NovelToon NovelToon
Istri Bayaran Ceo Tampan

Istri Bayaran Ceo Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

"Menikahlah denganku dan akan kupastikan semua kebutuhanmu kupenuhi tanpa terkecuali."

Sebuah tawaran yang tentu saja tidak akan bisa ditolak oleh Calista mengingat ia butuh uang untuk pengobatan Ibunya yang sudah lama menderita penyakit jantung.

Rupanya tawaran dari Dennis Satrya memiliki syarat yang cukup sulit. Yaitu, membuat Calista harus dibenci oleh keluarga Dennis.

Bagaimana kisahnya? Mari ikuti dan simak cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Senja mulai merayap naik saat sedan mewah Denis Satrya berhenti di lobi depan. Pria itu melangkah masuk dengan sisa-sisa ketegangan dari rapat dewan direksi yang melelahkan. Namun, langkahnya terhenti seketika saat ia melihat Calista sedang duduk di sofa ruang tengah, mencoba mengoleskan salep pada lututnya yang tertutup perban kasa yang mulai sedikit merembes merah.

Denis mendekat, keningnya berkerut tajam. "Apa yang terjadi dengan kakimu?" suaranya berat, memberikan tekanan yang membuat suasana di ruangan itu mendadak serius.

Calista mendongak, mencoba memberikan senyum paling tenang yang ia miliki meski rasa nyut-nyutan di lututnya masih terasa nyata. "Hanya insiden kecil saat joging di stadion tadi pagi, Mas. Ada pria bertubuh besar yang sepertinya kurang fokus lalu menabrakku sampai aku terjatuh. Sepertinya dia tidak sengaja, mungkin sedang terburu-buru atau sedang melamun, makanya dia langsung pergi begitu saja tanpa sempat meminta maaf."

Denis mendengarkan penjelasan itu dengan saksama. Ia menatap mata Calista, mencari keraguan di sana, namun yang ia temukan hanyalah kejujuran yang polos. Denis menarik napas panjang, merilekskan rahangnya yang sempat mengeras. Ia percaya pada ucapan istrinya; menganggap bahwa keramaian stadion memang sering kali memicu kecelakaan tak terduga bagi mereka yang kurang waspada.

"Kau harus lebih hati-hati lain kali. Tempat umum memang terkadang tidak aman bagi orang yang melamun seperti pria itu," ucap Denis, menerima alasan "ketidaksengajaan" tersebut tanpa menaruh curiga sedikit pun bahwa ada tangan jahat Susi yang bermain di belakang layar. Bagi perlindungan Denis, penjelasan Calista masuk akal karena stadion memang sering dipadati orang dengan berbagai tingkat konsentrasi.

Meskipun percaya itu adalah kecelakaan murni, Denis tidak bisa membiarkan Calista mengurus lukanya sendiri. Ia berdiri dan tanpa aba-aba langsung menggendong Calista ala bridal style. Calista tersentak, tangannya refleks melingkar di leher Denis. Aroma parfum kayu cendana yang mahal dari jas Denis menyeruak, memberikan rasa nyaman yang aneh di tengah rasa perih di lututnya.

"Mas, aku bisa jalan sendiri..." protes Calista pelan, wajahnya memerah karena malu.

"Diamlah," potong Denis singkat. Ia membawa Calista menuju kamar utama, mengabaikan tatapan heran para pelayan yang lewat. Susi yang melihat pemandangan itu dari kejauhan hanya bisa mengepalkan tangan; rencananya untuk menyakiti Calista justru memicu momen romantis yang tak ia harapkan.

Sesampainya di kamar mandi yang luas dan mewah itu, Denis mendudukkan Calista di tepi bathtub marmer. Ia mulai menyalakan air hangat, mengatur suhunya dengan sangat teliti. Denis kemudian melepaskan jas dan menggulung kemeja putihnya hingga ke siku, menanggalkan sejenak citra penguasa bisnis yang kejam demi menjadi suami yang sigap.

Dengan sangat hati-hati, Denis mulai membersihkan sisa-sisa kotoran di sekitar luka Calista. Gerakannya begitu lembut, seolah-olah ia sedang memegang porselen yang paling rapuh di dunia. Calista terpaku melihat pemandangan di depannya. Denis, pria yang biasanya hanya memberikan perintah, kini sedang membasuh kakinya dengan penuh kesabaran.

Denis mengambil handuk kecil, membasahinya dengan air hangat yang telah dicampur sabun antiseptik khusus, lalu perlahan menyentuh tepian luka Calista. Calista sedikit meringis saat rasa perih itu menusuk, namun tangan Denis yang kokoh segera memegang pergelangan kakinya, memberikan rasa aman yang tak terlukiskan. Denis terus fokus pada tugasnya, sama sekali tidak memedulikan kemeja mahalnya yang kini mulai basah terkena percikan air.

