NovelToon NovelToon
KONTRAK YANG TIDAK MASUK AKAL

KONTRAK YANG TIDAK MASUK AKAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mars JuPiter🪐

Argantara, 27 tahun, supir setia keluarga Harsono yang hidupnya sederhana dibawa Pak Harsono dari panti asuhan tempat dia dibesarkan.
Dua belas tahun lalu, dia menyelamatkan nyawa Pak Harsono dari kecelakaan, dan sejak itu Pak Harsono menganggapnya seperti anak sendiri.

Kini Pak Harsono divonis kanker paru stadium tiga dan hanya punya waktu satu tahun.
Dia punya satu permintaan terakhir: "menikahkan Argantara dengan putri semata wayangnya, Kirana Prameswari"
Tujuannya bukan cinta, tapi agar Kirana yang keras kepala tidak merasa sendirian saat dia pergi...

Kirana Prameswari, pewaris perusahaan HARSONO yang dingin dan perfeksionis, awalnya menolak keras. Bagi dia, Argantara hanya supir dekil yang bau garasi.
Tapi demi sang ayah, dia terpaksa menerima pernikahan itu.
Tapi dibalik setujunya Kirana Ada kontrak yg hanya Kirana dan Arga yang tau.

Pernikahan yang dimulai dari kebohongan dan paksaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mars JuPiter🪐, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 : WEEKEND YANG HANGAT

Cahaya pagi menyusup pelan melalui celah gorden kamar. Kirana membuka mata. Hangat. Nyaman. Aman.

Dia masih berada dalam pelukan Arga.Lengan Arga melingkar di pinggangnya, napasnya teratur dan pelan di atas kepalanya.

Tidak ada dingin. Tidak ada jarak. Hanya ada kehangatan yang membuat Kirana tidak ingin bergerak.

“Apa ini yang namanya... tenang?” batinnya.

Untuk pertama kalinya sejak tinggal di rumah ini, Kirana tidur tanpa takut mimpi buruk. Tanpa takut petir. Tanpa takut ditinggal sendirian.

Dia mengangkat sedikit wajah, mencuri pandang ke wajah Arga yang sedari tadi menatapnya lembut.Tanpa ekspresi dingin. Tanpa garis tajam di dahi. Hanya ada kelembutan yang jarang sekali terlihat.Jantung Kirana berdegup sedikit lebih cepat.

"Sudah cukup pelukan nya? Atau masih betah..?"

ucap Arga tersenyum menatap Kirana.

"A.. Aku, Aku mau mandi" ucap Kirana gugup seraya

berusaha bangkit.

Lengan Arga di pinggangnya mengendur sedikit.Kirana tersenyum kecil, lalu melemparkan pandangannya kearah lain. Segera Kirana bangkit dari kasur dan langsung berjalan cepat menuju kamar mandi. Pipi Kirana terasa panas, apalagi mengingat kejadian semalam. Dia merasa malu sekali. Dia mengingat lagi saat dia menahan Arga agar tidak pergi, Agar dia tetap di sisinya. Memeluknya.

Kirana tidak menyangka orang yang dulu selalu dia benci. Orang yang dulu dia anggap telah merebut kasih sayang orang

tuanya. Tapi hari ini kenapa dia merasa sangat nyaman dengan kehadirannya.

Lima menit kemudian, Kirana keluar kamar mandi dia melihat

ke arah kasur lalu kearah sofa. Dia tidak melihat Arga . "mungkin dia mandi di kamar

mandi kuar ." Pikirnya.

Setelah mandi dan berganti pakaian, Kirana berjalan pelan menuju lantai bawah. Disana ada Papanya dan Arga tengah mengobrol santai. Kirana

duduk bergabung, dia Duduk di sebelah Arga. Canggung tapi itu lebih baik dari pada duduk di samping Papanya dia pasti akan terus bertemu pandang. Kirana masih belum siap, rasanya setiap kali tatapannya bertemu

dia selalu ingat kejadian tadi pagi.

Wangi nasi goreng dan teh hangat sudah tercium.Pak Harsono sudah sibuk di meja makan, menyiapkan sarapan seperti biasa.

“Pagi, Pah,” sapa Kirana pelan.

Pak Harsono menoleh dan tersenyum lebar. “Pagi, Nona Kirana. Spertinya tidurmu nyenyak?”

Kirana mengangguk malu-malu. “Iya, Pah. Sangat nyenyak.” sekilas melirik Arga disampingnya.

Arga tersenyum, lalu menatap kirana

sesaat.

Arga tampak lebih segar pagi ini kemeja putih sederhana dan celana hitam kasual. Rambutnya masih sedikit basah berantakan, tapi wajahnya tampak lebih fresh dari biasanya.

Pak Harsono langsung menoleh. Matanya bergerak-gerak memperhatikan Kirana dan Arga yang kini duduk bersebelahan di meja makan.

Dulu... Kirana selalu duduk sendiri di ujung meja.

Sekarang, dia duduk tepat di sebelah Arga.

Pak Harsono tersenyum kecil. "Bagus... akhirnya rumah ini suasananya kembali hangat setelah bertahun-tahun." pak Harsono

merasa bersyukur.

“Ini, Kirana. Teh hangat.” kata Arga sambil menyodorkan gelas cangkir ke arah Kirana. Saat kirana ingin mengambil sendok. Arga sudah lebih dulu mengambilkan sendok dan meletakkannya di samping piring Kirana.

Kirana mengedip. Kaget.

Arga bahkan tidak melihatnya. Dia hanya menuangkan nasi goreng ke piring Kirana dengan tenang.“Jangan kebanyakan pedas. Nanti perutmu kambuh,” ucapnya pelan.

