sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1
..
..
Langit Bandung malam ini seolah tumpah. Hujan deras yang turun sejak sore tadi belum juga menunjukkan tanda-tanda akan mereda, menyisakan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Di tengah kepungan air dan kabut tipis di daerah pinggiran kota, sebuah motor sport hitam pekat mendadak terbatuk-batuk sebelum akhirnya mati total tepat di depan deretan ruko tua yang sudah lama tutup.
"Sialan! Gak sekarang juga kali!" gerutu Axelle Aididev Atharic dari balik helm fullface-nya.
Cowok itu turun, menuntun motor beratnya ke teras ruko yang sedikit menjorok ke dalam agar tidak terlalu basah kuyup. Axelle melepas helmnya, menyeka air yang menetes dari rambut hitamnya yang berantakan. Dia baru saja pulang dari markas tongkrongannya, dan nasib sial justru menjemputnya di jalanan sepi ini.
Saat dia mencoba mengutak-atik mesin motornya, sudut mata Axelle menangkap siluet seseorang di ujung teras ruko yang gelap. Seseorang yang duduk memeluk lutut dengan seragam yang basah kuyup.
"Siapa di sana?" suara Axelle berat, sedikit waspada.
Siluet itu bergerak, lalu mendongak. Di bawah cahaya lampu jalan yang remang dan berkedip, Axelle tertegun. Wajah yang kaku, kacamata yang sedikit berembun, dan tatapan yang selalu memancarkan otoritas di sekolah.
"Rea Zelene Xavandra?" Axelle mengernyit. "Ngapain lo di sini? Anak emas sekolah kok keluyuran malem-malem, ujan begini lagi?"
Rea tampak terkejut, namun dengan cepat dia berusaha menguasai diri meski giginya gemeretak kedinginan. "Ban sepeda gue bocor. Ponsel gue mati kena air hujan pas tadi mau pesen ojek online."
Axelle mendengus pelan, hampir tertawa kalau saja situasinya tidak semenyedihkan ini. "Nasib kita sama-sama busuk ternyata."
Axelle melepas jaket kulit hitamnya yang bagian dalamnya masih terasa hangat, lalu melemparkannya ke arah Rea tanpa kata. Rea sempat ragu, tapi rasa dingin Bandung yang menusuk membuatnya terpaksa memakai jaket beraroma parfum maskulin milik Axelle itu.
Mereka duduk bersandar di pintu ruko yang digembok, dipisahkan jarak sekitar satu meter. Keheningan yang canggung menyelimuti, hanya ada deru hujan yang memekakkan telinga. Rea adalah ketua OSIS yang sangat ambisius, sedangkan Axelle adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Mereka adalah dua kutub yang tidak seharusnya berada dalam satu frame.
Namun, rencana untuk sekadar berteduh itu hancur dalam sekejap.
Tiba-tiba, sorot lampu senter yang sangat kuat menyambar wajah mereka. Disusul suara beberapa motor dan satu mobil patroli warga yang berhenti mendadak di depan ruko.
"Woi! Keluar kalian! Berani-beraninya berbuat mesum di sini!" teriak sebuah suara lantang yang memecah keheningan malam.
Axelle dan Rea tersentak berdiri serempak. Dalam hitungan detik, mereka sudah dikepung oleh sekitar lima orang warga lokal dan dua petugas keamanan lingkungan yang wajahnya tampak sangat tidak bersahabat.
"Pak, tunggu dulu. Kami cuma berteduh karena motor mogok!" Axelle mencoba menjelaskan, suaranya naik satu oktav.
"Halah! Alasan klasik! Anak sekolah jaman sekarang emang gak tahu malu. Berteduh kok di ruko kosong yang gelap begini? Lihat itu, bajunya saja sampai basah dan acak-acakan!" bentak seorang bapak-bapak dengan sarung melilit lehernya.
Rea maju selangkah, wajahnya pucat pasi. "Pak, kami tidak melakukan apa apa. Kami benar-benar hanya berteduh—"
"Gak peduli mau apa! Di daerah ini sudah sering kejadian yang macam-macam. Bawa mereka ke kantor RW sekarang! Panggil orang tua mereka!"
