NovelToon NovelToon
Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ule Lau

Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).

Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melintasi Lapisan Langit Ketujuh

Deru angin fana sama sekali tidak mampu menembus perlindungan absolut dari Kereta Kencana Bintang Kosmik. Di dalam kabin mewah bernuansa merah muda dan emas suci itu, suasana terasa sehangat musim semi di Lembah Mirakel. Tekanan udara, gravitasi, dan suhu dikontrol secara sempurna oleh formasi transendental yang tertanam di setiap sudut dinding kristal safir.

Zhu Ling'er duduk bersandar di sofa busa sutra yang empuk, kedua kaki mungilnya menjuntai dan berayun-ayun gembira. Di hadapannya, sebuah meja giok putih mini telah dipenuhi oleh piring-piring kecil berisi kue beras ketan manis dan potongan es krim persik kosmik yang tidak meleleh sedikit pun karena pengaruh hawa dingin dari jepit rambut melati es miliknya.

"Wah! Ayah, lihat ke luar jendela! Rumah-rumah di bawah sana sekarang terlihat kecil sekali, seperti butiran pasir di pinggir sungai!" seru Ling'er dengan wajah gembilnya yang menempel erat pada kaca jendela kristal transparan. Mata bulatnya yang jernih berbinar-binar penuh kekaguman menatap hamparan daratan Benua Douluo yang perlahan menyusut di bawah mereka.

Zhu Xuan yang duduk di hadapan putrinya tersenyum dengan kelembutan yang tak terbatas. Jubah putih polosnya tampak rapi tanpa kerutan, dan sepasang matanya yang sedalam samudra kosmos memancarkan kehangatan sejati seorang ayah. Ia mengambil sepotong kue beras ketan manis, lalu menyuapkannya ke mulut mungil Ling'er dengan gerakan yang sangat telaten.

"Itu karena kita sudah berada di lapisan langit kelima, Sayang. Sebentar lagi, Kakek Dugu akan membawa kita menembus lapisan langit ketujuh, tempat di mana awan-awan berubah menjadi kristal es pelangi," ucap Zhu Xuan lembut, menyeka sudut bibir putrinya yang sedikit terkena remah kue menggunakan sapu tangan putihnya.

"Nyam... enak! Ayah, apakah di lapisan langit ketujuh ada burung roh yang bisa bernyanyi seperti di lembah?" tanya Ling'er dengan mulut yang agak penuh, pipinya menggembung lucu seperti seekor hamster kecil.

"Tentu saja ada. Bahkan, burung-burung di sana memiliki sayap yang terbuat dari jalinan cahaya bintang. Jika Ling'er suka, nanti Ayah bisa menangkapkan beberapa ekor untuk menemani kelinci gendutmu di pondok," jawab Zhu Xuan santai, seolah-olah menangkap makhluk spiritual tingkat tinggi di batas langit fana tidak lebih sulit daripada memetik buah persik di kebunnya.

Sementara suasana di dalam kabin dipenuhi oleh kehangatan keluarga dan kepolosan seorang anak, situasi di kursi kusir bagian depan jauh berbeda.

Dugu Bo berdiri tegak dengan kedua tangan memegang tali kendali energi yang terhubung langsung dengan dua proyeksi naga kehidupan perak di depan kereta. Meskipun kereta kencana ini bergerak dengan kecepatan yang melampaui batas imajinasi manusia—bahkan melampaui kecepatan seorang Titled Douluo yang menggunakan kemampuan tulang jiwanya—Dugu Bo sama sekali tidak merasakan hantaman angin atau guncangan spasial. Seluruh pusaran angin badai yang menghadang di depan kereta langsung terbelah menjadi partikel energi murni begitu menyentuh pelindung terluar kereta kencana.

"Luar biasa... Ini benar-benar keajaiban yang melampaui batas kedewaan fana," gumam Dugu Bo dengan suara bergetar penuh kekaguman. Sebagai seorang penatua yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia fana yang penuh intrik, mengendarai kereta kencana bertenaga naga kosmik menembus batas langit adalah sebuah pencapaian jiwa yang tidak pernah berani ia impikan bahkan dalam khayalan terliarnya sekalipun.

"Dugu Bo, belokkan arah kereta tiga puluh derajat ke utara. Kita akan melewati batas luar dari platform Ranah Ilahi," suara Zhu Xuan tiba-tiba bergema dengan tenang namun penuh otoritas di dalam benak Dugu Bo.

"Baik, Yang Mulia Tuan Agung!" Dugu Bo segera menarik tali kendali energi, mengarahkan dua naga perak muda itu untuk mendaki lebih tinggi menembus lapisan awan stratosfer.

