NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Mata Batin / Fantasi
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Widianti dia

Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.

kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Leo marah ke Arun.

Hantu Leo mencoba meredakan emosinya,dan dia bertanya lagi sama Arun.

"Sejak kapan,Arun mulai bisa melihat Leo?"

"Sejak dua bulan yang lalu sehabis Leo marah-marah?"

"Apaaaa!!"" Leo dengan mata tajam seperti menembus jantung Arunn dengan puncak amarahnya.

"Aaaaaargh!! Leo langsung membalikan tubuhnya,dan melayangkan pukulan ke sebuah patung besi dan dihantamnya patung besi itu dengan satu pukulan sampai tangan patung itu patah.suaranya langsung bergema seisi ruangan itu setelah besi tebal itu jatuh.

"Duk!!"

Arun yang melihat itu semua langsung terduduk,menangis pilu,sampai isak tangisnya tak terdengar karena menahannya, setelah itu hantu Leo membalikan tubuhnya lagi,betapa pedihnya hantu Leo melihat keadaan Arun,dia jongkok kan badannya dan langsung menggendong Arun,untuk dibaringkankan disofa habis itu dia tarik selimut untuk menylimuti Arun setelah itu beranjak pergi,tapi disaat dia balekan tubuhnya Arun memegang tangan hantu Leo.

"Maaff,Maaafin,akuu? tolong jangan benci aku jangan usir aku,aku gak papa gak bisa lihat Leo lagi asal Leo jangan pergi?""

"Hiks hiks hiks hiks hiks?" Tangisan Arun menyayat batin hantu Leo,hantu Leo sambil menahan tangis didalam batinya,hanya telihat matanya yang berkaca-kaca,dan dia berkata.

"Sudah istirahat dulu?"

"Tapi Leo gak akan pergi?"" Kata Arun,Hantu Leo terdiam dan hanya menggeleng kan kepalanya setelah itu,dia pegang dahi Arun perlahan dia salurkan energi ketenangan supaya Arun tertidur.

Tapi masih dengan isakan tangisnya.

Akhirnya Arun tertidur.

Lalu hantu Leo bergegas masuk patung dan meratapi keadaanya yang gak bisa mengendalikan amarahnya disaat orang yang dia sayang akan cekaka.

"Yaa Tuhannn,,,kenapa aku tidak bisa melepaskan keterikatan ini,kenapa aku tidak bisa mengontrol lagi amarahku ketika dia akan celaka,sebegitunya takutkah diriku jika suatu saat kehilangan diaaa?"

Dengan rasa sesak didada hantu Leo mengingat wajah Arun yang pucat pasi ketakutan setelah melihat makluk berwajah hitam mata besar merah, lidah merah panjang hantu Leo benar-benar terpukul kali ini, melihat keadaan Arun saat itu,dia lalu membayangan seadainya energinya tidak lebih besar dari energi makluk itu,pasti Arun celaka,langsung dia kepalkan lagi tangannya dia hantamkan Lagi kediding patung yang ditempatinya,sambil berteriak kencang.

"Aaaaaargh!!""

"Kenapa kamu bodoh sekali Leo kenapaaaaa!!""

"Harusnya kamu paham dari awal kamu mulai berteman sama dia hari ini pasti akan terjadi,tapi kamu malah terlena dengan dia yang tak akan kamu bisa miliki!"

"Sadar Leo sadarrrr,kamu lah nantinya yang akan membuatnya terluka dan patah hati,karena kamu telah memberi harapan tinggi padanya!"

"Sekarang keputusan ada dibatin mu Leo, kalau kau menyayanginya berusaha lah melepasnya perlahan jangan kau siksa hati dia dan batinmu."

"Dan apa tujuanmu selama ini kamu olah rasamu,itu yang harus kamu pertimbangkan,apakah kamu ingin selamanya didunia ini, jawaban nya hanya kamu yang tau."

Hantu Leo setelah mendengar batinnya yang paling halus, yang selalu menasehatinya disaat dia salah langkah,hanya tertunduk dan terdiam.

Habis itu dia langsung pusat kan energinya untuk meditasi hening, tapi lagi-lagi wajah Arun terlintas disaat Arun berkata, jangan pergi leo,rasa sayang nya pun mengalahkan batinnya lagi.

Dan dia langsung seketika bangkit,dan membersikan dirinya dengan energi murni, setelah itu dia keluar dari tubuh patung itu.

Dia mendekati Arun dan Arun pun masih tertidur dengan isakan tangisnya,disitu hantu Leo hanya bisa melihatnya dengan rasa pedih batinnya,dan terlitas dalam fikiranya seadainya dia pergi dan menghilang selamanya bagaimana keadaannya,hantu Leo habis itu menarik nafas dalam-dalam dan dia sudah nemutuskan.

"Aku tau apa tujuanku didunia fana ini,tapi aku tidak akan menyakiti nya,pasti suatu saat aku menemukan cara untuk membuat dia bahagia."

