NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih sok misterius

Lampu-lampu kota mulai menyala, namun bagi Kilau, dunia terasa makin gelap dan membingungkan. Sesampainya di rumah utama, dia tidak mempedulikan amukan keluarga Adiwijaya yang menunggunya di ruang depan. Dia langsung mengunci diri di kamar, menyalakan perangkat komputer dengan spek dewa miliknya, dan mulai membedah jaringan.

Jemari Kilau menari di atas keyboard. Sebagai lulusan terbaik IT dan direktur MahaTech, dia bukan sekadar manajer yang duduk di balik meja. Dia adalah seorang engineer yang mumpuni. Saat ini yang sangat Kilau inginkan adalah memburu sosok berinisial BAD. Siapa pun dia, dia telah melakukan hostile takeover yang sangat rapi, hampir mustahil dilakukan tanpa bantuan 'orang dalam' di bursa saham internasional.

"Siapa lo sebenarnya? Apa bener lo semisterius itu? Kita lihat apa benar informasi tentang lo nggak bisa gue sentuh, ayo kalau emang lo mau main-main sama gue." gumam Kilau dengan sorot mata tajam yang terpantul dari layar monitor.

Dia mencoba melacak aliran dana dari konsorsium asing itu. Kilau masuk ke lapisan deep web, mencoba mencari digital footprint dari akun-akun yang terafiliasi dengan nama BAD. Namun, semakin Kilau menggali, semakin dia merasa sedang memukul tembok baja yang dilapisi es. Buntu. Setiap kali dia hampir menyentuh satu nama perusahaan cangkang, data itu langsung terenkripsi ulang, menghilang, atau berbelok ke peladen di Swiss, lalu ke Cayman Islands, dan berakhir di sebuah server mati di Rusia.

"Sial! Bersih banget. Nggak mungkin ada orang yang punya tingkat keamanan server seperti ini. Emang dia siapa? Presiden? Kepala negara? atau putra mahkota?" Kilau menyandarkan punggungnya, memijat pelipis yang mulai berdenyut.

"Inflasi jajaran direksi, pembelian saham masif lewat pasar negosiasi dalam hitungan menit... ini bukan cuma orang kaya. Tapi mungkin kekuatan satu negara atau... satu dinasti? Sial!"

Pikirannya mendadak melayang pada Dai. Pada senyum jahil cowok itu saat mengatakan 'layanan pelanggan'. Tapi kemudian dia menggeleng keras. Enggak, nggak mungkin Dai. Dia cuma cowok yang hobi main oli, ngotak-ngatik motor dengan sifat jahil yang selalu bisa membuatnya nyaman. Apalagi dengan slogan nyeleneh yang dia tiru dari iklan detergen di tv.. 'Berani kotor itu baik.' Makin nggak mungkin aja peluang Dai sebagai sosok misterius berinisial BAD.

Kilau mendesah frustrasi. Usahanya semalam suntuk tak membuahkan hasil apapun, benar-benar nol besar. Sosok BAD tetap menjadi hantu bilioner yang menguasai perusahaannya sekarang.

Di belahan bumi yang lain, di rumah sederhananya, Dai duduk di tepi tempat tidur. Kruknya bersandar di dinding. Dia menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang berkecamuk. Dua pilihan itu kini terpampang nyata di depan matanya.

Jika dia tetap ingin menjadi "Dai", cowok bengkel santai dan apa adanya, maka dia harus tega melihat Kilau terus-menerus ditekan oleh orangtuanya dan bayang-bayang keluarga Adiwijaya. Atau mungkin keluarga lain yang punya kuasa di atas Adiwijaya. Tapi jelas Dai bukan orang yang seperti itu kan?

Tapi jika pilihan itu jatuh pada keputusannya muncul sebagai Putra Mahkota Ananta Corporation, dia harus menyerahkan kebebasannya. Dia harus masuk ke dunia yang sangat dibencinya, dunia yang telah membuang dirinya, ibu serta adiknya tanpa kasih sayang seorang ayah. Dan yang paling menakutkan Dai takut keluarganya terseret ke dalam pusaran dendam masa lalu.

"Lo egois kalau muncul sekarang, Dai. Tapi lo bakal dinobatkan jadi bajingan paling pengecut tahun ini kalau hanya diam lihat Kilau berjuang sendirian kayak gitu," bisiknya pada diri sendiri.

Dua hari kemudian, rasa jenuh akhirnya memenangkan peperangan di kepala Dai. Dia meminta Sajen mengantarkannya ke bengkel. Setidaknya di sana dia nggak spaneng mikirin semua masalah yang terjadi.

