NovelToon NovelToon
Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Putri Arabella

Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obrolan Mereka

Di Ann Arbor Michigan Amerika Serikat saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 yang di mana sudah masuk waktu makan malam.

Alina, Zelin dan Jenny mereka ber tiga tengah menyiapkan hasil masakannya untuk hidangan makanan malam. Sedangkan Henry, Tristan, Kalingga dan Matthew tengah bersantai-santai di ruang tamu sambil bermain catur. Di posisi Revan, Renan, Robert mereka tengah bermain di gazebo belakang, hanya Renan dan Robert saja yang Mabar tidak dengan Revan karena ia sedang berpacaran dengan laptop kesayangannya.

Bagaimana dengan Melissa dan Rachel? Tentu saja mereka ber dua tengah bersantai ria tertawa bahagia di dalam kamarnya karena mereka tengah menyusun rencana untuk membalas Aretta.

Beberapa menit kemudian semua masakan sudah siap Jenny bergegas memanggil anak²nya dan yang lainnya.

"Anak-anak ayo turun makan dulu." Ucap Jenny meneriaki Revan, Renan dan Robert.

Ke tiga nya bergegas menghampiri Jenny ke meja makan.

"Mana adik kalian?" Tanya Zelin pada tiga R yang saat ini sudah duduk manis di meja makan.

"Mungkin di kamar." Jawab Renan.

Alina bangkit dari duduknya lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar Rachel dan Melissa.

Tok

Tok

Tok

Sampainya di depan kamar Rachel Alina mengetuk² pintu kamar Rachel tapi sayangnya tidak ada jawaban.

"Sayang ayo turun waktunya makan malam."

"Ko gak di jawab sih apa Rachel di kamar Melissa kali ya." Ucap Alina lalu dirinya berjalan ke arah kamar Melissa yang memang tidak jauh dari kamar Rachel.

Sampainya Alina di depan pintu kamar Melissa dirinya langsung mengetuk² pintu meneriaki ke dua anaknya untuk makan malam.

Tok

Tok

Tok

"Sayang Rachel Melissa waktunya makan malam ayo cepat turun kalian udah di tunggu." Teriak Alina.

"Iya mah." Jawab Rachel dan Melissa dari dalam kamar.

Rachel dan Melissa pun keluar dari kamarnya mereka turun menuju meja makan yang mana di sana sudah lengkap semua personil Wilson tengah menunggu princess Wilson.

Sampainya di meja makan Rachel dan Melissa langsung duduk acar makan malam pun di mulai dengan nyaman dan khidmat. Tidak ada suara sedikitpun dan hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu dengan piring.

Setelah 30 menit mereka melaksanakan makan malam kini keluarga Wilson tengah berkumpul di ruang tengah, para orang tua duduk di sofa sedangkan anak-anak duduk di bawah beralaskan karpet permadani.

"Opah besok kita jalan-jalan kemana?" Tanya Revan pada Matthew yang di mana posisi mereka berdua tidak terlalu jauh.

"Besok kita pergi ke pantai Waikiki sekalian cari penginapan, lalu besoknya kita ke Walt Disney Magic Kingdom, Universal's Island of Adventure, Sea World Orlando dan masih banyak lagi yang harus kita kunjungi." Jelas Matthew dengan senyum tulus.

"Wahhhhhh gak sabar banget nunggu besok." Pekik Melissa heboh.

"Opah apa kita akan liburan di sini selama 1 bulan?" Kali ini Revan yang angkat bicara.

Semua atensi mereka mengarah pada Revan, Matthew mengerutkan dahinya ada apa dengan cucu satunya ini? Bukankah kemarin ia sudah bilang dan memperjelas kalau mereka akan liburan di sini selama 1 bulan penuh, lalu kenapa cucu yang satunya ini nanya kembali?

"Tentu saja, bukannya opah udah bilang akan liburan di sini selama 1 bulan." Jelas Matthew.

"Iya bang opah kemaren bilang kita akan liburan selama 1 bulan di sini. Kenapa lo nanya lagi?" Robert juga merasa heran dengan abangnya ini, ternyata pengusaha sukses tidak menjamin otaknya cerdas ya, buktinya kek Revan ini yang lama dalam berpikir wkwkwk.

"Lo CEO bang kenapa jadi bodoh." Ejek Renan.

Sedangkan Revan mendengus kesal ia tidak terima di katain bodoh. "Gue yang bodoh atau lo yang bodoh? Lo mau gitu selama 1 bulan liburan di negara ini aja? Gue sih ogah, lebih baik gue keliling negara mengunjungi tempat wisata di setiap negara." Sarkas Revan yang membuat mereka semua kembali berpikir dengan ucapan Revan barusan.