Setelah bicara dengan batinnya hantu medekati Arun memandanginya lekat-lekat seakan takut dia melupakanya.

Habis itu dia duduk bersila,disamping Arun dia mulai meditasi lagi dan menjaga Arun,malam pun semakin larut menujukan jam 3 pagi, Arun terbangun dari tidurnya dan dia langsung bangun duduk,yang pertama di teriakkan ada lah nama Leo sambil nangis terisak-isak.

"Leo jangan pergi!" Hantu Leo yang mendengar langsung membuka matanya,dan berkata penuh kharisma dan tenang.

"Aku disini,?kenapa?"

"Aku tadi mimpi buruk,Leo pergi meninggalkanku dan membeciku?"

Arun mendudukan kepalanya tak berani melihat mata Leo.

Leo dengan tenang bangkit mendekati Arun dan dia duduk didekat Arun sambil berkata.

"Arunn, Leo mau tanya sama Arun?"

"Arun, apa yang dirasakan dihati Arun keLeo?

"Apakah Arun harus jujur keLeo?" "Emm."

Kata Leo menganggukkan kepalanya.

Dan Arun pun mulai berani menatap wajah Leo,dia tatapnya mata tajam Leo dengan penuh tatapan kelembutan,Leo yang biasanya dingin dan tenang batinya serasa ditembus anak panah yang berlumuran racun yang mematikan,dan tidak bisa menghidari,karena mata Arun yang penuh harapan dan ketulusan sehingga Batin hantu Leo terasa amat sangat sakit mengingat dirinya suatu saat pasti meninggalkan dia sendirian.

Lalu Arun menjawab pertanyaan Leo.

"Arun sayang sama Leo,Arun cinta sama Leo,Arun nyaman sama Leo?"

"Salahkah perasaan Arun kepada Leo?""

"Hiks hiks hiks hiks hiks"

Dan habis itu Arun nangis lagi.

Leo yang mendengarkan Arun bicara sambil nangis langsung dia usap air mata Arun penuh dengan kasih sayang,dan berkata.

"Tapi Arun sadar gak,dan ngerti gak, kalau suatu saat dan pasti Leo akan pergi meninggalkan Arun."

"Dan ngerti gak, dunia manusia dan arwah tidak akan bisa bersama selamanya?"

Hantu Leo meskipun ada rasa sakit dalam batinya karena mengucapkan kata-kata seperti itu tapi harus tetap diucapkan karena gak mau Leo nanti melihat Arun yang ditinggal kannya,lebih buruk lagi dari yang sekarang.

"Ya Arun mengerti tapi kan Arun bisa ikut Leo?" Mendengar kata Arun Leo kaget,dan mencoba menjelaskan semua yang dia tau, dan memang sudah waktunya Leo harus menjelaskan nya.

"Arunn,,tau gak didunia ini semua gak segampang pemikiran Arun apa lagi soal kematian."

Leo dengan pelan-pelan dan penuh kharisma menjelaskan semuanya dan sampai dititik kenapa Leo marah ketika Arun sudah bisa melihat Leo tapi Arun gak bilang.

"Seperti tadi Leo sbenernya marah banget sama Arun,karena sudah bisa melihat Leo tapi Arun gak bilang,bukan Leo gak pingin dilihat Arun gak,tapi ketika Arun sudah melihat Leo otomatis Arun sudah bisa melihat semua,makluk astral lainnya dan lebih banyak lagi."

Kata Leo sambil memandangi Arun tanpa senyuman tapi penuh ketenangan dan kharismatik ,yang membuat Arun ingin berlama-lama memandangnya,

Tatapan mata Arun yang bercahaya mengisyaratkan kebahagiaan semakin indah karena disela-sela kornea mata Arun terdapat tahi lalat hitam,lalu Arun mendengar kan sambil sekali-sekali senyum manis yang polos dihadapan Leo.

"Na sekarang Leo tanya Arun tau apa dampak yang terjadi pada diri Arun dan tubuh Arun setelah bisa melihat semua itu."

Arun gelengkan kepala sambil manyun.

"Yah sudah lah besuk Leeo ceritakan lagi ya?"

"Tapi Leooo?" Jawab Arun.

Leo yang mendengar jawaban Arun sedikit geram "ni anak bener-bener?"kata Leo sambil natap lekat-lekat wajah Arun dengan dekatnya Arun dengan salah tingkah dan menjawab.

"Iya iya iyaaaa ampun?"

"Tidur!! Kata Leo dengan lebih tegas lagi.

"Iyaaa?"

Malam pun sudah hampir berlalu, pagi pun akan datang.Arun masih ada waktu untuk tidur 2 jam lagi karena biasanya dia bangun pagi jam 6, terlebih kalau bosnya pergi lebih santai lagi,dan akhirnya Arun tidur lagi sedang kan Leo duduk sambil merenungkan apa yang terjadi hari ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!