Kirana terdiam.

"Dia... ingat?"

Kirana memang gampang sakit perut kalau makan pedas. Dia belum pernah bilang itu pada Arga.

Pak Harsono yang melihat itu hanya mengangguk pelan, lalu pergi ke dapur sambil tersenyum.

"Anastasya apa kamu bisa melihatnya..sorot mata itu, sorot mata itu kembali setelah bertahun-tahun hilang...akhirnya Putri kita ada yang menjaganya dengan baik." Pak Harsono

merasa sangat terharu melihat Putri nya kembali menjadi Kirana yang dulu, Kirana yang sebelum ditinggal nyonya Anastasya.

Sarapan pagi itu berlangsung dalam suasana yang aneh... tapi menyenangkan.

Tidak ada obrolan panjang. Tidak ada ketegangan.Hanya ada suara sendok yang menyentuh piring dan sesekali tatapan kecil yang saling bertemu lalu cepat-cepat dialihkan.

Setelah sarapan, mereka bertiga pindah ke ruang keluarga.Karena hari ini weekend, tidak ada pekerjaan kantor yang menunggu Arga.

Tidak ada jadwal rapat. Tidak ada dokumen.Hanya ada teh hangat, camilan, dan TV yang menyala pelan.

Kirana duduk di sofa dengan selimut tipis di pangkuannya. Arga duduk di kursi tunggal tepat di sebelahnya, membaca koran.

Pak Harsono duduk di seberang, sesekali tertawa pelan melihat acara komedi di TV.

Angin pagi berhembus dari jendela yang terbuka. Selimut di pangkuan Kirana tiba-tiba melorot ke lantai.Sebelum Kirana sempat membungkuk, Arga sudah lebih dulu memungutnya dan menyelimutkan kembali ke pangkuannya.Tangannya menyentuh kaki Kirana selama dua detik.

Dua detik.

Tapi cukup untuk membuat Kirana diam dan jantungnya berdetak tidak beraturan.

“Kenapa... kenapa jadi deg-degan begini?” batin Kirana sambil pura-pura fokus ke TV.

Tidak lama kemudian, Kirana meraih camilan keripik di meja.Tapi tangannya nyaris nyenggol tangan Arga yang juga sedang mengambil keripik tak sengaja kulit mereka bersentuhan sebentar. Seketika Kirana menarik tangannya cepat, pipinya sedikit memerah.

Arga hanya melirik sekilas, lalu kembali ke korannya.Tapi sudut bibirnya... sedikit terangkat.

Pak Harsono melihat semua itu dari sudut matanya.Dia tidak mengatakan apa-apa. Hanya tersenyum bahagia sambil menghela napas lega.

Menjelang Sore, Kirana dan Arga duduk di balkon belakang.Angin lebih sejuk. Matahari mulai merendah.

Arga menatap langit sambil memegang cangkir kopi.

“Weekend kali ini... nggak terlalu buruk,” katanya pelan.

Kirana menoleh.

Itu pertama kalinya Arga mengucapkan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan.

Itu pertama kalinya Arga terdengar... santai.

Kirana tersenyum kecil. “Iya. Lumayan.”

Mereka diam lagi. Tapi kali ini diamnya tidak canggung.Diamnya terasa nyaman. Seperti dua orang yang akhirnya mulai mengerti satu sama lain.

Kirana menunduk, memainkan ujung selimut di pangkuannya.Dalam hatinya dia bertanya,

“Apa ini... kenapa aku mulai nyaman? Atau... apa mungkin ada rasa?”

Dia tidak tahu jawabannya.

Tapi yang jelas, jantungnya tidak lagi berdebar karena takut.Sekarang... berdebar karena hal lain.

Dari kejauhan, Pak Harsono yang sedang menyiram tanaman di kebun melihat ke arah balkon. Dia melihat Kirana yang sedang tertawa kecil karena Arga baru saja mengucapkan sesuatu yang lucu.Tawa yang sudah lama sekali tidak dia dengar dari putrinya.

Pak Harsono mengusap keringat di dahinya dengan kain.Bibinya tersenyum lebar.

“Terima kasih ya, Arga... sudah membuat putriku tersenyum lagi.” ucap pak Harsono

seraya menatap mereka. Lalu.

"Ternyata kamu benar Anastasya, Pandangan kamu tentang Arga semuanya benar Anas. Terimakasih Anastasya. Aku yakin kamu pasti ikut bahagia melihat anak kita dari atas sana. "

[BERSAMBUNG...]

1
Tamirah
Kirana mulai mulai membuka hati untuk Arga yg tadinya menjaga jarak mulai resfek.
Tamirah
Merasa Anak orang kaya ,merasa cantik kalau nikah dgn sopir dekil apa lagi Anak panti wah gak level banget.Itu ciri makhluk Tuhan yg gak bersyukur.Apa pun yg ada di planet ini atas izin nya.kalau sudah kehendak-Nya apa pun bisa terjadi
jadi orang kaya gak perlu sombong.
💫Mars JuPiter🪐
Kalau suka cerita ini, jangan lupa kasih like nya 😊 biar Arga & Kirana bisa terus update🙏🏻
partini
maaf Thor bacanya langsung loncat,udah baca sinopsisnya
rumah tangga macam ini paling gampang di bikin huru" orang ketiga kalian berdua sama" suka diem"
💫Mars JuPiter🪐: makasih masukan nya kak😊
total 1 replies
Ella Ella
alur cerita yg menarik
💫Mars JuPiter🪐: thanks kak.. tunggu terus update nya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!