NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Garis Depan Atmosfer

Goncangan di dalam kabin Nemesis terasa jauh lebih halus dibandingkan jet pribadi Andra, tapi suasana di dalamnya ribuan kali lebih tegang. Andra berdiri di anjungan utama kapal induk milik The Iron Star itu. Di depannya, layar raksasa menampilkan jutaan titik bintang yang seolah-olah ditarik paksa saat kapal melakukan lompatan warp.

Di sampingnya, Siska terus menggenggam lengan Andra. Dia sudah tidak selemah kemarin, tapi ketakutan akan kembali ke tempat penyiksaan itu masih membekas jelas di wajahnya.

"Kita hampir sampai, kan?" tanya Siska pelan.

Andra menoleh, lalu mengusap punggung tangan Siska untuk menenangkannya. "Sebentar lagi. Begitu kita keluar dari lompatan ini, kita akan langsung berhadapan dengan satelit pertahanan 'The Void'. Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu lagi, Siska. Aku janji."

Jagal datang mendekat dengan setelan tempur lengkap yang dia dapatkan dari gudang senjata Vex. "Tuan, semua pilot tempur sudah berada di kokpit masing-masing. Vex bilang mereka sudah siap mati, tapi mereka lebih suka kalau Anda memberi perintah yang membuat mereka tetap hidup."

Andra tersenyum tipis. "Bilang pada Vex, fokus kita adalah melumpuhkan, bukan cuma menghancurkan. Kita butuh akses ke pusat data mereka di Antartika."

Tiba-tiba, suara alarm rendah berbunyi di seluruh ruangan. Cahaya bintang di layar depan mendadak berhenti memanjang dan kembali menjadi titik-titik diam. Di depan mereka, sebuah planet biru yang sangat familiar terlihat menggantung di kegelapan ruang angkasa. Bumi.

Tapi Bumi tidak lagi terlihat damai. Di orbitnya, puluhan struktur hitam raksasa berbentuk cakram—mirip dengan kapal yang menyerang Andra di es dulu—sedang berpatroli.

[Ding! Memasuki Orbit Bumi.] [Sinyal Musuh Terdeteksi: 42 Kapal Patroli Kelas Ringan.] [Estimasi Waktu Sampai Kontak Senjata: 120 Detik.]

"Andra, lihat itu," Siska menunjuk ke arah layar. "Mereka sudah menunggu kita."

Andra menarik napas panjang. Dia tidak lagi bicara pada Sistem lewat suara, cukup lewat pikirannya. Sistem, aktifkan Protokol Saldo Terbuka. Beri energi tambahan pada perisai seluruh armada Bintang Besi. Gunakan kristal sebanyak yang dibutuhkan.

[Perintah Diterima. Mentransfer 500 Kristal untuk Penguatan Perisai Armada...]

Seketika, kapal-kapal di sekitar Andra mulai diselimuti aura emas tipis. Vex, yang berada di kapal pendamping, mengirimkan pesan suara lewat radio. "Andra! Apa yang kamu lakukan pada kapal kami? Energiku melonjak drastis! Ini gila!"

"Gunakan energi itu untuk menembus barisan depan mereka, Vex!" balas Andra dengan tegas. "Jangan beri mereka celah untuk memanggil bantuan dari markas pusat!"

Pertempuran pun pecah di garis depan atmosfer. Sinar-sinar laser berwarna merah dan emas saling bersilangan di kegelapan ruang hampa. Kapal-kapal patroli 'The Void' yang biasanya sangat mematikan, kini tampak kewalahan menghadapi armada pemberontak yang memiliki perisai energi yang tak masuk akal kuatnya.

Andra tetap tenang di kursinya. Dia melihat satu per satu kapal musuh meledak menjadi debu angkasa. Tapi dia tahu, ini baru hidangan pembuka. Musuh yang sebenarnya ada di bawah sana, di balik lapisan es abadi.

"Jagal, siapkan tim pendarat," kata Andra sambil berdiri. "Begitu lubang di pertahanan orbit terbuka, kita langsung terjun ke koordinat fasilitas bawah tanah."

"Tuan, Anda mau ikut turun langsung?" Jagal tampak ragu. "Ini sangat berbahaya. Anda adalah otak dari operasi ini. Kalau terjadi sesuatu pada Anda..."

