Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17: AKUISISI PASIEN
Kekuasaan di Sektor 1 bukan hanya soal siapa yang memegang pedang paling tajam atau siapa yang memiliki lencana paling tinggi di pundaknya. Bagi Charlotte, kekuasaan sejati terletak pada siapa yang memegang kunci pas untuk memperbaiki semua itu. Setelah pembersihan internal yang menyingkirkan Kolonel Borov dan tim mekanik militer yang tidak kompeten, udara di sayap teknis Markas Besar Radiant terasa lebih bersih, namun juga lebih dingin.
Charlotte berdiri di balkon bengkel utamanya yang kini telah diperluas secara resmi oleh perintah Jenderal Kaelen. Di bawah sana, di jalanan Sektor 1 yang tertata rapi, ia bisa melihat beberapa bengkel swasta kecil dan kios perbaikan mandiri yang biasanya melayani para pahlawan tingkat rendah dan ksatria penjaga gerbang. Bengkel-bengkel itu adalah sisa-sisa persaingan yang tidak efisien. Mereka menggunakan suku cadang daur ulang dan perangkat lunak bajakan yang sering kali menyebabkan malfungsi di tengah pertempuran.
Sistem, berikan analisis pasar perbaikan di radius dua kilometer dari pusat komando, perintah Charlotte dalam hati.
Pemindaian segera muncul di monokel Eye of the Raven miliknya. Data mengalir dalam bentuk grafik frekuensi yang menunjukkan jumlah transaksi harian di bengkel-bengkel kompetitor tersebut.
Analisis pasar selesai. Terdapat dua belas bengkel swasta aktif. Tingkat ketergantungan pahlawan tingkat rendah pada mereka mencapai enam puluh persen karena harga yang murah. Saran: Hancurkan fondasi ekonomi mereka dengan skema Standardisasi Keamanan Radiant, jawab suara sistem di kepalanya.
Charlotte tersenyum tipis. Ia tidak perlu menggunakan kekerasan fisik untuk mengusir mereka. Ia hanya perlu menggunakan birokrasi dan ketakutan sebagai senjata utamanya.
Pagi itu, Charlotte merancang sebuah protokol baru yang ia namakan Protokol Integritas Peralatan. Ia mengirimkan dokumen digital tersebut langsung ke meja administrasi pusat dengan tanda tangan digital Jenderal Kaelen yang sudah ia miliki aksesnya secara permanen. Isi protokol itu sangat sederhana namun mematikan bagi kompetitor: Mulai hari ini, setiap peralatan militer yang diperbaiki di luar bengkel resmi yang diawasi oleh Konsultan Charlotte akan dianggap sebagai peralatan ilegal dan tidak memenuhi syarat asuransi nyawa faksi.
Setiap pahlawan yang menggunakan jasa bengkel tidak resmi akan dikenakan sanksi penurunan pangkat dan penyitaan peralatan untuk audit keamanan, gumam Charlotte sambil mengirimkan notifikasi massal ke seluruh jaringan komunikasi Sektor 1.
Efeknya instan. Poin penderitaan mulai mengalir masuk ke sistemnya seperti air bah yang menjebol bendungan.
Deteksi kepanikan massal dari para pemilik bengkel swasta: positif. Deteksi kecemasan dari pahlawan tingkat rendah: positif. Perolehan awal: 1.800 MP, lapor sistem.
Charlotte turun dari balkonnya dan berjalan menuju pintu depan bengkelnya yang kini telah dipasang antrean digital. Hanya dalam satu jam setelah pengumuman itu disiarkan, antrean di depan The Workshop memanjang hingga ke ujung koridor. Puluhan ksatria dan tentara bayaran berdiri dengan wajah cemas, memegang zirah dan senjata mereka yang rusak, takut bahwa mereka akan terkena sanksi jika tidak segera mendapatkan stempel sertifikasi dari Charlotte.
Ini adalah fase akuisisi pasien yang sesungguhnya. Charlotte tidak lagi mencari pelanggan; ia memaksa seluruh populasi untuk menjadi pasiennya.