WUSH————!!!

Kereta Kencana Bintang Kosmik menembus lapisan langit ketujuh dengan keanggunan yang tiada tanding, meninggalkan jejak ekor cahaya pelangi raksasa sepanjang ribuan meter di angkasa. Pemisahan ruang yang begitu masif ini seketika memicu getaran hebat pada struktur pertahanan terluar dari Ranah Ilahi (Divine Realm) yang berada tepat di atas lapisan dimensi fana Douluo.

Di dalam Istana Komite Ranah Ilahi yang megah dan dipenuhi pilar-pilar emas suci, suasana yang biasanya tenang dan agung mendadak berubah menjadi kepanikan total.

BUMMMM!!!

Lantai istana bergetar hebat, dan bola kristal proyeksi hukum alam semesta yang melayang di tengah ruangan tiba-tiba memancarkan cahaya merah pekat yang berkedip-kedip dengan liar. Suara sirene spiritual berdengung ganda di seluruh penjuru istana, menandakan adanya anomali tingkat tinggi yang mengancam kestabilan dimensi mereka.

Sesosok pria jangkung dengan jubah biru tua yang dipenuhi pola gelombang samudra berdiri dari kursi utamanya. Wajahnya yang tampan kini dipenuhi oleh garis-kesan ketegangan yang sangat pekat—dia adalah Dewa Laut (Seagod) Tang San, yang kini juga memegang otoritas sebagai Dewa Penegak Hukum di Ranah Asura.

"Ada apa dengan guncangan ini?! Apakah ada musuh dari dimensi luar yang mencoba menyerang batas Ranah Ilahi?!" seru Tang San dengan suara berat yang menggetarkan seluruh ruangan. Di sampingnya, sebilah trisula emas raksasa—Trisula Dewa Laut—bergetar tidak stabil, memancarkan riak air suci yang bergolak.

Sesosok dewa lain dengan jubah merah darah dan aura pembunuhan yang sangat pekat, Dewa Asura, melangkah maju dengan tergesa-gesa. Matanya menatap lurus ke arah cermin proyeksi bawah yang kini menampilkan visualisasi lapisan langit ketujuh Benua Douluo.

"Bukan serangan tentara, Tang San! Lihat itu!" Dewa Asura menunjuk ke arah cermin dengan jari yang sedikit gemetar.

Di dalam proyeksi cermin, seluruh dewa tertinggi yang berkumpul di ruangan itu menyaksikan sebuah pemandangan yang membuat jiwa kedewaan mereka serasa ingin runtuh. Sebuah kereta kencana mewah berwarna safir hitam yang ditarik oleh dua ekor naga kehidupan perak murni sedang melintas dengan sangat santai tepat di bawah perbatasan dimensi mereka.

Setiap putaran roda kereta kencana tersebut melepaskan riak energi planet kecil yang secara paksa menekan dan merestrukturisasi hukum ruang-waktu di sekitarnya. Tekanan energi suci yang memancar dari kendaraan itu begitu padat, begitu purba, hingga membuat hukum kedewaan yang dimiliki oleh para dewa di Ranah Ilahi terasa seperti mainan anak-anak yang tidak ada artinya sama sekali.

"Naga... Naga Kehidupan tingkat transendental?!

 Dan kendaraan itu... dari mana asal benda itu?!

 Bagaimana mungkin ada entitas fana di Benua Douluo yang mampu menciptakan alat transportasi yang memiliki bobot hukum kosmos yang begitu mengerikan?!"

Tang San mengepalkan tangannya erat-erat, matanya melebar dipenuhi rasa tidak percaya yang mendalam.

Sebagai seseorang yang menganggap dirinya sebagai penguasa tertinggi yang mengatur takdir Daratan Douluo, keberadaan kereta kencana bintang ini adalah sebuah tamparan keras yang meruntuhkan seluruh kesombongannya.

"Tidak... Itu bukan entitas fana," bisik Dewa Asura dengan wajah yang mendadak pucat. "Tekanan energi ini... sama persis dengan gelombang pedang putih yang menghancurkan proyeksi kesadaranku di Hutan Besar Star Dou beberapa waktu lalu! Ini adalah kehendak dari Penguasa Kosmik Surgawi itu!"

Mendengar nama tersebut, seluruh ruangan istana seketika menjadi hening senyap. Rasa takut yang murni merayap di dalam hati para dewa tingkat tinggi. Mereka teringat bagaimana hanya dengan sisa tebasan pedang dari pemuda misteri berjubah putih itu, seluruh fondasi hukum Ranah Ilahi hampir runtuh dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk bisa stabil kembali. Dan kini, entitas menakutkan itu sedang membawa kendaraannya berjalan-jalan tepat di depan hidung mereka.

