Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.
apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Kemenangan yang Tidak Terduga
Perintah Gu Chang menjadi tanda dimulainya pertempuran besar. Pasukan Klan Ular Hijau yang berjumlah lebih banyak dan memiliki kekuatan rata-rata lebih tinggi langsung melesat maju, energi berwarna hijau beracun menyala terang di senjata dan tubuh mereka, menyebarkan bau busuk yang menyengat ke seluruh halaman. Di sisi lain, anggota Klan Jing yang awalnya putus asa, kini kembali bangkit semangatnya. Melihat keberanian dan kekuatan luar biasa dari Jing Xu dan Long Yue, rasa takut mereka lenyap, diganti tekad membela kehormatan dan nyawa keluarga mereka. Mereka berteriak keras, melompat maju menyambut serangan musuh.
Namun, pertarungan yang sesungguhnya dan paling menentukan bukanlah di kalangan bawah. Di tengah lapangan, Gu Chang dan dua tetua Klan Ular Hijau — Gu Feng dan Gu Wu — melangkah maju dengan aura pembunuh yang pekat. Mereka bertiga adalah kekuatan inti yang bisa menghancurkan seluruh Kota Jing sendirian.
"Kalian berdua yang sombong, akulah lawanmu!" seru Gu Chang dingin. Ia memberi isyarat, "Gu Feng, kau hadapi pemuda berapi itu. Gu Wu, tangani Jing Xu. Aku sendiri akan berurusan dengan kepala klan ini dan tetua-tetua tua itu. Habis mereka dalam sekejap!"
Kedua tetua itu mengangguk patuh. Gu Feng, ahli Penyatuan Energi Tingkat 2, dengan energi hijau yang berputar ganas di sekujur tubuhnya, melesat ke arah Long Yue dengan kecepatan kilat. Di tangannya, ia memegang sebilah tongkat panjang bergerigi beracun yang diayunkan ke arah kepala Long Yue dengan kekuatan yang cukup membelah batu karang.
"Matilah kau, bocah jenius!" seru Gu Feng.
Di mata orang biasa, serangan itu sangat cepat dan mematikan. Namun bagi Long Yue yang memiliki indra tajam, dasar energi Pembentukan Energi Tingkat 7, gerakan Gu Feng terasa lambat, kasar, dan penuh celah. Energi hijau yang ia gunakan memang kuat dan beracun, tapi sangat kacau, banyak terbuang, dan tidak stabil.
Long Yue tidak mundur selangkah pun. Ia malah melangkah maju menyambut serangan itu. Kedua tangannya terbuka lebar, nyala Api Ungu Surgawi menyala menyelimuti sekujur tubuhnya, berpadu dengan kilauan emas dari Inti Bumi Emas, menciptakan lapisan pertahanan yang kokoh dan panas luar biasa.
Duar!!
Tongkat beracun itu menghantam lengan kiri Long Yue yang digunakan menangkis. Suara benturan keras bergema, membuat tanah di sekitarnya retak berantakan. Gu Feng tersenyum penuh kemenangan, yakin lengan pemuda itu pasti sudah hancur lebur. Namun, senyum itu langsung membeku di wajahnya.
Alih-alih hancur atau terluka, Long Yue hanya berdiri diam di tempatnya, tidak bergeser sedikit pun. Kulit lengannya hanya berubah sedikit kemerahan, dan nyala api ungu itu justru merambat naik ke sepanjang tongkatnya, membakar lapisan racun dan energi hijau yang melapisinya hingga habis seketika. Panasnya begitu dahsyat hingga Gu Feng merasakan tangannya melepuh dan kesemutan hebat.
"Apa?!" Gu Feng terbelalak kaget, mundur tergesa-gesa. "Kulitmu... sekeras apa kulitmu itu? Dan apimu... apimu bisa membakar energiku?!"
"Racun dan energi kotor seperti itu memang makanan enak bagi apiku," jawab Long Yue dingin.
