NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kolam Darah Bumi

Malam di Gunung Karang Hitam dipenuhi oleh suara dentingan logam dan hembusan hawa panas dari ribuan tungku peleburan yang tak pernah padam. Asap tebal berwarna kemerahan menyelimuti langit-langit Istana Pedang Besi, menyembunyikan bintang-bintang dan dua bulan sabit pucat dari pandangan para penghuninya.

Mengenakan wajah dan jubah Utusan Zhou Yan, Shen Yuan berjalan dengan langkah santai menyusuri lorong-lorong batu yang diterangi obor.

Setiap kali berpapasan dengan regu penjaga atau Murid Dalam, mereka semua akan berhenti, menepi, dan membungkuk hormat. Tidak ada satu pun yang menaruh curiga pada hawa murni perak gelap yang dipancarkan oleh Shen Yuan. Sutra Penelan Surga telah meniru getaran dan tekanan Awal Ranah Peleburan Jiwa milik Zhou Yan hingga ke tingkat yang sangat sempurna. Bahkan, karena fondasi asli Shen Yuan jauh lebih pekat, "Zhou Yan" yang ini terasa jauh lebih menindas dan berwibawa daripada sosok aslinya.

"Kawasan asrama utusan ada di sayap timur," batin Shen Yuan, memilah-milah kepingan ingatan yang ia rampas. "Namun, jalan menuju Kawasan Terlarang—tempat Kolam Darah Bumi berada—terletak tepat di bawah Aula Pedang Utama di pusat gunung."

Shen Yuan memutar langkahnya, menjauhi area asrama dan berjalan lurus menuju pusat sekte.

Semakin dalam ia melangkah, penjagaan menjadi semakin ketat. Dinding-dinding lorong kini tidak lagi terbuat dari batu karang biasa, melainkan dilapisi oleh Besi Bintang Jatuh yang tahan terhadap serangan hawa murni tingkat tinggi. Susunan aksara pengintai yang tak kasat mata bertebaran di setiap sudut.

"Bocah, kau sedang berjalan ke dalam mulut harimau," Leluhur Darah memperingatkan dengan nada serius. "Pemimpin sekte ini, Tie Wuhen, berada di Puncak Ranah Pemisahan Duniawi! Itu adalah batas tertinggi sebelum seseorang menyentuh kaidah alam abadi. Perbedaan kekuatanmu dengan dia saat ini adalah jurang yang tidak bisa dilompati oleh pusaka apa pun! Jika dia menyadari kehadiranmu, dia bisa memusnahkanmu hanya dengan satu pikiran!"

"Aku tahu," jawab Shen Yuan tenang. "Aku tidak datang untuk membangunkannya. Aku datang untuk makan malam bersamanya."

Langkah Shen Yuan terhenti di ujung sebuah lorong panjang yang berujung pada gerbang besi raksasa yang tertutup rapat. Gerbang itu memancarkan hawa panas yang luar biasa, seolah di baliknya terdapat inti bumi yang sedang mendidih.

Di depan gerbang tersebut, duduk bersila dua orang pria tua berjubah abu-abu dengan pedang besar di pangkuan mereka. Keduanya adalah Penatua Penjaga, memancarkan riak Ranah Peleburan Jiwa Tahap Menengah!

Shen Yuan, yang menyamar sebagai Zhou Yan, tahu bahwa pangkat utusan luar tidak memberinya hak untuk melangkah lebih jauh dari titik ini. Jika ia melangkah maju, kedua Penatua itu akan langsung memenggalnya.

Namun, ia tidak berniat melangkah melalui gerbang utama.

Dari ingatan Zhou Yan, Shen Yuan mengetahui bahwa Kolam Darah Bumi ini adalah sumber energi bagi seluruh gunung. Ada satu saluran rongga udara rahasia yang terhubung langsung ke kolam tersebut, digunakan untuk membuang uap racun yang menumpuk saat formasi pertahanan utama diaktifkan. Saluran itu sangat sempit, dipenuhi racun pelebur tulang, dan memancarkan hawa panas yang bisa membakar ahli Inti Emas menjadi abu. Oleh karena itu, saluran tersebut sama sekali tidak dijaga oleh susunan aksara maupun penjaga manusia.

Bagi pendekar Alam Spiritual, saluran itu adalah jalur bunuh diri.

Bagi Iblis Penelan Surga, itu adalah pintu masuk pribadi.

Shen Yuan berbalik arah dan menyelinap ke sebuah lorong pelayan yang sepi. Ia menemukan sebuah lubang panggangan besar yang terbengkalai. Dengan satu sentuhan Sutra Penelan Surga, ia melumerkan jeruji besi yang menutupi lubang tersebut dan melesat masuk ke dalam kegelapan.

Suhu di dalam lorong rongga udara itu langsung melonjak drastis. Udara dipenuhi oleh racun kabut merah yang sangat menghancurkan.

Cshhhhh!