Pasien pertama masuk. Seorang ksatria muda dengan zirah kaki yang penyok dan mengeluarkan bunyi gesekan logam yang kasar. Ia tampak sangat gugup saat menatap Charlotte yang sedang memegang tablet diagnostik.
"Tuan Charlotte, saya hanya ingin memperbaiki engsel lutut ini. Bengkel di luar biasanya hanya meminta lima puluh kredit, tapi mereka tutup tiba-tiba setelah pengumuman tadi," kata ksatria itu dengan suara pelan.
Charlotte tidak menatap wajahnya. Ia memindai zirah kaki itu dengan monokelnya. Kerusakannya minimal, hanya butuh pelumasan ulang dan penggantian baut hidrolik.
"Bengkel di luar memberikanmu suku cadang palsu, anak muda. Baut ini terbuat dari campuran timbal yang akan patah jika kau melompat dari ketinggian tiga meter. Kau ingin mati hanya karena ingin hemat lima puluh kredit?" tanya Charlotte dengan nada dingin.
Ksatria itu memucat. "Tentu saja tidak, Tuan!"
"Biaya sertifikasi dan perbaikan dasar di sini adalah dua ratus kredit. Dan kau harus menandatangani perjanjian pemantauan data. Jika kau setuju, aku akan memperbaikinya dalam dua menit. Jika tidak, silakan keluar dan jangan salahkan aku jika zirahmu disita oleh patroli keamanan di gerbang depan," kata Charlotte tanpa kompromi.
Ksatria itu tidak punya pilihan. Ia membayar dan menandatangani dokumen yang memberikan Charlotte akses untuk menyadap data lokasi dan performa zirahnya secara permanen.
Deteksi rasa tertekan dan keterpaksaan: 300 MP diperoleh, lapor sistem.
Charlotte terus melakukan proses ini sepanjang hari. Ia bekerja dengan efisiensi yang mengerikan. Setiap pasien yang masuk diberikan diagnosa yang sengaja dilebih-lebihkan. Ia menanamkan rasa takut pada mereka, meyakinkan mereka bahwa peralatan yang mereka miliki saat ini adalah sampah berbahaya yang hanya bisa diselamatkan oleh tangannya.
Ia mendominasi perbaikan dasar dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh mekanik militer sebelumnya. Ia tidak hanya memperbaiki; ia melakukan akuisisi jiwa melalui teknologi. Setiap pahlawan yang keluar dari bengkelnya kini membawa chip pemantau tersembunyi yang ia tanam di dalam baut atau di bawah lapisan cat zirah mereka.
Menjelang sore, seorang pria bertubuh besar dengan pakaian kotor oleh oli masuk ke bengkel Charlotte. Ia bukan seorang pahlawan, melainkan pemilik bengkel swasta terbesar di distrik bawah Sektor 1. Namanya adalah Silas.
"Kau menghancurkan kami, Charlotte!" Silas berteriak sambil memukul meja kerja Charlotte. "Kau tidak bisa memonopoli semua perbaikan di kota ini! Kami punya keluarga yang harus diberi makan!"
Charlotte meletakkan alat las lasernya perlahan. Ia menatap Silas dengan pandangan yang kosong, seolah pria di depannya hanyalah gangguan statistik.
"Aku tidak menghancurkanmu, Silas. Aku hanya meningkatkan standar efisiensi. Jika bengkelmu tidak bisa mengikuti protokol keamanan Radiant, artinya bengkelmu adalah ancaman bagi nyawa para pahlawan kita. Bukankah begitu?" tanya Charlotte.
"Kau bohong! Kau hanya ingin menguasai aliran data mereka! Aku tahu apa yang kau lakukan!" Silas mencoba meraih kerah baju Charlotte, namun tangan mekanik Phantom Reach milik Charlotte bergerak lebih cepat.
Dalam sekejap, jari-jari logam Charlotte mencengkeram pergelangan tangan Silas dengan tekanan yang cukup untuk membuat pria itu jatuh berlutut. Suara tulang yang mulai berderit di bawah tekanan mekanik membuat suasana ruangan menjadi sangat mencekam.