"Lain kali, pakailah sepatu yang lebih aman dan jangan lari di jalur yang terlalu padat," saran Denis lembut, benar-benar percaya bahwa ini adalah murni kesalahan teknis di lapangan. "Aku tidak ingin melihatmu terluka lagi hanya karena kecerobohan orang lain di stadion. Jika kau ragu dengan keramaian di sana, katakan padaku, aku bisa meminta supir untuk mencarikan rute lari yang lebih privat."

Denis kemudian membantu Calista membersihkan diri secara keseluruhan dengan sikap yang sangat terhormat. Ia membasuh lengan dan punggung Calista dengan kain lembut, menjaga jarak agar tetap sopan namun cukup dekat untuk memberikan kehangatan seorang suami. Perbedaan usia yang cukup jauh di antara mereka seolah hilang, digantikan oleh kedewasaan Denis yang sangat mengayomi. Denis bahkan sangat telaten saat membilas sabun dari sela-sela jari kaki Calista, memastikan tidak ada sisa licin yang bisa membuatnya terpeleset nanti.

Setiap sentuhan Denis terasa seperti sebuah janji perlindungan yang belum pernah Calista terima sebelumnya. Meskipun hubungan mereka diawali oleh sebuah kontrak, tindakan Denis malam ini terasa melampaui segala batasan profesionalitas. Denis membersihkan setiap sudut tubuh Calista dengan rasa hormat yang mendalam, sesekali memastikan apakah Calista merasa kedinginan atau tidak. Keheningan di antara mereka bukan lagi sebuah kecanggungan, melainkan sebuah ruang di mana rasa percaya mulai tumbuh secara perlahan namun pasti.

Kelembutan pria itu seolah-olah ingin menghapus trauma yang mungkin dirasakan Calista pagi tadi. Denis bahkan tak segan berlama-lama membasuh jemari Calista, menunjukkan bahwa di mata pria itu, kesejahteraan Calista adalah prioritas yang tak bisa ditawar, meski ia hanyalah seorang pria yang lebih suka berbicara melalui aksi nyata daripada sekadar untaian kata manis.

Setelah selesai, Denis mengeringkan tubuh Calista dengan handuk tebal dan membantunya mengenakan gaun tidur sutra yang lembut. Ia kemudian menggendongnya kembali ke tempat tidur, menyusun bantal-bantal agar posisi kaki Calista lebih tinggi guna mengurangi pembengkakan. Setiap gerakannya menunjukkan dedikasi seorang pelindung yang tak ingin hartanya lecet sedikit pun.

"Tidurlah. Aku akan meminta asistenku membawakan obat pereda nyeri. Jangan mencoba turun dari tempat tidur tanpa memanggilku atau pelayan," perintah Denis. Ia duduk di sisi tempat tidur sebentar, mengusap helai rambut Calista sebelum memberikan kecupan lembut di keningnya. Kecupan itu lama dan dalam, seolah sedang menyalurkan kekuatan agar rasa sakit istrinya mereda.

Di bawah selimut yang hangat, Calista menatap punggung Denis yang berjalan menuju meja kerjanya. Ia merasa bingung sekaligus tersentuh. Ia tidak pernah menyangka bahwa kontrak ini akan membawanya pada perhatian yang begitu intim dari pria selevel Denis Satrya. Sementara itu, di balik dinding kamarnya, Susi mungkin sedang merutuk, tak menyadari bahwa perbuatannya justru membuat ikatan antara Denis dan Calista menjadi semakin kuat.

Malam itu, rasa perih di lutut Calista seolah hilang, digantikan oleh debaran jantung yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Denis benar-benar membuktikan dirinya sebagai sosok gentleman sejati yang sangat memercayai dan menjaga istrinya dengan seluruh otoritas yang ia miliki. Rasa aman yang ditawarkan Denis malam itu jauh lebih manjur daripada obat medis manapun. Calista pun perlahan memejamkan mata, merasa bahwa setidaknya untuk saat ini, ia berada di tempat yang paling benar, terlindungi oleh pria yang kini ia panggil suami. Kehangatan yang menjalar di hatinya jauh lebih berharga daripada seluruh kemewahan yang ada di rumah besar ini, membisikkan bahwa di balik kerasnya dunia luar, ada pelukan yang siap menjaganya.

Mohon dukungannya❤❤❤❤❤

1
Kadek Soma
semakin seru aja ni cerita nya lanjut
partini
ngeri ini laki laki macam pesikopat
Sastri Dalila
👍👍👍 seruu juga thor
Sastri Dalila
👍👍👍seru kyknya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!