"Ya lo ngotak dikit lah, Dai. Ini kepala gue kenapa lo jadiin pegangan gitu?! Gue pikir cuma kaki lo yang sakit, ternyata otak lo juga bermasalah ya Dai ya." Sajen memprotes cara Dai berpegangan pada kepalanya.

"Lo nya juga model miniatur gitu, pake sok nyalahin orang. Aturan dulu lo request sama ortu lo buat nambahin bambu di kaki lo pas biar pas brojol tinggi lo setara sama manusia pada umumnya." Dai ini julid banget ya jadi orang, heran deh.

"Miniatur dengkul lo bau menyan?! Lo nggak liat gue bawa satria? Ya secara otomatis bagian belakang lebih tinggi dari pada yang nyetang, begoooo! Segala bambu lo suruh nyambungin di kaki orang, pikirin tuh binik lo yang tiap hari uring-uringan! Laki bini sama aja gemblungnya!" Nah kan, sesabar-sabarnya Sajen bakal jadi Rahwana kalo udah ngadepin mode julidnya Badai.

"Ya udah sih buruan jalan, ngapain masih--- Anjiir"

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Dai dibuat kaget karena Sajen langsung menghidupkan motor dan menjalankannya.

"Lo mau nganterin gue ke bengkel apa ke pangkuan Illahi sih sebenarnya? Nggak ada akhlak ya lo lama-lama jadi manusia!"

"Ya ya ya... Besok tak ikut seleksi jadi setan aja, kalau jadi manusia udah nggak ada paedahnya gue. Siapa tahu masih ada lowongan jadi seksi umum nganterin lo ke gerbang pintu neraka."

Karena memang obrolan mereka tak ada ujungnya, Dai dan Sajen memilih mode silent sampai ke bengkel Badai Garage. Setibanya di sana, Dai disambut dengan riang gembira tanpa cipika-cipiki oleh dua anomali lain sejenis Sajen. Dai menanggapi candaan mereka dengan kata-kata mutiara yang sudah terlatih sejak mengenal tiga sekawan itu.

Abu dan Suga sedang mengerjakan motor pelanggan, sedangkan Sajen sibuk miringin hp nyampe isi kepalanya ikut miring. Berbeda dengan ketiga kawannya yang terlihat sibuk dan sok menyibukkan diri, Dai memilih bertukar pesan dengan Kilau.

"Tumben nih bocah satu balesnya cepet." Dai bahkan bisa melihat jika Kilau sedang berusaha membalas pesannya dari tanda 'sedang mengetik' yang ada di atas nama profil Kilau di aplikasi tersebut.

Tapi setelah ditunggu hingga lima menit, Kilau tak kunjung membalas pesannya. Jadi Dai putuskan untuk menaruh saja ponselnya di meja.

Sebuah kejutan manis datang untuk Dai karena sebuah mobil berhenti tepat di depan bengkelnya, dan turunlah Kilau dari sana.

"Lho, Ki.. Kok bisa ke sini?" Sedikit kaget banyak senengnya, sambutan Dai dibarengi senyum yang tak pudar dari wajahnya.

"Bisa lah. Kenapa nggak boleh gue ke sini?" Dai memperhatikan wajah Kilau. Lingkaran hitam di bawah matanya tak bisa disembunyikan oleh concealer setebal apa pun.

"Boleh lah. Jangan kan cuma ke bengkel gue, pencak silat di hati gue juga gue izinin."

Mendengar kalimat Dai.. Abu, Suga dan Sajen saling tatap jijik ke arah sahabatnya itu.

Kilau mendesah panjang, bahunya merosot. "Ngegombalnya dipending dulu deh, gue lagi mode males dengerin ocehan lo."

"Lah.. Kalo males kenapa ke sini coba?" sambut Dai menawarkan air dingin pada Kilau.

"Gue gagal nyari tau identitas BAD BAD itu, Dai. Pusing banget selama dua hari ini begadang tapi nggak ada hasil apa-apa. Gue udah pakai semua tools yang gue punya. Gue bahkan coba hacking lewat jalur belakang ke bursa, tapi orang itu kayak hantu. Dia nggak ninggalin jejak apapun. Bersih banget, Dai. Gila, gue ngerasa bego banget jadi ahli IT." Kilau mengutarakan apa yang dia rasakan pada Badai, tangannya menerima botol air mineral yang telah dibukakan segelnya itu tanpa banyak drama.

Dai ikut mendesah pelan, seakan kepusingan yang Kilau alami juga sedang dia rasakan. Tentu saja Kilau gagal. Sistem keamanan yang melindungi privasi pewaris Ananta Corporation dibangun oleh tim keamanan siber terbaik di dunia yang digaji langsung dari Tokyo.