"Dengarkan aku dengan baik, Silas. Dunia rongsokan di luar sana sudah berakhir. Di sini, di Sektor 1, hanya ada satu aturan: aturan efisiensi. Kau bisa memilih untuk menutup bengkelmu dengan tenang dan bekerja sebagai buruh angkut di gudang logistik, atau kau bisa terus berteriak sampai aku memastikan tidak ada satu pun mesin di kota ini yang akan menerima sidik jarimu lagi," bisik Charlotte tepat di telinga Silas.
Silas menatap mata monokel Charlotte yang bercahaya ungu dingin. Ia melihat ketiadaan empati di sana. Ia melihat seorang pria yang berbicara dengan logika mesin yang mutlak.
Penderitaan akibat kehilangan mata pencaharian dan ketakutan absolut: 1.500 MP diperoleh, lapor sistem dengan nada yang hampir terdengar puas.
Charlotte melepaskan cengkeramannya. "Pergilah. Dan pastikan bengkelmu sudah kosong besok pagi sebelum tim auditku datang untuk menyita sisa suku cadangmu."
Silas keluar dari bengkel dengan tangan yang gemetar dan bahu yang layu. Ia adalah kompetitor terakhir yang berani menantang otoritas Charlotte secara langsung. Dengan kepergiannya, monopoli Charlotte atas perbaikan dasar di Sektor 1 menjadi mutlak.
Malam itu, Charlotte duduk sendirian di tengah bengkelnya yang luas. Monitor di sekelilingnya kini menampilkan ratusan titik data baru. Setiap titik adalah pasien yang baru saja ia akuisisi. Ia bisa melihat posisi mereka, tingkat energi zirah mereka, dan bahkan percakapan pribadi mereka yang terekam melalui getaran logam zirah.
Sistem, berapa total poin yang terkumpul hari ini? tanya Charlotte sambil membersihkan tangan mekaniknya dari noda oli.
Perolehan total hari ini: 6.500 MP. Status: Dominasi pasar perbaikan Sektor 1 mencapai sembilan puluh delapan persen. Anda kini memiliki akses data ke hampir seluruh personil militer tingkat menengah dan rendah di benteng ini, jawab sistem.
"Bagus. Akuisisi pasien selesai. Sekarang kita punya jaringan mata-mata terbesar yang pernah ada di faksi Radiant. Mereka berpikir mereka aman karena sudah mendapatkan sertifikasi dariku, padahal mereka baru saja memberikan kunci rumah mereka padaku," gumam Charlotte.
Ia berdiri dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah kota. Sektor 1 kini terasa seperti sebuah laboratorium besar baginya. Setiap ksatria yang berpatroli adalah sensor bergeraknya. Setiap senjata yang disandang adalah perpanjangan tangannya.
"Langkah selanjutnya adalah memastikan aliran dana dari perbaikan ini tidak pernah sampai ke tangan birokrasi Radiant. Aku harus mulai memanipulasi aliran dana dan menyembunyikan transaksi liar ini ke dalam akun bayangan," kata Charlotte.
Ia mematikan lampu bengkelnya. Di dalam kegelapan, hanya ada cahaya ungu dari monokelnya dan kedipan ribuan titik data di layar yang menandakan bahwa seluruh pahlawan di kota ini kini berada di bawah pengawasannya. Charlotte bukan lagi sekadar mekanik; ia adalah pemilik dari setiap detak jantung mekanik yang ada di Sektor 1.
Setiap baut yang ia pasang adalah janji kesetiaan yang dipaksakan. Setiap sertifikasi yang ia berikan adalah kontrak perbudakan digital. Dan bagi Charlotte, penderitaan mereka yang tidak punya pilihan selain datang kepadanya adalah bahan bakar terbaik untuk ambisinya yang tidak akan pernah terpuaskan.
Status: Penguasa Perbaikan Dasar Sektor 1 terkonfirmasi.
Poin Terkumpul: 18.800 MP.
Tujuan Berikutnya: Memanipulasi Aliran Dana dan Transaksi Liar.
Charlotte memejamkan matanya, mendengarkan simfoni dengungan mesin dari seluruh kota yang kini tersinkronisasi dengan sistemnya. Ia merasa lebih hidup dari sebelumnya di tengah-tengah dunia yang semakin ia kendalikan.