa kemarin, tapi Ayah baru saja meninggal! Di mana hati nurani kalian?" teriak Keysa dengan suara parau.

​"Kurang ajar!" Ibu Siska kembali maju dan tangannya melayang hendak memukul lagi.

​Namun kali ini, Keysa menangkap pergelangan tangan Siska. Ia menepisnya dengan kasar hingga Siska terhuyung, "Jangan sentuh Keysa lagi! Kalau Ibu mau uang, cari sendiri!" ucap Keysa.

​Siska terbelalak, ia menoleh ke arah Donny yang sedari tadi menonton dengan wajah dingin. "Donny! Lihat Kakakmu ini! Dia sudah jadi pembangkang! Pegangi dia!" perintah Ibu Siska.

​Donny bangkit dari sofa dan melempar ponselnya sembarang tempat. Tanpa ragu, ia menerjang Keysa, tubuh Keysa yang kecil tidak sebanding dengan kekuatan adiknya, Donny menahan kedua tangan Keysa ke belakang punggung dengan sangat kuat hingga Keysa mengerang kesakitan.

​"Lepasin, Don! Kamu gila? Aku ini kakakmu!" teriak Keysa meronta.

​"Lo berisik banget, Kak! Turuti aja apa kata Ibu kalau mau hidup tenang!" geram Donny dan mengunci pergerakan Keysa hingga gadis itu berlutut di lantai.

​Melihat Keysa yang sudah tidak berdaya, Ibu Siska tersenyum sinis lalu ia mendekat dan menjambak rambut Keysa hingga kepala gadis itu terdongak ke atas. Tanpa ampun, Ibu Siska mendaratkan tamparan berkali-kali ke wajah Keysa.

​Plak! Plak! Plak!

Ibu Siska seperti kerasukan setan, nafasnya memburi dan matanya melotot tajam menatap wajah Keysa yang kini sudah mulai membengkak dan memar. Selama ini, Ibu Siska hanya menuntut Keysa untuk bekerja, namun Ibu Siska tidak pernah sekalipun menggunakan kekerasan fisik seperti saat ini, kepergian Ayah Arman seolah melepaskan rantai penahan kewarasan dan rasa kemanusiaan di dalam diri wanita itu.

"Ini akibatnya kalau kamu melawan saya!" bentak Siska tepat di depan wajah Keysa yang bersimbah air mata.

​Keysa merasakan kepalanya pusing luar biasa akibat jambakan yang begitu kuat, kulit kepalanya terasa seolah akan terkelupas. Di belakangnya, Donny justru mempererat genggamannya, tak peduli meski ia mendengar sendi-sendi bahu kakaknya berbunyi karena dipaksa menekuk.

​"Ibu... sakit, Bu... tolong berhenti," rintih Keysa dan suaranya nyaris hilang, tertutup oleh isak tangis yang menyesakkan dada.

"Dengar Keysa, kalau kamu sampai melawan lagi. Maka kamu akan mendapat yang lebih parah dari ini dan ingat, jangan sampai kamu memilih pergi dari rumah, sampai saya tahu kamu kabur. Detik juga, saya akan bunuh kamu," bisik Ibu Siska.

Setelah mendengar ancaman mematikan dari mulut wanita yang seharusnya melindunginya, tubuh Keysa seketika lemas. Sorot matanya yang tadi sempat menyala penuh keberanian, kini meredup dan menyisakan kekosongan yang dalam. Ia menyadari satu hal pahit, di rumah ini, ia bukan lagi seorang anak atau kakak, melainkan tawanan.

​"Ma... maaf, Bu. Keysa nggak akan melawan lagi," ucap Keysa dengan suara bergetar hebat, air matanya menetes dan membasahi lantai ubin yang kusam.

Ibu ​Siska melepaskan jambakannya dengan kasar dan membuat kepala Keysa terhentak, Donny pun melepaskan tangannya dari tangan Keysa lalu mendorong bahu Kakaknya hingga tersungkur mencium lantai. Donny kembali ke sofa seolah tidak terjadi apa-apa, sementara Ibu Siska merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.

​"Nah, gitu dong. Sekarang masuk ke kamarmu, cuci mukamu yang menjijikkan itu dan besok pastikan kamu harus kerja," ucap Siska dingin sebelum melenggang pergi menuju kamarnya.

.

Satu minggu berlalu seperti mimpi buruk yang berulang, Keysa menjalani hari-harinya seperti robot, bekerja dari pagi buta di toko roti lalu lanjut menjadi buruh cuci hingga larut malam.

Semua uang yang ia dapatkan langsung dirampas oleh Ibu Siska, luka memar di wajahnya mulai memudar, namun luka di jiwanya justru semakin bernanah.

​Sore harinya, saat Keysa baru saja melangkah masuk ke rumah dengan tubuh yang terasa remuk, ponselnya berdering. Nama Donny muncul di layar, jantungnya berdegup kencang karena biasanya telepon dari Donny hanya berarti satu hal yaitu masalah.

^^^Halo, Don? Ada apa?^^^

Kak! Tolongin gue, gue... gue dalam masalah besar!