"Yang penting kan dia nggak ganggu lo, Ki. Menurut gue dia nggak seburuk itu. Hantu juga kan ada yang cinta damai, nggak suka ganggu kalo nggak disenggol duluan." Dai menatap lurus ke depan. Dia berharap Kilau tak lagi kepo dengan siapa BAD itu sebenarnya.

Kilau menoleh, menatap samping wajah Dai. "Cinta damai lo kata? Dia bahkan ngancem bakal ngedepak bokap gue dari MahaTech, entah alasannya apa. Padahal itu perusahaan bokap gue lho, Dai. Kok bisa-bisanya dikuasai orang lain tanpa tahu siapa yang ngambil alih kuasa tersebut. Kan kesel gue nya, Dai!"

"Ya kalo bokap lo emang nggak becus jagain lo, mungkin emang perlu diganti kan? Gue lho siap jagain lo." canda Dai sambil mengerling nakal.

"Ih, Dai! Serius dikit napa sih!" Kilau mencubit lengan Dai gemas.

"Aduh! Sakit, Ki! Gue kan lagi masa penyembuhan, tega banget lo sama gue," keluh Dai dengan nada manja yang dibuat-buat.

Kilau akhirnya tersenyum. Senyum yang teramat manis karena tercipta dari seseorang yang membuatnya nyaman. Dai selalu punya cara membuat beban di pundak Kilau terasa sedikit lebih ringan.

"Dai, suatu saat kalo gue jatuh miskin.. Semua yang gue punya diambil orang lain, gue harap lo jadi satu-satunya orang yang tetap bertahan di samping gue ya. Lo mau?" celetuk Kilau masih dengan senyum manisnya.

"Mau. Jadi suami lo, kan?" Dai terkekeh percaya diri.

"Jadi kacung gue lah. Gue butuh orang yang nggak pamrih kayak lo, nurutin semua maunya gue. Gue udah nggak kuat bayar mbak Epi, pak Arif, Arga dan semua karyawan gue. Juga si Sajen itu, semua duit gue abis ceritanya. Jadi satu-satunya orang yang bisa gue andelin dan gue perintah secara gratisan ya lo, Dai."

"Si lampir lah. Ngancurin bayangan indah gue buat jadi suami lo aja, sumpah."

Sudah bisa ditebak Sajen squad langsung tertawa brutal oleh candaan dua manusia yang sebenarnya lagi pusing tujuh keliling itu.

1
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣 dilarung juga langsung dilepeh kayaknya 🤭
emoh danyange segoro kidul 🤣🤣🤣🤣
Bulan-⁶
jadi kacung gratisan ya ki😅
Badai pasti berkilau
Makin menarik ceritanya Thor 💪💪

Penasaran dengan Kilau, seandainya suatu saat nanti dia tau kalau BAD itu adalah Badai, gimana perasaannya makin cinta kah atau marahh 😎
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
Napa sih Ki sibuk nyari itublhobdidepan elo manusianya🤣🤣
Badai pasti berkilau
Seandainya Kilau tau, BAD itu ayank bebb nya, gimana perasaannya ya 😍
Badai pasti berkilau
Waduhh sesek ini, kalo sampe ibunya Dai tau 🤔
Bulan-⁶
bagaimana perasaan sang ibu kalo badai masih berhubungan dengan ayahnya
Bulan-⁶
untung dai punya bekingan yang lebih kuat
Bulan-⁶
wawwwwww
Bulan-⁶
ngerti sekarang kamu dai?
Bulan-⁶
sajen nganan liat pasangan didepan mata
Bulan-⁶
kebanyakan laki gak tahan sakit, langsung manjanya kumat
Bulan-⁶
bakar aja arang biar jadi abu,, ehh nunggu besok lah bentar lagi idul adha buat bakar sate aja biar lebih berguna itu arang
p
luar biasa
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg bisa seenaknya mengaggap Badai sampah yg tak layak bersanding dg keluargamu Dji..
tapi nanti, stlh kamu tau siapa dia sbnrnya, pasti kamu bakal gencar agar mreka cepet² meresmikan hubungannya kan?! 😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Wijaya Saha Thor?
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
widih, Badai emg dabes lah Ki..
bisa diandelin buat jadi pasangan😚
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Badai klo udah spaneng, bisa menerjang lawan sampe luluh lantak nih
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣siap2 sujud2 noh bapaknya kilau kalo tau Badai anak sultan tajir melintir 🤭
Bulan-⁶
wkwkwk aman dai gak bakalan ditampar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!