Tanpa memberi waktu musuhnya pulih dari keterkejutan, Long Yue melompat maju. Gerakannya begitu cepat hingga meninggalkan bayangan. Ia tidak mengeluarkan senjata, hanya menggunakan telapak tangan kanannya yang dibalut api ungu yang padat dan berat bagaikan gunung. Ia memukul ke arah dada Gu Feng dengan gerakan sederhana namun berisi seluruh kekuatan Tingkat 7-nya.
Gu Feng berusaha menangkis dengan tongkatnya lagi, tapi kali ini berbeda. Long Yue telah mengaktifkan pemahaman Jalur Formasi, memanipulasi aliran energi di sekitar Gu Feng, membuat tubuh ahli Penyatuan Energi itu terasa berat sepuluh kali lipat, gerakannya melambat drastis.
Bummm!!!
Telapak tangan Long Yue menghantam dada Gu Feng tepat sasaran. Suara tulang yang retak terdengar jelas. Gu Feng terlempar mundur bagaikan bola meriam, menabrak dinding batu gedung utama hingga runtuh sebagian, lalu jatuh ke tanah dengan mulut menyemburkan darah segar. Ia terbatuk-batuk hebat, wajahnya pucat pasi, dan sama sekali tidak mampu bangkit lagi. Tulang rusuknya hancur sebagian, dan energi di dalam tubuhnya kacau balau, terbakar habis oleh sisa api yang masuk ke dalam organ dalamnya.
Dalam satu pukulan saja! Ahli Penyatuan Energi Tingkat 2 dikalahkan!
Pemandangan itu membuat seluruh isi halaman terdiam serentak. Gu Chang yang baru saja hendak menyerang Jing Zhan, berhenti melangkah dengan mata terbelalak tak percaya, napasnya tertahan di tenggorokan. Anggota Keluarga Jing bersorak tertahan, sementara pasukan Klan Ular Hijau gemetar ketakutan.
Di sisi lain, pertarungan Jing Xu juga berlangsung sengit namun berimbang. Lawannya, Gu Wu, juga Penyatuan Energi Tingkat 2. Secara tingkat kekuatan, Jing Xu di Pembentukan Energi Tingkat 5 memang masih kalah jauh. Namun, Jing Xu sekarang bukan lagi Jing Xu yang dulu. Kualitas energinya sangat murni dan kokoh berkat Bunga Jiwa Putih, senjata barunya — Pedang Hitam Purba — sangat tajam dan kuat, ditambah teknik langkah serta teknik bertarung warisan Klan Jing yang ia kuasai hingga tingkat mahir.
Jing Xu bergerak lincah bagaikan angin, tidak pernah bertarung berhadapan langsung. Ia menyerang dan mundur dengan cepat, memanfaatkan setiap celah kecil gerakan Gu Wu. Energi emas dan putih bersih berkilauan di setiap ayunan pedangnya, memotong dan menangkis serangan energi hijau musuhnya. Meski tubuhnya kadang terhantam sisa serangan dan terpental mundur, ia selalu mampu bangkit kembali dengan cepat, tidak ada luka serius yang berarti berkat dasar tubuhnya yang diperkuat.
Gu Wu semakin marah dan frustrasi. Ia ahli tingkat tinggi, tapi terjebak dan tidak mampu mengalahkan pemuda Tingkat 5 ini dalam waktu lama. "Kau cuma pembual! Berhenti lari!" teriak Gu Wu marah besar, mengerahkan seluruh energinya menyemburkan gelombang racun hijau ke segala arah.
Namun, saat itu juga, Jing Xu melihat kesempatan. Ia mundur menjauh, lalu berteriak keras, "Kak Long! Bantu aku sedikit saja!"
Long Yue yang baru saja menyelesaikan musuhnya, mengangkat kepalanya dan mengerti seketika. Ia mengumpatkan seberkas besar Api Ungu Surgawi yang sangat panas dan pekat, melesat cepat ke arah Jing Xu.
Jing Xu tidak menghindar. Ia justru memutar pedang panjangnya, menangkap seberkas api itu, lalu menyatukannya dengan energinya sendiri. Pedang hitam itu seketika berubah warna menjadi merah menyala bercampur ungu, suhunya naik drastis, memancarkan hawa yang menakutkan.