Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.
Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 7 : Wanita penggoda?
Eunbi menarik kursi makan dan duduk berhadapan dengan seo-joon yang sedang menikmati sarapan nya.
"Ayahku bilang seseorang harus menatap mata satu sama lain ketika berbicara" Katanya.
Seo joon menghentikan makan nya, ia mendongak menatap lawan bicara.
"Maafkan aku, nona" Ujarnya pelan.
"Tak masalah, itu adalah salah satu tanda kesopanan, jadi kau... kang seo-joon?"
Seo-joon terdiam beberapa waktu saat wanita ini menyebut namanya.
"Benar"
"Banyak orang berbicara tentangmu di sini, aku banyak mendengarnya, kau jadi favorit semua asisten rumah tangga, mereka bilang kau yang paling tampan dan seksi" Katanya.
Seo-joon mengakui ia mungkin memiliki ketertarikan pada eunbi, namun ia mengerti dan sangat tau diri tentang siapa dirinya dan apa tujuan nya datang kemari, sehingga ketika mendengar bagaimana eunbi memujinya itu membuatnya merasa tak nyaman
"Terimakasih, aku akan pergi" Pamit seo-joon sambil berdiri membawa piringnya.
"Kau mau kemana?" Tanya eunbi.
"Yunho mengajak ku keluar, kami mendapat misi"
"Misi apa?"
"Maaf aku tidak bisa memberitahu mu"
Eunbi berjalan mendekati seo-joon yang tengah mengambil air minum.
"Aku suka berbicara denganmu" Katanya.
"Terimakasih" Jawab Seo-joon singkat.
"Mari mengobrol lagi lain kali" Eunbi mengulurkan tangan nya meminta jabatan tangan, gadis itu juga tampak tersenyum sangat manis.
"Maaf aku tidak di peruntukkan untuk melakukan itu di sini, aku hanya ingin melakukan pekerjaanku, permisi" Pamit seo-joon setelahnya.
Eunbi menatap kepergian seo-joon, pria itu sangat berbeda dengan pria-pria lain yang ia temui di rumah ini.
"Mungkin dia akan menolongku" Gumam eunbi.
...****************...
Seo-joon berjalan mengendap endap pada sebuah gedung yang terletak jauh dari kota, bahkan lokasinya dekat dengan hutan dari pada pemukiman.
"Siapkan senjatamu" Bisik yunho.
"Tidak ada orang di sini?" Tanya
"Kalau tidak ada kenapa kita datang bodoh" Maki yunho pelan.
Seo-joon mendesah, laki laki itu dengan berani menyusup semakin masuk ke dalam gedung tersebut.
"Hei!" Yunho mendesah pelan dengan keberanian seo-joon.
Dorr
Sebuah tembakan melesat namun tak berhasil melukai seo-joon.
"Sembunyi sial!" Teriak yunho.
Seo-joon bersembunyi di balik tembok dengan cepat.
"Siapa itu!" Seseorang berteriak.
Yunho mengisyaratkan seo-joon untuk diam tak bersuara, namun detik berikutnya laki laki itu melesatkan tembakan pada kaki pria setengah tua tersebut.
Dorr
"Akrh!" Pekiknya hingga membuat pria tua itu menjatuhkan pistolnya.
"Gila!" Maki yunho.
"Ayo!" Ajak seo-joon mendekat.
"Kau pikir hanya ada satu orang di sini! hei berhenti!" yunho memperingati.
Namun seo-joon tetap melanjutkan langkahnya dan mendekati pria tua yang terjatuh di lantai tersebut.
"Sialan!" Umpat yunho.
Seo-joon menodongkan senjata apinya ke kepala pria tua itu dan menendang pistolnya menjauh.
"Siapa kalian?" Tanyanya.
"Dimana Lee sangho?" Tanyanya.
Beberapa orang lain nya tampak datang saat mendengar suara tembakan dan ikut menodongkan pistolnya pada yunho dan juga seo-joon.
"Turunkan senjata kalian atau aku akan menembak kepala orang ini" Ancamnya.
"Hei turunkan senjatanya!" Peringat pria tua itu.
Yunho mengangguk paham dengan tak tik yang dilakukan oleh seo-joon, pria itu mengikuti permainannya.
"Dengar, di sini tidak ada yang namanya sangho, pria itu tidak datang kemari" Katanya.
"Benar, dia tidak datang kesini" Balas salah seorang dari mereka.
Dor dor dor...
Tiga tembakan yunho melesat dan mengenai satu persatu anak buah dari pria tua itu, hal itu membuat seo-joon menoleh heran.
