NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Reza membuka matanya perlahan saat cahaya mentari pagi menyilaukan pandangannya.

Dia mengambil ponsel pintarnya dari atas meja kecil di samping tempat tidur.

Ada puluhan notifikasi aplikasi yang masuk secara bersamaan ke layar ponselnya.

Dia membuka salah satu tautan video yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal.

Ternyata itu adalah video ulasan mi ayam dari Dimas yang diunggah tadi malam.

Mata Reza membelalak saat melihat angka penonton video itu sudah mencapai lima puluh ribu kali tayangan.

'Ini gila, baru semalam diunggah tapi yang menonton sudah sebanyak ini,' batin Reza.

'Kolom komentarnya juga penuh dengan orang yang menanyakan lokasi pasti kedai ini.'

Reza tersenyum bangga lalu bangkit dari tempat tidurnya untuk bersiap.

Dia turun ke lantai satu dan berjalan menuju area dapur yang bersih.

"Sistem, ke mana pintu kedai kita terhubung hari ini?" tanya Reza sambil mencuci tangan.

"Hari ini pintu utama terhubung ke Dimensi Manusia Hewan," jawab Sistem di dalam kepalanya.

"Lokasi spesifiknya berada di pinggiran Hutan Kematian tempat suku-suku buas berburu."

Reza mengangguk pelan dan mengambil celemek andalannya.

"Apakah pelangganku hari ini adalah manusia setengah hewan seperti di film-film?" tanya Reza.

"Benar, Host akan menghadapi berbagai ras dengan insting buas yang tinggi," jelas Sistem.

"Bahan makanan yang tersedia hari ini didominasi oleh daging merah dan tulang besar."

Reza berjalan menuju pintu utama dan memutar kenopnya perlahan.

Dia menarik napas panjang lalu membuka pintu kayu itu lebar-lebar.

Pemandangan di luar bukanlah gang beraspal atau hutan bambu yang tenang.

Di hadapannya terhampar sebuah hutan purba dengan pepohonan yang menjulang setinggi gedung bertingkat.

Akar-akar pohon raksasa menjalar tak beraturan di atas tanah yang lembap.

Suara raungan hewan buas terdengar saling bersahutan dari kejauhan.

Reza menelan ludah melihat pemandangan liar dan berbahaya tersebut.

Dia buru-buru masuk kembali ke dalam kedai dan hanya membuka pintunya setengah.

"Tempat ini terlihat jauh lebih berbahaya daripada dunia kultivasi kemarin," gumam Reza pelan.

Dia masuk ke dapur dan memeriksa isi kulkas besarnya.

Benar saja, kulkas itu penuh dengan potongan iga sapi berukuran besar dan daging paha utuh.

Reza memutuskan untuk membuat bumbu perendam daging panggangan.

Dia mencampurkan kecap manis, saus tiram, bawang putih halus, lada hitam, dan madu ke dalam mangkuk besar.

Sekitar satu jam kemudian, suara langkah kaki berat terdengar mendekati pintu kedai.

Langkah itu terdengar sangat mantap dan diiringi suara seretan benda logam yang berat.

Reza berdiri di balik meja konter dan menatap tajam ke arah pintu masuk.

Seorang pria bertubuh sangat kekar dengan tinggi hampir dua meter muncul di ambang pintu.

Pria itu memiliki telinga bulat berbulu di atas kepalanya dan ekor panjang layaknya seekor singa.

Rambutnya pirang lebat seperti surai dan dia membawa sebuah kapak raksasa berlumuran darah hijau.

Pria singa itu mengendus udara dengan hidungnya yang bergerak-gerak cepat.

"Aroma apa ini?" ucap pria singa itu dengan suara parau yang menggelegar.

"Bau daging mentah yang sangat segar dan bau manis yang belum pernah aku cium sebelumnya."

Reza berusaha menyembunyikan rasa gugupnya dan tersenyum ramah.

"Selamat pagi, Tuan," sapa Reza dari dalam kedai.

"Itu adalah aroma bumbu daging panggang dari dapur saya, silakan masuk jika Anda lapar."

Pria singa itu menatap Reza dengan pandangan meremehkan.

"Manusia lemah sepertimu berani membuka tempat makan di perbatasan Hutan Kematian?" tanyanya mengejek.

"Kau bisa mati hanya dengan satu jentikan jariku, Manusia."

"Di dalam tempat ini, tidak ada yang bisa melukai siapa pun," jawab Reza tetap tenang.

"Silakan masuk jika Anda ingin makan, tapi tinggalkan niat membunuh Anda di luar."

Pria singa itu mendengus kasar dan melangkah masuk menembus pintu kayu kedai.

Begitu tubuh besarnya melewati ambang pintu, kapak raksasa di tangannya langsung terjatuh ke lantai.

Brak.

Pria singa itu jatuh berlutut dengan napas terengah-engah.

Dia menatap kedua tangannya dengan ekspresi sangat ketakutan.

"Kekuatan garis keturunan raja singaku hilang," teriaknya panik.

"Aura tempurku tersegel total, sihir kutukan macam apa ini?"

Reza berjalan memutari meja konter dan mendekati pria singa tersebut.

"Itu bukan sihir kutukan, itu hanyalah aturan yang dibuat untuk keamanan kedai ini," jelas Reza sabar.

"Kekuatan Anda akan kembali normal setelah Anda keluar dari pintu itu."

Pria singa itu menatap Reza dengan pandangan yang kini dipenuhi rasa hormat dan takut.

Dia menyadari bahwa manusia di depannya ini bukanlah manusia biasa.

"Maafkan kelancanganku tadi, Tuan Manusia," ucap pria singa itu menundukkan kepalanya.

"Namaku Garro, aku adalah prajurit dari suku Singa Merah."

"Bangunlah Garro, namaku Reza dan aku hanyalah seorang koki di sini," balas Reza.

"Silakan duduk di kursi itu dan pesan makanan yang kau inginkan."

Garro berdiri dengan susah payah dan menarik sebuah kursi kayu.

Dia duduk dengan hati-hati agar tubuh besarnya tidak menghancurkan kursi tersebut.

"Aku sangat lapar setelah berburu monster kadal beracun selama tiga hari," kata Garro.

"Tolong berikan aku daging paling besar dan paling mengenyangkan yang kau punya."

"Pilihan yang sangat bagus," jawab Reza mengangguk setuju.

"Aku akan membuatkan iga sapi panggang madu raksasa khusus untukmu."

Reza kembali ke dapurnya dan mengambil dua potong iga sapi berukuran sangat besar.

Dia melumuri iga tersebut dengan bumbu perendam yang sudah dia buat sebelumnya.

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!