Seketika Kalingga membolakan matanya. "Kenapa kita gak kepikiran, selama liburan 1 bulan kita jangan di Amerika aja tapi keliling ke negara lainnya juga itu sangat menyenangkan bukan?" Usul Kalingga yang memang setuju dengan ucapan anak sulungnya.

Melissa dan Rachel menghampiri Matthew. "Opah apa yang di bilang papa sama Abang benar kita jangan di sini saja selama 1 bulan tapi kita juga harus keliling ke negara lainnya." Ucap Melissa dengan wajah menggemaskan, lebih tepatnya di buat-buat semenggemaskan mungkin dan itu membuat mereka semua gemas dengan ekspresi Melissa tidak dengan Revan yang jijik melihatnya.

Matthew berpikir sejenak lalu ia mengangguk setuju. "Baiklah kita akan keliling negara lainnya, di Amerika kita hanya beberapa hari saja setelah itu lanjut ke Kanada, Meksiko dan yang lainnya." Jelas Matthew.

Tentu saja itu membuat Melissa dan Rachel sangat bahagia. "Makasih opah sayang opah." Ucap Rachel dan Melissa berbarengan lalu mereka ber dua memeluk Matthew.

Para orang tua yang melihatnya ke dua princessnya Wilson bahagia ikut bahagia, Rachel dan Melissa adalah berliannya Wilson jika ada yang menyakiti mereka berdua para orang tua tidak akan tinggal diam mereka akan menghabisi orang itu yang berani menganggu princess Wilson.

"Jangan lupa malam ini kita bersenang." Bisik Matthew pada salah satu dari mereka ber dua.

"Sudah malam lebih baik kita istirahat agar besok tenaganya full." Ucap Jenny.

Melissa dan Rachel melepaskan pelukannya mereka ber dua kembali ke tempat duduknya. "Aku sama Melissa mau ke kamar ya mau istirahat, bay semua good night opah, ayah, bunda, papa, mama, mommy, daddy, tripel Abang R." Ucap Rachel mengabsen satu-satu mereka semua.

Matthew dan para orang tua terkekeh kecil, walaupun Rachel dan Melissa sudah besar dan tumbuh menjadi remaja yang sangat cantik tapi mereka menganggap Rachel dan Melissa masih kecil yaitu bayi nya Wilson.

Itu sebabnya para orang tua sangat memanjakan Rachel dan Melissa terutama Matthew yang sangat-sangat menyayangi ke duanya apapun yang mereka ber dua inginkan Matthew langsung mengabulkannya tanpa terkecuali.

"Iya sayang tidur yang nyenyak ya, selamat malam princess kami." Ucap Tristan mengusap kepala Rachel dan Melissa secara bergantian lalu mencium puncak kepala mereka ber dua.

Cup

Cup

Setelah Rachel dan Melissa pergi mereka juga memutuskan ke kamarnya masing-masing untuk istirahat.

"Ayah kami ke kamar juga, ayah jangan lupa istirahat." Ucap Henry pada Matthew dengan penuh perhatian.

Matthew mengangguk. "Pergilah, ayah juga ingin ke kamar rasanya badan ayah pada pegel²." Jawab Matthew dengan senyum lebar yang terlihat sangat tulus.

"Baiklah kita ke kamar ya ayah." Ucap Alina lalu pergi meninggalkan Matthew. Begitupun dengan yang lainnya mereka segera menuju kamarnya masing-masing meninggalkan Matthew seorang diri.

Beberapa menit kemudian Matthew yang masih duduk di ruang tengah seorang diri dengan segala pikiran liciknya yang tengah merencanakan sesuatu.

Matthew mengambil ponselnya mencari kontak seseorang lalu mengirim pesan.

"Bagaimana sudah beres?" Pesan dari Matthew.

"Sudah sayang semuanya aman." Balas orang itu.

Matthew yang merasa semuanya aman langsung bangkit dari duduknya ia berjalan ke lantai atas menuju salah satu kamar yang ada di sana. (Btw kamar mereka semua di atas ya kecuali Matthew yang ada di bawah seorang diri.)

Cklek

Matthew membuka pintu kamar itu ia melihat sudah ada orang yang sedang menunggunya dari tadi dengan memakai pakaian yang kurang bahan.

Tentu saja pemandangan itu sangat menggoda buat Matthew, Matthew langsung berjalan ke arah orang itu namun ia juga tak lupa untuk menutup pintu dan menguncinya.

1
Dania
kayak dah pernah baca dah tapi lupa siapa autor nya
Vania Novel
Bagus 👍😊
Wiecipa Wicipha
/Good//Heart/
Ira Melly
Bagus ceritanya
Max Dhot
di tunggu kak bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!