"Hei! dia bilang sangho tidak ada di sini apa kau gila?! kenapa kau membunuh mereka?" Tanya seo-joon tidak Terima.
"Akan ku jelaskan nanti, tembak saja pria itu" Perintah yunho.
Seo-joon melirik ke arah pria tua yang menjadi sanderanya, jadi pria ini yang akan ia bunuh pertama kali.
"Jangan bunuh aku" Pintanya.
door.
"Bagus"
...****************...
Eunbi tengah berkutat dengan tanaman bunga nya, gadis itu mengeruk tanah dengan telaten dengan fokusnya.
"Nona?" Panggil seseorang pelan.
Eunbi mendongak mendapati kehadiran Jungwoo yang tampak mengeratkan pegangan tangan nya satu sama lain.
"Hai? kenapa kau tidak datang semalam?" Tanya eunbi.
"Maafkan aku! aku sungguh minta maaf, aku sama sekali tidak tau anda ternyata adalah tunangan tuan muda" Jungwoo membungkuk berkali kali.
"Ah sudah tau ya?" Balas eunbi santai.
"Aku sama sekali tidak bermaksud menggodamu, apa anda benar benar datang semalam?"
"Tidak, hyunjin memperkosaku semalaman" Jawabnya frontal.
Jungwoo mengantupkan kedua bibirnya diam mendengar jawaban eunbi yang terdengar tidak memiliki batasan.
"Lalu bagaimana anda bisa tau aku tidak datang semalam?"
"Kau datang padaku dengan kepala yang menunduk ketakutan, itu artinya kau sudah tau siapa aku" Kata eunbi.
"Benar, maafkan aku nona, tolong jangan laporkan aku pada tuan muda" pintanya memohon.
"Baiklah tak masalah, lagi pula aku tidak suka membuat keributan" Kata eunbi.
"T-terimakasih"
"Kemarilah" Eunbi memanggil jungwoo mendekat.
"Ya? ada apa?" jungwoo datang mendekat.
"Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, di sini tidak banyak orang" Bisiknya menggoda.
"A-apa maksud anda?" Tanya jungwoo gugup.
"Apa kau mau menciumku?" Tawarnya.
"T-tidak" Jungwoo menolak.
Eunbi tersenyum samar, ia melepas sarung tangan nya yang kotor dan menarik tangan jungwoo untuk berjongkok di antara tanaman tanaman menyamakan posisi dengan nya.
"Nona? a-apa yang kau lakukan?"
"Hidup ku sangat tidak berguna di sini, aku kurang bergairah" Katanya pelan.
Jungwoo menengguk ludahnya kasar, siapa yang bisa menolak pesona wanita secantik kekasih bosnya ini, ia bahkan tak ingat siapa wanita didepan nya ini sejenak ketika melihat kecantikannya.
Eunbi menarik tangan jungwoo dan meletak kan nya di bahu, ia sengaja membuat jungwoo menarik kain yang menutupi bahunya hingga jatuh pada perpotongan lengan.
"Apa aku cantik?" Tanyanya menggoda.
"Y-ya, k-kurasa semua orang tau" Jawabnya gugup.
"Cium aku" Pintanya.
"Aku tidak mungkin melakukan itu padamu Nona, tuan hyunjin mungkin akan memenggal kepalaku nanti" Katanya.
"Tidak ada hyunjin di sini" Katanya.
Jungwoo semakin mendekati eunbi, ia lupa dimana dirinya sekarang, wanita ini membuatnya menegang.
"S-sangat cantik" Ujarnya terbata bata.
Eunbi tersenyum dan mengangguk samar seolah memberi izin jungwoo untuk melakukan hal yang lebih.
"Cantik, sangat cantik" Katanya meracau.
Jungwoo membelai rambut panjang eunbi dengan berani , napasnya memburu tak karuan, ia berhasil terangsang hanya karena melihat eunbi saja.
"Lupakan semua orang, datanglah" Eunbi berbisik.
Lagi lagi jungwoo menengguk ludahnya kesulitan, tenggorokan nya terasa terlilit tali, tangan nya beralih pada leher jenjang nan putih milik eunbi.
Eunbi memejamkan matanya seolah menikmati sentuhan yang di berikan jungwoo, wanita itu juga tampak membuka seluruh kain yang menempel pada tubuh bagian atasnya hingga menampakkan belahan dada.
"A-apa aku boleh?" Tanya jungwoo.
"Lakukanlah" Eunbi memberi perintah.
Jungwoo mendekatkan wajahnya pada dada eunbi perlahan tapi pasti sebelum...
"AAAARRRHHHH!"