NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:872
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

investasi bodong

" Boleh aku lihat gambar mu." tanya Wira.

" boleh... Suami ku boleh melihat apapun yang aku miliki." ujar ayu.

" ayo mulai dari sini, yang ini belum selesai. Jadi lihat yang ini saja." lanjut ayu menyerahkan map berisi lembaran lembaran kertas.

" ini....." tanya Wira.

" semua disain perhiasan yang sudah aku gambar, dan yang di sini adalah gambar gambar pilihan dari banyaknya gambar." ucap ayu.

" aku akan melihatnya, istriku lanjutkan saja menggambar." ujar Wira.

" um.... Katakan jika ada yang kurang dari gambar ku." ucap ayu.

" suamimu hanya pengangguran dan hanya lulusan S1." ucap Wira.

" aku tau suamiku hebat." suara ayu meyakinkan Wira.

" baik lah...." jawab Wira.

Wira kemudian melihat gambar pertama yang merupakan sebuah gelang, Wira lama melihat gambar itu seperti setiap inci Wira sedang mencari kekurangan dari desain yang ayu gambar.

Lembar ketujuh dan itu sudah satu jam berlalu Wira masih sampai di lembar ketujuh di sana ada kalung berbandul batu permata merah terlihat simpel tapi ada nilai yang sulit di jelaskan dari setiap guratan.

" orang ini apa masih orang, dia menggambar dan mencantumkan semua material dengan sangat jelas." pikir Wira yang sangat kagum dengan desain perhiasan yang di gambar ayu.

" apa sudah selesai." tanya ayu.

" baru lembar ke delapan." ucap Wira menjawab.

" kamu melihat apa tertidur. Di sana ada sekitar 50 gambar dan kamu dalam kurun waktu 1 jam lebih hanya melihat 8 lembar." ujar ayu kemudian mendekat dan duduk di pangkuan Wira.

" istriku gambarmu terlalu bagus, jika aku melihatnya sekilas itu akan menyia-nyiakan bakat hebat istriku." ucap Wira.

" pandai sekali memuji, membuatku melambung tinggi...." ucap ayu.

" istriku pantas mendapatkannya." ujar Wira.

" terimakasih suami..." ucap ayu.

" aku terlalu kenyang dengan ucapan terimakasih istriku, bisakah beri aku yang lain untuk berterimakasih." ucap Wira.

ayu bukan wanita yang tidak peka dengan senggolan ringan seperti itu ayu sudah tau arah pembicaraan Wira.

Kemudian ayu dengan lembutnya mengecup lembut bibir Wira sedikit lama kemudian melepaskan dengan perlahan, bibir itu seperti ada lem sulit di lepaskan.

" ay...." ucap Wira yang sudah bergulung selimut di sofa ruang belajar.

" um...." jawab ayu masih terngiang ngilang kenikmatan yang dirasakan.

" kamu akan membuka toko sendiri." tanya Wira .

" ya...." jawab ayu.

" itu artinya kamu membutuhkan sebuah bengkel untuk produksi, butuh pekerja ahli, butuh sebuah gedung sebagai tempat penjualan, apa kamu sudah memikirkan ini." tanya Wira.

" sudah dan aku berencana membicarakan hal ini pada suamiku." tanya ayu.

" aku sedikit tau menangkap kesempatan istriku datang pada orang yang tepat." ujar Wira percaya diri.

" lalu bagai mana menurut suami."

" Masalah itu aku akan tangani , karena ini bukan bisnis sembarangan aku perlu juga mengumpulkan beberapa hal. Tapi istriku mengapa istriku tidak menjual saja hasil gambar ini pada toko perhiasan, pasti akan sangat mahal dan tidak merepotkan." ucap Wira.

" ini hanya mimpi kecilku, itu sebabnya aku hanya ingin sebuah toko kecil, tak perlu besar tak perlu banyak orang." ujar ayu.

" istriku luar biasa, sangat langka, di saat yang lain begitu bernafsu ingin mewujudkan mimpi mereka yang serakah. Di sini istriku hanya ingin senang saja luar biasa." ujar Wira.

 " berhenti memujiku terus lihat entah sudah seberapa merah wajahku karena malu." ucap ayu.