^^^Masalah apa?^^^

Gue butuh lo sekarang juga, dateng ke alamat yang gue kirim ke nomor lo ya, Kak. Tolong, Kak, nyawa gue taruhannya!

^^^​Jawab dulu, apa masalahnya? Kakak baru pulang, badan Kakak sakit semua...^^^

Jangan banyak tanya, Kak! Kalau lo nggak dateng, gue mati!

Lalu Donny memutus sambungan telepon tersebut, ​Keysa menatap layar ponselnya dengan bimbang dan ia tidak ingin pergi. Namun, tiba-tiba pintu kamar Siska terbuka, wanita itu berdiri di sana dengan mata yang menyalang tajam.

Rupanya, ia sudah mendengar pembicaraan itu. "Kenapa masih berdiri di sini? Temui adikmu!" bentak Ibu Siska.

​"Tapi Bu, ini udah malam. Dan kayaknya ada yang aneh sama alamatnya," jawab Keysa.

​"Ibu nggak peduli! Donny itu satu-satunya laki-laki di keluarga ini yang akan menjaga kita. Kalau dia kenapa-napa, itu salahmu! Pergi sekarang atau kamu mau Ibu hajar lagi?" ucap Ibu Siska dengan mengambil sapu di pojok ruangan.

Keysa tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia berbalik. Dengan langkahnya yang gontai dan perasaan tidak enak yang menyelimuti dadanya, ia pergi menyongsong takdir yang jauh lebih gelap dari yang bisa ia bayangkan.

Langkah kaki Keysa terhenti di depan sebuah bangunan dengan lampu neon yang berkedip-kedip bertuliskan 'The Abyss', suara musik techno yang berdentum keras terdengar hingga ke jalanan.

Bau asap rokok dan alkohol yang tajam menyengat indra penciumannya, ini adalah sebuah bar kelas atas, namun dengan reputasi yang kotor. Keysa melihat pria-pria berpakaian necis keluar masuk sambil merangkul wanita-wanita berpakaian sangat minim, ia merapatkan jaket kusamnya, merasa sangat salah kostum dan ketakutan.

​"Donny... kenapa kamu bisa ada di tempat kayak gini sih?" gumam Keysa.

​Keysa ragu untuk masuk, namun bayangan kemarahan Ibunya membuatnya terpaksa melangkah masuk. Di dalam, penglihatannya sedikit terganggu oleh cahaya remang kemerahan, tiba-tiba sebuah tangan merangkul bahunya.

​"Akhirnya datang juga," suara Donny terdengar lega.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
jangan terlalu polos Keysa, saatnya Donny menuai apa yang sudah dia tabur
Felycia R. Fernandez
kayaknya Yasmin bakalan jadi ulat bulu nih
Felycia R. Fernandez
aku paling suka Eclair coklat dengan isian butter krim🤤
jadi pengen 🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
👍👍👍👍👍
Ariany Sudjana
hahaha Yasmin ketinggalan info, kalau Keysa itu istrinya Lucas 🤣🤣
Ariany Sudjana
Keysa kamu jangan terlalu polos, Yasmin itu pelacur murahan
Ratih Tupperware Denpasar
wah aromanya akan ada pelakor nih
Felycia R. Fernandez
Akhirnya Keysa bisa mengembangkan dirinya...bukan hanya seorang istri yang duduk manis dirumah.semangat Keysa,kamu juga bisa sukses sebagai penjual kue dan roti...
Ariany Sudjana
wah semangat yah Keysa 😄🙏
Felycia R. Fernandez
Ulala...suami bucin akut sih ini namanya...
Masak ya nunggu sampe Berjam jam gak konfirmasi ke asisten Lucas...
Nurminah
hadeh HP kemana zaman now nenek reot aja ada HP nunggu 2 jam hadeh lucu sekelas istri CEO jangan juga dibuat dramatis
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu bersikap tegas sama karyawan kamu yang tidak menghormati Keysa
Masha 235
nah...bagus jg tu idenya si Keisha..bhsa "halusnya",shock theraphy...pindahin mreka jadi staf OB, Cleaning service, staf gudang atau apapun yg posisinya rendah...biar mreka tau di posisi rendah itu nggak enak...
Ariany Sudjana
masih syukur kalian ga dipecat dan di blacklist, karena kebaikan hati nyonya bos 😄🙏
Naufal Affiq
entar kalau sudah dipecat dari kantor mu tuan lucas,kirim ya kerumah ku,biar kukirim orang itu ke hutan
erviana erastus
telat lu lucas... makax umumkan kalo lu pnya istri,...
Ariany Sudjana
mampus kalian semua, sudahlah Lucas pecat saja semua karyawan yang tidak kompeten begitu dan blacklist saja dari semua perusahaan
Felycia R. Fernandez
pasti ini resepsionis gak percaya kalau kamu istrinya Lucas Keysa...
Masha 235
hadeuuh....langsung TLP kn bisa ...ribet amat ..
Ariany Sudjana
dasar resepsionis ga tahu diri, kamu siap-siap menggali kuburan kamu sendiri 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!