NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: MENGURUNG DIRI BERSAMA SANG KAISAR

​Hutan Binatang Buas adalah dimensi kantong milik akademi yang dipenuhi dengan monster tingkat tinggi dan jebakan alam yang mematikan. Kabut di sini berwarna hijau pucat, berbau belerang dan darah. Setiap kandidat diberikan sebuah "Lencana Bintang" yang harus dipertahankan. Siapa pun yang lencananya direbut, akan langsung dikeluarkan dari hutan dan dinyatakan gagal.

​Ye Xuan, yang kini dikenal sebagai Lin Fan, berjalan sendirian di bawah kanopi pohon-pohon raksasa. Langkahnya ringan, hampir tidak menimbulkan suara di atas tumpukan daun kering.

​[Ding! Mendeteksi 12 Kultivator di Radius 200 Meter.]

[Analisis: Lu Chen dan pengikutnya sedang membentuk formasi pengepungan 'Jaring Naga'.]

[Catatan Sistem: Mereka berencana mematahkan anggota tubuh Inang sebelum mengambil lencana. Benar-benar sekelompok orang yang memiliki keinginan mati yang sangat kreatif.]

​"Lin Fan... atau siapa pun namamu," suara Lu Chen terdengar dari balik bayangan pohon besar. Ia muncul bersama sebelas murid lainnya, semuanya menghunus senjata dengan tatapan lapar. "Di luar sana kau boleh saja beruntung dengan batu ujian itu, tapi di sini... tidak ada tetua yang akan melindungimu."

​Ye Xuan berhenti melangkah. Ia menyandarkan Pedang Penghancur Surga yang terbungkus kain itu di bahunya. "Kalian menghabiskan waktu ujian yang berharga hanya untuk mengikutiku? Lu Chen, kau benar-benar punya obsesi yang tidak sehat."

​"Diam! Aku akan menunjukkan padamu bahwa bakat angka tidak berarti apa-apa di hadapan teknik tempur yang nyata!" Lu Chen berteriak. "Aktifkan Formasi Penekan Jiwa!"

​Dua belas orang itu bergerak cepat, membentuk lingkaran di sekitar Ye Xuan. Cahaya keemasan muncul dari kaki mereka, membentuk rantai cahaya yang mencoba mengikat pergelangan kaki dan tangan Ye Xuan. Ini adalah formasi tingkat menengah yang mampu melumpuhkan kultivator Nascent Soul biasa.

​Ye Xuan hanya berdiri diam, membiarkan rantai itu melilitnya.

​"Hahaha! Lihat! Dia bahkan tidak bisa bereaksi!" salah satu pengikut Lu Chen tertawa. "Ayo, Tuan Muda, potong tangannya!"

​Lu Chen melesat maju, pedang peraknya memancarkan cahaya yang menyilaukan. "Ini untuk penghinaan di aula pendaftaran!"

​Namun, saat ujung pedang Lu Chen hanya berjarak satu inci dari dada Ye Xuan, dunia seolah-olah melambat. Ye Xuan mendongak, dan untuk sesaat, penyamaran di matanya sedikit retak, memperlihatkan aura ungu yang mengerikan.

​"Lu Chen," bisik Ye Xuan dengan suara yang hanya bisa didengar oleh pemuda itu. "Kau tahu apa kesalahan terbesar dalam hidupmu?"

​"Apa—"

​"Kau mengurung seekor naga di dalam jaring laba-laba."

​KRAAAAAAAK!

​Ye Xuan tidak menggunakan teknik apa pun. Ia hanya meregangkan otot-otot tubuhnya. Kekuatan murni dari Tubuh Kaisar Kekacauan meledak keluar. Rantai-rantai formasi yang mereka banggakan hancur berkeping-keping seperti kaca. Gelombang kejutnya membuat dua belas orang itu terlempar ke belakang hingga menabrak pohon-pohon besar.

​BZZZZTT!

​Dalam sekejap mata—kecepatan yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang Nascent Soul tahap awal—Ye Xuan sudah berdiri di depan Lu Chen yang masih melayang di udara karena terhempas.

​Ye Xuan menangkap leher Lu Chen dengan satu tangan.

​"Ugh... k-kau..." Lu Chen megap-megap, matanya melotot ketakutan. Ia merasakan tekanan yang begitu besar hingga tulang lehernya mulai retak.

​"Kalian pikir kalian sedang berburu mangsa?" Ye Xuan mengangkat Lu Chen lebih tinggi, sementara sebelas pengikut lainnya gemetar di tanah, terlalu takut untuk berdiri. "Kalian salah. Kalian baru saja mengunci diri di dalam ruangan bersama pemangsa puncak."

​[Ding! Peringatan!]

[Mendeteksi Binatang Buas Tingkat 5: 'Harimau Petir Hitam' mendekat karena bau darah!]

[Saran: Gunakan Lu Chen sebagai umpan, atau selesaikan ini dengan cepat.]

​Ye Xuan melirik ke arah semak-semak yang bergetar. Seekor harimau raksasa dengan bulu hitam yang dialiri listrik ungu keluar dengan raungan yang menggetarkan hutan.

​"Sepertinya kita punya tamu," Ye Xuan menyeringai. Ia melemparkan Lu Chen ke arah harimau tersebut seperti melempar karung beras.

​"TIDAAAK! TOLOOOONG!" Lu Chen berteriak histeris saat ia mendarat tepat di depan taring binatang buas itu.

​Ye Xuan tidak peduli. Ia berjalan menuju sisa murid yang ketakutan dan mengulurkan tangannya. "Berikan lencana kalian. Sekarang. Atau aku akan membiarkan kucing besar itu bermain dengan kalian juga."

​Dalam hitungan detik, Ye Xuan sudah mengantongi dua belas lencana. Ia kemudian menoleh ke arah Harimau Petir Hitam yang baru saja akan menerkam Lu Chen.

​Ye Xuan hanya melepaskan sedikit—sangat sedikit—niat membunuh dari Pedang Penghancur Surga.

​DEGG!

​Harimau tingkat 5 itu mendadak berhenti. Bulunya berdiri tegak. Ia menatap Ye Xuan, lalu tiba-tiba menundukkan kepalanya, mengeluarkan suara mendengkur ketakutan, dan lari tunggang langgang masuk ke dalam hutan sedalam mungkin.

​Lu Chen tergeletak di tanah, mengompol karena ketakutan yang luar biasa. Ia menatap punggung "Lin Fan" yang berjalan menjauh dengan santai.

​"Siapa... siapa kau sebenarnya?" tanya Lu Chen dengan suara gemetar.

​Ye Xuan berhenti sejenak, namun tidak menoleh. "Seseorang yang seharusnya tidak pernah kau temui di kehidupan ini."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!