Jubah perak yang dikenakan Shen Yuan mulai terbakar dan meleleh. Ia tidak mempedulikannya. Tubuh Emas Gelap-nya segera memancarkan pendaran cahaya perunggu kehitaman. Kulitnya yang telah disempurnakan tanpa celah menahan hawa panas dan racun mematikan itu dengan sempurna. Alih-alih merusak tubuhnya, racun Yin-Yang yang menguap di dalam lorong itu justru disedot perlahan oleh pori-porinya untuk menutrisi Dantian-nya.

"Sempit sekali," gumam Shen Yuan, merayap menuruni lorong tegak lurus yang panjangnya mencapai ratusan tombak menuju perut bumi.

Setelah hampir setengah batang dupa merayap menembus panasnya neraka, lorong itu akhirnya terbuka. Shen Yuan melayang turun tanpa suara, menggunakan hawa murninya untuk mendarat dengan lembut di balik sebuah stalagmit merah raksasa.

Pemandangan di hadapannya sungguh menakjubkan.

Sebuah gua bawah tanah raksasa terhampar luas. Di tengahnya, sebuah danau darah yang mendidih bergolak liar. Berbeda dengan kolam darah milik Bai Luo di alam fana yang dipenuhi hawa kematian dan penderitaan, Kolam Darah Bumi ini memancarkan sari pati unsur tanah dan api yang luar biasa murni! Ini adalah inti dari Urat Nadi Bumi yang telah menyerap energi matahari selama ribuan tahun!

Setiap gelembung yang pecah di permukaan kolam itu melepaskan hawa murni yang ketebalannya setara dengan puluhan Batu Roh Spiritual.

Namun, yang membuat napas Shen Yuan tertahan bukanlah kolam tersebut, melainkan sosok yang duduk mengambang di tengah-tengah lautan darah yang mendidih itu.

Seorang pria paruh baya dengan rambut sehitam gagak yang digelung rapi ke atas. Ia bertelanjang dada, memperlihatkan otot-otot yang sekeras baja tempa. Di atas pangkuannya, melayang sebilah pedang besar yang masih berupa gumpalan cairan besi berdarah—pedang itu belum selesai ditempa.

Pria ini bernapas dengan irama yang sangat panjang. Setiap kali ia menarik napas, sebagian darah dari kolam itu terangkat ke udara, masuk ke dalam hidung dan mulutnya. Setiap kali ia menghembuskan napas, pedang cairan di pangkuannya bergetar, menyerap kaidah alam yang dipancarkan oleh tubuhnya.

Tie Wuhen! Pemimpin Istana Pedang Besi!

Aura yang terpancar dari tubuhnya tidak lagi meledak-ledak seperti ahli Peleburan Jiwa. Sebaliknya, auranya terasa menyatu dengan kekosongan di sekitarnya. Seolah-olah pria ini bisa merobek dunia nyata dari dunia spiritual kapan saja ia mau. Inilah ciri khas dari Puncak Ranah Pemisahan Duniawi!

"Dia sedang menempa Senjata Nasibnya," bisik Shen Yuan dalam hati, menyadari betapa berbahayanya situasi saat ini. "Jika pedang itu selesai ditempa, dia akan menggunakan kekuatan pentalannya untuk menerobos hukum ruang dan naik ke Alam Abadi... Sayang sekali, dia tidak akan pernah menyelesaikannya."

Shen Yuan tidak mengeluarkan Pecahan Gigi Naga. Suara sekecil apa pun, riak niat membunuh setipis apa pun, akan langsung membangunkan monster tua ini dari pengasingan tertutupnya.

Ia harus membunuhnya secara perlahan. Sangat perlahan.

Shen Yuan melepaskan sisa-sisa jubahnya yang terbakar, lalu dengan perlahan dan tanpa riak hawa murni, ia membenamkan dirinya ke dalam pinggiran Kolam Darah Bumi, tepat di balik bayangan stalagmit raksasa.

Darah yang mendidih itu menyelimuti tubuhnya. Suhu mutlaknya mencoba menembus kulitnya, namun Tubuh Emas Gelap-nya beradaptasi dengan cepat. Shen Yuan menekan seluruh riak kehidupan dan napasnya. Ia menyatu dengan kolam tersebut layaknya sebongkah batu dasar danau.

"Bocah gila... apa yang akan kau lakukan?" Leluhur Darah berbisik dengan nada penuh debar penantian.

"Menjadi benalu," jawab Shen Yuan tenang.

Di bawah permukaan darah yang mendidih, Shen Yuan menyatukan kedua telapak tangannya. Ia tidak memicu pusaran besar, melainkan membuka Sutra Penelan Surga dengan putaran yang sangat halus, selambat aliran air di musim kemarau.

Sutra Penelan Surga, Putaran Senyap Pelahap Bumi.

Perlahan-lahan, energi murni dari Kolam Darah Bumi yang seharusnya diserap oleh Tie Wuhen mulai berbelok arah. Serat-serat energi berwarna merah keemasan merayap di dasar kolam, menjauhi pusat danau, dan meresap masuk ke dalam pori-pori kulit Shen Yuan.