"Apakah... apakah dia berniat menghancurkan Ranah Ilahi kita hari ini?" tanya seorang dewa elemen dengan suara bergetar pelan.

Tang San menggertakkan giginya, keringat dingin mengalir di pelipisnya. Ia memegang erat Trisula Dewa Laut miliknya, bersiap untuk kemungkinan terburuk. "Aktifkan seluruh formasi pertahanan tingkat mutlak! Jangan ada satu dewa pun yang diizinkan keluar atau memancarkan niat bermusuhan! Kita hanya bisa mengamati... dan berdoa agar dia tidak tertarik dengan tempat ini."

[Ding! Deteksi Kepanikan Massal di Ranah Ilahi. Seluruh dewa tertinggi berada dalam status 'Ketakutan Mutlak' dan tidak berani memancarkan niat buruk sedikit pun kepada putri Anda.]

[Evaluasi Efek Kendaraan: Keagungan Kosmik Sempurna!]

[Hadiah Dikirimkan: Poin Daddy +15.000.]

[Status Otoritas Sistem: Kunci Keamanan Dimensi Diperketat secara Otomatis.]

Di dalam kereta kencana, Zhu Xuan melirik panel sistemnya yang menyala dengan senyuman tipis yang sangat meremehkan. Kepanikan para dewa fana di atas sana sama sekali tidak menarik perhatiannya. Selama mereka tahu diri dan tidak mengganggu waktu bermain putrinya, ia tidak akan repot-repot mengayunkan ujung jubahnya untuk menghapus keberadaan mereka dari garis waktu dunia ini.

"Ayah, lihat! Di luar ada awan berbentuk kelinci raksasa!"

Suara riang Ling'er memecah keheningan kabin. Gadis kecil itu melompat dari sofanya, berjalan mendekati Zhu Xuan dan menarik-narik ujung jubah putih ayahnya dengan tangan mungilnya yang hangat. Ia menunjuk ke arah gumpalan awan kristal pelangi di lapisan langit ketujuh yang memang membentuk siluet seekor kelinci yang sedang melompat.

Zhu Xuan segera berjongkok, mengangkat tubuh mungil putrinya ke dalam gendongannya yang kokoh dan penuh kehangatan yang tak terbatas. Ia membawa Ling'er lebih dekat ke jendela besar kristal safir.

"Iya, Sayang. Itu adalah Awan Kristal Kelinci Bintang. Dia hanya muncul di tempat yang sangat tinggi seperti ini," ucap Zhu Xuan lembut, mengusap hidung mungil putrinya dengan hidungnya sendiri, memicu suara tawa renyah yang sangat merdu dari bibir gembil Ling'er.

"Kelinci awannya cantik sekali, Ayah! Ling'er mau mengambil fotonya menggunakan batu proyeksi gambar pemberian Ayah, boleh ya?" pinta Ling'er dengan mata bulatnya yang berkedip-kedip menggemaskan.

"Tentu saja boleh, Sayang. Lakukan apa pun yang membuat putri Ayah bahagia," Zhu Xuan mengeluarkan sebuah batu giok putih kecil yang berfungsi sebagai kamera spiritual transendental dari sakunya dan memberikannya kepada Ling'er dengan penuh kasih sayang.

Di bawah langit tertinggi Benua Douluo, di tengah ketakutan dan kepatuhan mutlak dari seluruh dimensi kedewan di atas sana, Kereta Kencana Bintang Kosmik terus berlayar dengan damai. Tawa riang seorang anak perempuan dan dekapan hangat sang Super Daddy menjadi satu-satunya melodi yang abadi, membuktikan bahwa tidak ada satu pun kekuatan di seluruh jagat raya yang mampu menggoyahkan kedamaian kecil yang diciptakan oleh seorang ayah untuk putri tercintanya.

1
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjut👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Kang Comen
okokokokokokokokokokokok
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Kang Comen
heh eh eh eh ....
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???
Ule Lau: Kalau levelnya berhasil di buka sesuai petunjuk di atas bru lah
total 1 replies
Kang Comen
anak² lain nya mna thor ???
Ule Lau: Ada masih main
total 1 replies
Miea™
next
Kang Comen
next⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
up up up 👍👍👍
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Ule Lau: Up nya perhari 1 bab ya kk... Banyakin sabaaaarnya ya kak
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Ule Lau: Menunggu ya
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪💪
yl
😍😍😍
yl
Lanjutkan 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
up up up 👍
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!