NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lari berdua.

Sudah terlanjur kaget dapat notif follback dari Galih, ternyata bukan cuma ayya saja yang di follback.

Kania dan melanie pun dapat notif follback dari akun instagram ketua OSIS mereka.

Namun ada satu angin segar dibalik kekesalannya, yakni Galih mengiriminya pesan pribadi dan memintanya untuk saling menyimpan nomor masing-masing.

" Padahal dari dulu udah ketahuan save nomor ku, tapi baru sekarang dia berani chat aku, ah.. jangan kesenengan deh, si pria nonchalant itu emang sengaja begini karena takut kehilangan attention dari para penggemar nya termasuk aku.

Cih, udah terbaca mah! Pembaca wp sama novel mana bisa dibohongin, jangankan dibohongin, cara jalan permainan para cowok pun kita udah tau.."

Hemm, ayya kembali diam setelah tak berhenti menggerutu.

Sudah jam 12 malam, ayya masih belum bisa memejamkan matanya, otaknya masih asik memutar skenario ceritanya sendiri.

Namun tiba-tiba ayya teringat akan foto profil Galih yang sedikit ada keanehan di benaknya.

" Loh? foto ini bukannya???"

" Hah?! Kak Galih pake foto di story ku buat profil nya????"

Jantung ayya seakan berhenti berdetak, namun soalnya tiba-tiba saja kupu-kupu sengaja berterbangan di dalam perutnya.

Sial! Kali ini ayya tak bisa denial dengan skenario ini.

" Kak Galih beneran pake fotoku kan? i-ini masih ada sisa krop nama akunku, aku ga delulu, ga mungkin delulu karena ini asli foto kak galih yang aku post di instagram.."

Terdiam sejenak untuk menetralkan hatinya, ayya kembali menggeleng tak menyangka.

" Gak! ga usah mulai buat mikir kalo kak Galih ada something sama kamu ayya! kebiasaan deh apa-apa disangkutin sama perasaan.."

Ayya merengut sedih, jika hal ini membuatnya senang ia takut kenyataan berbalik jika mengingat galih yang nasih mempunyai hubungan dengan shani, kakak kelasnya.

Tidur! Tidur!

Ayya berusaha mati-matian agar tidur malam ini, namun kenyataannya sampai jam 4 pagi baru bisa tidur tanpa lelap, sesekali pikirannya memutar kejadian dengan Galih.

" Sial! benci banget! pengen tenang dikit aja ga bisa anjing!"

hiks...

_

Akibat notif instagram itu membuat kepribadian ayya berubah, ia semakin menjauhi apapun hal yang berbau Galih, entah itu di sekolah maupun di rumah.

Jangankan rumah, Louis pun menjadi orang pertama yang ayya jauhi sehinga membuat Louis kebingungan.

" Gue salah apa ayy? kenapa lo jauhin gue lagi sih anjir? lo udah ga mau temenan sama gue? Apa karena gue makin tinggi jadinya lo malu temenan sama gue???"

Berkali-kali pertanyaan itu mengarah pada ayya, ayya hanya tersenyum menanggapinya.

" Kamu baik kok Louis, maaf ya akhir-akhir ini aku sibuk karena kemarin kan ujian terus.." Ucap ayya.

Louis yang tadinya cemberut, kini mulai tersenyum.

" Sorry ya, gue jadi salah paham.."

" Oke, ga apa.. Maaf aku juga udah bikin kamu ngerasa salah terus, aslinya sih bukan salahmu, karena kamu temennya, jadi kena imbas ke kamu.." Ucap ayya membuat Louis terkesiap.

" Hah? terus salah siapa kalo bukan karena gue?"

Bukannya menjawab, Ayya malah tergelak melihat Louis panik.

" Adalah pokoknya, udah ah sekarang Kania kemana? biasanya sama kamu kesini." Tanya ayya mengalihkan topik.

Louis menggedikkan bahu. " Nanti nyusul katanya.."

Ayya pun ber oh ria sebelum dia dikejutkan dengan kedatangan Kania bersama willy dan..

" Kak galih?"

Galih hanya menaikkan alis menyapa ayya.

" Kenapa kesini semua heh?" Tanya louis heran.

" Ya kan gue udah bilang kalo mau nyusul kalian." Adunya gemas.

Ayya pun menggeleng cepat. " Terus sekarang kenapa masih disini?"

" mau ngajak Louis, tapi Louis ga mau ke kantin kalo ga sama lo.." Ucap willy.

Ayya sontak melirik Louis yang kini tengah cengengesan.

" Ayolah ayy, lo semingguan ga pernah ke kantin." Ucapnya merayu.

" Aku bawa bekal ya jir, gausah khawatir deh, tenang aja aku bakal hidup terus, emang harus ya aku ke kanton.." Ucap ayya tertawa geli.

Louis hanya merengut, sedangkan tawa dan ucapan ayya membuat Kania, willy, dan Galih menatapnya datar.

" Oh, maaf kalo ucapan ku bikin kalian tersinggung.. maaf.. sekali lagi maaf.. Louis, maafin aku ya, aku ga bermaksud begitu.."

Louis tersenyum tenang. " Apasih ayy? bukan salah lo kali."

Ayya tertunduk usai melirik pada Kania dan willy.

" Ya udah jadi ke kanti enggak? Ayya, sekali-kali lah lo turutin permintaan tuh bocah, rewel terus kalo ga ada elo.." Ucap willy.

Kania pun mengangguk. " Iya ayy, ga ada ruginya kan ke kantin? makan bareng kita disana, bawa aja bekalmu, ga apa kok."