" um baik lah..... Ay, kita tidur di sini atau pindah ke kamar." ujar Wira bertanya.

" aku sudah nyaman begini kita tidur di sini saja." ujar ayu.

" ya sudah ayo tidur, jangan sampai tuan putri itu lebih dulu bangun karena dia akan heboh ketika melihat kita masih tidur." ujar Wira membuat ayu cekikikan.

" tuhan aku tidak tau apa yang merasuki suamiku, tapi aku sangat bersyukur karenanya, walau di awal aku hampir hancur dan menyerah, tapi kali ini aku sangat bahagia. Tuhan jangan ambil kebahagiaan ini terlalu cepat, dan jika memang ini hanya sekedar mimpi biarkan aku hidup dalam mimpi itu saja Tuhan, aku sudah terlalu lelah untuk menjalani hidup yang melah kan." ungkap hati ayu

...****************...

" ayah ayah tidak bisa sembarangan berinvestasi hanya karena iming iming keuntungan besar....." ujar Surya putra sulungnya kakak kandung ayu dan suami dari Santi.

" benar ayah apa yang di katakan mas Surya bagai mana jika ini penipuan." ucap Santi.

" kalian tau apa sebelum ada kalian ayah sudah melanglang buana di dunia bisnis seperti ini, kalian perusahaan kita itu berdiri karena ayah yang pengecut." ucap Bisma kesal anak dan menantunya itu sedang menasehatinya.

" ayah aku tau ayah luar biasa hanya saja bagai mana ayah mempercayakan uang besar pada sembarang tempat." ucap Arya tidak habis pikir dengan pola pikir ayahnya.

" Surya sembarang tempat apa maksud kamu, Waluyo itu sahabat ayah dan dia sudah merintis semuanya bersama ayah jadi tidak mungkin melakukan kecurangan." ujar Bisma

" hah ya sudah terserah yang pasti jika uang itu tidak kembali perusahaan akan terdampak dan ini tidak akan baik." ujar Surya.

" kamu yakinlah, sebulan lagi ayah akan memberikan keuntungan sepuluh kali lipat, dan saat itu kalian akan tau sehebat apa ayah." ujar Bisma.

Surya pun pergi meninggalkan ayahnya itu dan Santi sebagai istri dia juga menyusul suaminya.

" dasar anak muda mereka terlalu banyak berpikir itulah mengapa mereka sulit berkembang, mereka tidak tau cara mengambil suatu kesempatan." gumam Bisma.

" hahaha tidak sabar rasanya menantikan uang itu akan bertambah, hehehe coba aku hitung berapa yang akan aku dapat." lanjut Bisma tampak begitu senang dan gembira.

Beberapa hari kemudian siaran di televisi sedang menyiarkan maraknya ajakan berinvestasi dengan keuntungan berkali kali lipat, dari ibu kota hingga ke pelosok kota jaringan ini begitu merata dan sistematis, polisi berhasil menangkap satu orang terduga pelaku dan polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut.

" ayah ayah.... Lihat lah siaran di tv lihat....." ujar Santi pada Bisma.

" Santi mengapa begitu heboh...." ujar Bisma.

" lihat lah ayah, saat ini marak investasi bodong dan polisi sudah menangkap terduga pelaku." ucap Santi.

" lalu kenapa...." ujar Bisma masih santai.

" ayah apa ayah lupa sudah lupa jika ayah sudah melakukan investasi sebesar 100jt menggunakan kas perusahaan, apa ayah tidak takut terkena investasi bodong ini." ujar Santi.

" kamu itu terlalu terbawa suasana, sudah ayah katakan sebelumnya, Waluyo itu sahabat karib ayah dia tidak akan menipu ayah dengan investasi bodong seperti di tayangan televisi itu." ujar Bisma.

" tapi ayah....." ujar Santi.

" sudah sudah... Ayah capek mau istirahat." ucap Bisma

Hari hari berlalu dan televisi masih terus menyiarkan tentang investasi bodong, dan beberapa orang yang mulai tertangkap karena terlibat di dalamnya. Dalam sebulan polisi sudah menangkap kurang lebih 15 orang yang tersebar di berbagai wilayah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!