Situasi berubah menjadi kacau. Axelle mencoba melawan saat lengannya ditarik paksa, tapi dia sadar jika dia memukul warga sekarang, urusannya akan semakin panjang dan Rea akan semakin terseret. Akhirnya, mereka berdua digiring menuju kantor RW yang jaraknya tak jauh dari sana.
Di dalam ruangan kantor RW yang pengap, suasana semakin mencekam. Ketua RW, pria paruh baya dengan wajah tegas, duduk di depan mereka.
"Hubungi orang tua kalian. Sekarang," perintah Pak RW singkat.
Rea menunduk, tangannya gemetar hebat saat memegang ponselnya yang baru saja diisi daya sedikit oleh petugas. Dia tahu, begitu papa nya yang keras itu datang, reputasinya sebagai anak teladan akan tamat. dan pasti memalukan papanya ke kolega bisnis , bayangkan saja putri membanggakan xavandra tersandung kasus asusila, itu sungguh sangat sangat memalukan
"Orang tua saya lagi di luar negeri, Pak. Mommy sama Daddy saya masih di Inggris," ucap Axelle datar, mencoba menghubungi nomor luar negeri orang tuanya tapi nihil karena perbedaan waktu yang jauh. "Gak mungkin mereka bisa ke sini sekarang."
"Di luar negeri?" Pak RW menatap Axelle tajam. "Lalu siapa yang mau tanggung jawab atas kelakuan kalian malam-malam begini? Kamu tahu, warga sini sangat sensitif dengan hal-hal yang melanggar norma."
"Kami tidak melakukan apa-apa!" bela Axelle lagi, namun suaranya tenggelam oleh desas-desus warga di luar ruangan yang mulai memanas. Kata 'penggerebekan' dan 'asusila' mulai terbawa angin sampai ke telinga mereka.
Tiba-tiba pintu terbuka. papa Rea, Ardan xavandra masuk dengan wajah merah padam, diikuti sang mama Yara di belakang. Dia tidak bicara sepatah kata pun, hanya menatap Rea dengan pandangan yang dingin. Lalu dia beralih pada Axelle, dan terakhir pada Ketua RW.
"Saya tidak ingin berita ini menyebar dan merusak nama besar keluarga saya," suara papa Rea terdengar dingin dan berwibawa. "Apa solusinya agar masalah ini selesai malam ini juga tanpa ada polisi atau pihak sekolah yang tahu?"
Ketua RW berdeham, melirik ke arah warga yang masih berkerumun. "Warga menuntut tanggung jawab, Pak. Jika tidak ingin ini dibawa ke jalur hukum atau dilaporkan ke sekolah, mereka harus diikat secara sah. Nikahkan mereka malam ini juga, atau berita ini akan ada di koran besok pagi."
Dunia seolah berhenti berputar bagi Axelle. Dia menatap Rea yang mulai terisak tanpa suara. Mommy dan Daddy-nya jauh di London, tidak ada yang bisa membantunya membela diri di sini. Kecelakaan konyol karena motor mogok di tengah hujan Bandung ternyata berakhir pada sebuah penjara bernama pernikahan.
"Oke," ucap papa Rea tiba-tiba, membuat semua orang di ruangan itu tersentak.
"Nikahkan mereka sekarang."
Malam itu, di bawah saksi lampu neon yang redup dan suara hujan yang belum juga reda, Axelle Aididev Atharic resmi kehilangan kebebasannya. Dia terjebak dalam sebuah nikah kilat dengan gadis yang paling ia hindari di sekolah.
perasaan nya merasa tak enak membayangkan bagaimana kecewanya sang mommy dan daddy melihat anak kesayangan mereka berbuat ulah, lagi.
"mom, dad.. help me.. aku gak mau nikah mudah" batin nya miris, namun membantah juga gak bisa apalagi melihat wajah garang nya tuan xavandra
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