"Kalau aku cuma duduk di sini sambil melihat kalian bertarung, aku tidak ada bedanya dengan para CEO 'The Void' yang aku benci," potong Andra. "Aku yang memulai ini, jadi aku yang harus mengakhirinya."

Siska berdiri, menatap Andra dengan mata berkaca-kaca. "Aku ikut."

Andra terdiam. Dia ingin melarang, tapi dia melihat api keberanian di mata Siska. Dia tahu, Siska butuh ini untuk menghapus traumanya. Siska perlu melihat tempat itu hancur dengan matanya sendiri agar dia bisa benar-benar bebas.

"Baiklah. Tapi kamu tidak boleh lepas dari jangkauan aku atau Jagal," kata Andra akhirnya.

Mereka bertiga menuju ruang peluncuran. Di sana, sebuah kapsul pendarat cepat sudah menunggu. Di luar jendela kapsul, Andra bisa melihat atmosfer Bumi mulai memerah saat mereka mulai melakukan re-entry. Guncangan menjadi sangat hebat, suara gemuruh udara yang bergesekan dengan badan kapsul terdengar seperti raungan monster.

"Pegang yang kuat!" teriak Andra di tengah kebisingan.

Kapsul itu melesat seperti meteor menuju hamparan es putih Antartika. Di radar, Andra melihat ribuan misil pertahanan udara diluncurkan dari bawah es, mencoba mencegat mereka.

"Sistem, lakukan hacking pada sistem kendali misil mereka! Alihkan sasarannya!"

[Proses Peretasan Dimulai... 10%... 50%... Sukses!] [Misil Dialihkan ke Menara Komunikasi Musuh.]

BOOM! BOOM! BOOM!

Ledakan beruntun terjadi di permukaan es, menghancurkan menara-menara sensor milik 'The Void'. Kapsul pendarat Andra menghantam salju dengan keras, menciptakan kawah kecil. Pintu kapsul terlempar keluar, dan Andra melangkah keluar dengan pistol energi di tangannya.

Udara dingin yang ekstrem langsung menyergap, tapi tubuh Andra yang sudah diperkuat energi emas tidak lagi menggigil. Di depannya, pintu masuk fasilitas rahasia yang dulu pernah ia hancurkan sebagian, kini tampak sudah diperkuat dengan dinding baja yang lebih tebal.

"Kembali ke rumah," gumam Andra dingin.

Jagal keluar sambil memanggul senapan mesin beratnya. "Rumah yang sangat buruk, Tuan. Mari kita berikan mereka sedikit dekorasi ulang dengan ledakan."

Siska berdiri di antara mereka, mengenakan jaket tempur. Dia menatap pintu baja itu dengan napas yang memburu. "Di balik pintu ini... di sana mereka menyimpan data asli tentang siapa kamu sebenarnya, Andra. Dan siapa ayahmu."

Andra menoleh ke arah Siska. "Kita akan cari tahu semuanya hari ini. Tidak ada lagi rahasia."

Saat mereka mulai bergerak menuju pintu utama, tiba-tiba tanah di bawah mereka bergetar. Es di sekitar mereka retak, dan dari dalam tanah muncul empat robot raksasa setinggi sepuluh meter. Robot-robot itu tidak punya wajah, hanya sebuah lensa merah besar di tengah dadanya yang mulai menyala panas.

"Sepertinya mereka tidak mau membukakan pintu untuk kita," kata Jagal sambil mengokang senjatanya.

Andra maju paling depan, energi emas di tangannya mulai memadat, membentuk sebuah pedang cahaya yang panjang. "Kalau mereka tidak mau buka pintu, biar aku yang buatkan pintu baru."

Andra melesat maju, melompati serangan laser dari robot pertama. Dengan satu tebasan vertikal, dia membelah baja tebal robot itu seolah-olah cuma memotong mentega. Suara ledakan mesin menenggelamkan bunyi badai salju.

Pertempuran di atas permukaan es itu baru saja dimulai, tapi Andra tahu, musuh terbesarnya tidak terbuat dari besi. Musuh terbesarnya adalah kebenaran yang tersembunyi di dalam sana—kebenaran yang mungkin akan mengubah hidupnya selamanya.

"Ayo!" teriak Andra pada Siska dan Jagal di tengah kepulan asap. "Kita masuk sekarang!"

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!