Tie Wuhen tidak menyadarinya. Ia terlalu larut dalam menyatukan jiwanya dengan Senjata Nasib di pangkuannya. Baginya, Kolam Darah Bumi ini adalah sumber energi tak terbatas yang telah ia gunakan selama puluhan tahun. Berkurangnya sedikit energi di bagian dasar kolam sama sekali tidak memancing kecurigaannya.

Namun, bagi Shen Yuan, "sedikit energi" ini adalah anugerah yang luar biasa melimpah!

Esensi dari Kolam Darah Bumi Alam Spiritual ini kualitasnya ratusan kali lipat lebih tinggi dari Cairan Sumsum Bumi yang ia temukan di alam fana. Begitu energi itu masuk ke dalam Dantian-nya, fondasi Puncak Inti Emas miliknya langsung bereaksi dengan ganas.

Inti Emas Iblis di dalam pusarnya berdenyut kuat. Permukaannya yang sebelumnya dipenuhi urat merah dan emas gelap mulai mengalami keretakan-keretakan halus. Dari balik keretakan tersebut, memancar cahaya keabadian yang sangat murni.

Tubuh fana sedang mempersiapkan kelahiran jiwa yang sesungguhnya! Wujud Jiwa!

"Energinya masih kurang..." batin Shen Yuan, menahan rasa sakit luar biasa dari Inti Emas yang sedang membelah diri di dalam perutnya. Ia memperbesar sedikit daya hisap Sutra Penelan Surga, namun tetap menjaganya agar tidak menciptakan pusaran di permukaan kolam.

Satu hari. Dua hari. Tiga hari.

Di permukaan, Tie Wuhen masih bermeditasi dengan tenang. Namun, jika seseorang memperhatikan dengan saksama, permukaan Kolam Darah Bumi yang raksasa itu telah menyusut sebanyak satu jengkal!

Bagi Tie Wuhen, ia mulai merasakan bahwa proses penempaan pedangnya berjalan lebih lambat dari biasanya. Aliran energi yang masuk ke dalam tubuhnya tidak lagi sekuat hari-hari sebelumnya.

Di dasar kolam, Shen Yuan sedang mengalami perubahan yang menentang langit.

Inti Emas Iblis di dalam Dantian-nya akhirnya hancur sepenuhnya! Dari puing-puing energi tersebut, terbentuklah sesosok bayi kecil yang memancarkan cahaya merah kehitaman yang pekat. Bayi itu adalah wujud murni dari Jiwa Shen Yuan! Matanya terpejam, namun wajahnya memancarkan keangkuhan dan kekejaman yang sama persis dengan tubuh aslinya.

Wujud Jiwa ini mengambang di tengah lautan Dantian-nya, membuka mulut kecilnya, dan mulai menghisap sisa-sisa energi Kolam Darah Bumi dengan kecepatan yang mengerikan!

Bummmmm!

Sebuah getaran halus meletus di dalam tubuh Shen Yuan. Hawa murni yang dipancarkannya tidak lagi sekadar kekuatan fisik yang dilontarkan, melainkan hawa murni yang telah menyatu secara mutlak dengan kesadaran jiwanya. Ia tidak lagi dibatasi oleh hukum ragawi fana; ia kini bisa membelah gunung hanya dengan tatapan matanya!

Ranah Peleburan Jiwa - Tahap Awal!

Sang Iblis Penelan Surga akhirnya menembus batas keabadian sejati, dan ia melakukannya di dalam sarang musuhnya sendiri, mencuri energi yang seharusnya digunakan sang penguasa untuk menembus langit!

Namun, terobosan ini bukannya tanpa harga. Kelahiran Wujud Jiwa melepaskan riak hawa murni iblis yang sangat purba dan menindas. Riak ini merambat melalui darah di dalam kolam.

Di tengah kolam, Tie Wuhen tiba-tiba membuka matanya. Sepasang pupilnya yang berwarna perak menyala dengan keterkejutan dan kemurkaan yang meledak seketika.

Ia menunduk, menatap ke dalam kolam darah di bawahnya.

"Siapa yang berani... MENCURI FONDASI BUMIKU?!"

Suara Tie Wuhen memecahkan udara, menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan puluhan stalaktit raksasa dari langit-langit gua. Hawa murni Puncak Pemisahan Duniawi meledak, menekan seluruh kolam darah hingga airnya terbelah dua!

Di dasar kolam yang kini tersibak, tepat di balik stalagmit merah, sosok Shen Yuan yang telanjang dada dan memancarkan aura iblis yang luar biasa pekat akhirnya terungkap.

Pemuda itu perlahan membuka matanya. Tidak ada lagi penyamaran. Matanya yang segelap malam beradu pandang dengan mata perak sang Pemimpin Istana.

Shen Yuan menyeringai, memperlihatkan deretan giginya yang rapi namun mematikan.

"Terima kasih atas hidangannya, Tie Wuhen," ucap Shen Yuan, suaranya kini mengandung gema kekuatan dari Ranah Peleburan Jiwa. "Rasanya... lezat."

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!