Ayya merenung, namun tanpa aba-aba Galih langsung meraih tangan ayya untuk diajaknya berdiri.

" Loh kak?"

Ayya terkejap kaget saat Galih mengambil tas bekal makanan ayya dan mengajaknya pergi keluar kelas.

Kepergian mereka berdua membuat pusat perhatian, tak terkecuali Louis, kania, dan willy. Mereka bertiga langsung berlari mengejar ayya dan Galih saat itu juga.

Sementara itu ayya masih tertegun melihat tangan Galih yang tak sedikitpun melepas genggamannya.

" Kak-.."

" Kelamaan kalo ga ku seret sekarang. kalau marah sama aku jangan imbasin ke louis, dia ga tau apapun tentang masalah kita.."

Ayya terkerjap mendengar ucapan Galih, keduanya masih berjalan mengurusi koridor membuat ayya tak bisa leluasa bicara.

Begitu sampai di kantin, kedatangan mereka berdua membuat hampir satu kantin menatapnya.

Ayya pun menggeser diri agar tak terlalu dekat dengan Galih.

Galih meliriknya, " Kenapa ngejauh? Masih marah sama aku?"

Ayya menggeleng. " Apasih kak, orang kak Galih ga ada salah apapun ke aku.."

Galih berdecak malas dan kembali menggenggam tangan ayya untuk diajaknya mencari tempat duduk.

Ayya sudah tak tau harus menyembunyikan diri dimana, jelas ia akan menjadi perbincangan warga sekolah nanti.

" Duduk sini, makan bekalmu disini biar Louis sama yang lain nyusul.." Ucap Galih.

Ayya terduduk dengan lesu, menatap tas bekalnya yang sudah ditaruh tepat di meja depannya.

Galih pun pergi memesan makan di kedai ujung, kemudian Louis, Kania, dan willy datang dengan napasnya yang tersenggal-senggal.

Huuuh.. Ha... Huuh...

" Kalian bertiga kenapa? Abis dikejar siapa?" Tanya ayya cemas.

Willy pun mendecih dan menjawab. " bukan dikejar, tapi ngejar lo sama galih!"

" huh.. Huh.. Bener banget! bisa-bisanya kak Galih secepat itu nyeret lo, ayy.. kita sampe ga bisa ngejar jir." Ucap kania seraya mengambil duduk di samping ayya.

Louis pun terengah engah hingga membuat ayya kasihan, lantas dengan cepat ia memberikan louis air minumnya.

" Thanks!" Ucap Louis menerima dan meminumnya.

Willy dan Kania pun melirik ayya sinis.

" Louis doang yang dikasih, kita enggak. Pilih kasih ih!" Cetus willy membuat ayya menggeleng panik.

" Eh maaf, bukan gitu.. em.. Kalian tunggu sini dulu ya, biar aku beliin.."

Ayya bangkit dari duduk, Kania pun hendak menolak namun willy melarangnya.

" Biarin aja deh, si Louis doang yang dikasih, kita kan juga sama capeknya.." Protes willy.

Louis pun tersenyum sombong. " Istimewa gue mah.."

Dih? " Istimewa tapi dicuekin seminggu? pft.... hahahaha!"

Sial! Louis langsung menjitak mereka sampai keduanya mendelik kesal. hahaha.. mereka marah tak apa, asal hati puaspuas kata Louis.

Sementara itu, ayya menuju cooler showcase untuk membelikan ketiga temannya air mineral.

Namun Galih yang masih menunggu makanannya disajikan itu kini menghampiri ayya.

" Cari apa?" Tanyanya.

Ayya pun terkejut melihat galih yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.

" Ah, kak Galih ngagetin!" Ketusnya sebal.

Galih mendecih heran. " Kenapa kagetan mulu sih? punya penyakit jantung apa gimana, kaget terus tiap aku liat."

" Punya riwayat sakit jantung pas kecil sih.. Tapi pas udah sembuh malah ganti asma.. ck ck ck.."

ayya bergeleng keheranan, namun ucapannya membuat Galih tak menyangka.

" Sorry, aku cuma becanda tadi.."

" Ga apa kak, aku serius jawabnya, cuma dibungkus candaan juga."

Galih mengangguk kecil, sedikit tak enak setelah mengetahui sakit yang ayya derita tersebut.

" Kenapa beli 3 air mineral?" Tanya Galih saat ayya hendak membayar.

" iya kak, buat kania, Louis, sama kak willy.. mereka abis ngejar kita tadi. Kasihan.."

Galih menggeleng, bukan itu maksudnya.

" ah bukan-bukan, maksudnya tadi aku tanya kenapa cuma mereka? aku enggak?" Tanyanya membuat ayya terdiam.

" Kak Galih mau juga? Aku beliin sekarang." Ucap ayya sembari mengambil satu lagi air mineralnya.

Menuju kasir, Galih pun mengekorinya di belakang sehingga ayya menjadi tak enak dilihat eh sekitar.

" Kak Galih ngapain di belakangku?" Tanya ayya menoleh.

Tanpa menjawab ayya, Galih langsung bertanya pada kasirnya.

" Berapa semua kak?"

" 20 ribu dek."

Langsung saja Galih menyodorkan uang 20 ribu ke kasirnya, sehingga membuat ayya terkerjap bingung.

" Loh kak? kenapa dibayarin sihhh???? Ga usah, biar saya saja kak.. ini uangnya.."

" Ga usah diterima uangnya kak, sudah ku bayar dulu."

aishhh, akhirnya terpaksa ayya menerima keputusan Galih yang membayar itu semua.

Melihat ayya merengut Galih pun terkekeh lirih.

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!